cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8349529
Journal Mail Official
komunika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan KH. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03 RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Dakwah
ISSN : 25993445     EISSN : 26142163     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/komunika.v1i1
Komunika Journal of Communication Science and Islamic Dakwah is a media scientific publication that contains articles in the field of communication and the scope of Islamic Dawah. Komunika journal is dedicated to foster the creation and exchange of ideas between academia or research, faculty and university. Articles published in the journal put forward an objective analysis of the case of communication or propaganda of Islam in the perspective of the Academy include the results of research in the field of communication and propagation of Islam, a review of the concept of communication and propagation of Islam and the implementation of the study of literature.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER" : 7 Documents clear
PERSEPSI SISWA TERHADAP MEDIA TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) (Studi Kasus di SMAN 8 Bogor) Nouvaliano, Farell Fadillah
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.5608

Abstract

Da'wah is an activity that is timeless and applies throughout the ages. Da'wah also has many forms and ways, one of which is using television media. The Islamic da'wah program that airs on several Indonesian television stations can also be regarded as an Islamic religious education program on television. Because, audio-visual media can function as a medium for learning Islamic Religious Education. Learning media is an important factor in improving the quality of learning. This is due to the development of technology in the field of education that demands efficiency and effectiveness in learning. However, the results of learning using this media also depend on students' assessments and perceptions about learning Islam using television. This study uses a descriptive qualitative method by taking the resource person, namely one teacher who teaches Islamic Religious Education (PAI) and 7 students of class X and XI at SMAN 8 Bogor, the data obtained is processed using investigator triangulation analysis technique and source triangulation by comparing the results of interviews. to teachers and respondents, as well as test results. The results showed that the perception of students at SMAN 8 Bogor on PAI learning through television media, namely the Damai Indonesiaku program on TV One, was included in the medium category or 42.86%, the majority of students at SMAN 8 Bogor stated their agreement on the effectiveness of PAI learning by using television media. especially in the Damai Indonesiaku program on TV-One, although there were obstacles during the learning process with television media.Keywords: Television Media, Learning, Islamic Religious Education, Perception ABSTRAKDakwah adalah sebuah kegiatan yang tak terbatas waktu dan berlaku sepanjang zaman. Dakwah juga memiliki banyak sekali bentuk dan cara, salah satunya menggunakan media televisi. Acara dakwah Islam yang tayang di beberapa stasiun televisi Indonesia juga dapat dikatakan sebagai acara pendidikan agama Islam di televisi. Karena, media audio visual dapat berfungsi sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Media pembelajaran merupakan salah faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut disebabkan adanya perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan yang menuntut efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Walau demikian, hasil pembelajaran menggunakan media ini hasilnya juga bergantung pada penilaian dan persepsi siswa tentang pembelajaran Agama Islam menggunakan televisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengambil narasumber yaitu satu orang guru pengampu pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 7 siswa kelas X dan XI di SMAN 8 Bogor, data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisis triangulasi penyelidik dan triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara kepada guru dan responden, serta hasil test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMAN 8 Bogor pada pembelajaran PAI melalui media televisi yaitu acara Damai Indonesiaku di TV One termasuk dalam kategori sedang atau 42,86%, mayoritas siswa-siswi di SMAN 8 Bogor menyatakan persetujuannya terhadap efektifitas pembelajaran PAI dengan menggunakan media televisi khususnya dalam acara Damai Indonesiaku di TV-One, meskipun ditemukan  kendala-kendala saat pembelajaran dengan media televisi ini berlangsung.
Konsep Dakwah Ahmad Hassan dan Implementasinya Dalam Gerakan Dakwah Persis (studi kasus debat di majalah dan Pesantren Persatuan Islam) Munandar, Aris
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.4713

Abstract

AbstrakDakwah Merupakan Kewajiban setiap Muslim, dan ini merupakan bagian terpenting dalam perjuangan Islam untuk meneruskan estapet perjuangan Rasulullah SAW. Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dipusatkan kepada Konsep dakwah Ahmad Hassan, bertujuan untuk menganlisa secara mendalam bagaimana Ahmad Hassan menjalankan dakwahnya semasa hidupnya terutama dalam konsep dakwah melaui debat, dan tulisan yang menjadi ciri khasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode penelitian kepustakaan (library reseach), Dokumentasi dan wawancara. Dengan metodologi analisis yang kualitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dakwah Ahmad Hassan menggunakan konsep bilkitaabah (melalui Tulisan) dakwah melalui tulisan Ini terlihat dari karya karya Ahmad Hassan yang begitu banyak baik tulisan berupa buku atau majalah atau artikel, kemudian memakai konsep dakwah melalui debat/diskusi (Mujadalah), Ahmad Hassan sering melakukan debat pada masa itu dalam upaya menyebarkan dakwahnya kepada Islam. Dan Paham Persispun banyak berkembang melalui metode ini. Bahkan seolah-olah menjadi salah satu identitas bagi Persis. Sebagai ulama yang militan, Ahmad Hassan pernah mendebat orang-orang atheis, Ahmadiyah, Kristen, bahkan sempat menyadarkan sebagian diantara mereka. Implementasi konsep dakwah Ahmad Hassan dalam gerakan dakwah Persis yang masih eksis  sampai saat ini ialah metode dakwah dengan tulisan, seperti adanya penyebaran tulisan dakwah lewat majalah masih berlangsung dalam penyebaran dakwah Persis. seperti majalah al muslimun dan risalah. Implementasi konsep dakwah Ahmad Hassan melalui debat terbuka  yang di muat di majalah, saat ini menjadi ciri khas atau identitas  yang melekat pada Persis. Sehingga pesantren persatuan Islam dalam proses pendidikanya selalu ada kegiatan diskusi atau debat yang dilakukan oleh santri santrinya untuk mengasah kemampuan para santri dalam berdakwah.Kata kunci : Ahmad Hassan, Konsep dakwah Ahmad Hassan AbstractDa'wah is the obligation of every Muslim, and this is the most important part in the struggle of Islam to continue the struggle of the Prophet Muhammad. The problem to be examined in this research is centered on Ahmad Hassan's concept of preaching, which aims to analyze in depth how Ahmad Hassan carried out his preaching during his life, especially in the concept of da'wah through debate and writing which became his trademark. This research is a type of qualitative research, the methods used in data collection are library research methods, documentation and interviews. With a qualitative analysis methodology. The results showed that Ahmad Hassan's preaching concept used the concept of bilkitaabah. Da'wah through writing this can be seen from the many works of A. Hassan in the form of books, magazines or articles, then using the concept of da'wah through debate / discussion (Mujadalah), Ahmad Hassan often debated to spread preaching to Islam. Persis also developed a lot through this method. It even seems to be an identity for Persis. As a militant cleric, A. Hassan has debated atheists, Ahmadiyya, Christians, and even made some of them aware. The implementation of the concept of da'wah A hassan in the Persis da'wah movement which still exists today is the method of da'wah by writing, such as the spread of preaching through magazines is still ongoing in the spread of Persis da'wah such as al Muslimun magazines and treatises. The implementation of Ahmad Hassan's da'wah concept through open debate which is published in magazines and this becomes a characteristic or identity attached to Persis. So that the Islamic Unity Islamic Boarding School in its educational process always has discussion or debate activities carried out by students to hone the students' abilities in preaching.Key words: Ahmad Hassan, Ahmad Hassan concept of preaching
HUBUNGAN KUALITAS PROGRAM SIARAN ISLAM MENYAPA DENGAN KEPUASAN PENDENGAR PADA RADIO BAHANA BATANG HARI FM JAMBI Lestari, Sepna Sri; Makarim, Chodidjah
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.5665

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Hubungan Kualitas Program Siaran Islam Menyapa dengan Kepuasan Pendengar pada Radio Bahana Batang Hari Fm Jambi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui gambaran kualitas Program Siaram Islam Menyapa di Radio Bahana Batanghari, (2) Untuk mengetahui gambaran kepuasan pendengar di Radio Bahana Batanghari, (3) Untuk mengetahui besar hubungan kualitas Program Siaram Islam Menyapa terhadap kepuasan pendengar Radio Bahana Batanghari. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling dan didapatkan 52 responden. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil R2 sebesar 0,452 sehingga dapat ditafsirkan bahwa variabel kualitas program siaran memiliki pengaruh kontribusi sebesar 45,2% terhadap variabel kepuasan pendengar. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana diperoleh hasil bahwa nilai Sig. = 0,000 dengan nilai koefisien konstanta sebesar 24.916 koefisien variabel bebas sebesar 0,695 sehingga dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi hubungan kualitas program siaran Islam Menyapa signifikan terhadap kepuasan pendengar Radio Bahana Batanghari FM. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa secara langsung kualitas program siaran Islam Menyapa menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kepuasan pendengar Radio Bahana Batanghari FM. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian lanjut berdasarkan penelitian dengan menggunkan variabel dan indikator berbeda, metode penelitian yang berbeda, tempat penelitian yang berbeda, sampel atau responden yang lebih banyak sehingga populasi dapat terwakili.
PERENCANAAN STRATEGI KOMUNIKASI AKSI CEPAT TANGGAP (ACT) DALAM PROGRAM HUMANITY FOOD TRUCK DI INSTAGRAM Irhami, Fathia
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.5091

Abstract

Dewasa ini, sosial media telah mampu memberikan kontribusi dalam efektifitas suatu strategi dalam berkomunikasi. Maka untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif perlu adanya strategi komunikasi yang digunakan dalam melakukan komunikasi tersebut khususnya melalui media sosial. Dalam penelitian ini, dilakukan untuk menggambarkan bagaimana perencanaaan strategi komunikasi yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mensosialisasikan program Humanity Food Truck di media social khususnya di Instagram. Jenis penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yakni dengan observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, perencanaan strategi komunikasi ACT di media sosial adalah menentukan tujuan ACT yakni untuk menarik audiens di media sosial agar tergugah untuk berdonasi pada program Humanity Food Truck, menentukan target audiens, pesan yang disampaikan dan melakukan taktik yang tepat dengan melakukan kurasi konten di ­­ Instagram.
Analisis Semiotik Pesan Dakwah Web Series Ramadhan "Keluarga Hijrah" Maudina, Safira
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.6101

Abstract

Web series adalah format acara berseri yang ditayangkan disebuah medium yang saat ini sedang berkembang bernama Web Tv. Contohnya Web Tv yang saat ini sedang berkembang hampir di seluruh dunia yaitu youtube dan vimeo. Web series biasanya di setiap episodenya berdurasi sekitar 5 (lima) hingga 10 (sepuluh) menit. Sehingga web series biasanya memiliki jalan cerita dan konflik yang lebih jelas dengan akar cerita yang kuat membuat penonton lebih paham alur dalam ceritanya. Maka banyak web series saat ini dibuat untuk menyampaikan pesan. Seperti salah satu web series ramadhan berjudul "keluarga hijrah” yang di produksi oleh film maker muslim. Web series ini menceritakan tentang Dani yang baru pulang dari luar negeri kaget melihat keluarganya hijrah semua dan keluarganya mengajak Dani untuk belajar mengenal kembali agama Islam serta mendekatkan diri kepada Allah swt.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya makna nasihat dengan menggunakan teori analisis semiotika metode Roland Barthes, serta bagaimana pesan dakwah didalamnya yang tatarannya menggunakan makna denotasi, konotasi dan mitos yang ada dalam temuan makna nasihat di dalam web series keluarga hijrah.            Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam web series keluarga hijrah terdapat 19 adegan yang mengandung makna nasihat. Pada setiap adegan terdapat simbol-simbol yang memiliki pesan nasihat yang berbeda-beda. Dari keseluruhan makna yang di dapat disimpulkan bahwa saling menasihati untuk kebaikan itu adalah kewajiban pada setiap umat muslim.Kata Kunci: Web Series, Pesan Dakwah, Analisis Semiotik.
Peran PUSKI (Pusat Kajian Islam) Dalam Membentuk Kepribadian Islami Studi Kasus Universitas Ibn Khaldun Bogor Hasan, Ramli
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.5174

Abstract

Dalam pandangan Islam, hakikat kepribadian sesungguhnya merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim, yakni bahwa ia harus memegang identitas muslimnya dalam seluruh aktivitas kesehariannya. Identitas itu nampak pada kepribadian seorang muslim, yakni pada pola berpikir (aqliyyah) dan pola bersikapnya (nafsiyyah) yg dilandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam. Yang mana sumber nilai-nilai ajaran islam itu terdapat pada Al-Qur'an dan Hadits. Jadi secara esensial, kepribadian islam itu tersusun dari pola berpikir dan pola bersikapnya seseorang. Universitas Ibn Khaldun Bogor merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam dalam setiap aktifitas kampus. Dalam memaksimalkan dakwah di dalam kampus, Universitas Ibn Khaldun Bogor mengadakan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PUSKI (Pusat Kajian Islam).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran PUSKI dalam membentuk kepribadian islam civitas akademika Universitas Ibn Khaldun Bogor, dengan menggunakan pendekatan penelitian metode kualitatif deskriptif. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa  program-program PUSKI tidak hanya menyusun program-program khusus untuk mahasiswa. Namun, PUSKI juga menyusun kegiatan-kegiatan yang disusun.
Pemikiran Mohammad Natsir Dalam Menangkal Sekularisasi Politik Di Indonesia Anwar, Khairul
KOMUNIKA Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v5i2.5253

Abstract

Perdebatan tentang dasar negara Indonesia pra dan pasca-kemerdekaan selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena menjadi sesuatu yang tidak terlupakan, baik oleh kaum nasionalis sekuler yang diwakili oleh Ir.Soekarno, maupun nasionalis Islam yang diwakili oleh Mohammad Natsir. Dalam perdebatan ini, terlihat jelas pertentangan dua idiologi besar pemahaman tentang dasar negara yang berlanjut hingga Sidang Majelis Konstituante yang berlangsung alot pada tahun 1957-1959. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk memenuhi persyaratan pendaftaran sidang munaqosah Skripsi di Fakultas Agama Islam prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIKA Bogor, kemudian juga dimaksudkan untuk meneliti lebih dalam lagi tentang pemikiran dan konsep kenegaraan yang dicanangkan dan diperjuangkan secara Konstitusional oleh Mohammad Natsir untuk menyatukan konsep negara yang sesuai dengan ajaran Islam dan terhindar dari sekularisasi politik, yang nantinya akan berdampak pada kehidupan Umat Islam di Indonesia. Kemudian untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan sekularisasi politik, proses sekularisasi politik yang terjadi di Indonesia, serta apa pemikiran Muhammad Natsir dalam membendung sekularisasi politik di Indonesia. Dalam jurnal ini dijelaskan bagaimana konsep pemikiran kenegaraan Soekarno yang dibantah oleh natsir yang tidak ingin Indonesia menjadi negara sekuler, yang memisahkan urusan negara dan pemerintahan dengan agama. Konsep negara Demokrasi Islam yang ditawarkan Natsir merupakan konsep matang yang dirancang agar syariat Isla bisa diterapkan di Indonesia dengan baik, namun tetap mengedepankan kebhinnekaan yang melindungi dan menjamin kehidupan dan keadilan bagi pengikut agama dan ras lainnya. Dalam penulisan jurnal  ini, penulis menggunakan metode kualitatif library research, yaitu penulis menguraikan secara teratur seluruh konsepsi tokoh, yakni dengan langkah mengumpulkan data-data dari beberapa sumber primer berupa buku induk dan sumber sekunder berupa buku-buku pendukung dan karya ilmiah lainnya.Abstract The debate about the basis of the pre- and post-independence Indonesian state has always been an interesting matter to discuss because it has become something that is not forgotten, both by secular nationalists represented by Ir. Soekarno, and Islamic nationalists represented by Mohammad Natsir. In this debate, it is clear that the two major ideological contradictions in understanding the basics of the state continued until the difficult Constituent Assembly Session in 1957-1959. This journal explains how Soekarno's concept of state thought was refuted by Natsir who did not want Indonesia to become a secular state, which separated state and government affairs from religion. The concept of an Islamic democratic state offered by Natsir is a mature concept designed so that Islamic law can be implemented in Indonesia properly, but still prioritizes diversity that protects and guarantees life and justice for followers of other religions and races. In writing this journal, the author uses a qualitative library research method, where the author describes regularly all the conceptions of the characters, namely by collecting data from several primary sources in the form of main books and secondary sources in the form of supporting books and other scientific works.

Page 1 of 1 | Total Record : 7