cover
Contact Name
Rifki Sakinah Nompo
Contact Email
sentanijurnal@gmail.com
Phone
+6282399677431
Journal Mail Official
sentanijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Youmakhe Jalan Masuk Pasar Baru Sentani Depan Lap. Futsal Kabupaten Jayapura
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Sentani Nursing Journal
ISSN : 2615286X     EISSN : 27985075     DOI : https://doi.org/10.52646/snj
Core Subject : Health,
Sentani Nursing Journal merupakan publikasi ilmiah berupa hasil-hasil peneitian dalam bidang ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): Februari" : 5 Documents clear
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT BENIGNA PROSTATE HYPERPLASIA (BPH) TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DI RUANG BEDAH PRIA RSUD JAYAPURA Aldrin Onesimus Sarauw; Rifki Nompo; Arvia Arvia
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.35

Abstract

Pendahuluan: Benigna prostate hyperplasia (BPH) adalah penyakit yang terjadi akibat penekanan pada uretra menembus prostat, sehingga menyulitkan untuk berkemih atau mengurangi kekuatan aliran urin, serta paling sering terjadi pada laki-laki berisia diatas 50 tahun akibat penuaan. Pasien biasanya datang ke rumah sakit setelah keadaan BPH semakin berat atau parah sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan operasi. Hal ini mungkinan disebabkan ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit BPH yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen One Group Pre Test-Post Test, dengan menggunakan uji analisa Wilcoxon. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2019. Menggunakan 30 orang sampel. Kuesioner yang digunakan berjumlah 23 item pernyataan dan telah dilakukan Uji Validitas didapatkan mean validitas = 0.624, serta Uji Reabilitas 0.935. Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 1 orang (3.3%), cukup 9 orang (30.0%), dan kurang 20 orang (66.7%). Tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH dengan kriteria baik 9 orang (30.0%), cukup 20 orang (66.7%), dan kurang 1 orang (3.3%). Hasil uji pengaruh menggunakan Wilcoxon  (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang benigna prostate hyperplasia (BPH) terhadap pengetahuan pasien di Ruang Bedah Pria RSUD Jayapura. Hal ini terlihat dari peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dilakukan dan diharapkan agar klien dapat meningkatkan kemampuannya dalam mencari informasi.Kata Kunci: Benigna Prostate Hyperplasia, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan
PENGARUH TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PUSKESMAS SP-3 WADIO KABUPATEN NABIRE Angelia Adii; Viertianingsih Patungo; Marthinus Tame
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.36

Abstract

Perkembangan anak pada usia prasekolah berpengaruhterhadap perkembangan pada periode berikutnya hingga anak menjadi dewasa.Anakbelajar mengenai berbagai hal termasuk dalam mengembangkan kemampuan motorik, kognitif,bahasa, serta sosial emosional. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan yaitu perkembangan sosial emosional, sehingga dibutuhkan tugas keluarga dalam perkembangan anak yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak usia pra sekolah (family with preschool) di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire. Metode penelitian berupa penelitian dengan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas SP-3 Wadio pada 39 responden ibu yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2019. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tugas perkembangan keluarga anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire didapatkan pada kategori kurang sebanyak 10 orang (25,6%) dan kategori baik sebanyak 29 orang (74,4%). Perkembangan sosial anak kategori negatif sebanyak 11 orang (28,2%) dan kategori positif sebanyak 28 orang (71,8%). Ada hubungan tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh tugas perkembangan keluarga terhadap perkembangan sosial anak pra sekolah di Puskesmas SP-3 Wadio Kabupaten Nabire. Saran bagi orang tua untuk dapat membentuk perkembangan sosial anak dengan berkomunikasi kepada anaknya agar lebih meningkatkan kepercayaan diri anak, sehingga perkembangan sosial anak memberikan banyak kegiatan yang positif agar belajar berinteraksi sosial dan mandiri yang pada akhirnya dapat hidup bermasyarakat dengan baik.Kata kunci: Tugas Perkembangan, Keluarga, Anak Pra Sekolah
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI SALURAN NAPAS AKUT (ISPA) TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA DI RUANG IGD RSUD JAYAPURA Juliana Hursepuny; Rifki Nompo; Arvia Arvia
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.37

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) merupakan penyakit pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah, terjadi pada saluran pernapasan dimulai dari hidung, telinga tengah, faring (tenggorokan), kotak suara (laring), bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas yaitu batuk, pilek, sakit telinga (otitis media) dan radang tenggorokan (faringitis), sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah yaitu bronchitis, bronkhiolitis dan pneumonia. ISPA berada pada daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit, episode penyakit batuk dan pilek terjadi 3-6 kali pertahun terutama balita dan anak-anak. Metode Penelitian: Menggunakan Quasi Eksperimen One Group Pre Test-Post Test tanpa kelompok kontrol. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2019. Peneliti menggunakan minimal sampling 30 responden. Menggunakan Wilcoxon Test untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan setelah terhadap pengetahuan keluarga tentang ISPA. Hasil: Diketahui tingkat pengetahuan keluarga sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang ISPA dengan kriteria baik 15 orang (50.0%), cukup 6 orang (20.0%), dan kurang 9 orang (30.0%). Tingkat pengetahuan keluarga setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang ISPA dengan kriteria baik 30 orang (100.0%). Hasil uji Wilcoxon  (Asymp. Sig. 2-tailed) = 0.000 < 0.05. Kesimpulan & Saran: Hasil penelitian diketahui ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang infeksi saluran napas akut (ISPA) terhadap pengetahuan keluarga di Ruang IGD RSUD Jayapura. Diharapkan perawat dapat lebih mengembangkan diri sebagai educator dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan rasa percaya dan keilmuan sebagai perawat dalam menyebarkan informasi dan memberikan sosialisasi khususnya tentang ISPA.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan Keluarga, ISPA
PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT SISTEM KARDIOVASKULER DI IGD RSUD JAYAPURA Marlina Jenusi; Nurhidayah Amir; Dewi Suhardi
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.38

Abstract

Latar belakang: Perawat di IGD dituntut untuk selalu menjalankan perannya diberbagai situasi dan kondisi yang meliputi tindakan penyelamatan pasien secara profesional khususnya pada pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler. Instalasi gawat darurat sebagai gerbang utama penanganan kasus gawat darurat di rumah sakit memegang peranan penting dalam penyelamatan pasien. Pengetahuan perawat harus selalu ditingkatkan untuk memenuhi pelayanan prima dalam penanganan kasus gawat darurat sistem kardiovaskuler. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penangan pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah jayapura. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berjumlah 34 responden, instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner berjumlah 25 pernyataan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengetahuan perawat di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah jayapura memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 25 responden (73,5%) dan kategori cukup sebanyak 9 responden (26,5%). Kesimpulan: Penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan perawat dalam penanganan pasien gawat darurat sistem kardiovaskuler tergolong baik.Kata kunci: Pengetahuan, Penanganan gawat darurat sistem kardiovaskuler
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA) DI SMA YPPK ASISI SENTANI Mulyadi Monni; Nurhidayah Amir; Enos Supriyanto
Sentani Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v3i1.40

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) adalah bahan, zat, obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak atau susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan serta ketergantungan terhadap NAPZA. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan Remaja tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) di SMA YPPK ASISI Sentani. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian yang dilakukan berlokasi di SMA YPPK Asisi Sentani pada 30 sampel penelitian remaja yang dilaksanakan pada 23 November 2019. Data diperoleh menggunakan kuesioner dengan jumlah soal 25 pernyataan dandianalisa data dengan Komputer. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 30 responden remaja didapatkan bahwa pengetahuan remaja tentang NAPZA di SMA YPPK Asisi Sentani sebagian besar memiliki berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (43,3%), cukup 16 responden (53,3%), dan kurang sebanyak 1 responden (3,3%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang NAPZA.Kata kunci: Pengetahuan, NAPZA, Remaja

Page 1 of 1 | Total Record : 5