cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2022)" : 15 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA TIKTOK DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI MTSN 4 GUNUNGKIDUL GIARTI SUPRIHATIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1007

Abstract

This Classroom Action Research uses Tiktok Media in the learning process which aims to improve science learning outcomes for class VIIIE students. The Covid-19 pandemic has affected children's learning process from offline to online. The increasing use of media affects learning outcomes. This study uses observation to determine the learning process using Tiktok media, and evaluation tests to determine student learning outcomes. The research results obtained are: (1) The process of using Tiktok media in learning is as follows: 1: motivation; 2: delivery of materials; 3: evaluation. (2) The increase in science learning outcomes for class VIIIE MTsN 4 Gunungkidul students can be seen in the percentage of students in the Unfinished Condition Initial which is less than the KKM 50%, which drops to 38% in the first cycle and then decreases to 25% in the second cycle. Students' Completeness Score is the same as the KKM of 38%, increasing to 46% in the first cycle and then increasing to 53% in the second cycle. The Complete Exceeding KKM 12% increased to 16% in the first cycle and then increased to 22% in the second cycle. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas ini menggunakan Media Tiktok dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada peserta didik klas VIIIE . Pandemi Covid-19 mempengaruhi proses belajar anak dari luring (offline ) ke daring (online). Meningkatnya penggunaan media mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan media Tiktok, dan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar pserta didik. Hasil penelitian yang didapat adalah: (1) Proses penggunaan media Tiktok dalam pembelajaran sebagai berikut: 1: motivasi; 2: penyampaian materi; 3: evaluasi. (2) Peningkatan hasil belajar IPA pada peserta didik klas VIIIE MTsN 4 Gunungkidul terlihat pada prosentase peserta didik pada Kondisi yang belum tuntas Awal yang kurang dari KKM 50 % turun menjadi 38% pada siklus I kemudian turun menjadi 25 % pada siklus II. Nilai Tuntas Peserta didik sama dengan KKM 38% naik menjadi 46% pada siklus I kemudian naik menjadi 53% pada siklus II. Nilai Tuntas Melampaui KKM 12% naik menjadi 16 % pada siklus I kemudian naik 22% pada siklus II.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DI MTs NEGERI 2 PURBALINGGA ESTI NURCAHYATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1008

Abstract

This research is classroom action research. What is examined in this research is the application of learning with Audio Visual media, improving student learning outcomes, and how active students are during the learning process. This study uses observation to determine the process of Audio Visual Learning, and to determine the active learning of students, while the test is used to determine student learning outcomes. From the results of this study it was found that: (1) The learning process using the Audio Visual learning model is as follows: 1: Exploration, Step 2: Elaboration, and Step 3: Confirmation. (2) By using Audio Visual Learning Media in Class IXG MTs Negeri 2 Purbalingga for the 2019/2020 academic year in science subjects, student learning outcomes have increased after the action has been taken. The percentage of students who have not completed has decreased from cycle 1 to cycle 2 (from 36.36% to 15.63%. The percentage of students who have completed has increased from cycle 1 to cycle 2 (from 63.64% to 84.85%). ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Yang diteliti pada penelitian ini adalah penerapan pembelajaran dengan media Audio Visual, peningkatan hasil belajar peserta didik, dan bagaimana keaktifan belajar peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses Pebelajaran Audio Visual, dan untuk mengetahui keaktifan belajar peserta didik ,sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa:(1) Proses pembelajaran dengan menggunakan model pebelajaran Audio Visual adalah sebagai berikut: 1: Eksplorasi, Langkah 2: Elaborasi, dan Langkah 3: Konfermasi. (2) Dengan menggunakan Media Pebelajaran Audio Visual di Kelas IXG MTs Negeri 2 Purbalingga Tahun Pelajaran 2019/2020 mata pelajaran IPA hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase peserta didik yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 36.36% menjadi 15.63%. Persentase peserta didik yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 63.64% menjadi 84.85%).
UPAYA PENERAPAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOLOGI SISWA KELAS X IPA 3 MAN 2 KOTA CILEGON FEMY AFRIANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1009

Abstract

This study aims to improve student biology learning outcomes using mind mapping techniques and develop mind mapping learning techniques in improving student learning outcomes. The method used in this research is classroom action research with data collection obtained through tests and questionnaires. The research subjects are students of class X MAN 2 Cilegon City. The results showed that student learning outcomes increased by 43.74%. The percentage of students who finished studying was 28.13% at the end of the first cycle and 71.87% at the end of the second cycle. Then the results of the mind mapping assessment made by students in learning biology were obtained: mind mapping in the first cycle an average score of 69.3% with a sufficient score, and mind mapping in the second cycle an average score of 72.25% with a score of 72.25%. good. Student responses to learning with mind mapping learning techniques are very positive. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa menggunakan teknik mind mapping dan mengembangkan teknik pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pengambilan data diperoleh melalui tes dan angket.Subyek penelitian yaitu siswa kelas X MAN 2 Kota Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 43,74%. Persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 28,13% pada akhir siklus I dan 71,87% pada akhir siklus II . Kemudian hasil penilaian mind mapping yang dibuat siswa dalam pembelajaran biologi diperoleh: mind mapping pada siklus I skor rata-rata persentase nilai 69,3% dengan nilai cukup, dan mind mapping pada siklus II skor rata-rata persentase nilai 72,25% dengan nilai baik. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan teknik belajar mind mapping sangat positif.
PENINGKATAN AKTIFITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI MODEL BLENDED LEARNING SARI FATOLLAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1010

Abstract

This Best Practice writing aims to describe the increase in history learning activities during the COVID-19 pandemic through the blended learning model. The subjects of this Best Practice writing are XII IPS 3 students at SMA N I Karangrayung semester 1 of the 2021/2022 academic year, totaling 33 students. Best Practice writing uses descriptive method. This writing is motivated by efforts to increase student learning activities, since the issuance of the four ministerial decrees that allow schools to organize limited face-to-face learning using a blended learning model that combines online and face-to-face activities. The implementation of blended learning can improve history learning activities as shown in student learning outcomes. Based on the results of the evaluation before the action, the individual scores of students who finished studying with a score of 70 or more were 15 students or (45.45%) while those who had not finished studying were 18 students or (54.55%) the average score. 62.91 with the highest score of 80 and the lowest score of 45, after using the blended learning model of student activities there was an increase, this can be seen from the achievement results, from 15 students (45.45%) completed to 30 students (90.9 ,%). Meanwhile, those who have not finished have decreased from 18 students (54.56%) to 3 students (09.09%), 5 students (15.15) high, 10 students (30.3%) with sufficient achievement. In addition, students with very low criteria amounted to 3 students (09.09%). The students with low criteria amounted to 4 people (12.12%), and students with very low criteria were 3 people (9.09%), while for very high criteria there were none. very high achievement criteria are 9 people (27.27%), high achievement are 12 people (36.36%), enough are 9 people (27.27%), besides students with low criteria are 3 people (9, 09%), and there are no students with very low criteria. ABSTRAKPenulisan Best Practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas pembelajaran sejarah di masa pandemi covid -19 melalui model pembelajran blended leaning Subyek penulisan Best Practice ini adalah siswa XII IPS 3 di SMA N I Karangrayung semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 siswa. Penulisan Best Practice menggunakan metode deskriptif. Penulisan ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, sejak terbitnya SKB empat menteri yang memperbolehkan sekolah untuk menyelenggarakan Pembelajaran tatap muka terbatas menggunakan model blended learning mengombinasikan kegiatan daring dan tatap muka. Implemantasi pembelajran blended learning dapat meningkatkan aktifitas belajar sejarah sebagaimana ditunjukkan dalam hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi sebelum tindakan, nilai secara indivdu peserta didik yang tuntas belajar dengan nilai 70 atau lebih ada 15 siswa atau sebesar (45,45 %), Sedangkan yang belum tuntas belajar ada 18 siswa atau sebesar (54,55 %) nilai rata rata 62,91 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 45, setelah menggunakan model blended learning aktifitas peserta didik terdapat kenaikan hal ini dapat terlihat dari hasil prestasi,dari yang tuntas 15 peserta didik (45,45%) menjadi 30 peserta didik (90,9,%). Sedangkan yang belum tuntas mengalami penurunan dari 18 peserta didik (54,56%) menjadi 3 peserta didk(09,09%), Tinggi berjumlah5 orang (15,15)%),prestasi cukup berjumlah 10 orang (30,3%),selain itu peserta didik dengan kriteria sangat rendah berjumlah 3peserta didik(09,09%).Berdasarkan data ,peserta didik dengan kirteria prestasi tinggi berjumlah 5 orang (15,15%),predikat cukup berjumlah 10 orang (30,3%),selain itu peserta didik dengan kriteria rendah berjumlah 4 orang (12,12%), dan Peserta didik dengan kriteria sangat rendah berjumlah 3 orang (9,09%),sedangkan untuk kriteria sangat tinggi tidak ada.Setelah dilakukan kegiatan,perolehan nilai peserta didik dengan kriteria prestasi sangat tinggi berjumlah 9 orang (27,27%),prestasi tinggi berjumlah 12 orang (36,36%),cukup berjumlah 9 orang (27,27%),selain itu peserta didik dengan kriteria rendah berjumlah 3 orang(9,09%),dan peserta didik dengan kriteria sangat rendah tidak ada.
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TUNARUNGU MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN DI SLBN TALUN BLITAR SRI HARTATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i1.1117

Abstract

This study aims to (1) obtain an overview of the implementation of mathematics learning in the material of adding fractions at SLB Negeri Talun by using the inquiry method and (2) describing the implementation of the results of increasing understanding of the material for adding fractions using the guided inquiry method at SLB Negeri Talun. This research was conducted in the odd semester of the 2021/2022 academic year. This study focuses on the mathematics subject matter of adding fractions in class V by applying the guided inquiry method. The time of this research was carried out in two cycles, the first cycle on 20 to 21 September 2021 while the second cycle on 27 to 28 September 202I. The object of this research are three students of class V Deaf SLB Negeri Talun, Blitar district. This study uses a classroom action research (CAR) design. The conclusions of this study are as follows: (1) The application of the guided inquiry method in improving students' understanding, especially in understanding the material for adding fractions has a positive influence, namely it can increase students' interest in learning which is indicated by an increase in the percentage of student interest in learning from the first cycle of 33.00% to 100% on slikus. This means, students' interest in learning belongs to the very active category because the increase in student interest in learning is 67.00% and (2) The application of learning outcomes of fraction addition material with understanding using the guided inquiry method has increased very well. It can be seen that in the first cycle, of the 3 students who completed as many as 1 student (33%) and who had not completed only 2 students (66%) while in the second cycle, all students who completed were all students (100%) and none unfinished (0%). From cycle I to cycle II there was an increase in learning outcomes by 66%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan di SLB Negeri Talun dengan menggunakan metode inkuiri dan (2) Mendiskripsikan penerapan hasil peningkatan pemahaman terhadap materi penjumlahan pecahan dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing di SLB Negeri Talun. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menitikberatkan pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan kelas V dengan menarapkan metode inkuiri terbimbing. Waktu penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I pada tanggal 20 s.d 21 September 2021 sedangkan siklus II pada tanggal 27 s.d 28 September 202I. Objek penelitian ini adalah tiga siswa kelas V Tunarungu SLB Negeri Talun, kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). Kesimpulan dari penelitian ini ialah sebagai berikut: (1) Penerapan metode inkuiri terbimbing dalam meningkatkan pemahaman siswa terutama dalam memahami materi penjumlahan pecahan mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukan dengan peningkatan prosentase minat belajar siswa dari siklus I sebesar 33.00% menjadi 100% pada slikus. Hal ini berarti, minat belajar siswa tergolong dalam kategori sangat aktif karena peningkatan minat belajar siswa sebesar 67.00 % dan (2) Penerapan hasil belajar materi penjumlahan pecahan dengan pemahaman mengunakan metode inkuiri terbimbing terbimbing mengalami kenaikan yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat bahwa pada siklus I, dari 3 siswa yang tuntas sebanyak 1 siswa (33%) dan yang belum tuntas hanya sebanyak 2 siswa (66%) sedangkan pada siklus II, siswa yang tuntas semua siswa (100%) dan tidak ada yang belum tuntas (0%). Dari siklus I ke siklus II ada peningkatan hasil belajar sebesar 66 %.

Page 2 of 2 | Total Record : 15