cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015" : 9 Documents clear
TIDAK ADA YANG PASTI DI DUNIA INI, KECUALI KEMATIAN DAN PAJAK AMOS WINARTO OEI
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.39

Abstract

Abstrak:  Satu pertanyaan dasar tentang etika perpajakan adalah apa yang membuat pajak atau sistem pajak itu adil dan pantas? Artikel ini akan meninjau secara filosofis-etis kebebasan warga negara dan keadilan serta kepantasan dalam perpajakan. Dan secara khusus bagi orang Kristen, Alkitab akan digunakan sebagai dasar untuk menunjukkan tanggung jawab orang percaya dalam membayar pajak bahkan ketika pajak yang ditetapkan oleh pemerintah itu ternyata secara etis tidak adil dan/atau tidaklah pantas.  Kata-kataKunci: pajak, kebebasan, keadilan, dan kepantasan
RESENSI BUKU : THE HERESY OF ORTHODOXY STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.44

Abstract

Bagi kalangan sarjana teologi, nama Walter Bauer tentunya bukan nama yang asing di telinga mereka. Salah satu karyanya, leksikon BAGD, merupakan kamus paling terkemuka dalam studi bahasa Yunani Alkitab. Namun, sebenarnya bukan itu saja pencapaian monumentalnya. Lebih kurang delapan puluh tahun yang lalu, ia menerbitkan sebuah karya penting dalam bahasa Jerman, bertajuk ―Rechtgläubigkeit und Ketzerei im Ältesten Christentum.‖1 Apa yang luar biasa dari karya ini ialah bahwa tesisnya kemudian menjadi pandangan mayoritas sarjana (liberal?) dalam studi kekristenan perdana.  Dalam karya tersebut, Bauer meneliti empat wilayah yang dianggapnya sebagai pusat pergerakan kekristenan abad kedua, yakni Asia Kecil, Mesir, Edessa dan Roma. Dia menunjukkan bahwa di daerahdaerah tersebut, bidat-bidat Kristen sebenarnya muncul lebih dahulu daripada kekristenan ortodoks. Dia lantas menyimpulkan bahwa hal itu merupakan penanda bahwa kekristenan awal pada dasarnya bersifat jamak secara doktrinal. Tiap-tiap kelompok menafsirkan pribadi, hidup dan karya Yesus menurut cara mereka masing-masing, dan meskipun saling berbeda – atau bahkan saling bertentangan –, semua jenis kekristenan tersebut merupakan kekristenan yang absah. Tidak ada satu kelompok pun yang berhak mengklaim bahwa alirannya yang paling benar.  
MENYOAL SIKAP GEREJA TERHADAP POLITIK MARKUS DOMINGGUS LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.40

Abstract

Abstrak: Sikap gereja terhadap politik adalah isu yang masih terus relevan untuk didiskusikan di Indonesia. Setiap kali menjelang pemilu atau menyikap isu-isu tertentu dalam politik negara orang Kristen ramai meributkan sikap yang sebaiknya diambil gereja. Sikap yang banyak diambil adalah menjauhkan diri dari politik atau sekurang-kurangnya netral. Berangkat dari kasus sikap Sinode Gereja Kristus Tuhan (GKT) terhadap politik, tulisan ini hendak mendorong dilakukannya tinjau ulang terhadap sikap gereja terhadap politik. Dalam dialog dengan sejumlah pemikiran dari filsafat politik klasik dan pikiran sejumlah pemikir Kristen disimpulkan bahwa gereja sebaiknya lebih peduli dan aktif terlibat serta tidak menyerahkan urusan ini melulu kepada anggota-anggota gereja saja.  Kata-kata Kunci: GKT, politik, netralitas, pemerintah, tanggung jawab
RESENSI BUKU : ADAT ISTIADAT ALKITAB DAN KEUNIKANNYA DALAM GAMBAR SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.41

Abstract

Buku George W. Knight, Adat Istiadat Alkitab dan Keunikannya Dalam Gambar memberikan informasi-informasi penting tentang budaya, kebiasaan atau adat istiadat tertentu yang sangat menolong pembaca masa kini untuk memahami Alkitab. Buku ini disusun mulai Kejadian sampai Wahyu, sehingga dapat menjadi pendamping saat membaca Alkitab
APAKAH SIKAP ALLAH DI PERJANJIAN LAMA BERBEDA DENGAN DI PERJANJIAN BARU? ALI SALIM
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.37

Abstract

Abstrak: Pendapat bahwa karakter Allah Perjanjian Lama yang kejam dan Allah Perjanjian Baru yang penuh kasih masih terus hidup hingga saat ini. Bagaimana respon gereja terhadap masalah ini dan bagaimana membuktikan bahwa Allah yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama tidaklah sekejam seperti yang dibayangkan orang. Ia tetap Allah yang penuh kasih seperti Allah dalam Perjanjian Baru.  Kata-kata Kunci: Allah Perjanjian Lama berbeda dengan Allah Perjanjian Baru, Allah Perjanjian Lamakejam, Kematian Uza, Perang Suci, Hukuman Tuhan di Padang Gurun
RESENSI BUKU : LEADING BEYOND THE SECOND CHAIR. A CERTAIN KIND OF LEADERSHIP SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.42

Abstract

Buku ini adalah buku tentang kepemimpinan yang unik, karena buku ini tidak bertujuan untuk mengupayakan para pemimpin yang kuat untuk menjadi kuat, tetapi lebih berkaitan dengan tujuan untuk menghargai panggilan kepemimpinan, menerima tugas kepemimpinan dan menumbuhkan karakter yang dikehendaki oleh Tuhan (p. 23) Buku ini adalah tentang kepemimpinan dari pemimpin "the second chair" (yang duduk  sebagai orang kedua, ketiga dst.) serta bukan pemimpin tertinggi ("first chair" atau "top leader"). Pemimpin semacam ini mempunyai tugas untuk memimpin, tetapi juga bertugas untuk menopang dan menaati pemimpin yang ada di atasnya. Buku ini mengingatkan yang terutama bukanlah kedudukan sebagai pemimpin yang pertama atau kedua, tetapi bagaimana kepemimpinan yang "God-centered and others-centered" dan bukannya "self-centered') (p. 24).
RESENSI BUKU : CHURCH REFUGEES : SOCIOLOGISTS REVEAL WHY PEOPLE ARE DONE WITH CHURCH BUT NOT THEIR FAITH AMOS WINARTO OEI
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.38

Abstract

Church Refugees adalah karya dua orang sosiolog. Josh Packard, Ph.D. adalah dosen sosiologi di University of Northern Colorado sekaligus salah satu direktur dari the Social Research Lab. Sedangkan Ashleigh Hope sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Vanderbilt University. Keduanya adalah anggota yang aktif di gereja mereka masing-masing.  Penelitian yang dilakukan oleh kedua sosiolog tersebut bersifat kualitatif karena cenderung untuk memperhatikan unsur manusia dari data penelitian yang berjumlah lebih dari seratus orang yang diwawancarai. Secara khusus, Packard dan Hope berusaha memahami dan melakukan refleksi atas pertanyaan ―mengapa‖ orang-orang meninggalkan gereja. Mereka yang sudah ―selesai‖ (―the Dones‖) dengan gereja ini menjadi fokus penelitian dalam Church Refugees.
Teks, Konteks dan Hermeneutika Imamat 18:22 dan 20:13 Andreas Hauw
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v17i9.145

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengaformasi larangan homoseks dalam Imamat 18:22 dan 20:13 lewat analisis teks dan konteks. Atas dasar teks dan konteks ini pula, artikel berdiskusi dengan pertanyaan-pertanyaan kaum revisionis yang menafsirkan kedua teks Imamat secara berbeda dan tidak relevan. Dalam kategori ritual, tradisi dan keadilan artikel ini menjawab keberatan-keberatan yang muncul. Abstract: The article affirms the prohibition of same-sex relationships through the analysis of the text and contexts of Leviticus 18:22 and 20:13. Differing views and interpretations by revisionists and the dismissal of their inappropriate analysis and categorization of ritual, tradition, and justice are also addressed in the article.
MYTHICIST : SEBUAH MITOS TENTANG "MITOS" STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.43

Abstract

Abstrak: Meskipun secara umum eksistensi historis figur Yesus merupakan kebenaran yang dianggap aksiomatis,sejarah mencatat adanya beberapa orang dari abad-abad lampau, yang menyangsikan bahwa Pribadi ini benar-benar pernah ada. Hanya saja, ide ini tidak mendapat sambutan yang serius pada masa itu. Meski demikian, ini tidak menyurutkan beberapa pemikir kontemporer yang menyebut diri mereka Mythicist, untuk menggemakan kembali ide ini. Dalam tulisan ini, pertama-tama penulis akan memaparkan sketsa sejarah kemunculan ide ini. Setelah itu, penulis akan memaparkan dan merangkumkan garis besar argumen beberapa pemikir utama kelompok Mythicist, sebelum pada akhirnya, penulis akan mengevaluasi tiap-tiap argumen mereka untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya para Mythicist hanya menampilkan sebuah mitos tentang ―mitos.‖  Kata-kata Kunci: Mythicist, Kristus, Mitos, Injil, Genre

Page 1 of 1 | Total Record : 9