cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2021)" : 15 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS NARATIVE DENGAN METODE LEARNING BY DOING DI MASA PANDEMI SECARA DARING MIFTAHUL HIDAYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v1i4.777

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced the world of education to change its system and use a new paradigm to deal with emerging problems. The government made a policy that ratified the independence of learning in the new era. All levels of society must prepare themselves to do face-to-face learning through online activities by utilizing technology within the framework of learning from home. Learning held using online media provides opportunities for students to develop themselves independently, guided by teachers in distance learning (PJJ) through online classes. Many new problems arise, not only faced by students but also by parents and teachers. This is due to not being familiar with PJJ. The problem faced by teachers is that it is difficult to control students let alone make them study seriously and effectively. The problem faced by parents is that not only do they not have the financial ability to provide information technology tools to carry out learning activities but also they do not have sufficient cognitive abilities to assist their sons and daughters in solving problems in lessons, so interesting methods are needed to solve this problem. . English as a foreign language is a big problem for students and parents to carry out learning without direct teacher assistance. Moreover, narrative text is a difficult material for students of SMP Negeri 2 Kepanjen to master. The researcher found that the learning by doing method initiated by Dewey would help students to better understand narrative texts. The researcher tried to apply this method to students in grade 9 ASMP N 2 Kepanjen for the 2020-2021 school year. After applying the method initiated by Dewey, there was a significant improvement in the ability to understand narrative texts. This can be seen from the value they get. The increase in value reached 31.4%. ABSTRAKMasa pandemi covid 19 telah membuat dunia pendidikan harus mengubah sistemnya dan menggunakan paradigma baru untuk menghadapi masalah yang mulai muncul. Pemerintah membuat kebijakan yang mengesahkan kemerdekaan dalam belajar di era baru. Semua lapisan masyarakat harus menyiapkan diri untuk melakukan pembelajaran tanpa tatap muka melalui kegiatan online dengan memanfaatkan teknologi dalam kerangka belajar dari rumah. Pembelajaran di selenggarakan dengan menggunakan media online memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri dengan dipandu oleh guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui kelas online. Banyak masalah baru yang muncul, bukan hanya dihadapi siswa tapi juga oleh orang tua siswa dan guru. Hal ini disebabkan oleh belum terbiasa dengan PJJ. Masalah yang dihadapi guru adalah sulitnya mengontrol siswa apalagi membuat mereka belajar dengan serius dan efektif. Masalah yang dihadapi orang tua siswa adalah bukan hanya mereka tidak mempunyai kemampuan secara finansial untuk menyediakan perangkat teknologi informasi untuk melakukan kegiatan belajar tapi juga mereka tidak memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk mendampingi putra putrinya menyelesaikan masalah dalam pelajaran, Sehingga metode menarik diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing adalah masalah besar bagi siswa dan orang tua untuk melakukan pembelajaran tanpa pendampingan guru secara langsung. Apalagi teks naratif adalah materi sulit untuk siswa SMP Negeri 2 Kepanjen kuasai. Peneliti menemukan bahwa metode learning by doing yang digagas oleh Dewey akan membantu peserta didik untuk lebih memahami teks naratif.Peneliti mencoba menerapkan metode ini kepada siswa kelas 9ASMP N 2 kepanjen tahun pelajaran 2020-2021. Setelah menerapkan metode yang digagas oleh Dewey ini ada peningkatan yang cukup signifikan dalam kemampuan memahami teks naratif. Ini bisa di lihat dari nilai yang mereka dapatkan. Kenaikan nilai mencapai 31,4%.
BEST PRACTISE UPAYA PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA DENGAN METODE C3T DAN TUTOR SEBAYA ELSA WIDJAJANTI NURWIJANI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v1i4.792

Abstract

The impression of science subjects as difficult and boring lessons has an impact on the lack of motivation in doing math problems. This results in the low achievement of student learning mastery. This activity focuses on the implementation of the C3T method and peer tutoring in an effort to improve students' science learning mastery, in class VIII MTsN 14 Jombang. The results of the activity showed an increase in the learning mastery of class VIII MTsN 14 Jombang students from 6 students to 28 students. The C3T method as a method that emphasizes students to play an active, fast and intelligent role in learning is proven to be able to increase the motivation of all students so that complete learning can be achieved. The peer tutoring method fosters the self-confidence of students who become peer tutors and a sense of togetherness for students who have not yet completed. ABSTRAKKesan mata pelajaran IPA sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan membawa dampak pada kurangnya motivasi dalam mengerjakan soal IPA hitungan. Hal tersebut berakibat pada rendahnya pencapaian ketuntasan belajar siswa. Kegiatan ini berfokus pada implementasi metode C3T dan tutor sebaya dalam upaya meningkatkan ketuntasan belajar IPA siswa, di kelas VIII MTsN 14 Jombang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas VIII MTsN 14 Jombang dari 6 siswa menjadi 28 siswa. Metode C3T sebagai metode yang menekankan peserta didik untuk berperan aktif, cepat dan cerdas dalam pembelajaran terbukti mampu menambah motivasi seluruh siswa sehingga ketuntasan belajar bisa tercapai. Metode tutor sebaya menumbuhkan rasa percaya diri siswa yang menjadi tutor sebaya dan rasa kebersamaan bagi siswa yang belum tuntas.
PENGARUH PENGETAHUAN AWAL DAN TES FORMATIF TERTULIS BERBASIS WEBSITE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MTs NEGERI BATAM JURAHMIN JURAHMIN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v1i4.793

Abstract

This study aims to determine: (1) Differences in physics learning outcomes between students who are given a website-based formative written test and students who are given a paper and pencil-based formative written test; (2) The effect of the interaction between a website-based formative written test and a written formative test based on a website, paper and pencil, and the level of initial knowledge of physics learning outcomes; (3) The difference in physics learning outcomes between students who were given a website-based formative written test and a paper and pencil-based formative written test in a group of students who had a high level of initial knowledge; and (4 ) Differences in physics learning outcomes between students who were given a website-based formative written test and a paper and pencil-based written formative test in a group of students who had a low level of initial knowledge. This research uses experimental method with treatment by level fixed model design. The population of the entire class VIII of MTsN Batam for the academic year 2010/2011 is 10 classes. The research sample was determined by multi-stage random sampling consisting of 4 classes. Two experimental classes 1 were given a website-based formative written test and two experimental classes 2 were given a paper and pencil-based written formative test. Each treatment consisted of 40 students. The technique of collecting initial knowledge data and learning outcomes data is done by testing. Test requirements analysis was carried out with normality test and homogeneity test. The research hypothesis was tested using two-way ANOVA and further tests were carried out with the Tukey test. Based on the results of data analysis, it can be concluded: (1) Overall, the learning outcomes of students who are given a written formative test based on a website are higher than students who are given a written formative test based on paper and pencil; (2) There is an interaction effect between written formative tests and the level of initial knowledge. on physics learning outcomes; (3) Overall, in the group of students who have a high level of initial knowledge, the learning outcomes of students who are given a website-based formative written test are higher than students who are given a paper and pencil-based written formative test; and (4) Generally Overall, in the group of students who have a low level of prior knowledge, the learning outcomes of students who are given a paper and pencil-based formative written test are higher than students who are given a website-based formative written test. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website dengan siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil; (2) Pengaruh interaksi antara tes formatif tertulis berbasis website, tes formatif tertulis berbasis paper and pencil, dan tingkat pengetahuan awal terhadap hasil belajar fisika; (3) Perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website dan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil pada kelompok siswa yang memiliki tingkat pengetahuan awal tinggi; dan (4) Perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website dan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil pada kelompok siswa yang memiliki tingkat pengetahuan awal rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain treatment by level fixed model. Populasi seluruh kelas VIII MTsN Batam tahun pelajaran 2010/2011 sebanyak 10 kelas. Sampel penelitian ditentukan secara multi stage random sampling terdiri 4 kelas. Dua kelas eksperimen 1 diberi perlakuan tes formatif tertulis berbasis website dan dua kelas eksperimen 2 diberikan perlakuan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil. Masing masing perlakuan terdiri dari 40 siswa. Teknik pengumpulan data pengetahuan awal dan data hasil belajar dilakukan dengan tes. Uji persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dua jalan dan dilakukan uji lanjut dengan uji Tukey. Berdasarkan hasil analisa data disimpulkan: (1) Secara keseluruhan, hasil belajar siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website lebih tinggi dibanding siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil; (2) Terdapat pengaruh interaksi antara tes formatif tertulis dan tingkat pengetahuan awal terhadap hasil belajar fisika; (3) Secara keseluruhan, pada kelompok siswa yang memiliki tingkat pengetahuan awal tinggi, hasil belajar siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website lebih tinggi dari siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil; dan (4) Secara keseluruhan, pada kelompok siswa yang memiliki tingkat pengetahuan awal rendah, hasil belajar siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis paper and pencil lebih tinggi dari siswa yang diberikan tes formatif tertulis berbasis website.
HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI TERHADAP PERHITUNGAN SUHU PADA FISIKA KELAS VII SMP SARI ROSIANA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v1i4.794

Abstract

The basic components of science and technology cannot be separated from arithmetic or mathematics. Mathematics is one of the basic sciences that supports science and technology and is a strategic field of study that teaches numeracy skills in problem solving. In fact, many students are less skilled in learning mathematics. One of the reasons is because some students still consider mathematics as a difficult subject when compared to other subjects. As in physics lessons related to mathematics. In the matter of physics calculation of temperature, most students have difficulty in calculating the temperature. Actually, the calculation method for changing the temperature is related to the mathematical calculation of comparative material. However, the lack of students' ability to understand the concept of comparison causes students to find it difficult to solve the problem of calculating temperature using the concept of comparison. Based on the variables studied, the problems formulated and the hypotheses proposed, this research uses a survey method with a correlation study approach which is part of the type of quantitative descriptive research. The data analysis technique used in this research is quantitative analysis. The test instrument used is the level of difficulty, discriminatory power, validity test, reliability test, prerequisite test. The analysis used in this study is the normality test, linearity test, and hypothesis testing. In the hypothesis test used Product Moment Correlation Test. After conducting a series of studies so that the correlation number is obtained through hypothesis testing using the Product Moment Correlation of 0.837. Then continued with a simple correlation significance test, obtained tcount of 7.86 whose value is greater than ttable of 1.70. So the results of this study can prove that there is a positive relationship between understanding the concept of comparison of worth and turning value in mathematics with temperature calculations in physics, especially in SMP PGRI 01 Ciawi, Bogor Regency. ABSTRAKKomponen dasar ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terlepas dengan ilmu berhitung atau matematika. Pelajaran matematika merupakan salah satu ilmu dasar (basic science) pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi serta merupakan bidang studi strategis yang mengajarkan kemampuan berhitung di dalam pemecahan masalah. Kenyataannya banyak siswa-siswi yang kurang terampil dalam belajar matematika. Salah satu penyebabnya karena sebagian siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit bila dibandingkan dengan pelajaran yang lain. Seperti pada pelajaran fisika yang berkaitan dengan matematika. Pada materi fisika perhitungan suhu, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan suhu. Sebenarnya cara perhitungan mengubah suhu berkaitan dengan cara perhitungan matematika materi perbandingan. Akan tetapi, kurangnya kemampuan siswa dalam memahami konsep perbandingan menyebabkan siswa kesulitan dalam memecahkan masaalah perhitungan suhu yang menggunakan konsep perbandingan. Berdasarkan variabel yang diteliti,masalah yang dirumuskan dan hipotesis yang diajukan maka penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan studi korelasi yang merupakan bagian dari jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah yaitu analisis kuantitatif. Uji Instrumen yang digunakan adalah Taraf Kesukaran, Daya Pembeda, Uji Validiats, Uji Reliabilitas, Uji Prasyarat Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji Linieritas, dan Uji Hipotesis. Pada Uji hipotesis digunakan Uji Korelasi Product Moment. Setelah dilakukan serangkaian penelitian sehingga didapatkan angka korelasi melalui pengujian hipotesis menggunakan Korelasi product Moment sebesar 0,837. Kemudian dilanjutkan dengan uji signifikansi korelasi sederhana didapat thitung sebesar 7,86 yang nilainya lebih besar dari ttabel sebesar 1,70. Sehingga hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pemahaman konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai pada matematika dengan perhitungan suhu pada fisika khususnya di SMP PGRI 01 Ciawi Kabupaten Bogor
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI RITEL YUSNIAR YUSNIAR
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v1i4.795

Abstract

This Classroom Action Research aims to determine whether there is an effect on the success of student learning scores by using the Contextual Teaching Learning Learning Method at SMK Negeri 1 Tanjungpinang, precisely in Class XI BDP 2. This type of Class Action Research uses a descriptive method. That is, starting from collecting data, analyzing the data and then interpreting it. The data obtained were taken from students of SMK Negeri 1 Tanjungpinang Class XIBDP 2, in the Retail subject. Which was formed into 6 study groups, each group consisting of 6 students. This is done in Odd Semesters. This Classroom Action Research was carried out in two cycles, where each cycle started from the stages of planning, implementation, observation and finally reflection. The results of this study illustrate that by using the contextual learning model, the percentage of student learning mastery can increase well, even achieved in accordance with the KKM score. This can be proven in the first cycle seen 51.72% completeness level and 41.28% incomplete. Meanwhile, in the second cycle, 89.66% of students' learning mastery levels were achieved and 10.34% were incomplete. Therefore, it can be concluded that a change in the learning model will result in a change in the mindset and absorption of students, so as to obtain the expected results or better results. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap keberhasilan nilai belajar siswa dengan menggunakan Metode Pembelajaran Contextual Teaching Learning di SMK Negeri 1 Tanjungpinang tepatnya pada Kelas XI BDP 2. Jenis Penelitian Tindakan Kelas ini dengan menggunakan metode Deskriptif. Yaitu dimulai dari pengumpulan data, menganalisis data kemudian menginterpretasikannya. Data yang diperoleh diambil dari Siswa Siswi SMK Negeri 1 Tanjungpinang Kelas XIBDP 2, pada mata pelajaran Ritel. Yang dibentuk kedalam 6 kelompok belajar, masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang siswa. Hal ini dilakukan pada Semester Ganjil. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan terakhir adalah refleksi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual, persentase ketuntasan belajar siswa dapat meningkat dengan baik, bahkan tercapai sesuai dengan Nilai KKM. Hal ini dapat dibuktikan pada siklus I terlihat 51,72% tingkat ketuntasan dan 41,28% yang tidak tuntas. Sementara pada siklus II tercapai 89,66% tingkat ketuntasan belajar siswa dan 10,34% yang tidak tuntas. Maka dari itu dapat dismpulkan bahwa dengan adanya perubahan model pembelajaran akan mengakibatkan suatu perubahan pola piker dan daya serap siswa, sehingga memperoleh hasil yang diharapkan atau hasil yang lebih baik.

Page 2 of 2 | Total Record : 15