cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010" : 9 Documents clear
ANALISIS UPAYA PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI SELAT MAKASSAR, PERAIRAN PANTAI BARAT SULAWESI SELATAN Alfa F.P Nelwan; M. Fedi Sondita; Daniel R. Monintja; Domu Simbolon
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.89 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.1-14

Abstract

Fishing effort can be regarded as a total mobilized capability made by fishing fleet to produce catch. There are 8 types of significant fishing units operated in Makassar Strait, off west coast of South Sulawesi Province; these are boat seines, beach seines, purse seines, drift gillnets , encircling gillnets, set gillnets, boat liftnets and fixed liftnets. Annual total fishing effort made by the 8 types of fishing units over a period of 30 years (1977-2006) were calculated after standardization considering variability in capture capacity among them. An analysis was carried out to identify fishing effort dynamics in three predefined fishing sub-areas: around Spermonde Islands (zone A), off Polmas and Pinrang District (zone B) and off Majene and Mamuju District (zone C), especially to concidering capture fisheries condition within four predefined development periods: (1) motorization program (1977-1982), (2) credit loan program (1983-1990), (3) coastal community empowerment program (1991-1997), and (4) desentralized fisheries management (1998-2006). Fishing effort increases and fishing units productivity decrease over a period of thirty years period
KAJIAN BIO-TEKNIK PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TENGGIRI DAN DISTRIBUSI PEMASARANNYA DI KABUPATEN BANGKA Moch. Prihatna Sobari; Arief Febrianto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.899 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.15-29

Abstract

This study aims to identify up to, local, seasonal fishing, fishing equipment productivity tenggiri, marketing of the catch and determine patterns of utilization of resources yellow tail fish in a sustainable Kabupaten Bangka. Research method used was the descriptive survey method of case study (case study) and the sampling is done purposively. Data analysis includes the analysis and bio-engineering techniques. Analysis of bio-engineering approach using model CYP. Tenggiri fish in the waters of Bangka Regency arrested with using gillnet catch and pacing overextend. Gill nets in Kabupaten Bangka included in jaringi gill away (drift gillnet) and his fishing nets with the net tenggiri term. Kontruksi catching equipment consists of selambar ropes, nets, rope and buoy up ris. Overextend rod for fishing tenggiri have construction that consists of the Reel (rooler), swivel (swivel), string (line), ballast (sinker) and the rod (hook). Fishing season in the month at The Bangka-month fishing season which occurs on the March, May and June and August and October with the IMP more than 100%. Regional utilization of fishing ground catching fish tenggiri at The Regency Bangka is catching on line 1 (in the coastal waters of up to 6 miles). Utilization of fish resources in sustainable tenggiri can be done with the regime to know the management of fish resources optimally tenggiri where the alleged biological biological overfishing has occurred with the actual effort is 798 more than the trip management of fish resources optimally tenggiri trip of 379. Tenggiri local marketing of fish is done by traders and merchants and retailers sold to consumers, while the export is done by marketing companies. Selling price, marketing margins and profits earned with the short channel with Fisherman share the same akan provide for share traders and the larger fishing companies
MODEL PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN YANG BERSINERGI DENGAN FUNGSI KONSERVASI KAWASAN (STATUS KASUS PENGELOLAAN SERO BERKANTONG DI PERAIRAN TELUK TIWORO, PROVINSI SULAWESI TENGGARA) Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.609 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.31-39

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan Teluk Tiworo cenderung destruktif dan hanya mengejar manfaat ekonomis, meskipun perairan tersebut telah dinyatakan sebagai kawasan konservasi laut berdasarkan SK Bupati Kabupaten Muna No. 157 Tahun 2004. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian sero berkantong dengan karakteristik perairan, pola dinamis optimasi penggunaannya, dan kelayakan pengusahaan sero berkantong di Teluk Tiworo. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis kesesuaian (Jusuf, 1999 dan Mustaruddin, 2005), analisis sistem dinamis (Muhammadi, et. al, 2001), dan analisis usaha (Gaspersz, 1992). Hasil penelitian menunjukkan sero berkantong sesuai dengan sifat alat tangkap ramah lingkungan (NK=3,4), potensi sumberdaya ikan kawasan (NK=3,0), kebutuhan masyarakat (NK=3,3), perangkat hukum terkait (NK=3,2). Jumlah optimal sero berkantong yang dapat dioperasikan secara dinamis di perairan Teluk Tiworo sekitar 15 unit. Pengusahaan sero berkantong dapat mendatangkan keuntungan bersih (Ï€) yang positif, yaitu sekitar Rp 70.716.800 per bulan. Bila nelayan anggota pengelola sero berkantong berjumlah 15 orang, maka setiap anggota akan mendapat bagi hasil sekitar Rp 4.714.453 per bulan
EVALUASI PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP PELAGIS KECIL DI PERAIRAN PANTAI BARAT SULAWESI SELATAN Alfa F.P Nelwan; M. Fedi A. Sondita; Daniel R. Monintja; Domu Simbolon
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.628 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.41-49

Abstract

Produksi ikan merupakan salah satu indikator kinerja armada penangkapan. Ukuran upaya penangkapan akan menentukan produksi tersebut. Dinamika perikanan tangkap dapat digambarkan dari fluktuasi upaya penangkapan ikan, produksi dan produktivitas penangkapan ikan. Perikanan di pantai barat Sulawesi Selatan dibedakan menjadi 3 perikanan menurut perairan di hadapan provinsi tersebut, yaitu zona A (perairan Kepulauan Spermonde), zona B (Teluk Mandar), dan zona C (perairan Kabupaten Majene dan Mamuju). Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja perikanan tangkap pada ketiga zona perikanan setelah melakukan standarisasi upaya penangkapan dari 8 delapan jenis unit penangkapan ikan, serta mempertimbangkan kebijakan pembangunan perikanan dalam kurun waktu 30 tahun (1977-2006). Armada penangkapan ikan dari ketiga zona perikanan menunjukkan tren signifikan menurun hubungan antara upaya penangkapan dan CPUE (catch perunit effort) untuk kurun waktu tersebut. Kinerja perikanan tangkap sesuai periode kebijakan pembangunan perikanan di ketiga zona perikanan menunjukkan zona A dan B telah optimum dibandingkan zona C. Pengelolaan perikanan tangkap disetiap zona perikanan harus memperhatikan karakteristik dari masing-masing zona perikanan
PERIKANAN TANGKAP KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI PERAIRAN SEKITAR TELUK BUYAT Aglius Triganus Ricky Telleng
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.685 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.51-59

Abstract

The purpose of this research are to explore the indian mackerel fisheries on Buyat Bay by the appearance time and the fishing locations. Daily data of Indian mackerel catching was collected during period August 2004 to May 2009. They were caught by fishermen using handline, drift gillnet and beach seine. The Indian mackerel were caught in Buyat Bay consist of Rastrelliger neglectus and R. kanagurta entered the fishing location in enourmous numbers by three months in every year. The fishing season was occurred in every six months. The fishing location was around Buyat Bay to Racun isle.
KAJIAN TINGKAT KECELAKAAN FATAL, PENCEGAHAN DAN MITIGASI KECELAKAAN KAPAL-KAPAL PENANGKAP IKAN YANG BERBASIS OPERASI DI PPP TEGALSARI, PPN PEKALONGAN DAN PPS CILACAP Djodjo Suwardjo; John Haluan; Indra Jaya; Soen'an H. Poernomo
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.877 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.61-72

Abstract

Kinerja keselamatan armada kapal-kapal penangkap ikan ditunjukkan dengan tingkat kecelakaan fatal kapal penangkap ikan dan posisi risiko kecelakaan armada kapal penangkap apakah berada pada posisi yang unacceptable risk, intermediate risk atau acceptable risk. Tingkat Kecelakaan Fatal armada kapal di PPP Tegalsari, PPN Pekalongan dan PPS Cilacap menunjukkan angka 115 orang meninggal per 100.000 awak kapal pertahun dan masih lebih tinggi bila dibanding tingkat kecelakaan fatal kapal penangkap ikan tingkat dunia, yakni 80 orang meninggal/100.000 awak kapal. Posisi risiko kecelakaan berada pada posisi yang unacceptable risk artinya perlu upaya penurunan risiko kecelakaan dalam kurun waktu satu tahun. Diperlukan upaya pencegahan dan mitigasi untuk menurunkan risiko kecelakaan melalui berbagai hal, yaklni: (1) pelatihan kompetensi keselamatan dan pelayaran bagi para nakhoda dan ABK, (2) peningkatan safety awareness bagi pemilik kapal, Syahbandar pelabuhan perikanan, pengawas kapal perikanan, penyuluh perikanan tangkap, pengajar pada lembaga pendidikan dan pelatihan perikanan, pemuka masyarakat nelayan dan keluarga nelayan, penegakan hukum atas keselamatan kapal perikanan, (3) asuransi awak kapal, (4) membangun standar pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi pelaut perikanan, standar kapal penangkap ikan, standar pengawakan dan membangun sistem ketenagakerjaan pada kapal penangkap ikan
RANCANG BANGUN PEREKAM DATA KELEMBABAN RELATIF DAN SUHU UDARA BERBASIS MIKROKONTROLER Acta Withamana; Indra Jaya; Ayi Rachmat
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.356 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.73-79

Abstract

Kelembaban relatif (RH) dan suhu udara merupakan salah satu parameter yang penting dalam pengukuran meteorologi. Pengukuran kedua parameter secara kontinyu diperlukan dalam bidang perikanan dan kelautan. Sebuah perekam data untuk keperluan ini perlu dikembangkan. Perekam data disusun atas mikrokontroler ATmega32 dengan clock 8Mhz, Real-time clock (RTC) DS1307, Sensor kelembaban relatif dan suhu udara Sensirion SHT11, soket SD card, Low-dropout (LDO) Linear Regulator LP2950 dan AIC1734. Selain itu dibutuhkan LED dan beberapa komponen pasif seperti resistor serta kapasitor. Perangkat lunak atau biasa disebut firmware pada alat perekam data ini ditulis dengan menggunakan bahasa BASIC. Program yang digunakan adalah BASCOM-AVR versi 1.11.9.0. Hasil uji coba skala lapangan menunjukan selisih terbesar RH sebesar -20,4% dan suhu udara sebesar 7,3ºC yang disebabkan oleh masuknya kontaminan dan desain PCB dan casing yang tidak melepas panas dengan baik
INDIKATOR KINERJA KUNCI PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP TUNA TERPADU DI SULAWESI UTARA Rine Kaunang; Daniel R. Monintja; Victor P.H Nikijuluw; John Haluan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.558 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.81-92

Abstract

Indikator Kinerja Kunci (IKK) adalah indikator yang digunakan untuk melaporkan kemajuan yang diidentifikasi sebagai faktor penting untuk keberhasilan suatu organisasi yang di lihat dari tujuan dan sasaran. IKK juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengubah, memberikan masukan ke dalam proses manajemen yang akan membantu pembangunan yang mengakibatkan peningkatan kinerja dalam sebuah lingkungan progresif. IKK yang dipilih harus mencerminkan tujuan organisasi, menjadi kunci untuk keberhasilan dan dapat diukur. Indikator kinerja kunci dipakai dalam pertimbangan jangka panjang untuk sebuah organisasi. Secara umum, penelitian ini dilakukan untuk menentukan indikator kinerja kunci dalam mengembangkan penangkapan ikan tuna di Sulawesi Utara dan untuk mendapatkan pengukuran yang jelas serta memberikan informasi bagi pemerintah dalam membuat peraturan. Penelitian ini didasarkan pada Focus Group Discussion (FGD) dengan metode pendekatan kualitatif. Indikator kinerja kunci (IKK) terdiri dari indikator ekonomi, keuangan sosial, ekologis dan dimensi pemerintah, baik di tingkat nasional atau di sektor perikanan. IKK di tingkat perusahaan terdiri dari masukan, keluaran, dampak dan proses.
PENGKAJIAN INVESTASI UNIT PENANGKAPAN DALAM UPAYA PEMANFAATAN SUMBERDAYA UDANG PENAEID SECARA BERKELANJUTAN DI PERAIRAN CIREBON UTARA, JAWA BARAT Dinarwan Dinarwan; Daniel R. Monintja; Akhmad Fauzi; Ernani Lubis
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2010): MARET 2010
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.394 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.1.93-104

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya perihal optimalisasi pengelolaan perikanan tangkap jaring udang di perairan sekitar Cirebon utara Jawa Barat menunjukkan bahwa kuantitas unit penangkapan jaring udang di wilayah perairan Kabupaten Cirebon masih dapat dikembangkan, sehingga iklim investasi pada unit penangkapan jaring udang di wilayah tersebut dapat memberikan harapan yang baik. Namun sebelum investasi terhadap pengembangan kuantitas unit penangkapan jaring udang direalisasikan, perlu kiranya dikaji secara mendalam terhadap kelayakannya dan kapasitasnya tanpa mengganggu aspek kelestarian sumberdaya udangnya. Penelitian bertujuan : (i) menganalisis kondisi optimal tingkat pemanfaatan sumberdaya udang penaeid dengan didasarkan pada pengelolaan sumberdaya perikanan dibawah rezim optimasi dinamik, (ii) menganalisis peluang pengembangan investasi pada unit penangkapan jaring udang, dan (iii) menganalisis kelayakan finansial investasi tersebut. Penelitian ini menggunakan data runtut waktu (time series) perikanan pada periode 1983 – 2006. Sementara data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 90 nelayan Jaring Udang. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan model bioekonomi menunjukkan bahwa : (i) tingkat pemanfaatan sumberdaya udang penaeid pada kondisi aktual dengan tingkat harvest sebesar 4 851 278 kg dan effort sebesar 1 137 unit armada penangkapan jaring udang ternyata masih lebih kecil daripada kondisi optimal pengelolaan sumberdaya perikanan rezim optimasi dinamik yang memiliki tingkat harvest sebesar 7 995 410,45 kg dengan effort 4 642,51 unit armada penangkapannya, (ii) peluang pengembangan investasi pada unit penangkapan jaring udang masih dapat dilakukan hingga senilai Rp 40 097 024 651,07 (± 40 milyar rupiah) setara dengan motorisasi 3 506 unit armada penangkapan jaring udang, dan (iii) hasil analisis finansial dari kegiatan usaha penangkapan jaring udang masih layak diusahakan dengan kriteria nilai NPV sebesar Rp 36 093 761,19 dan net B/C sebesar 6,5. Upaya pengembangan investasi terhadap armada unit penangkapan jaring udang mensyaratkan agar pelayanan jasa pelabuhan perikanannya ada dalam kondisi yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9