cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023" : 5 Documents clear
KERAGAMAN JENIS PRODUK USAHA HHBK DAUN KELOR (Moringa oliefera) DI CV. TRI UTAMI JAYA KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Syirajudin Syirajudin; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10683

Abstract

Masyarakat mengenal bahwa daun kelor (Moringa oliefera) hanya sebagai bahan pangan sayuran, ternyata dari bahan daun kelor bisa dibuat berbagai jenis produk untuk bahan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis produk usaha HHBK daun kelor (Moringa oliefera), dan mengetahui strategi pengembangan produk usaha HHBK daun kelor (Moringa oliefera) di CV. Tri Utami Jaya, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau case study. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis produk usaha HHBK berbahan baku daun kelor (Moringa oliefera) yang di produksi CV. Tri Utami Jaya yakni teh bubuk moringa SaSaMbodoM, teh celup moringa KIDOM, teh celup morikai, KIDOM Coffee, masker beauty morikai, dan kapsul moringa SaSaMbodoM. Strategi yang digunakan untuk pengembangan jenis produk berbahan baku daun kelor di CV. Tri Utami Jaya yakni starategi inovasi produk baru dengan cara merubah bentuk pada kemasan, merubah ukuran yang berbeda sesuai dengan harganya, menambahkan variasi rasa, dan jenis kemasan yang tahan lama agar tidak mudah rusak, sehingga masing-masing produk akan memiliki varian rasa yang berbeda dan harga yang berbeda berdasarkan ukuran kemasan; Strategi Penentuan Harga, harga memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan sebuah bisnis dan harga juga dapat mempengaruhi persepsi pelanggan, harga yang rendah dapat memberikan bayangan bahwa semakin rendahnya kualitas suatu produk maka akan semakin rendah pula nilai yang akan didapatkan, sebaliknya jika harga produk lebih tinggi maka akan tinggi pula kualitas produk tersebut; strategi distribusi dan tempat; karena berlokasi di kota mataram sehingga secara geografis sangat menguntungkan karena berada di pusat pemerintahan dan untuk distribusinya perusahaan sudah bekerjasama dengan berbagai ekspedisi yang akan mendapatkan gratis ongkir dengan pembelian jumlah tertentu; strategi promosi dilakukan secara online dan juga secara offline, untuk online dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai E-Commerce dan mengirim konten promosi diberbagai sosial media sementara itu untuk offline dilakukan dengan rutin mengikuti pameran dan acara-acara besar dengan sistem open both.
UJI PROKSIMAT TINGKAT KESUKAAN PRODUK PERMEN JELLY DARI DAUN TANAMAN GAHARU (Gyrinops versteegii) DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI GELATIN Andi Saputri Sarika Daeng; LL Suhirsan Masrilurrahman; Muhammad Sadir
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.12726

Abstract

Gaharu (Gyrinops versteegii) merupakan tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi, karena kayunya mengandung aromatik resin. Secara tradisional, gaharu banyak dimanfaatkan untuk ritual, keagamaan, dan obat-obatan. Untuk pemanfaatan lainnya, daun gaharu dapat diolah menjadi makanan dengan cara pembuatan permen jeli daun gaharu yang dikombinasikan dengan gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan tingkat kesukaan (uji hedonik) produk permen jeli gaharu dengan variasi konsentrasi gelatin. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi gelatin, yaitu: S1= 6 g, S2= 10 g, S3= 11 g, S4= 13 g. Analisis kandungan permen jeli menggunakan uji proksimat yang meliputi: kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. dengan ANOVA (α=0,05) dan uji lanjut BNJ (α=0,05). Uji hedonik produk permen jeli gaharu melibatkan 30 responden berusia 20-30 tahun. Parameter yang diuji adalah warna, aroma, rasa dan kekenyalan. Penilaian uji hedonik menggunakan skala 9 yaitu: sangat suka sekali (9), sangat suka (8), agak suka (7), sedikit suka (6), netral (5), sedikit tidak suka (4), agak tidak suka (3), tidak suka (2), dan sangat tidak suka (1). Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan kadar air (81%), abu (8%), protein (0,1%), karbohidrat (11%), dan lemak (0,01%). Adapun hasil uji hedonik menunjukkan penilaian responden berbeda signifikan pada parameter warna, rasa, aroma, dan kekeyalan. Sampel 4, dengan penambahan 13 g gelatin, menunjukkan tingkat kesukaan yang tertinggi dari segi warna (6,16), aroma (5,23), rasa (6,13), dan kekenyalan (5,13). Jadi, dapat disimpulkan bahwa responden lebih menyukai S4 dengan kadar gelatin 13 g dibandingkan dengan sampel lainnya.
UJI TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP SIRUP MANGROVE SPESIES RHIZOPHORA (Rhizophora apiculata) DENGAN METODE PEREBUSAN Vivin Septiany Alca; LL Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.12727

Abstract

Rhizophora apiculata merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang termaksuk dalam famili Rhizophora dan merupakan jenis yang umum dijumpai di hutan mangrove Desa Lembar. Spesies ini menghasilkan buah  yang dapat diolah menjadi produk olahan sirup. Rhizophora apiculata merupakan tumbuhan mangrove yang memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk industri pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan faktor kesukaan konsumen terhadap sirup dari spesies Rhizophora apiculata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan parameter uji yaitu rasa, tekstur, dan warna. Pengujian tingkat kesukaan konsumen dilakukan melalui uji organoleptik dengan melibatkan 30 panelis dengan umur 20-30 tahun yang terdiri dari berbagai kelompok usia dan latar belakang dan kuisioner. Takaran buah yang digunakan dalam sirup bervariasi, yaitu S1= takaran buah mangrove 20 gram, S2 = takaran buah mangrove 25 gram, S3 = takaran buah mangrove 30 gram, S4 = takaran buah mangrove 50 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden lebih dominan ke sampel S4 dibandingkan sampel lainnya. Hal ini  dikarenakan sampel S4 lebih diminati oleh konsumen karena sesuai dengan keinginan konsumen. Oleh karena itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sirup mangrove Rhizophora apiculata dapat menjadi produk inovatif yang diterima oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan di industri pangan. oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan di industri pangan.
SWOT ANALYSIS OF ECOTOURISM DESTINATION OF OESINA BEACH: CHALLENGES, OPPORTUNITIES, DEVELOPMENT STRATEGIES Muhamad Soimin
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10106

Abstract

The abstract Natural heritages and cultural values possessed by the East Nusa Tenggara region have the potential to be developed towards the tourism industry based on sustainable tourism principles in the form of ecotourism. A potential ecotourism destination that occurs in the region is Oesina Beach, the 1 km white sandy beach with a huge marine potential. This ecotourism destination is situated in Lifuleo village. This research is an investigative-descriptive study with an approach of SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) combined with IFES (Internal Factor Analysis Strategy) and EFES (External Factor Analysis Strategy). The SWOT analysis reveals: 1) several strengths and opportunities that can be optimized; 2) several weaknesses and threats that can be mitigated by optimization strategies; and 3) several proposed optimization strategies based on S-O (strength to optimize opportunity), W-O (opportunity to minimize weakness), T-S (strength to mitigate threat), and T-W (effort to address threat and weakness). IFES and EFES analysis indicate that the Oesina ecotourism destination is located in Quadrant I, meaning that the ecotourism destination requires promotion through market development penetration, market penetration, and product development. Following this, all related stakeholders of governments, management, and local-dependent communities; need to build a strong collaboration towards a successful implementation of optimization strategies. The result of this study is expected to be used as a reference for related stakeholders to design and implement a robust strategy to develop the ecotourism destination in the form of a scientific-based policy. This, therefore, will promote more benefits as conservation tools as well as enable the dependent community to gain more socioeconomic advantages.
FOREST HERBAL TEA SHOULD BE PROMOTED IN INDONESIA I Gde Adi Suryawan Wangiyana; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10223

Abstract

Forest herbal tea is made from plants in the forest area. Various types of plants, including trees, shrubs, and herbs, can be sources of forest herbal tea. Most of the forest herbal tea sources are wild plants found in natural forest areas in Indonesia. This means that Indonesia has abundant forest herbal tea resources, which should be promoted. However, the use of raw materials in forest herbal tea products is still limited. This review shows why forest herbal tea products should be promoted in Indonesia in terms of cultivation, standardisation, processing method, economic value, and diversity of products.

Page 1 of 1 | Total Record : 5