cover
Contact Name
Ishlakhatus
Contact Email
ishlakhatus@iainmadura.ac.id
Phone
+62324333187
Journal Mail Official
educonsilium@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur Km. 04 Pamekasan East Java
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
ISSN : 27209709     EISSN : 27162087     DOI : https://doi.org/10.19105
Journal of Edu Consilium is an official, peer-reviewed, open access, and electronic system journal published by Study Program of Islamic Educational Guidance and Counseling, Faculty of Education, State Islamic Institute of Madura. Journal of Edu Consilium publishes research manuscripts, and concept/ theoretical papers in the field of Islamic Educational Guidance and Counseling (career counseling, marriage and family counseling, educational counseling, school and islamic school counseling, counseling in islamic boarding schools, cross- and multicultiral counseling, and developmental counseling) and Population and Family Planning (pre-marriage counseling, marriage and family life, growth and development of adolescence, and parenting).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): September" : 8 Documents clear
Emotional Awareness In Syiah Kuala University Students Khairiah Asfaruddin; Nurhasanah Nurhasanah; Wildania Wildania
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.15568

Abstract

Kesadaran emosi pada masa dewasa awal, terutama di kalangan mahasiswa, merupakan komponen penting dalam perkembangan psikososial yang dapat mempengaruhi keberhasilan akademik dan penyesuaian diri di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran emosi pada mahasiswa di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 28.004 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 398 mahasiswa, ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel yang dihitung melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan dengan menggunakan Emotional Awareness Questionnaire (EAQ30), yang terdiri dari 30 item pernyataan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa (62%) memiliki tingkat kesadaran emosi dalam kategori sedang, sedangkan 31% mahasiswa masuk dalam kategori tinggi, 4% masuk dalam kategori rendah, dan 2% masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis berdasarkan aspek menunjukkan bahwa “Analisis Emosi” memiliki nilai tertinggi (48%), yang mengindikasikan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memahami penyebab emosi mereka. Hal ini diikuti oleh “Memperhatikan Emosi Orang Lain” (39%), yang mencerminkan kemampuan untuk berempati dan memahami emosi orang lain, dan “Membedakan Emosi” (32%), yang menunjukkan kemampuan yang baik untuk membedakan emosi. Kesimpulannya, secara rata-rata, mahasiswa Universitas Syiah Kuala menunjukkan kesadaran emosi yang baik, yang mengindikasikan adanya potensi positif dalam menghadapi tantangan emosi.
The Effect of Zikir Therapy to Reduce Social Anxiety of Students in Islamic Boarding School Arizona; Andika Ari Saputra; Fattah Hanurawan; Nur Hidayah; Muslihati; Mei Sarri; Nurkumalasari
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.18416

Abstract

This study aims to test the effectiveness of dhikr therapy in reducing social anxiety in students at Islamic boarding schools. Using an experimental design with an experimental group that underwent dhikr therapy and a control group that did not receive intervention, this study measured changes in social anxiety using the Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS) before and after the intervention. The results of the Wilcoxon analysis showed that the experimental group experienced a significant decrease in social anxiety with a Z value of -2.81 and p <0.05, while the control group did not show a significant change (Z = -0.577, p > 0.05). Dhikr therapy is effective in reducing social anxiety in students, both in terms of avoidance and anxiety. These results are in line with the theory of religious psychology and mindfulness, which shows that dhikr practices can calm the mind and increase emotional stability, helping individuals manage anxiety in social interactions. This study supports the application of dhikr therapy as an effective approach to reducing social anxiety in Islamic boarding schools.
Rational Emotive Behavior Therapy: Role-Playing Techniques to Enhance Emotional Intelligence and Empathy M. Zuhdi Zainul Majdi; Zainul Holil; Desti Ekawati
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.18908

Abstract

Intelligence is the ability to acquire and use knowledge in order to solve problems and adapt to the environment. A person's high intelligence should be accompanied by high academic ability as well, but in reality, high IQ does not necessarily guarantee high academic achievement or learning outcomes. At most, IQ contributes about 20% to the factors that determine success in life, while 80% is determined by other factors including emotional intelligence. This explains that a person's success is not only influenced by intellectual intelligence but also by emotional intelligence. Individuals with emotional intelligence are able to monitor their feelings well, and they can control their emotions, one of which is having a high level of empathy. Emotional intelligence is the ability of an individual to motivate themselves and persevere in facing frustration, control impulsive urges, which are urges that arise based on mood, and delay gratification, regulate their mood so that it does not affect their ability to think and empathize. The purpose of the research is to determine the effectiveness of rational emotive behavior counseling using role-playing techniques to enhance emotional intelligence and empathy. This study uses a one-group pretest-posttest design. The subjects in this study, totaling 14 people, were divided into 2 groups. The sampling method used is purposive sampling. Data were collected using emotional intelligence and empathy questionnaires. Data analysis used MANOVA statistical tests. The research results show that rational emotive behavior counseling using role-playing techniques is effective in enhancing emotional intelligence and empathy.
Implementation of Group Guidance Problem Based Learning Method to Improve Learning Outcomes of Students of SMPN 7 Palembang Emilya Anisa; Amrina Jaya; Fadhlina Rozzaqyah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.19406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX.5 SMPN 7 Palembang melalui layanan bimbingan kelompok dengan metode Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah delapan peserta didik yang dipilih berdasarkan hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, serta dianalisis menggunakan N-Gain score. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata hasil belajar dari 57,5 menjadi 88,75, dengan rata-rata skor N-Gain sebesar 0,77 atau 76,88% (termasuk kategori tinggi). Penerapan metode PBL terbukti meningkatkan partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman peserta didik terhadap materi belajar. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok berbasis PBL (Problem Based Learning) merupakan strategi yang efektif untuk mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Layanan ini direkomendasikan bagi guru BK sebagai pendekatan inovatif dalam proses pembelajaran.
School Counselor Self-Advocacy: The Role of Local Cultural Values of Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge Astinah; Nurul Fajriani; Nasriani; Dupriani
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.19650

Abstract

Peran guru Bimbingan dan Konseling masih sering diposisikan secara marginal dalam struktur kelembagaan sekolah. Oleh karena itu, pengembangan self-advocacy yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal menjadi strategis untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas layanan konseling. Tujuan dari penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi praktik self-advocacy konselor pada guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN X Kota Parepare serta menganalisis penerapan nilai-nilai budaya lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge dalam memperkuat layanan bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian melibatkan tiga guru BK dengan pengalaman lebih dari lima tahun, didukung oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui proses transkripsi dan pengkodean data wawancara serta observasi. Data kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan hubungan yang bermakna. Validitas temuan penelitian ini dijaga melalui triangulasi data serta prosedur member checking dan peer debriefing. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-advocacy konselor guru BK memperluas peran mereka melalui komunikasi dan aktif berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sehingga berdampak pada penguatan layanan bimbingan konseling. Self-advocacy guru BK melalui penerapan nilai sipakatau membantu menciptakan interaksi yang menghormati martabat siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua; sipakalebbi memperkuat hubungan sosial.
Adversity Quotient, Religious Spirituality, and Career Adaptability: An Empirical Study on Masters Students of Islamic Religious Education Nurma Millatina; Rahmat Aziz; Indah Aminatuz Zuhriyah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.19831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Adversity Quotient (AQ) terhadap Career Adaptability (CA) dan menguji peran Spiritual Religious (SR) sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang sedang menghadapi tantangan akademik dan persiapan karier di bidang pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Sampel berjumlah 164 mahasiswa yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AQ berpengaruh positif dan signifikan terhadap CA (β = 0,683; p < 0,001). Namun, SR tidak berpengaruh signifikan baik secara langsung terhadap CA (β = 0,066; p = 0,175) maupun sebagai variabel moderator (β = 0,070; p = 0,180). Secara simultan, AQ dan SR menjelaskan variansi CA sebesar 47,1%. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AQ merupakan faktor utama dalam pembentukan adaptabilitas karier mahasiswa, sedangkan SR lebih berperan sebagai sumber motivasi internal dari pada prediktor kuantitatif yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan daya tahan pribadi mahasiswa melalui pendekatan psikologis dan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama Islam.
The Effectiveness of Group Counseling with Behavioral Contract Technique to Reduce Online Game Addiction of Students at SMA Negeri 1 Wuryantoro Roshanda Meyla Fatihah; Mahmuddah Dewi Edmawati
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.20479

Abstract

This research was conducted at SMA Negeri 1 Wuryantoro with the intention of finding out how good the behavioral contract strategy is in group counseling to reduce student addiction to online games. Pre-experimental research utilizing the One Group Posttest-Posttest Design paradigm was carried out. In this study, data was taken using purposive sampling design. Sampling strategies that consider certain criteria in harmony with the study vision are known as purposive sampling. Subjects with a very high and high level of internet game addiction are the targets in this study, because the sample strategy is intended to be utilized. Researchers use a non-parametric analytical test approach, namely the Wilcoxon Signed Rank test, to evaluate the efficacy of the services offered. By utilizing the data in the table, it can be concluded that group counseling with behavioral contract techniques is effective in reducing online game addiction in SMAN 1 Wuryantoro students, considering the z-calculation score of -2.021 and the significance value of 0.028 (<0.05). Therefore, we can test the hypothesis that online game addiction can be reduced effectively through group counseling.
The Dynamics of Caregiver Burden in Fathers Caring for Children with Autism Spectrum Disorder Tria Fita Mei Linda; Mimbar Oktaviana; Satiningsih
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.21421

Abstract

Autism spectrum disorder is a neurodevelopmental condition that affects an individual's ability to engage in social interactions, communicate effectively, and display repetitive behaviors. Children with this condition require intensive and continuous care, which often leads to burdens for parents in physical, psychological, social, and financial aspects. Although caregiving burdens are commonly associated with mothers, fathers also face complex challenges in daily caregiving roles. This study aims to explore the dynamics of caregiving burden experienced by fathers of children with this condition. A qualitative method with a phenomenological approach was used to understand the subjective experiences of five fathers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings revealed that fathers experienced caregiving burdens across physical, psychological, social, and financial domains. Participants also employed coping strategies such as accepting the child’s condition and managing emotions adaptively. Support from spouses and families played an important role in alleviating these burdens. These findings highlight the importance of acknowledging the father’s role in caregiving and the need for comprehensive support for both parents.

Page 1 of 1 | Total Record : 8