cover
Contact Name
Wahyu Sasongko Putro
Contact Email
wahyuputro@unesa.ac.id
Phone
+62318280009
Journal Mail Official
jurnalteknikelektro@unesa.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TEKNIK, Kampus Ketintang Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro (JTE)
ISSN : 22525017     EISSN : 29870089     DOI : https://doi.org/10.26740/jte.v14n1
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020" : 35 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM SENSOR ARAH CAHAYA MENGGUNAKAN DESAIN HALF SPHERE UNTUK KONTROL CERMIN PADA MINIATUR SOLAR TOWER PLTTS PRASETYA DIMAS WARDHANA; FARID BASKORO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Abstrak Terbatasnya sumber cadangan energi serta dampak negatif emisi dari pembakaran fosil, menyebabkan meningkatnya penggunaan sumber daya energi terbarukan, salah satunya ialah solar tower. Solar tower merupakan pembangkit listrik yang memusatkan tenaga surya pada satu titik dengan bantuan refleksi cermin. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan konsep dalam pengaplikasian sistem sensor deteksi arah cahaya untuk mengontrol cermin pada miniatur solar tower. Sistem sensor yang dibuat ter- integrasi dengan lima unit LDR (Light Dependent Resistor) yang didesain dalam bentuk Half Sphere untuk melacak posisi sumber cahaya atau intensitas cahaya yang paling kuat. Keluaran sistem sensor arah cahaya ini adalah sudut vertikal dan sudut horizontal yang berfungsi untuk menentukan posisi sumber cahaya yang paling tampak. Sistem sensor arah cahaya telah diuji dan menghasilkan zona pengelihatan dua sumbu yaitu vertikal (altitude) 20° ~ 80° dan horizontal (azimuth) 0° ~ 350°. Dibanding dengan sistem sensor pelacak cahaya sebelumnya, sistem sensor arah cahaya ini memiliki keuntungan besar dalam zona pengelihatan sensor, disebabkan penggunaan sensor yang lebih banyak. Kata kunci: Miniatur Solar Tower, Sistem Sensor, Sudut Vertikal dan Horizontal. Abstract Limited sources of energy reserves and the negative impact of emissions from fossil burning, causing increased use of renewable energy resources, one of which is solar tower. Solar tower is a power plant that concentrates solar power at one point with the help of mirror reflection. The purpose of this research is the development of concepts in the application of the light direction tracking sensor system to control mirrors on miniature solar towers. The sensor system is integrated with five LDR (Light Dependent Resistor) units designed in the form of a Half Sphere to track the position of the light source or the most intense light intensity. The output of the light direction sensor system is the vertical angle and horizontal angle which serves to determine the position of the most powerful light source. The directional light sensor system has been tested and produced a two-axis visual zone, namely vertical (altitude) 20 ° ~ 80 ° and horizontal (azimuth) 0 ° ~ 350 °. Compared to the previous light tracking sensor system, this directional sensor system has a big advantage in the sensors visual zone, due to the use of more sensors. Keywords: Miniature Solar Towers, Sensor System, Vertical And Horizontal Angles.
Studi Tentang Efektivitas Beberapa Macam Zat Terhadap Nilai Resistansi Sistem Pentanahan (Grounding) VERRY DWI ANDHIKA; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Abstrak Sistem proteksi sangat diperhatikan dalam dunia kelistrikkan, salah satu sistem proteksi tersebut adalah sistem pentanahan (grounding). Resistansi pentanahan yang kecil merupakan salah satu syarat sistem pentanahan yang baik karena dapat mengurangi kerusakan dan menjaga keandalan yang tinggi dari sebuah perangkat yang disebabkan oleh petir atau kesalahan arus. Tujuan studi ini adalah memahami bagaimana cara memperoleh nilai resistansi yang kecil dengan memanfaatkan beberapa macam zat baik itu zat kimia atau zat aditif, seperti bentonit, garam, maupun arang. Metode yang digunakan yaitu penelitian studi literatur dengan menelaah beberapa macam jurnal Terdapat 3 literatur yang dijadikan subjek penelitian kajian literatur. Peneliti ke-I menghasilkan data dengan penambahan arang 50 cm pada batang elektroda dapat menurunkan nilai resistansi pentanahan menjadi 4,73 Ω dari nilai resistansi sebelum pemberian arang 10,97 Ω. Peneliti ke-II menghasilkan data dengan penambahan bentonit yang belum teraktivasi perubahannya 13 Ω hingga 38 Ω dan pada penambahan 1 kg pada minggu kedua dan 15 Ω hingga 20 Ω pada minggu ketiga. Sedangkan peneliti ke-III dengan pemakaian larutan bentonit dengan larutan garam menghasilkan data laju persentase larutan bentonit mencapai 54% sedangkan larutan garam hanya mencapai 47%. Hasil yang didapatkan dari studi literatur ini dapat dijelaskan bahwa penambahan bentonit, garam, maupun arang cukup berpengaruh dalam menurunkan nilai resistansi pentanahan. Kata Kunci : Sistem Pentanahan (Grounding), Resistansi Pentanahan, Bentonit, Garam, Arang Abstract The protection system is so well-known in the electrified world, one of those protection systems is the grounding system. Small earth resistance is one of the requirements of a good ground system because it can reduce damage and maintain a high reliability of a device caused by lightning or the errors of the current. The purpose of this study is to understand how to achieve small levels of resistance by tapping several substances of both chemicals and additives, such as bentonite, salt, and charcoal. The method used is the study of literature studies by examining several types of journals. There are 3 literatures that are subject to research literature studies. The first researcher produced data with the addition of 50 cm charcoal on the electrode rods which could reduce the earth resistance value to 4.73 Ω from the resistance value before giving charcoal 10.97 Ω. Researchers II produced data with the addition of bentonite which has not been activated changes 13 Ω to 38 Ω and at the addition of 1 kg in the second week and 15 Ω to 20 Ω in the third week. While the third researcher using bentonite solution with salt solution produced data on the percentage rate of bentonite solution reaching 54% while salt solution only reached 47%. The results obtained from this literature study can be explained that the addition of bentonite, salt, and charcoal is quite influential in reducing the value of earth resistance. Keywords : Grounding System, Earth Resistance, Bentonite, Salt, Charcoal
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS INTERNET OF THING DENGAN MODUL NODEMCU V3 ESP8266 MUHAMMAD THORIQ; FARID BASKORO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Sistem keamanan kendaraan bermotor pada penelitian sebelumnya memiliki kekurangan antar muka secara langsung (Maps), tidak dapat dimonitoring secara real time dan masih menggunakan modul GSM. Dengan adanya kekurangan tersebut, maka peneliti ingin mengembangkan sistem yang bisa memantau posisi letak sepeda motor yang dapat dimonitoring dan dikontrol melalui aplikasi android yakni Blynk. Prototype ini akan menggunakan sebuah mikrokontroller (NodeMCU V3 ESP8266), modul GPS, modul sensor getar, modul relay, buzzer dan led. Modul GPS berfungsi untuk menentukan koordinat posisi pada sepeda motor dan akan dikirimkan lalu ditampilkan melalui aplikasi Blynk yang terdapat pada android. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu memonitoring sepeda motor dengan rata-rata 1,6909 detik sekali. Tingkat keakurasian 100% dan tingkat presisi 100%. Sistem akan memonitoring dan mengontrol kendaraan dari jarak jauh dengan menggunakan NodeMCU sebagai Internet Of Thing (IoT) dengan baik melalui aplikasi Blynk. Kata kunci : kendaraan bermotor, sistem keamanan, NodeMCU V3 ESP8266, Internet Of Thing, Blynk.
Rancang Bangun Sistem Informasi Kecocokan Donor Darah dan Alat Penentu Golongan Darah Manusia Berbasis IoT Ita Mubarokah; Farid Baskoro
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Sampai saat ini, proses pengujian golongan darah manusia masih dilakukan secara manual dengan mencampurkan darah dan antisera. Pengujian dilakukan oleh petugas medis yang berpengalaman dan pengamatan reaksi aglutinasi mengandalkan ketelitian mata penguji. Kemudian proses pengujian membutuhkan waktu yang lama, tanpa penyimpan data pendonor. Pengujian ini kurang efektif apabila darah yang diuji banyak dan dalam kondisi darurat. Tujuan penelitian ini, untuk membuat suatu sistem yang dapat memberikan informasi kecocokan donor darah serta dapat menentukan golongan darah dan rhesus manusia. Penelitian ini menggunakan metode sistem ABO dan sistem rhesus. Masukan data penelitian ini menggunakan nilai tegangan LDR yang disinari oleh LED. Selanjutnya nilai tegangan tersebut diolah oleh Arduino Uno. Keluaran data ditampilkan pada LCD dan aplikasi smartphone android, dengan menggunakan modul WiFi NodeMCU ESP8266. Aplikasi dilengkapi dengan penyimpan data yaitu Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu menentukan golongan darah dengan range tegangan aglutinasi LDR1=0-1,3345 Volt, LDR2=0-1,2955 Volt dan LDR3=0-1,183 Volt. Sedangkan range tegangan tidak aglutinasi LDR1=1,3345-2,2 Volt, LDR2=1,2955-2,2 Volt dan LDR3=1,183-2,2 Volt. Presentase nilai akurasi sistem sebesar 97,5%, dengan waktu rata-rata deteksi selama 02.49 detik pada alat dan selama 20.37 detik pada aplikasi. Kata kunci : Golongan Darah, Donor Darah, NodeMCU ESP8266, Internet of Things.
Peramalan Beban Listrik Konsumen Jangka Pendek Menggunakan Metode Customer Baseline Load - Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) DEDDY PUTRA ARDYANSYAH; UNIT THREE KARTINI
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang harus bisa diramalkan untuk memenuhi permintaan energi listrik yang digunakan oleh masyarakat. Untuk meramalkan beban listrik tersebut diperlukan peramalan daya yang dikonsumsi oleh pelanggan. Metode yang digunakan untuk meramalkan beban listrik konsumen pada penelitian ini terdiri dari Customer Baseline Load (CBL) dan Backpropagation Neural network (BPNN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi energi listrik yang digunakan oleh pelanggan wilayah kecamatan Karangpilang Surabaya barat dengan jenis tarif Bisnis dan Industri satu minggu kedepan (peramalan jangka pendek).Hasil penelitian peramalan beban listrik konsumen jangka pendek menggunakan metode hybrid Customer Baseline Load – Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) didpatkan hasil untuk jenis tarif Bisnis sebesar, MSE = 0.00009465 dan MAPE = 0.000269%. Sedangkan untuk jenis tarif Industri sebesar, MSE = 0.000096684 dan MAPE = 0.000245%. Sehingga dengan menggunakan metode hybrid Customer Baseline Load – Backpropagation Neural Network (CBL-BPNN) didapatkan peramalan yang lebih akurat selama satu minggu kedepan.Kata Kunci : Customer Baseline Load, Backpropagation Neural Network, Beban listrik, peramalan jangka pendek
PERAMALAN DAYA PHOTOVOLTAIC JANGKA SANGAT PENDEK MENGGUNAKAN METODE DECOMPOSITION BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK (D-BPNN) ULIN NIKMATUL CHOIROH; UNIT THREE KARTINI
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Peramalan daya photovoltaic diperlukan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan photovoltaic agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan daya sehingga dihasilkan daya yang optimal untuk mensuplai beban. Metode yang digunakan untuk peramalan daya photovoltaic jangka sangat pendek ini menggunakan metode hybrid Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan photovoltaic selama 1 jam ke depan. Hasil penelitian peramalan daya photovoltaic jangka sangat pendek menggunakan metode Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) menunjukkan hasil MSE metode Decomposition adalah 2,563821534 W dan MAPE adalah 0,059452563%. Sedangkan metode hybrid Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) menunjukkan hasil MSE = 0,470854794 W dan MAPE = 0,032175385%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peramalan dengan metode Decomposition Backpropagation Neural Network (D-BPNN) mendapatkan hasil yang lebih baik dan peramalan yang lebih akurat untuk 1 jam ke depan.
Peramalan Beban Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Feed Forward Backpropagation Neural Network MUHAMMAD PERMANA SETYA GUNAWAN; WIDI ARIBOWO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Penelitian ini, membahas perbandingan metode peramalan. Metode peramalan yang digunakan adalah Feed Forward Backpropagation Neural Network dan Generalized Regression Neural Network. Peramalan beban listrik jangka pendek mengacu pada perhitungan beban harian, temparatur udara harian. Peramalan ini akan meramalkan beban listrik pada tanggal 3 Mei 2007. Peramalan ini akan membandingkan metode Feed Forward Backpropagation Neural Network dengan berbagai fungsi pelatihannya dan metode Generalized Regression Neural Network, pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network hasil peramalan yang nilainya mendekati beban aktual adalah pada pukul 05.00 dengan hasil peramalan dari fungsi pelatihan traincgf sebesar 0,08% sedangkan pada metode Generalized Regression Neural Network pada pukul 17.00 dengan hasil peramalan sebesar 29,06% dan beban peramalan yang selisihnya paling besar dengan beban aktual pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network adalah pada pukul 21.00 dengan hasil dari peramalan fungsi pelatihan traincgp sebesar 55,14% sedangkan pada metode Generalized Regression Neural Network pada pukul 12.00 sebesar 4,34%. Peramalan terbaik terdapat pada metode Feed Forward Backpropagation Neural Network dengan fungsi pelatihan traincgf di mana nilai MAPE-nya mendekati nilai beban real yaitu sebesar 2,52%. Kata Kunci: Peramalan Beban Listrik, Peramalan Jangka Pendek, Feed Forward Backpropagation Neural Network, Generalized Regression Neural Network, Mean Absolute Percentage Error.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMANGGIL PERAWAT NIRKABEL MENGGUNAKAN ESP8266 MUHAMMAD ADHARUL IMRON; ARIF WIDODO
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Penelitian-penelitian tentang sistem pemanggil perawat nirkabel yang sudah ada, pada umumnya belum menggunakan protokol Wi-Fi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pemanggil perawat nirkabel menggunakan protokol Wi-Fi. Sistem ini terdiri dari situs web, router, dan tombol perawat (node) yang dilengkapi dengan ESP8266 yang memiliki fitur hemat daya. Sistem tersebut diimplementasikan pada area ruangan yang dibatasi partisi-partisi berupa dinding semen dan gypsum. Penelitian pada sistem ini terdiri dari pengujian jarak maksimal dan lama waktu pengiriman data dari node ke router (delay). Selain itu, penelitian ini juga mengukur jumlah daya yang dikonsumsi node pada saat pengiriman data dan pada saat mode sleep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa node masih mampu mengirimkan data pada jarak 25m, dengan nilai RSSI -80,4 dBm dan delay 968 ms – 1711 ms. Pada saat pengiriman data, konsumsi daya pada node bernilai 0,6 Watt sedangkan saat mode sleep bernilai 0,014 Watt. Dari pengukuran tersebut, dapat diestimasi bahwa node dapat beroperasi selama 80 hari dan dengan jumlah masksimal klik tombol perawat sebanyak 1150 kali.
STUDI LITERATUR: PENGARUH PENGGUNAAN SENSOR GAS TERHADAP PERSENTASE NILAI ERROR KARBONMONOKSIDA (CO) DAN HIDROKARBON (HC) PADA PROTOTIPE VEHICLE GAS DETECTOR (VGD) SITI HARDIYAN MAHARANI; NUR KHOLIS
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Tingkat produksi Karbonmonoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) di udara bebas semakin meningkat akibat peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor. Untuk mengontrol peningkatan emisi gas buang, diperlukan Vehicle Gas Detector (VGD) untuk mengukur kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dengan ambang batas yang telah ditentukan. Dalam perancangan prototipe VGD, peran sensor gas sangat penting. Sensor gas yang dapat digunakan, antara lain MQ-7, MQ-9, dan TGS 2201 untuk mengukur kadar emisi gas CO serta sensor MQ-2, TGS 2201, dan TGS 2601 untuk mengukur kadar emisi gas HC. Perancangan VGD tentu saja akan menghasilkan persentase nilai error yang bervariasi berdasarkan penggunaan sensor. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan membandingkan hasil pengukuran sensor gas pada prototipe VGD dengan VGD standar pabrik. Hasil pengukuran keduanya akan dibandingkan melalui persentase nilai error. Persentase nilai error pada pengukuran emisi gas CO terendah ada pada sensor MQ-7 dengan nilai sebesar 2,92% sedangkan persentase nilai error tertinggi ada pada sensor MQ-9 sebesar 29,65%. Untuk pengukuran HC, persentase nilai error terendah ada pada sensor TGS 2201 dengan nilai sebesar 6,88% sedangkan persentase error tertinggi ada pada sensor MQ-2 dengan nilai sebesar 38,61%. Pengkajian persentase nilai error dengan nilai terendah pada tiap sensor gas dapat dijadikan acuan untuk merancang prototipe VGD dan diproduksi secara massal.
Sistem Single Link Flexible Join SISTEM PENGENDALI VIBRASI PADA SINGLE LINK FLEXIBLE JOINT MANIPULATOR ROBOT BERBASIS ANFIS Muhamad Badruddin A’la Musthofa; Muhamad Syariffuddien Zuhrie
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p10

Abstract

Single Link Flexible Joint Manipulator Robot adalah robot manipulator yang mempunyai peran penting dalam bidang otomasi industri. Dalam pergerakan robot manipulator terkadang masih memiliki permasalahan keakuratan posisi akhir disebabkan adanya vibrasi pada lengan robot ketika melakukan pergerakan dengan kecepatan yang tinggi. Maka dari itu dibutuhkanlah pengendali yang dapat menghilangkan vibrasi pada titik akhir dari pergerakan lengan robot dan mempunyai keakuratan titik akhir yang baik meskipun plant bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengendali vibrasi pada Single Link Flexible Joint Manipulator Robot menggunakan kontroler ANFIS (Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System). Pemodelan kontroler ANFIS menggunakan metode sugeno yang terdiri dari dua variabel inputan yaitu error dan delta error dari posisi sudut dan satu variabel outputan yaitu PWM. Training Fuzzy Inference System pada ANFIS menggunakan salah satu metode optimasi dari jaringan saraf tiruan yaitu Hybrid Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ANFIS dapat mengendalikan vibrasi dengan baik pada titik akhir posisi sudut dari pergerakan lengan robot yang diinginkan dengan cara memperkecil maximum overshoot dari respon dan dapat mempercepat rise time dan settling time dibandingkan ketika tanpa menggunakan kontroler ANFIS. Didapatkan respon terbaik pada setpoint 90° dengan nilai td = 0,36 detik, tr = 0,46 detik, ts = 2,26 detik, Mp = 4,44% dan tp = 0,82 detik

Page 1 of 4 | Total Record : 35