cover
Contact Name
Nikki Aldi
Contact Email
nikki.aldi@unib.ac.id
Phone
+6287885050404
Journal Mail Official
jukeraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Bagian Pendidikan Kedokteran FKIK Universitas Bengkulu, Jl. WR Supratman Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24773778     EISSN : 26228343     DOI : 10.33369
Core Subject : Health, Science,
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2024)" : 5 Documents clear
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SETELAH TERAPI ERITROPOIETIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU Ayu Lestari, Lutfiana
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v10i1.35774

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan komplikasi yang umum diderita oleh pasien penyakit ginjal kronik (PGK) dengan peningkatan prevalensi seiring menurunnya fungsi ginjal. Kondisi ini disebabkan menurunnya produksi hormon eritropoietin (EPO) akibat kerusakan ginjal. Terapi EPO dapat diberikan untuk menggantikan kerja hormon eritropoietin dan perlu dilakukan evaluasi respon kerja terapi dengan pemantauan kadar hemoglobin (Hb) secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar Hb sebelum dan setelah pemberian terapi EPO pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi analitik komparatif dan metode cross-sectional study. Subjek penelitian diambil dari pasien PGK yang menjalani hemodialisis secara total sampling. Variabel pada penelitian ini adalah kadar Hb sebelum dan setelah terapi EPO. Data yang didapatkan dari penelitian akan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rerata kadar Hb dari 66 sampel sebelum terapi EPO adalah 8,394 gr/dL dan setelah terapi EPO adalah 9,109 gr/dL. Hasil analisis dengan menggunakan uji paired t-test didapatkan nilai p=0,001 yang menunjukkan perbedaan signifikan kadar Hb sebelum dan setelah terapi EPO. Kesimpulan: Terdapat peningkatan kadar Hb dengan perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan setelah pemberian terapi eritropoietin. Kata Kunci: Anemia, Penyakit Ginjal Kronik, Eritropoietin, Hemoglobin
LITERATURE REVIEW: POTENSI SELADA AIR SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER Claresta, Fariqzah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v10i1.35775

Abstract

Tanaman selada air (Nasturtium officinale R. Br.) merupakan tumbuhan yang menarik untuk dipelajari. Tumbuhan ini berasal dari Eropa dan Asia, dan sering dikonsumsi sebagai sayuran atau dalam salad karena kandungan nutrisinya yang kaya. Selada air juga dapat ditemukan di dataran tinggi Indonesia. Tanaman ini merupakan contoh tanaman hidroponik yang tumbuh tanpa media tanah, dan pertumbuhannya dipengaruhi oleh nutrisi, tingkat keasaman, dan suhu media air. Variasi lingkungan tempat tumbuh juga mempengaruhi kandungan senyawa kimia yang dihasilkan oleh tanaman selada air. Adanya kandungan kimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid dan steroid yang dapat ditemukan dengan uji fitokimia. Ekstrak selada air menunjukkan aktivitas antioksidan dan kandungan flavonoid yang tinggi. Proses ekstraksi dilakukan untuk mengoptimalkan kandungan saponin sebagai antioksidan. Penelitian juga menunjukkan bahwa selada air mengandung senyawa seperti phenethyl isothiocyanate, isotiosianat, kaemferol glikosida, dan l-triptofan yang memiliki potensi sebagai agen antikanker. Selada air juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis dan diabetes. Sehingga hasil penelitian menyimpulkan bahwa selada air mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, triterpenoid, dan steroid, serta menunjukkan aktivitas antioksidan dan antikanker dengan IC50 yang cukup tinggi. Aktivitas antioksidan selada air tergolong sedang hingga tinggi, mendukung potensinya sebagai tanaman antikanker. Aktivitas antioksidan selada air bahkan lebih tinggi daripada Vitamin C. Dengan mengandung metabolit sekunder ini, selada air dapat dijadikan sebagai bahan farmasi dalam pengobatan. Kata Kunci : selada air, antioksidan, antikanker
DEVELOPMENT OF HIGHLY PATHOGENIC AVIAN INFLUENZA VACCINE FOR PANDEMIC INFLUENZA PREPAREDNESS: A REVIEW S,Si, M.Biomed, Debie Rizqoh
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v10i1.35776

Abstract

The Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 virus caused extraordinary incidents in several countries, especially Asia, Africa, and Europe. The disease's fatality rate caused by the H5N1 virus reaches 60%. This incident raised concerns about a wider HPAI H5N1 virus pandemic if effective human-to-human transmission occurred. Therefore, the World Health Organization (WHO) calls on all countries to prepare themselves for a pandemic that may occur. One of the strategies in preparation for this pandemic is to develop a vaccine. So far, vaccines are effective in disease prevention efforts because they can work to trigger a natural immune response and induce a memory response against the pathogen in question. Several strategies are needed to develop an effective influenza vaccine in carrying out vaccine development research and in-depth understanding of (i) virology, (ii) virus life cycle, (iii) host immune response to infection, (iv) pathology, and (v) HPAI H5N1 vaccine development strategy. Until now, many HPAI H5N1 vaccines have been developed, from vaccines developed using conventional methods to alternative vaccines using more modern methods. The results of the development of the vaccine are expected to provide provisions for a possible pandemic caused by the HPAI H5N1 virus. Keywords : Influenza, virus, vaccine
LITERATURE REVIEW: KAJIAN EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN VAKSIN VIRUS DENGUE MASA KINI Aulia, Tisa
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v10i1.35777

Abstract

Dengue fever is a disease caused by the dengue virus (DENV) which often becomes a problem for public health in the world with approximately 390 million cases of infection. The lack of specific antiviral therapy for DENV is a driving force for the development of a dengue vaccine as a strategy to fight the DENV virus. This review discusses the development of dengue vaccines and makes effectivity comparisons with dengue vaccines that have been developed such as Dengvaxia, TV003/TV005, and DENVax to know the current status of the development of these vaccines. Keywords : Dengue fever, Dengue Virus, vaccines, development, effectivity
HUBUNGAN KADAR ALBUMIN TERHADAP LAMA HARI RAWAT INAP PADA PASIEN ULKUS DIABETES MELITUS TIPE 2 PERIODE JANUARI-DESEMBER 2022 DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU Nursafitri, Reike
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v10i1.35778

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif sehingga bila dibarengi dengan komplikasi maka akan memperparah kondisi dan berdampak pada malnutrisi. Pasien yang mengalami malnutrisi lebih lama dirawat di rumah sakit dibandingkan mereka yang memiliki status gizi normal. Oleh sebab itu, perlu adanya pengukuran status gizi untuk melakukan terapi nutrisi medis. Malnutrisi juga dapat diketahui dari parameter biokimia. Albumin merupakan salah satu penanda status malnutrisi pada keadaan klinis pasien yang stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar albumin dan lama hari rawat inap pada pasien Diabetes Mellitus. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional study yang melibatkan 56 responden pasien penyakit ulkus diabetes mellitus yang menjalani rawat inap di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Penelitian dilaksanakan di ruang rekam medis dengan mengambil data kadar albumin dan lama hari rawat inap pasien. Hasil kadar albumin dan lama hari rawat inap ini dibandingkan dan dianalisis dengan uji statistik chi square menggunakanIBM SPSS versi 27. Hasil : Pada penelitian ini 67,9% subjek berjenis kelamin perempuan dengan kadar albumin 83,9% tidak normal. Lama hari rawat inap <5 hari sebanyak 64,3%. Dibandingkan antara kadar albumin dan lama hari rawat inap diperoleh nilai p = 0,093 (p>0,05). Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kadar albumin dan lama hari rawat inap pada pasien ulkus diabetes mellitus di RSUD Dr M Yunus Bengkulu. Kata kunci : kadar albumin, lama hari rawat inap, ulkus diabetes mellitus

Page 1 of 1 | Total Record : 5