Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pola Asuh Ibu Dan Pemberian Makanan Pendamping Asi Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Dian Utama Pratiwi Putri; Bambang Setiaji; Lukman Roliawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.552 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i1.3802

Abstract

ABSTRAK : CORRELATION FROM MOTHER'S PARENT AND GIVING FOOD ASSISTANT (MP-ASI) WITH NUTRITIONAL STATUS IN BABIES AGE 6-12 MONTHS AT PUSKESMAS TRIMULYO AREA SEKAMPUNG SUB-DISTRICT EAST LAMPUNG DISTRICT.  Based on the survey conducted by researchers on 10 infants aged 6-12 months, it is known that 4 infants (40%) have normal nutritional status, and 6 infants (60%) experience abnormal nutritional status seen from measurements of height and weight that are not ideal, where the weight is less if the Z-score <-3.0, the nominal weight if the Z-score> -2.0 to <1.0 and the excess weight if the Z-score> 2.0. The purpose of this study is to determine the relationship between maternal parenting and complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Trimulyo Puskesmas, Sekampung District, East Lampung Regency in 2019. This type of research used in this study is quantitative. The design in this study used an analytic survey using a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who have babies aged 6-12 months in the Trimulyo Public Health Center, Sekampung District, East Lampung Regency, amounting to 86 respondents, so the sample was 86 respondents. In this study the sampling technique used was total population. Based on statistical test results, obtained,-value 0.002 or value-value <0.05, which means there is a relationship between complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Trimulyo Puskesmas, Sekampung District, Lampung Regency East 2019. It is expected that respondents will be able to improve, change and improve how to provide MP-ASI that is good and right, so that the baby's food intake and nutrition will be fulfilled to the maximum Keywords : Parenting MP-ASI and Nutritional status in infantsLiterature : 22 (1998 – 2015)  ABSTRAK : HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USI 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRIMULYO KECAMATAN SEKAMPUNG Berdasarkan  prasurvey yang dilakukan peneliti terhadap 10 Bayi yang berusia 6-12 bulan, diketahui 4Bayi (40%) mempunyai status gizi normal, dan 6 Bayi (60%) mengalami status gizi tidak normal diliat dari pengukuran tinggi badan dan berat badan yang tidak ideal, dimana berat badan kurang apabila Z-score < -3,0, berat badan nomal apabila Z-score > -2,0 s.d < 1,0 dan berat badan berlebih jika Z-score > 2,0. Tujuan dari penelitian ini adalah Diketahui hubungan pola asuh ibu dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi Pada Bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai Bayi usia 6-12 bulan yang berada Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019 yang berjumlah 86 responden, sehingga sampel berjumlah 86 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan ᴩ-value 0,002 atau ᴩ-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Trimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Diharapkan responden mampu meningkatkan, merubah dan memperbaiki bagaimana cara memberikan MP-ASI yang baik dan benar, sehingga dengan begitu asupan makan dan nutrisi bayi akan tercukupi dengan maksimal.Kata Kunci          :  Pola Asuh. MP-ASI dan Status Gizi Pada Bayi
Hubungan Obesitas, Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Muda Di Wilayahpuskesmas Sumbersari Kota Metro Dian Utama Pratiwi Putri; M. Inggil Prasetyo; Achmad Djamil
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.462 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v3i2.3778

Abstract

ABSTRACT :CORRELATION OF OBESITY, STRESS WITH HYPERTENSION IN YOUNG ADULTS AT SUMBERSARI’S PUBLIC HEALTH CENTER DISTRICT METRO CITY 2020 Background: Hypertension is a condition of a person suffering from an increase in blood pressure above normal, namely systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. Based on data from the Sumbersari Metro City Health Center 2019, the number of hypertension cases increased from 833 people in 2018 to 1134 people. Most people with hypertension who visited Sumbersari Health Center were according to age groups, namely at the age of 20-44 years as many as 488 people.purpose: To determine the relationship between obesity and stress and the incidence of hypertension in young adults in the area of Puskesmas Sumbersari, Metro City in 2020.Methods: This was a quantitative study, cross sectional design. Independent variables (obesity, stress) and bound variables (hypertension). The population of this study were all 1427 patients who visited the public examination center at Sumbersari’s Public Health center Metro City, 94 samples taken by accidental sampling. Direct data collection from respondents. Data analysis was univariate and bivariate (chi square) with an alpha of 0.05.Results: The results showed that from 94 respondents, 55 (58.5%) of respondents had hypertension, 36 (38.3%) of respondents were obese and as many as 54 (57.4%) of respondents were in the stress category.Conclusion: From the two independent variables studied, there was a relationship with hypertension, namely obesity (p-value 0.003: 95% CI) with an OR value of 6.6 and stress (p-value 0.000: 95% CI) with an OR value of 5.8. . It is recommended that health workers educate respondents to reduce stress such as listening to music, relaxation with aromatherapy or other coping mechanisms. Encouraging hypertensive patients to be able to lose weight, by adjusting the diet, exercising regularly every day and weighing each month. Keywords: Obesity, Stress, Hypertension  INTISARI : HUBUNGAN OBESITAS, STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERSARI KOTA METRO TAHUN 2020 Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan seseorang yang menderita peningkatan tekanan darah di atas normal, yaitu tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan  data Puskesmas Sumbersari Kota Metro 2019 angka kasus hipertensi meningkat dari tahun 2018 sebanyak 833 orang menjadi 1134 orang. Penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Sumbersari terbanyak menurut kelompok umur yaitu pada umur  20-44 tahun sebesar 488 orang.Tujuan:Diketahui hubungan obesitas dan stres dengan kejadian  hipertensi pada usia dewasa muda  di wilayah Puskesmas Sumbersari Kota Metro Tahun 2020.Metode: Jenispenelitiankuantitatif, desin / rancangancross sectional. Variabel  bebas (obesitas, stres) dan Variabel Terikat (hipertensi). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke balai pemeriksaan umum Puskesmas Sumbersari Kota Metro sebanyak  1427 orang, sampel sebanyak 94 diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data langsungkepadaresponden.Analisis data secaraunivariatdanbivariat (chi square) dengan alfa 0,05.Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 94 responden, sebanyak 55 (58,5%) responden mengalami hipertensi, sebanyak 36 (38,3%) responden obesitas dan sebanyak 54 (57,4%) responden dengan kategori stres. Kesimpulan: Dari dua variabel bebas yang diteliti terdapat hubungan dengan kejaidan hipertensi yaitu variabel obesitas (p-value 0,003 :CI 95%) dengan nilai OR 6,6 dan Stres (p-value 0,000 :CI 95%) dengan nilai OR 5,8.Disarankan petugas kesehatan mengedukasi responden untuk mengurangi stres seperti mendengarkan musik, relaksasi dengan aroma terapi atau mekanisme koping lainnya. Menganjurkan pasien hipertensi untuk dapat mengurangi berat badan, dengan mengatur menu makan, berolahraga rutin setiap hari dan melakukan penimbangan berat badan setiap bulan. Kata Kunci : Obesitas, Stres, Hipertensi
Hubungan Obesitas, Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Muda Di Wilayah Puskesmas Sumbersari Kota Metro Dian Utama Pratiwi Putri; M. Inggil Prasetyo; Achmad Djamil
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.205 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i4.3071

Abstract

ABSTRACT :CORRELATION OF OBESITY, STRESS WITH HYPERTENSION IN YOUNG ADULTS AT SUMBERSARI’S PUBLIC HEALTH CENTER DISTRICT METRO CITY  Background: Hypertension is a condition of a person suffering from an increase in blood pressure above normal, namely systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. Based on data from the Sumbersari Metro City Health Center 2019, the number of hypertension cases increased from 833 people in 2018 to 1134 people. Most people with hypertension who visited Sumbersari Health Center were according to age groups, namely at the age of 20-44 years as many as 488 people.purpose: To determine the relationship between obesity and stress and the incidence of hypertension in young adults in the area of Puskesmas Sumbersari, Metro City in 2020.Methods: This was a quantitative study, cross sectional design. Independent variables (obesity, stress) and bound variables (hypertension). The population of this study were all 1427 patients who visited the public examination center at Sumbersari’s Public Health center Metro City, 94 samples taken by accidental sampling. Direct data collection from respondents. Data analysis was univariate and bivariate (chi square) with an alpha of 0.05.Results: The results showed that from 94 respondents, 55 (58.5%) of respondents had hypertension, 36 (38.3%) of respondents were obese and as many as 54 (57.4%) of respondents were in the stress category.Conclusion: From the two independent variables studied, there was a relationship with hypertension, namely obesity (p-value 0.003: 95% CI) with an OR value of 6.6 and stress (p-value 0.000: 95% CI) with an OR value of 5.8. . It is recommended that health workers educate respondents to reduce stress such as listening to music, relaxation with aromatherapy or other coping mechanisms. Encouraging hypertensive patients to be able to lose weight, by adjusting the diet, exercising regularly every day and weighing each month. Keywords: Obesity, Stress, Hypertension        INTISARI : HUBUNGAN OBESITAS, STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERSARI KOTA METRO TAHUN 2020 Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan seseorang yang menderita peningkatan tekanan darah di atas normal, yaitu tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan  data Puskesmas Sumbersari Kota Metro 2019 angka kasus hipertensi meningkat dari tahun 2018 sebanyak 833 orang menjadi 1134 orang. Penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Sumbersari terbanyak menurut kelompok umur yaitu pada umur  20-44 tahun sebesar 488 orang.Tujuan:Diketahui hubungan obesitas dan stres dengan kejadian  hipertensi pada usia dewasa muda  di wilayah Puskesmas Sumbersari Kota Metro Tahun 2020.Metode: Jenispenelitiankuantitatif, desin / rancangancross sectional. Variabel  bebas (obesitas, stres) dan Variabel Terikat (hipertensi). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke balai pemeriksaan umum Puskesmas Sumbersari Kota Metro sebanyak  1427 orang, sampel sebanyak 94 diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data langsungkepadaresponden.Analisis data secaraunivariatdanbivariat (chi square) dengan alfa 0,05.Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 94 responden, sebanyak 55 (58,5%) responden mengalami hipertensi, sebanyak 36 (38,3%) responden obesitas dan sebanyak 54 (57,4%) responden dengan kategori stres. Kesimpulan: Dari dua variabel bebas yang diteliti terdapat hubungan dengan kejaidan hipertensi yaitu variabel obesitas (p-value 0,003 :CI 95%) dengan nilai OR 6,6 dan Stres (p-value 0,000 :CI 95%) dengan nilai OR 5,8.Disarankan petugas kesehatan mengedukasi responden untuk mengurangi stres seperti mendengarkan musik, relaksasi dengan aroma terapi atau mekanisme koping lainnya. Menganjurkan pasien hipertensi untuk dapat mengurangi berat badan, dengan mengatur menu makan, berolahraga rutin setiap hari dan melakukan penimbangan berat badan setiap bulan. Kata Kunci : Obesitas, Stres, Hipertensi
HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK KABUPATEN LAMPUNG UTARA Satria Nandar Baharza; Dian Utama Pratiwi Putri
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.493 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i2.2478

Abstract

ABSTRACT : CORELATION BETWEEN PATIENT SATISFACTION WITH INTERESTS OF RE-VISIT IN UDIK KOTABUMI PUSKESMAS DISTRICTNORTH LAMPUNG Background :Measuring the satisfaction of health service users is one indicator to determine the quality of health services. Customer satisfaction and dissatisfaction with the product will influence subsequent behavior patterns such as interest in repurchasing products. Based on data from the North Lampung Health Office in 2018, the Kotabumi Udik Health Center is the least number of medical visits from 16 Puskesmas in North Lampung District. Purpose :To know correlation between patient satisfaction with interests of re visit in udik Kotabumi Puskesmas district north Lampung.Methods :This study used a Cross Sectional design which was carried out on June 26 - July 4 in 2019 at the Kota Bumi Udik Health Center in North Lampung Regency. The population in this study amounted to 1039 patients with a sample of 122 patients. Data analysis using univariate and bivariate. For bivariate use the chi-quere test. Results :The results showed that there was a corelation with the interest in revisiting the Kotabumi Udik Health Center with the results of a p value of 0,000 (α <0.05). Conclusion :From the results of the study it was suggested that Kotabumi Udik Public Health Center be able to improve the registration service system, for the pharmacist's service to explain in detail how to take medication and explain what drugs were given to patients and those who lack discipline must be given strict sanctions.Keywords      : Interest in Revisiting, Patient Satisfaction       INTISARI: HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PASIEN DENGAN BUNGA KUNJUNGAN KEMBALI DI KABUPATEN UDIK KOTABUMI PUSKESMASLAMPUNG UTARA Latar Belakang: Mengukur kepuasan pengguna layanan kesehatan adalah salah satu indikator untuk menentukan kualitas layanan kesehatan. Kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan dengan produk akan mempengaruhi pola perilaku selanjutnya seperti minat membeli kembali produk. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Lampung Utara pada tahun 2018, Pusat Kesehatan Kotabumi Udik adalah yang paling sedikit melakukan kunjungan medis dari 16 Puskesmas di Kabupaten Lampung Utara.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang di Puskesmas Kotabumi Kabupaten Lampung Utara.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional yang dilakukan pada tanggal 26 Juni - 4 Juli tahun 2019 di Pusat Kesehatan Kota Bumi Udik di Kabupaten Lampung Utara. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1039 pasien dengan sampel 122 pasien. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Untuk bivariat gunakan uji chi-quere.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dengan minat mengunjungi kembali Puskesmas Kotabumi Udik dengan hasil nilai p 0,000 (α <0,05).Kesimpulan: Dari hasil penelitian disarankan bahwa Puskesmas Kotabumi Udik dapat meningkatkan sistem layanan pendaftaran, agar layanan apoteker menjelaskan secara rinci cara minum obat dan menjelaskan obat apa yang diberikan kepada pasien dan mereka yang kekurangan Disiplin harus diberikan sanksi tegas.Kata kunci: Minat Meninjau Kembali, Kepuasan Pasien
PENYULUHAN KESEHATAN POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA NATAR LAMPUNG SELATAN Dian Utama Pratiwi Putri; Bambang Setiaji; Dwi Yulia Maritasari; Endang Budiati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2475

Abstract

Menua merupakan masa perubahan yang dialami individu baik fisik maupun psikologi akibat penurunan fungsi tubuh. Hal ini akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di usia lanjut. Sehingga memerlukan pemeliharaan yang berbeda dengan usia anak-anak, remaja, maupun dewasa yang membutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya. Psikologis penuaan yang berhasil, dicerminkan pada kemampuan individu lansia beradaptasi terhadap kehidupan fisik, sosial dan emosional serta mencapai kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan hidup.Karena perubahan dalam pola hidup tidak dapat dihindari.Individu harus memperlihatkan kemampuan untuk kembali bersemangat.Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf setinggi-tingginya agar terhindar dari penyakit atau gangguan.Lansia yang sakit akan mengancam kemandirian dan kualitas hidup dengan membebani kemampuan melakukan perawatan personal dan tugas sehari-hari. Oleh sebab itu Dosen Magister Kesehatan Masyarakat bekerja sama dengan dosen Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Mitra Indonesia merasa perlu untuk memberikan penyuluhan kesehatan dengan topik “Pola Hidup Sehat Pada Usia Lanjut” agar diharapkan lansia mampu mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup untuk mencapai kesejahteraan lansia. Kata Kunci: Pola hidup sehat, Lansia, Penyuluhan Kesehatan
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMPN 29 BANDAR LAMPUNG Satria Nandar Baharza; Dian Utama Pratiwi Putri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2083

Abstract

ABSTRAK Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja. Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, risiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah menunjukkan kelompok remaja mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi anemi berkisar antara 40%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus. Para remaja khususnya siswa SMPN 29 Bandar Lampung sebagai penerus bangsa merupakan satu elemen yang tentunya sangat dibutuhkan kreatifitasnya dalam memberikan ide-ide yang cemerlang untuk kemajuan sekolah dan lingkungan sekitar, dengan memberikan informasi mengenai makanan sehat dengan nilai gizi yang seimbang tentunya akan berdampak positif bagi kesehatan mereka. Kata Kunci: Status gizi, Remaja, Penyuluhan  ABSTRACT Nutritional status can be determined through laboratory examination or anthropometry. Lack of hemoglobin or anemia is determined by a blood test. Anthropometry is the easiest and cheapest way to determine nutritional status. Body Mass Index (BMI) is recommended as a good indicator to determine the nutritional status of teenagers.Nutritional problems in teenagers will have a negative impact on the level of public health, for example a decrease in the concentration of learning, the risk of giving birth to babies with low birth weight, a decrease in physical fitness. Many studies have shown teenagers groups to experience many nutritional problems. These nutritional problems include anemia and BMI less than normal or thin. The prevalence of anemia ranges from 40%, while the prevalence of teenager with thin BMI ranges from 30%. Many factors cause this problem. By knowing the causal factors that influence these nutritional problems help the prevention efforts and are more affected and focused.Teenagers, especially 29 Bandar Lampung Junior High School students as the nation's successor, are one element which is certainly very much needed creativity in providing brilliant ideas for the progress of schools and the surrounding environment, by providing information on healthy foods with balanced nutritional value, of course, will have a positive impact on health they. Keywords: Nutritional Status, Teenager, Counseling