cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): APRIL" : 78 Documents clear
PUSAT INFORMASI EKOSISTEM MANGROVE Steven Susanto; Eduard Tjahjadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4018

Abstract

Pertambahan populasi penduduk Jakarta menyebabkan kebutuhan akan ruang untuk sarana dan prasarana kota semakin meningkat. Cagar Alam Muara Angke pun dirambah sedikit demi sedikit hingga terjadi alih fungsi lahan yang masif.Akibatnya, dalam kurun waktu 30 tahun, sebagian besar kawasan konservasi Muara Angke dengan luas lebih dari 1000 Ha mengalami kerusakan sangat parah dan tidak dapat diselamatkan lagi.Besarnya kerusakan menyebabkan pemerintah menata ulang dan menetapkan kembali batas-batas kawasan Konservasi Cagar Alam Muara Angke. Perancangan ini diharapkan dapat membantu menyadarkan masyarakat metropolis tentang Ekologi dalam metropolis. Berkembangnya kota dapat bersamaan dengan perlindungan ekologi eksisting. Perencanaan pusat konservasi ini diharapkan menarik penjung dan menjadi sarana Architourism dengan menyediakan ruang dan pengalaman ekologi. Pengunjung diharapkan akan merasakan ketertarikan pada pelestarian mangrove. Selain itu sarana ini juga akan menyediakan atraksi yang memberikan nilai serta kualitas tourism. Selain itu juga diperlukan ruang ruang untuk kegiatan komersial.
RUANG INTERPRETATIF: KESADARAN DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN Saputra, Yohana; Liauw, Franky
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4011

Abstract

Pariwisata telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat era ini. Sebagian besar masyarakat menjadikan pariwisata sebagai kegiatan untuk melepas penat dan beban dari kegiatan dalam kehidupan sehari-harinya. Jakarta sebagai kota metropolis menjadi pusat bagi kota-kota di sekitarnya dalam berbagai kegiatan, sehingga sektor pariwisata dapat memicu perkembangan ekonomi Jakarta dan sekitarnya serta bidang lainnya. Perkembangan sektor pariwisata berjalan sebanding dengan perkembangan teknologi dan jaringan media sosial yang kian meluas. Jaringan yang luas dan teknologi pengambilan gambar yang semakin maju, menarik masyarakat dalam berwisata dan membagikan cerita perjalanannya dalam jaringan dunia maya. Namun, kemajuan zaman ini pun juga menyebabkan timbulnya masalah di berbagai sektor. Salah satunya yang kerap menjadi perbincagan kota-kota di dunia yaitu masalah lingkungan, yang secara umum merupakan akibat dari kegiatan masyarakat itu sendiri. Maka, dalam konteks wisata ekologi, proyek wisata ini menggambarkan akibat dari masalah kerusakan lingkungan tersebut, sehingga wisatawan tidak lagi melihat keindahan alam melainkan suasana yang bertolak belakang yang diakibatkan oleh kegiatan dan kebiasaan hidup mereka, terutama masyarakat perkotaan.
SARANA OLAHRAGA HIBURAN KEMANG Stevanny Stevanny; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3806

Abstract

Pariwisata di Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian Negara. Salah satu wisata yang sedang dikembangkan adalah Wisata Olahraga yang merupakan penggabungan antara kegiatan olahraga dan wisata. Melalui penyelenggaraan acara wisata olahraga ini, Indonesia dapat mempromosikan area wisata di berbagai daerah. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2015, kurang dari satu per tiga penduduk Indonesia rutin berolahraga, sehingga angka partisipasi olahraga di Indonesia masih sangat rendah. Jakarta merupakan kota metropolis dan Ibukota Indonesia yang memiliki akses dan trasnportasi yang lebih lengkap dan mudah dijangkau dibandingkan daerah lainnya. Jakarta Selatan yang merupakan kota administrasi paling kaya dibandingkan wilayah lainnya dengan kondisi lingkungan yang hijau, tenang dan teduh yang merupakan karakteristik penting untuk destinasi wisata olahraga. Pada 2016, BPS menganalisis keberhasilan pembangunan manusia melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Jakarta Selatan merupakan yang tertinggi, tetapi berdasarkan data Riskesdas pada 2013, 42.1% warga Jakarta Selatan mengalami obesitas, sehingga Jakarta Selatan dijadikan sebagai lokasi pengamatan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi architourism dengan tema olahraga. Mampang Prapatan menjadi daerah terpilih dikarenakan banyaknya usia produktif dan area yang tidak terlalu luas sehingga jangkauan olahraga menjadi lebih mudah. Proyek yang diusulkan berupa bangunan Sportainment yang bertujuan sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan olahraga, menjadi tempat hiburan untuk melepaskan penat, tempat untuk bersantai dan menghilangkan stress, dan ruang terbuka publik.
KOMPLEKS BALAP OTOMOTIF Marco Alexius Sebastian; Sutrisnowati Machdijar Odang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4007

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan populasi sepeda motor ke – 3 terbanyak di seluruh dunia. Selain itu, kota Jakarta merupakan kota dengan populasi sepeda motor terpadat di Indonesia. Karena tingginya populasi itu banyak bermunculan hal hal negatif di masyarakat, salah satunya adalah balap liar. Hobi ini memiliki peminat yang cukup tinggi di kalangan anak muda yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Ironisnya tak sedikit dari pemuda yang menjadi korban kecelakaan dan bahkan hingga menghilangkan nyawa mereka. Hadirnya kompleks balap otomotif di kota Jakarta dapat memenuhi fasilitas balap yang sangat minim di kota Jakarta dan mengurangi angka kecelakaan yang ada. Perancangan  ini  adalah  merancang tempat yang berfungsi  sebagai  pusat  Kreativitas  otomotif  untuk  pemuda,  penelitian maupun pengembangan teknologi otomotif serta dapat berfungsi sebagai arena perlombaan Balap.
FASILITAS REKREASI OLAHRAGA BERODA DI GROGOL PERTAMBURAN Daniel Simadiputra; Rudy Surya
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4016

Abstract

Jakarta menjadi salah satu kota besar yang memiliki tingkat perekonomian yang cukup tinggi. Jakarta memiliki berbagai permasalahan metropolis, baik dari segi komersial dan juga dari sektor kependudukan. Kepadatan penduduk yang ada di Jakarta membuat masyarakat yang ada semakin kehabisan lahan karena lahan digunakan sebagai tempat tinggal tidak terdapat fungsi pendukung yang lain. Selain kepadatan penduduk, terdapat juga permasalahan asap kendaraan bermotor yang menimbulkan polusi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat yang tinggal di Jakarta. Salah satu caranya adalah dengan adanya Car Free Day yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Selain itu, olahraga juga perlukan sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Kawasan Grogol Pertamburan lebih tepatnya di Jl. Daan Mogot memiliki tingkat aktivitas yang cukup tinggi. Namun aktivitas tersebut tidak memiliki sarana dalam berolahraga maupun berinteraksi. Dengan menggunakan metode wisata, intervensi arsitektur dapat memperbaiki aktivitas keseharian pengguna di kawasan Grogol Pertamburan. Untuk memberi intervensi yang efektif untuk sebuah kawasan yang padat adalah dengan baiknya membuat sebuah wadah yang menudukung masyarakat tidak menggunakan kendaraan bermotor, sebuah tempat untuk saling berinteraksi, beraktivitas, dan juga dapat berekreasi. Olahraga sebagai komponen yang penting dalam aktivitas manusia, dapat menjadi sebuah fokus dalam intervensi arsitektur. Dengan desain yang memfokuskan olahraga beroda dan masyarakat sekitar supaya dapat menjadi lebih sehat, nyaman, dan juga memberi tempat untuk berinteraksi ke arah yang baik.
PUSAT PERTUNJUKAN DAN HIBURAN ANAK DI JAKARTA GARDEN CITY Beatrix Adeline
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3981

Abstract

Maraknya isu muatan media yang tidak mendidik bagi anak-anak menginspirasi laporan akhir perancangan “Pusat Pertunjukan Anak dan Hiburan di Jakarta Garden City”. Penelitian menggunakan metode pengamatan langsung dan tidak langsung untuk mengumpulkan data yang kemudian diolah dengan metode deduktif. Penulis merasa bahwa solusi tepat untuk menangani permasalahan tersebut adalah membangun wisata hiburan bagi keluarga dengan mengusung konsep atraksi arsitektur (Architectural Tourism), yakni penggunaan desain arsitek sebagai daya tarik wisata. Rancangan harus memiliki faktor atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas untuk menciptakan lingkungan nyaman bagi pengunjung. Pemilihan lokasi jatuh pada Jakarta Garden City, Cakung (Jakarta Timur). Rancangan “Children’s Perfomance & Entertaiment Center” dirancang sebagai pusat rekreasi keluarga yang menyajikan konsep bermain sambil belajar bagi anak-anak dalam bidang seni musik dan tari dengan kisaran usia 6-12 tahun. Penelitian berfokus pada fitur alam lokasi, desain akustika, jenis kegiatan dan pertunjukan yang digelar, serta memberi perhatian khusus pada pola perilaku anak usia dini yang dapat diakomodasi rancangan arsitektur. Pusat pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi pusat wisata dan rekreasi Jakarta, baik bagi warga sekitar maupun wisatawan. Dampak yang diharapkan adalah atraksi arsitektur ini mengurangi kecenderungan anak usia 6-12 tahun untuk mengonsumsi tayangan negatif di media.
TEATER DAN PUSAT INFORMASI WISATA Marisha Nelwan; Mieke Choandi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3951

Abstract

Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia dan dapat pula menjadi destinasi wisata  bagi turis lokal maupun interlokal. Tempat wisata yang paling diminati oleh turis adalah kota tua. Kota tua memiliki sejarah yang menarik dan bangunan-bangunan tua yang indah. Oleh karena itu Mentri Pariwisata menjadikan kota tua sebagiai pusat wisata bagi kota Jakarta. Untuk menunjang program ini diharapkan tidak hanya terjadi di kota Jakarta saja mengingat Indonesia berupa Negara maritim yang memiliki kawasan-kawasan wisata yang menarik sebagi defisa negara. Untuk itu mendirikan suatu proyek yang menyajikan pertunjukan secara visual dan pengetahuan dalam galeri serta beraneka ragam kuliner dan aksesoris. Untuk mencapai tujuan, maka dirikan sebuah proyek teater dan  pusat informasi wisata di kota tua, yang diharapkan memudahkan turis-turis untuk memperoleh informasi secara luas.
TEATER MUSIKAL JAKARTA David Guntur Putra; Suryono Herlambang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3995

Abstract

Pada era modern ini kegiatan wisata merupakan salah satu kebutuhan bagi masyarakat untuk melepas stress dan mencari suasana baru. Kegiatan wisata sendiri adalah kegiatan mencari hal baru yang berbeda dari kegiatan sehari hari yang sifatnya menyenangkan. Dalam konteks wisata kota, kegiatan wisata tidak dapat dilepaskan dari arsitektur. Kota pada umumnya sedikit memiliki sumber daya alam untuk mendukung kegiatan wisata, sehingga diperlukan campur tangan manusia untuk mewujudkanya. salah satu contoh sukses campurtangan arisitektur dalam wisata adalah pada museum Guggenheim di Bilbao. Museum Guggenheim di Bilbao yang sukses membangkitkan kota melalui wisata menjadi contoh peran arsitektur dalam wisata. Kota jakarta sebagai kota metropolis dan ibu kota negara indonesia memiliki beragam potensi wisata, dari banyaknya suku dan budaya yang berkumpul. Kota Jakarta sendiri dapat diibaratkan sebagai miniatur dari Indonesia karena keberagamanya. Banyaknya budaya yang dapat dipertunjukan ini memerlukan wadah yang cukup untuk menampilkanya. Pada kota jakarta sendiri sebagai kota metropolis juga belum memiliki wadah yang cukup untuk menampung potensi wisata kebudayaan ini. Berangkat dari kisah kesuksesan musium Guggenheim dan besarnya potensi buadaya jakarta maka hendaklah dibuat wadah wisata yang dapat menampung dan mempertunjukan keragaman budaya kota Jakarta. 
GALERI SENI TIPOGRAFI Tan Hendry Tanamas; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3956

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, seni menjadi sebuah hal yang semakin dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan masyarakat. Di zaman sekarang ini, penggunaan seni dalam kehidupan sehari-hari seperti pada iklan, film, dan lainnya semakin nyata. Salah satu seni yang berkembang dengan pesat di Kota Jakarta dan Indonesia adalah seni typography. Perkembangan komunitas typography yang semakin luas dan tidak adanya wadah beraktivitas bagi komunitas ini menjadi aspek yang harus dipenuhi oleh sebuah kota Jakarta sebagai kota metropolis. Saat ini belum ada bangunan arsitektur yang bertemekan typography  di Jakarta dan bahkan di dunia. Dengan melihat minat typography yang terus berkembang pesat maka ini menjadi kesempatan bagi Jakarta untuk menyediakan sebuah ruang wisata typography bertemakan Architourism yang dapat menjadi pendongkrak kepariwisataan Jakarta dan Indonesia tidak hanya dalam skala dalam negeri tapi juga internasional.
MUSEUM PINISI INDONESIA Calvin De Candra; Nina Carina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3949

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki nilai budaya dan kearifan lokal yang sangat kental didalamnya, kegiatan maritim sendiri merupakan budaya penting yang membentuk Indonesia sejak dulu. Nilai dari budaya maritim tersebut menjadi nilai penting yang perlu di jaga dan di kembangkan yang memiliki potensi dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Kegiatan pariwisata sendiri sudah menjadi pemasukan devisa negara yang cukup siknifikan. Kebudayaan maritim sendiri memiliki nilai pariwisata, dengan tujuan untuk menjaga kebudayaan atau kearifan lokal masyarakan Indonesia dan menjadikan wisata yang bertemakan sejarah dan edukasi sekaligus menjadi daya tarik wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Museum Pinsi merupakan karya arsitektur yang bertujuan untuk memberikan wisata dengan perpaduan penyampaian teknologi dan koleksi sebagai sarananya. Nilai kebudayaan dalam bidang kelautan dan maritim dicerminkan dengan berbagai media seperi program kegiatan yang diadakan didalam museum, untuk memperdalam aspek tersebut pembentukkan fasad bangunan yang diambil dari filosofi pembuatan kapal itu sendiri yang dipadu dengan penggunaan material fibre cement yang membuat bangunan terlihat kuat, namun tetap memiliki nilai estetik yang terlihat.