cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): APRIL" : 78 Documents clear
WISATA KAMPUNG NELAYAN DI MUARA ANGKE Yourdy Yonathan; Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3805

Abstract

Indonesia mempunyai keragaman sumber daya alam dan budaya yang sangat melimpah. Kekayaan sumber daya alam dan budaya tersebut hingga saat ini berperan penting sebagai faktor penentu perekonomian nasional. Akan tetapi, masyarakat Indonesia masih belum mengenal dan memahami peran dari keragaman sumber daya alam dan budaya yang ada. Kondisi ini cenderung menyebabkan penurunan kualitas dari nilai-nilai wisata dan nilai-nilai budaya tradisional suatu kawasan. Pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, pada awal perkembangannya merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman alam dan budaya tradisional. Potensi alam dan kearifan lokal tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jakarta. Hal tersebut didukung oleh letaknya yang dekat dengan Hutan Lindung Muara Angke dan berbatasan langsung dengan perairan, yaitu Laut Jawa, Kali Asin, dan Kali Adem. Selain itu, pesisir Muara Angke yang dikenal sebagai lokasi pelelangan dan pelabuhan ikan memiliki tatanan kehidupan masyarakat lokal dengan sebagian besar penduduk bermata-pencaharian sebagai nelayan dan pengolah hasil perikanan yang mempunyai keterkaitan dengan sumber daya yang mereka miliki. Dalam destinasi wisata ini, terdapat fungsi-fungsi yang diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Muara Angke. Fungsi restaurant, yang akan menjadi wadah yang dipenuhi oleh bumbu-bumbu asli khas wilayah Muara Angke. Fungsi Aquarium, yang akan meemberikan edukasi ke masyarakat kota Jakarta, untuk menginformasikan masyarakat tentang biota laut dan pentingnya untuk menjaga kelangsungan hidup laut. Dengan bentuk bangunan yang ikonik, diharapkan bangunan ini akan mengisi kekosongan di kawasan Muara Angke. Bentuk bangunan yang menyerupai kapal, yang diisi dengan restaurant, aquarium, tempat souvenir kawasan, menjadikan ikon dari kawasan Muara Angke.
GALERI ANGGREK INDONESIA DI JAKARTA Rossa Yolanda; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3973

Abstract

Jakarta sebagai ibukota negara merupakan pusat aktivitas berbagai aspek kehidupan, di dalamnya termasuk kegiatan pariwisata. Arsitektur berperan tidak hanya sebagai penyedia fasilitas pariwisata, namun menjadi dapat menjadi daya tarik pariwisata itu sendiri terutama melalui pengolahan dan kehadiran wujud fisik arsitektur.  Selain wujud fisik arsitektur yang menarik, program yang diberikan harus mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Wisata Anggrek menjadi pilihan karena dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena  Jenisnya yang beragam dan cara hidupnya pun unik. Cara hidup anggrek dijadikan ide dalam proyek ini. Anggrek dapat hidup secara epifit dan semi epifit ( menempel pada tumbuhan lain ), terestrial ( tanah ), dan saprofit ( benda mati ). Selain cara hidup, iklim yang sesuai untuk tanaman anggrek juga harus diperhatikan, karena anggrek mampu hidup di berbagai iklim di Indonesia. Sehingga pada proyek ini ruang untuk anggrek dibagi menjadi 4 yaitu, anggrek epifit – semi epifit – saprofit, anggrek   terestrial, anggrek pada iklim dingin, dan herbarium anggrek. Aktivitas utama pada keempat ruang untuk anggrek adalah observasi. Selain aktivitas observasi, terdapat juga aktivitas interaksi, meliputi merangkai bunga dan merawat bunga, sekaligus memiliki aktivitas pendukung yaitu, berbelanja dan kuliner. Proyek ini diharapkan menjadi tujuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena mampu mewadahi beragam koleksi Anggrek Indonesia, menjadi pusat pameran anggrek di Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap flora dan alam tempat tinggalnya.
WISATA EDUFARMING BERBASIS URBAN Athalia Lie; Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3963

Abstract

Dikenal sebagai negara agraris, Jakarta sebagai ibu kota Indonesia juga memiliki jejak pertaniannya sendiri. Namun, menghadapi permasalahan perkotaan dan sosial zaman sekarang, budaya bertani sebagai salah satu ciri khas negara kita terdorong semakin mendesak untuk kembali ditanamkan kembali dalam diri tiap penghuni kota, terutama generasi muda bangsa. Melalui Wisata Edufarming Berbasis Urban, pengunjung diajak untuk mengenal lebih lanjut sejarah agrowisata negara yang diterapkan dalam bentuk urban sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing kelak. Pengunjung berkesempatan untuk turun langsung ke ladang akuaponik dan hidroponik yang tersedia baik di dalam maupun luar ruangan untuk mempelajari proses pertanian dari awal hingga pemetikan. Juga tersedia pasar untuk memperjual-belikan hasil panen proyek, restoran untuk para pengunjung langsung menyantap hasil petikannya, dan laboratorium serta loka karya untuk lebih memperdalam teknik pertanian urban. Letak proyek di antara Hutan Kota Srengseng dan Pasar Bunga Rawa Belong berperan sebagai pengisi rantai yang hilang di antara kedua objek melalui fasilitas shuttle bus antar ketiga lokasi. Dalam pelaksanannya, wisata Urban Agrikultur tidak difokuskan untuk nilai ekonominya sebagai sumber pangan, namun juga untuk mewadahi hobi dan komunitas bercocok tanam yang ada di perkotaan. Nilai ekologis yang akan dirasakan oleh masyarakat luas selain menambah penghijauan kota (secara langsung maupun tidak), mengurangi iklim kota, mendaur ulang limbah organik serta air, mengurangi jejak karbon, dan efek perpanjangan lainnya. 
PUSAT MEDITASI Anisa Sisca Rahmariyanti; Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3810

Abstract

Kota Jakarta sebagai Kota Metropolis terbesar di Asia Tenggara menimbulkan banyak permasalahan didalamnya. Antara lain tingginya jumlah penduduk, kegiatan yang padat, pergerakan yang cepat. Dengan adanya pola hidup penduduk kota seperti itu menjadikan masyarakat kota rentan stres. Jakarta sebagai ibu kota 14% penduduknya juga mengalami stres. Banyak cara untuk menghilangkan stres, salah satunya dengan wisata. Diperlukan adanya wisata arsitektur yang dapat menjadi atraksi wisata dengan bentuk yang dapat merespon lingkungan sekitar. Wisata arsitektur dapat diartikan sebagai objek yang menjadi atraksi dan pusat pandangan para pengunjung. Meditasi merupakan salah satu teknik untuk merileksasi tubuh, mengosongkan pikiran, dan membangkitkan semangat kembali. Pusat meditasi dapat menjadi destinasi dan atraksi baru ditengah kepadatan dan dinamika ruang metropolis. Sebagai ruang pelarian dari kepadatan kegiatan sehingga pengunjung dapat menjadikan tempat ini sebagai sarana transit, sarana beristirahat sejenak lalu kembali lagi beraktivitas.
WISATA ALAM LIAR Dhea Bella; Franky Liauw
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3988

Abstract

Jakarta sebagai kota Metropolitan dengan penduduk mencapai 10.37 juta jiwa pada tahun 2017 telah menggusur keberanekaragaman flora dan faunanya. Hal ini terbukti dari hilangnya salah satu Maskot DKI Jakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur No. 1796 Tahun 1989 yaitu Elang Bondol dari langit Jakarta. Hilangnya species ini disebabkan karena penggusuran habitat, terputusnya rantai makanan dan kurangnya pengertian dimana pada dasarnya manusia merupakan bagian dari alam yang harusnya segala kegiatannya berkesinambungan dengan alamnya. Proyek “Urban Wildlife Park (Wisata Alam Liar)” selain bermaksud untuk mengembalikan identitas kota Jakarta, juga membuka kesempatan untuk membuat lingkungan buatan yang tidak hanya digunakan untuk manusia seperti pada umumnya, namun dapat bersinergi dengan spesies lain yang berada didalamnya. Sehingga arsitektur dapat berkonstribusi kepada alam dan berkembang ke arah berkelanjutan, serta dapat menambahkan persentase ruang terbuka hijau seperti yang ditetapkan oleh Pemprov DKI (Luas Ruang Terbuka Hijau Jakarta baru mencapai 9,98% dari target 30% total luas wilayah DKI Jakarta).
PERANCANGAN RUANG CAMPURAN ANTARA DUNIA VIRTUAL DENGAN DUNIA FISIK SEBAGAI OBJEK WISATA ARSITEKTUR DI JALAN JUANDA Christian Wijaya; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4012

Abstract

Dengan semakin padatnya kota Jakarta sebagai kota metropolis, pembangunan wisata menjadi sesuatu yang tidak diperhatikan di dalam kota Jakarta. Terjadi sebuah sentralisasi, dimana perkembangan wisata kota Jakarta hanya terjadi di kawasan tertentu. Salah satu alasan kurang berkembangnya wisata dalam kota Jakarta adalah adanya perebutan ruang kota antara kebutuhan sehari-hari masyarakat kota dengan kebutuhan akan wisata. Wisata arsitektur menjadi penyeimbang bagi dua kebutuhan yang terlihat bertolak belakang ini. Wisata itu sendiri merupakan sebuah usaha untuk berekreasi, yaitu mengalihkan diri dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi masyarakat modern, pengalihan tersebut tersedia dalam bentuk media digital yang sekarang ini ada di mana-mana. Media digital menjadi sebuah media rekreasi yang biasa digunakan masyarakat modern. Daya tarik sebuah  media digital dengan dunia virtualnya yang mudah mengalihkan seseorang dari kehidupan sehari-harinya membuat kebutuhan akan sebuah wisata fisik seakan-akan menurun. Fenomena ini perlu diatasi untuk dapat meningkatkan wisata di dalam kota Jakarta yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata dengan banyaknya sumber daya yang ada. Perlu adanya sebuah pertemuan antara dunia virtual dengan dunia fisik dalam konteks wisata agar dapat terciptanya sebuah objek wisata yang memiliki daya tarik di tengah-tengah kota modern Jakarta yang padat. Arsitektur sebagai pembentuk dunia fisik berperan dalam menjebatani dua dunia yang tampak berbeda ini, sebuah elemen yang dapat bertransfromasi dalam ruang campuran. Dengan adanya sebuah ruang campuran dimana dunia fisik dan dunia virtual dapat bertemu dan saling berinteraksi dalam konteks wisata, diharapkan kegiatan wisata di kota Jakarta dapat meningkat dan memiliki daya tarik bagi masyarakat modern yang memiliki akses ke berbagai media wisata untuk berekreasi, mengalihkan diri dari kehidupan sehari-hari. 
PUSAT SIMULASI ESPORT JAKARTA Steven Chandra; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4004

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beragam dengan menggunakan pariwisata sebagai salah satu sumber devisa terbesar dengan 10,4 juta turis dengan peningkatan 7,2% per tahun pada 2016.  Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun. Indonesia merupakan negara pengguna dan pemain e-sport dengan peringkat ke-16 di dunia dengan lebih dari 43 juta orang Indonesia menyumbang menjadi pemain e-sport dengan dibantu Architourism. Namun dengan jumlah pengguna di cabang olahraga yang termasuk baru ini, Indonesia belum memiliki pusat E-sport yang berbasis simulator dengan teknologi yang memadai dan tempat pertandingan yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa Cabang Olahraga E-sport mulai merambah pada bidang Simulasi dan tidak hanya bergerak pada basis PC dan Mobile saja. Perkembangan teknologi yang cepat membuat di Indonesia-pun penggemar atau pemain bahkan atlit-atlit dari bidang cabang olahraga elektronik yang berbasis simulasi-pun mulai berdatangan dan berkembang. Berada dikawasan Cengkareng, Jakarta Barat dengan pertimbangan lokasi yang sangat strategis berada langsung di titik kawasan TOD Rawa Buaya. Konsep yang diangkat adalah retrofuturism yang diangkat bagian cyberpunk-nya. Bangunan memiliki beragam fungsi yakni kantor developer game, kantor atlit, pusat bermain, pusat komunitas, restoran robotik, retail, dan arena yang menjadi fungsi utama berkapasitas 4.567 orang.
TAMAN BERMAIN ANJING PELIHARAAN Samuel Rustandy; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3997

Abstract

Kurangnya ruang yang ramah terhadap hewan peliharaan di Jakarta memunculkan gagasan untuk membuat tempat yang ramah hewan peliharaan. sebuah tempat yang dapat mewadahi pecinta hewanpeliharaan dan hewan peliharaannya untuk melakukan aktivitas selain di rumah. Sebuah tempat dimana manusia bisa berkumpul, berinteraksi, bersosialisasi antar manusia dan hewan peliharaannya. Sebuah tempat bermain dengan fasilitas fasilitas yang memadai untuk pemilik hewan peliharaan maupun hewan peliharaan itu sendiri. Kelapa Gading menjadi pilihan tempat dimana proyek ini akan dibangun karena Kelapa Gading mayoritas merupakan kawasan perumahan yang boleh diperkenankan memelihara hewan peliharaan. Kelapa Gading juga dihuni oleh orang golongan menengah ke atas yang diasumsikan mau mengeluarkan uang lebih untuk memanjakan hewan peliharaannya. Metode Perancangan berupa kajian pustaka, studi preseden, studi lapangan dan analisis terhadap program program yang memiliki kemiripan. Metode ini membantu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses perancangan. Program utama dalam proyek ini adalah sebuah taman bermain anjing peliharaan dengan fasilitas pendukung seperti Toko Hewan, Salon Hewan, Klinik Hewan, Hotel Hewan, Kolam Renang Anjing, Restoran dan Kafe. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat dengan mengurangi tingkat stress penduduk metropolis yang butuh rekreasi sebagai  penyegaran rohani dan jasmaninya dan meningkatkan sosialisasi antar penduduk yang dimana di kota metropolis penduduknya sangat individualis melalui hobi menyayangi hewan.
PUSAT AKUATIK JAKARTA BARAT Avine Setiadi; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4005

Abstract

 Pusat Akuatik  ini berlokasi di jakarta barat, Kebun jeruk, Jl Panjang. di tengah metropolis proyek ini membuat sebuah wisata, dimana mendukung kepariwisataan serta orang yang membutuhkan wisata ini. perkembangan minat olahraga minat olahraga akuatik khususnya di jakarta kurang baik dikarenakan malasnya berolahraga. padahal indonesia merupakan wilayah perairan,  atlet renang di indoensia juga masih memiliki potensi. kolam renang berbasis rekreasi di jakarta barat ini ingin menyediakan fasilitas renang yang diharapakan menyelesaikan masalah tersebut sebagai kawasan yang akan menjadi wisata.kolam renang berbasis rekreasi merupakan bisnis yang menggirurkan.terbukti dari wahana-wahaan kolam di jakarta yang sudah terkenal. di proyek ini akan digabung standar internasional yaitu kolam renang olympic dan kolam wahana (waterpark)Kunci:Pusat Akuatik Jakarta barat
PUSAT ESPORT JAKARTA Kissi Apriani; Doddy Yuono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3957

Abstract

Industri dalam pariwisata menjadi industri yang mengembangkan kota baik dalam ranah sosial ekonomi dan budaya. Industri pariwisata yang baik ialah industri yang dapat menghadirkan cross-branding tidak hanya lokal namun hingga internasional. Dalam konteks Metropolis, Kategori Sport tourism diharapkan dapat menjadi pilihan pariwisata yang baru dengan kombinasi beberapa program dan fungsi (Mix-Use). Besarnya antusias turnamen E-Sport dalam Asian Games 2018 yang diadakan di Indonesia menjadi lahan referensi utama dalam kategori pengunjung dan pemilihan karakter lokasi, sedangkan pada event Indonesia Gaming Experience 2018 menjadi refensi penulis untuk kombinasi program dan aktivitas dalam ranah E-Sport. Potensi E-Sport tidak hanya sebatas dalam ranah permainan elektronik, namun berkembang hingga kategori edukasi, profesi, serta rekreasi yang akan menjadi dasar program utama proyek ini. Maka dari itu, penulis memilih 3 program utama dalam Proyek “Pusat E-Sport Jakarta (Jakarta E-Sport Center)” yakni, E-Sport Turnamen Center, Training Center, dan VR X arcade base Game Center. Dengan adanya E-Sport Center di indonesia khususnya jakarta, proyek ini diharapkan dapat memberi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal dan menjadi tempat berkembang bagi generasi muda dalam menggali talenta dan pengetahuan.