cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Nomor 1 Maret 2021" : 6 Documents clear
Pola Asuh Ibu Dan Pemberian Makanan Pendamping Asi Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Dian Utama Pratiwi Putri; Bambang Setiaji; Lukman Roliawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.552 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3802

Abstract

ABSTRAK : CORRELATION FROM MOTHER'S PARENT AND GIVING FOOD ASSISTANT (MP-ASI) WITH NUTRITIONAL STATUS IN BABIES AGE 6-12 MONTHS AT PUSKESMAS TRIMULYO AREA SEKAMPUNG SUB-DISTRICT EAST LAMPUNG DISTRICT.  Based on the survey conducted by researchers on 10 infants aged 6-12 months, it is known that 4 infants (40%) have normal nutritional status, and 6 infants (60%) experience abnormal nutritional status seen from measurements of height and weight that are not ideal, where the weight is less if the Z-score <-3.0, the nominal weight if the Z-score> -2.0 to <1.0 and the excess weight if the Z-score> 2.0. The purpose of this study is to determine the relationship between maternal parenting and complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Trimulyo Puskesmas, Sekampung District, East Lampung Regency in 2019. This type of research used in this study is quantitative. The design in this study used an analytic survey using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who have babies aged 6-12 months in the Trimulyo Public Health Center, Sekampung District, East Lampung Regency, amounting to 86 respondents, so the sample was 86 respondents. In this study the sampling technique used was total population. Based on statistical test results, obtained,-value 0.002 or value-value <0.05, which means there is a relationship between complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Trimulyo Puskesmas, Sekampung District, Lampung Regency East 2019. It is expected that respondents will be able to improve, change and improve how to provide MP-ASI that is good and right, so that the baby's food intake and nutrition will be fulfilled to the maximum Keywords : Parenting MP-ASI and Nutritional status in infantsLiterature : 22 (1998 – 2015)  ABSTRAK : HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USI 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRIMULYO KECAMATAN SEKAMPUNG Berdasarkan  prasurvey yang dilakukan peneliti terhadap 10 Bayi yang berusia 6-12 bulan, diketahui 4Bayi (40%) mempunyai status gizi normal, dan 6 Bayi (60%) mengalami status gizi tidak normal diliat dari pengukuran tinggi badan dan berat badan yang tidak ideal, dimana berat badan kurang apabila Z-score < -3,0, berat badan nomal apabila Z-score > -2,0 s.d < 1,0 dan berat badan berlebih jika Z-score > 2,0. Tujuan dari penelitian ini adalah Diketahui hubungan pola asuh ibu dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi Pada Bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai Bayi usia 6-12 bulan yang berada Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019 yang berjumlah 86 responden, sehingga sampel berjumlah 86 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan ᴩ-value 0,002 atau ᴩ-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Diharapkan responden mampu meningkatkan, merubah dan memperbaiki bagaimana cara memberikan MP-ASI yang baik dan benar, sehingga dengan begitu asupan makan dan nutrisi bayi akan tercukupi dengan maksimal.Kata Kunci          :  Pola Asuh. MP-ASI dan Status Gizi Pada Bayi
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Serumen Obsturan Festy Ladyani Mustofa; Tria Yune; Muslim Kasim; Ega Eryzkia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.386 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3731

Abstract

 ABSTRACT: ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE FORMATION OF CERUMENT OBTURANS Background : Factors that influence the high incidence of obsturan serumen are widely known theoretically, but have not been studied much. This study aims to find out and prove the factors that influence the formation of obsturan serumen.  Objective: To find out what factors are the risk factors for obsturan serumen in outpatients in Polyclinic ent hospital. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Methods: Analytical observational research with cross-sectional design. Samples in the form of all outpatients who visited polyclinic ENT HOSPITAL. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, Dated 1 January – 1 December 2019 which meets the criteria for inclusion and excl.Results: Patients with obsturan serumen as many as 300 patients and who do not have obsturan serumen as many as 90 patients. The sexes were the most common in women with 156 respondents (51.5%) and obsturan serumen often occur in patients aged > 18 years as many as 196 respondents (59.5%)  in obsturan serumen education most occurred in low-educated patients, namely as many as 191 (61.8%) in obsturan serumen work was most common in patients working outdoors as many as 269 respondents (69%) and in ear cleaning behaviors most common in patients who frequently clean the ears as many as 180 respondents (69%) and in the history of earaches most found obsturan serumen in those who have a history of earaches as many as 188 respondents (60.3%). Conclusion : Analysis of age factors, occupation, and ear cleaning behavior affects the formation of obsturan serumen.  Keywords : Influence Factor, Serumen Obsturan. INTISARI: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN SERUMEN OBSTURAN  Latar Belakang : Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya insidensi serumen obsturan sudah banyak diketahui secara teoritis, tapi belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan serumen obsturan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya serumen obsturan pada pasien rawat jalan di Poliklinik THT RS.Pertamina Bintang Amin Bandar LampungMetode Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berupa semua pasien rawat jalan yang berkunjung ke poliklinik THT RS.Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, Ngawi tanggal 1 January – 1 Desember 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode consecutive sampling. Sampel diambil melalui Rekam Medik.Hasil Penelitian: Pasien dengan serumen obsturan sebanyak 300 pasien dan yang tidak terdapat serumen obsturan sebanyak 90 pasien. Jenis kelamin yang paling banyak terdapat serumen obsturan pada perempuan 156 responden (51,5%) dan serumen obsturan sering terjadi pada pasien berusia >18 tahun sebanyak 196 responden (59,5%)  pada pendidikan serumen obsturan  paling banyak terjadi pada pasien yang berpendidikan rendah yaitu sebanyak 191 (61,8%) pada pekerjaan serumen obsturan paling banyak terjadi pada pasien yang bekerja di luar ruangan sebanyak 269 responden (69%) dan pada perilaku membersihkan telinga paling banyak terjadi pada pasien yang sering membersihkan telinga sebanyak 180 responden (69%) dan pada riwayat sakit telinga paling banyak ditemukannya serumen obsturan  pada yang memiliki riwayat sakit telinga sebanyak 188 responden (60,3%).Kesimpulan : Analisis faktor usia,pekerjaan, dan perilaku membersihkan telinga mempengaruhi pembentukan serumen obsturan. Kata Kunci: Faktor Pengaruh, Serumen Obsturan.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Anak Usia Sekolah Prima Dian Furqoni; Yuliani Yuliani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.551 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3930

Abstract

Latar Belakang : Pada anak usia sekolah mengalami penambahan aktivitas pembelajaran di sekolah. penyebab stres di Indonesia mencapai 82,8% yang berasal dari rutinitas anak yang sangat padat. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi stress belajar adalah senam otak. Senam otak adalah rangkaian kegiatan gerakan sederhana yang digunakan untuk merangsang kerja dan fungsi otak secara maksimal.Tujuan : Diketahuinya pengaruh senam otak terhadap tingkat stres belajar pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Srengsem Kecamatan Panjang Bandar Lampung tahun 2020.Metode:Penelitian iniadalah penelitian kuantitatif. Design penelitian Quasi Experimental. Rancangan penelitian yang digunakan  adalah one group pre test-Post test design. Jumlah sampel 18 anak, teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik paired T-Test.Hasil: didapatkan penurunan nilai mean pada siswa sebelum diberikan perlakuan senam otak adalah 13,89 dengan standar devisiasi 2,447 dan setelah diberikan senam otak menjadi 8,89 dengan standar deviasi 2,111. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value < 0,05. Simpulan: terdapat pengaruh senam otak terhadap tingkat stres  belajar pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Srengsem Kecamatan Panjang Bandar Lampung tahun 2020.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) Pada Ibu Post Partum Lidya Ariyanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.369 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3931

Abstract

ABSTRAK : THE FACTORS CONCERNING BREASTFEEDING SELF EFFICACY (BSE) ON POST PARTUM WOMEN AT WORKING AREA OF SUMUR BATU HEALTH CENTER OF BANDAR LAMPUNG Introduction: The problem in breastfeeding is largely the lack of proper knowledge of breastfeeding and breastfeeding techniques for mothers. Breastfeeding and breastfeeding are generally considered to be the usual things that do not need to be learned, lactation management or ways of breastfeeding are not quite right, there are misleading myths that often hinder breastfeeding.Purpose: The purpose of this study was to identify the factors concerning breastfeeding self-efficacy (BSE) on post-partum women at working area of SumurBatu Health Center of Bandar Lampung in 2019.Method: This study used quantitative method. The design was cross sectional. The population consisted of 96 post-partum women registered at working area of SumurBatu Health Center of Bandar Lampung in the period of January to March 2019. The average samples were 32 people in a month. The sampling technique was total sampling.Result: the statistical calculation found that the p value was 0.034, 0.036 and 0.014 which indicated the p value < 0.05. It implied that there were correlations among the factors towards the breastfeeding Self Efficacy (BSE) on post-partum women at working area of SumurBatu Health Center of Bandar Lampung in 2019.Conclusion: the respondents are suggested to improve, change and increase their understanding and concept about Breastfeeding Self Efficacy (BSE) in order to have high motivation to breastfeed their babies. Keywords : BSE, Post Partum  INTISARI : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY (BSE) PADA IBU POST PARTUM DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATU BANDAR LAMPUNG Pendahuluan: Masalah utama dalam pemberian ASI sebagian besar adalah kurang sampainya pengetahuan yang benar tentang ASI dan tehnik menyusui pada para ibu. ASI dan menyusui umumnya dianggap hal yang biasa yang tidak perlu di pelajari, manajemen laktasi atau cara menyusui yang kurang tepat, adanya mitos-mitos yang menyesatkan yang sering menghambat pemberian ASI.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sumur Batu Kota Bandar Lampung pada periode Januari-Maret Tahun 2019 sebanyak 96 orang dengan rata-rata perbulan sebanyak 32 orang dengan rata-rata  sampel perbulan sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Total Sampling, yaitu sampel diambil dari keseluruhan total populasi.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,034, 0,036 dan 0,014 atau p-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan Antara Faktor-Faktor Dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung Tahun 2019.Kesimpulan : Ada hubungan antara faktor-faktor dengan breastfeeding self efficacy (BSE) pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Bandar Lampung tahun 2019. Diharapkan responden mampu meningkatkan, merubah dan memperbaiki konsep Breastfeeding Self Efficacy agar ibu mempunyai motivasi yang tinggi dalam memberikan ASI. Kata Kunci : BSE, Post Partum
Analisis Faktor Pemungkin Terhadap Rendahnya Pemanfaatan Pelayanan Poli Gigi Heni Lestari; Lolita Sary; Andoko Andoko
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.002 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3318

Abstract

ABSTRACT : ANALYSIS OF IMPORTANT FACTORS ON THE LOW UTILIZATION OF DENTAL POLICE SERVICES AT PUSKESMAS REBANG TANGKAS WAY KANAN Introduction: Dental polyclinic service is one of the types of services in a public health center that provides dental and oral health services in the form of dental and oral health checks, medication and provision of basic dental and oral health medical measures. The results of the pre-survey in the working area of Puskemas Rebang Tangkas, Way Kanan Regency towards 10 respondents, 7 of whom prefer to seek treatment at a dentist or a dental clinic. Meanwhile, 3 of them continued to carry out dental examinations at the health center, with consideration of cheaper payments. Purpose: Therefore, this study aims to determine the enabling factors associated with the use of dental clinic at the Rebang Tangkas Community Health Center, Way Kanan Regency in 2020.Method: This type of research used in this research is quantitative. The research design used in this study was cross sectional. The population in this study were all 118 people in the work area of Puskesmas Rabang Tangkas, Way Kanan Regency. Sampling using purposive sampling.Results: Based on the results of data collection, it is known that the use of dental polyclinic services to respondents in the work area of the Rebang Tangkas Community Health Center, Way Kanan Regency in 2020 with categories that utilize dental polyclinic services as many as 44 respondents (37.3%) and those who do not utilize dental poly services are 74 respondents (62.7%). Based on the results of statistical tests, it was obtained p value 0.014, and 0.038 and or p value <0.05, which means that there is a relationship between facilities and infrastructure factors and the low utilization of dental health services at Puskesmas Rebang Tangkas Way Kanan Regency in 2020.Conclusion: There is a relationship between health facilities and infrastructure and the low utilization of dental poly services at Puskesmas Rebang Tangkas, Way Kanan district. Suggestions from researchers that good service will be obtained if facilities and infrastructure that meet the standards are available in health facilities. This is closely related to procurement management where attention is needed and good implementation of the planning of the facilities and infrastructure required.  Keywords: Facilities, Health Infrastructure, Dental Clinic    INTISARI: ANALISIS FAKTOR PEMUNGKIN TERHADAP RENDAHNYA PEMANFAATAN PELAYANAN POLI GIGI DI PUSKESMAS REBANG TANGKAS KABUPATEN WAY KANAN  Pendahuluan: Pelayanan poli gigi merupakan salah satu dari jenis layanan di puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut berupa pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pengobatan dan pemberian tindakan medis dasar kesehatan gigi dan mulut. Hasil prasurvey diwilayah kerja Puskemas Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan terhadap 10 orang responden, 7 diantaranya lebih memilih berobat kedokter gigi, atau klinik gigi. Sedangkan 3 diantaranya tetap melakukan pemeriksaan gigi di puskesmas, dengan pertimbangan pembayaran yang lebih murah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pemungkin yang berhubungan dengan  pemanfaatan poli gigi di Puskesmas Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan Tahun 2020.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rabang Tangkas Kabupaten Way Kanan sebanyak 118 orang.  Pengambilan sampel menggunakan Purporsive Sampling.Hasil : Berdasarkan hasil dari pengumpulan data diketahui bahwa pemanfaatan pelayanan poli gigi pada responden di wilayah kerja Puskesmas Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan Tahun 2020 dengan kategori yang memanfaatkan pelayanan poli gigi sebanyak 44 responden (37,3%)  dan yang tidak memanfaatkan pelayanan poli gigi sebanyak 74 responden (62,7%). Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p value 0,014, dan 0,038 dan atau p value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara faktor sarana dan prasarana dengan rendahnta pemanfaatan pelayanan kesehatan poli gigi di Puskesmas Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan Tahun 2020.Kesimpulan : Ada hubungan antara sarana dan prasarana kesehatan dengan rendahnya pemanfaatan pelayanan poli gigi di Puskesmas Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan. Saran dari peneliti bahwa pelayanan yang baik akan didapatkan jika sarana dan prasarana  yang memenuhi standar tersedia di fasilitas kesehatan. Hal ini berkaitan erat dengan manajamen pengadaan di mana perlunya perhatian dan implementasi yang baik dari perencanaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.  Kata Kunci     : Sarana, Prasarana Kesehatan, Poli Gigi
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kemampuan Interaksi Sosial Pada Siswa Di Sekolah Dasar Agus Hermawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.653 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3320

Abstract

ABSTRACT: THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF GADGETS AND THE ABILITY TO INTERACT SOCIALLY IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS (SDN) 1 WAY MENGAKU LIWA WEST LAMPUNG REGENCY  Introduction: Playing gadgets in a long duration and carried out every day continuously, can make children develop toward an antisocial personal but gatget also has a positive impact such as opening opportunities for learning, access to news, health information and moreObjective: The relationship between the use of gadgets and the ability to interact socially in Elementary School Students (SDN) 1 Way Mengaku Liwa West Lampung Regency in 2020.Method: Quantitative research type, research design with cross sectional approach. The population in this study were 1 Way Mengaku Liwa District Elementary School (SDN) Students in West Lampung Regency totaling 169 students in grades 4-6, as many as 119 samples taken by accidental sampling. Variables in the study were the use of gatget and social interaction. Univariate data analysis (frequency distribution) and bivariate using chi square test.Results: The frequency distribution of maladaptive social interactions was 84 (70.6%) respondents, and with adaptive social interactions as many as 35 (29.4%) respondents, 37 (31.1%) high gadget users, 55 (46.2%) %) respondents with moderate gadget usage, and with low gadget usage as many as 46.2 (22.7%) respondents.Conclusion: There is a relationship between the use of gadgets and the ability to interact socially in Elementary School Students (SDN) 1 Way Mengaku Liwa, West Lampung Regency in 2020 p-value = 0,000. Suggestions Help from parents to supervise and direct their children to use gadgets only when it is necessary and confident that what it will access is good things Keywords: gatget usage, social interaction, elementary school        INTISARI: HUBUNGAN PENGGUNA GADGET DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 1 WAY MENGAKU LIWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT  Pendahuluan: Bermain gadget dalam durasi yang panjang dan dilakukan setiap hari secara kontinyu, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang antisosial namun gatget juga memiliki dampak positif seperti membuka kesempatan untuk proses belajar, akses berita, informasi kesehatan dan lainnyaTujuan : Diketahui hubungan  penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Way Mengaku Liwa  Kabupaten Lampung Barat tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Way Mengaku Liwa  Kabupaten Lampung Barat berjumlah 169 murid yang ada di kelas 4-6, sampel sebanyak 119 diambil secara accidental sampling.Variabel dalam penelitian yaitu penggunaan gatget  dan interaksi sosial. Analisa data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat menggunakan uji  chi square.Hasil: Distribusi frekuensi interaksi social maladaptif sebanyak 84 (70,6%) responden, dan dengan interaksi social adaptif sebanyak 35 (29,4%) responden, pengguna gadget tinggi sebanyak 37 (31,1%), sebanyak 55 (46,2%) responden dengan penggunaan gadget sedang, dan dengan penggunaan gadget rendah sebanyak 46,2 (22,7%) responden.Kesimpulan : Ada hubungan penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Way Mengaku Liwa  Kabupaten Lampung Barat tahun 2020 p-value = 0, 000. Saran bagi orang tua untuk mengawasi seperti membatasi program yutube yang di tonton, membatasi jadwal anak-anak untuk menonton, membatasi ruangan bebas HP di rumah dan mengarahkan anak-anaknya untuk menggunakan gadget hanya ketika diperlukan dan yakin bahwa yang akan diaksesnya adalah hal-hal yang baik pula Kata kunci : penggunaan gatget,  interaksi sosial, sekolah dasar 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue