cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2022)" : 11 Documents clear
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN KIMIA KELAS XII MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MERIYENTI MERIYENTI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1790

Abstract

The material for balancing redox reaction equations is still considered very difficult by students, even though in class X they have learned the concept. Using the right learning model can overcome these difficulties. This study aims to increase the activity and learning outcomes of class XII students in chemistry subjects using the Guided Inquiry learning model. The research method used is Classroom Action Research. Class XII MIPA research subjects at SMAN 10 Tebo totaled 26 people. The research instruments used were tests and non-tests. Data collection techniques used were observation, written tests and student response questionnaires. Data analysis used comparative descriptive analysis, comparing the initial conditions, cycles I and II based on follow-up reflection. From the results of the research it can be concluded: (1) the activity of students increased from the active category to very active; (2) Student learning outcomes have increased; (3) Student responses to learning using the guided inquiry model show very good responses from students. This proves that learning using the guided inquiry model has a positive impact on students in the teaching and learning process on equalizing redox reactions. ABSTRAKMateri Menyetarakan Persamaan reaksi redoks masih dianggap sangat sulit oleh peserta didik walaupun di kelas X mereka sudah mempelajari konsepnya. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XII mata pelajaran kimia menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian kelas XII MIPA SMAN 10 Tebo berjumlah 26 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes dan non tes Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, tes tertulis dan angket respon pesesrta didik, sedangkan Analisis data yang digunakan analisis deskriptif komparatif, membandingkan antara kondisi awal, siklus I dan II berdasarkan refleksi tindak lanjut.Dari hasil peneltian dapat disimpulkan : (1) Aktivitas peserta didik meningkat dari kategori aktif menjadi sangat aktif ; (2) Hasil belajar peserta didik terjadi peningkatan; (3) Respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing terdapat tanggapan yang sangat baik dari peserta didik . Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing memberikan dampak yang positif bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar pada materi menyetarakan reaksi redoks.
ANALISIS PROSEDUR DAN TEKNIK PENGAJARAN PUBLIC SPEAKING SECARA DARING OKFIDA YANI SYAF
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1791

Abstract

This literature study aims to analyze the recommended procedures and techniques for teaching “Public Speaking” in English online during the Covid-19 pandemic. This pandemic has made teachers and students adopt a new learning method called online learning. Currently learning from home is still relevant as the best strategy to reduce the amount of human contact or keep your distance from social activities. Even though public speaking is one of the communication skills performed by speakers in front of an audience, due to social distance, public speakers tend to speak in front of the camera which does not involve the audience in the rehearsal process. Thus, there are several differences from public speaking which are usually taught by teachers in offline and online classes. Sources of research data were collected through textbooks in printed and e-book form, articles from periodical journal websites, laws and regulations, and other sources relevant to the research problem. Data were analyzed qualitatively by gathering information, determining research focus, collecting data sources, preparing data presentation and drawing conclusions. As a result, this study recommends some effective procedures and techniques that can be used in online public English teaching. ABSTRAKStudi literatur ini bertujuan untuk menganalisis prosedur dan teknik yang direkomendasikan untuk mengajar “Public Speaking” dalam bahasa Inggris secara online selama pandemi Covid-19. Pandemi ini membuat guru dan siswa mengadopsi metode pembelajaran baru yang disebut pembelajaran online. Saat ini belajar dari rumah masih relevan sebagai strategi terbaik untuk mengurangi jumlah kontak manusia atau menjaga jarak dari aktivitas sosial. Meskipun berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan komunikasi yang dilakukan oleh pembicara di hadapan audiens, karena adanya jarak sosial, pembicara publik cenderung berbicara di depan kamera yang tidak melibatkan audiens dalam proses latihannya. Dengan demikian, ada beberapa perbedaan dari public speaking yang biasa diajarkan oleh guru di kelas secara luring dan daring. Sumber data penelitian dikumpulkan melalui buku teks dalam bentuk cetak maupun e-book, artikel dari website jurnal berkala, peraturan perundang-undangan, dan sumber lain yang relevan dengan masalah penelitian. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggali informasi, menentukan fokus penelitian, mengumpulkan sumber data, menyiapkan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilnya, penelitian ini merekomendasikan beberapa prosedur dan teknik efektif yang dapat digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris di depan umum secara online.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E DI SMP N 12 KOTA BENGKULU MELLY NORITA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1792

Abstract

This study aims to determine the results of the Application of the Discovery Learning Learning Model in Science Learning to Increase the Activities and Learning Outcomes of Class VIII E Students at SMP N 12 Bengkulu City. The type of research used is Classroom Action Research (CAR), which is carried out in 2 cycles. The research subjects to be studied were all students in class VIII E semester II of SMP Negeri 12 Bengkulu City for the 2021/2022 academic year as many as 38 students consisting of 17 boys and 21 girls. Place of research at SMPN 12 Bengkulu City. This research was carried out in September 2021. The CAR procedure consists of four basic stages that are interrelated and continuous, namely planning, implementing, observing and reflecting. There are 2 instruments used in this research, namely the observation sheet and the test sheet. The results of the study show that: 1) The application of discovery learning learning models can increase learning activities. This can be seen from the increase in the average student activity score in cycle I with an average of 45 with sufficient criteria increasing to 65.5 in cycle II with good criteria. 2) Application of the discovery learning learning model can improve student learning outcomes in science subjects class VIII E SMPN 12 Bengkulu City. The average final score of students in the first cycle was 72.76 and the learning completeness reached 55.26% (incomplete) increased in the second cycle the average final score of students was 80.52 and the learning completeness was 89.47% (complete). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E di SMP N 12 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek Penelitian yang akan diteliti adalah seluruh siswa kelas VIII E semester II SMP Negeri 12 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2021/2022 sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Tempat penelitian di SMPN 12 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021. Prosedur PTK terdiri dari empat tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelelitian ini ada 2, yaitu lembar observasi dan lembar tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I dengan rata-rata 45 dengan kriteria cukup meningkat menjadi 65,5 pada siklus II dengan kriteria baik. 2) Penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII E SMPN 12 Kota Bengkulu. Rata-rata nilai akhir siswa pada siklus I 72,76 dan ketuntasan belajar mencapai 55,26 % (belum tuntas) meningkat pada siklus II rata-rata nilai akhir siswa 80,52 dan ketuntasan belajar 89,47 % (tuntas).
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA SMP AULIA NUR FADILAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1793

Abstract

This study generally aims to analyze and describe learning styles in solving questions about the mathematical understanding ability of class VIII students on the subject of triangles. This research was conducted at class VIII D in Dharma Siswa Middle School, Tangerang City. The subjects of this study were 3 students out of 30 students in class VIII D who received the highest scores for each learning style, namely visual, auditory and kinesthetic learning styles by working on concept comprehension questions. This type of research is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this study were interviews, observation and documentation supported by measurement techniques in this study, namely test instruments and questionnaires. The results showed that: (1) students with a visual learning style had a score of 23 and a concept comprehension test score of 89.2; (2) students with an auditory learning style have a score of 24 and a concept understanding test score of 89.2; (3) students with a kinesthetic learning style have a score of 23 and a concept comprehension test score of 82.1 ABSTRAKPenelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan gaya belajar salam menyelesaikan soal kemampuan pemahaman matematis siswa kelas VIII pokok bahasan segitiga. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Dharma Siswa Kota Tangerang kelas VIII D. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa dari 30 siswa kelas VIII D yang memperoleh penilaian skor tertinggi masing-masing gaya belajar yaitu gaya belajar visual, auditori dan kinestetik dengan mengerjakan soal pemahaman konsep. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan didukung teknik pengukuran dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) siswa dengan gaya belajar visual memiliki skor 23 dan Nilai tes pemahaman konsep 89,2; (2) siswa dengan gaya belajar auditori memiliki skor 24 dan nilai tes pemahaman konsep 89,2; (3) siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki skor 23 dan nilai tes penahaman konsep 82,1.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA BEBICARA BAHASA ARAB MELALUI PENERAPAN ROLE PLAYING SISWA DI KELAS VII C MTSN 2 PURWAKARTA AZIZ AKHMAD NAJIB; ADI SUPARDI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1794

Abstract

Arabic is one of the most widely spoken languages in the word education. Unfortunately, as in many ways there is always a gap between theory and practice or between potential and actualization, then the same gap also occurs in the position of Arabic in Indonesia, including the learning of Arabic in Madrasah, especially in Madrash Tsanawiyah. The average score of students' ability to speak Arabic for class VII C MTs N 2 Purwakarta students before applying role playing is 58.78. In this study, researchers applied the role playing method where students were given the opportunity to describe or express a character played and other students got the task of observing about the course of the drama. In certain sections, for example in the middle, the teacher can stop the drama and give students the opportunity to express opinions and criticisms about the learning material being studied. The results of this study can be seen that from the six criteria assessed from the first meeting of the 1st cycle to the 2nd meeting of the 2nd cycle, it has increased, namely the Understanding Aspect from 61.40 to 74.67, the Pronunciation Aspect 62.47 to 74.30, the Communication Aspect Interactive 61.90 to 74.23, the Story Content Aspect 63.27 to 73.70, the Attitude Aspect 63.60 to 73.50, and Structural Aspects 60.57 to 74.10. And the average score of class VII C MTs N 2 Purwakarta students from the first meeting of the 1st cycle to the 2nd meeting of the 2nd cycle has increased with the acquisition of a compulsive average score of 74.08. Thefocus on student activities and teacher performance during learning was obtained from the following assessment results: (1) Assessment of student activities in the 1st cycle 33 and 43 in the 2nd cycle, with a percentage of 68.75% and 89.58%. (2) Teacher Performance Assessment in the 1st cycle 47 and 53 in the 2nd cycle, with percentages of 83.93% and 94.64%. ABSTRAKBahasa Arab adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Sayangnya, sebagaimana dalam banyak hal selalu ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek atau antara potensi dan aktualisasi, maka kesenjangan yang sama juga terjadi dalam posisi bahasa Arab di Indonesia, tidak terkecuali pembelajaran bahasa Arab di Madrasah, terutama di Madrash Tsanawiyah. Nilai rata-rata kemampuan siswa berbicara bahasa Arab siswa kelas VII C MTs N 2 Purwakarta sebelum menerapkan role playing adalah 58,78. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan metode role playing yang mana siswa diberikan kesempatan untuk menggambarkan atau mengekspresikan suatu tokoh yang diperankan dan siswa-siswa lainnya mendapat tugas untuk mengamati tentang jalannya drama. Pada bagian tertentu misalnya di bagian tengah, guru dapat menghentikan drama dan memberi kesempatan pada siswa-siswa untuk mengeluarkan pendapat serta kritik mengenai materi pembelajaran yang sedang dipelajari. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa dari enam kriteria yang dinilai dari pertemuan pertama siklus ke-1 sampai dengan pertemuan ke-2 siklus ke-2 mengalami peningkatan, yaitu Aspek Pemahaman dari 61,40 menjadi 74,67, Aspek Pelafalan 62,47 menjadi 74,30, Aspek Komunikasi Interaktif 61,90 menjadi 74,23, Aspek Isi Cerita 63,27 menjadi 73,70, Aspek Sikap 63,60 menjadi 73,50, dan Aspek Struktur 60,57 menjadi 74,10. Dan nilai rata-rata kelas siswa VII C MTs N 2 Purwakarta dari pertemuan pertama siklus ke-1 sampai dengan pertemuan ke-2 siklus ke-2 mengalami peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata komulatif 74,08. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dan kinerja guru selama pembelajaran berlangsung diperoleh hasil penilaian sebagai berikut: (1) Penilaian Aktifitas siswa pada siklus ke – 1 33 dan 43 pada siklus ke – 2, dengan prosentase 68,75% dan 89,58%. (2) Penilaia Kinerja Guru pada siklus ke – 1 47 dan 53 pada siklus ke – 2, dengan prosentase 83,93% dan 94,64%.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMPN 2 LUBUK ALUNG ELIZA ELIZA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1795

Abstract

Sexual behavior in adolescents can have a detrimental impact on the development and health of adolescents. Based on a survey (SKRRI) it was found that 10% of adolescents aged 15-19 years had given birth to their first child. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style and adolescent sexual behavior at SMPN 2 Lubuk Alung in 2022. The research design used a correlational research design in the form of cross sectional. The population is 140 students with a sampling technique that is simple random sampling, with a total sample of 40 students. The research was carried out from May-August 2022 using a randomized questionnaire distribution technique. Data were analyzed univariately using the frequency distribution and bivariate analysis using the Chi Square test with a confidence level of 95% ? < 0.005. The results showed that there were 15 respondents (37.5%) democratic parenting styles, 21 respondents (52.5%) authoritarian parenting styles. As many as 27 respondents (67.5%) were at risk of sexual behavior and 13 respondents (32.5%) were not at risk. There is a relationship between parenting style and adolescent sexual behavior (P = 0.003). It is hoped that parents will maintain good relations with children so that children feel safe and comfortable at home and it is hoped that parents will not consider it a taboo in talking about sexual education for children. ABSTRAKPerilaku seksual pada remaja dapat menimbulkan dampak yang merugikan pada perkembangan dan kesehatan remaja. Berdasarkan survei (SKRRI) didapatkan 10% remaja berumur 15-19 tahun pernah melahirkan anak pertama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja di SMPN 2 Lubuk Alung tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional berupa cross sectional. Populasi berjumlah 140 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling, dengan jumlah sampel 40 siswa. Penelitian dilaksanakan dari Mei-Agustus 2022 dengan teknik penyebaran angket dengan secara acak. Data dianalisi secara univariat mengunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95 % ?< 0,005. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pola asuh demokratis sebanyak 15 responden (37,5%), pola asuh otoriter sebanyak 21 responden (52,5%). Sebanyak 27 responden (67,5%) remaja berisiko berperilaku seksual dan tidak berisiko sebanyak 13 responden (32,5%). Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja (P= 0,003). Diharapkan kepada orang tua untuk tetap menjaga hubungan baik dengan anak agar anak merasa aman dan nyaman berada di rumah dan di harapkan orang tua tidak menganggap tabu dalam membicarakan tentang pendidikan seksual terhadap anak.
BEST PRACTICE PENGGUNAAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN BELAJAR SISWA I PUTU ANGGANATA; ANDI HUDIAH; SULFIATI SULFIATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1796

Abstract

This Best Practice aims to address student learning problems by using a project-based learning model to address student learning outcomes problems. The implementation method used includes conducting guidance with lecturers and tutors in determining the learning model. Learn innovative learning models. Determine the learning model, methods and media used in learning, namely the Project Based Learning learning model, with discussion, assignment and role play methods. From the best practice results, it can be concluded that this best experience is considered successful in overcoming learning problems carried out by students. This student feels that learning with these methods can improve the results of each student's knowledge. These results increased in the first assessment of 81 and the second assessment of 88 then the average total value increase was 7.95. ABSTRAKBest Practice ini bertujuan untuk mengatasi permaslahan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning untuk mengatasi permasalahan hasil belajar siswa. Metode pelaksanaan yang digunakan antara lain adalah melakukan bimbingan dengan dosen dan guru pamong dalam menentukan model pembelajaran. Mempelajari model pembelajaran inovatif. Menentukan model pembelajaran, metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran yakni model pembelajaran Project Based Learning, dengan metode diskusi, penugasan dan role play. Dari hasil praktik terbaik didapatkan kesimpulan dari pengalaman terbaik ini dinilai berhasil dalam mengatasi permasalahan pembelajaran yang dilakukan siswa. Hal ini siswa merasa bahwa pembelajaran dengan metode tersebut dapat meningkatkan hasil pengetahuan masing-masing siswa. Hasil tersebut meningkat pada penilaian pertama sebesar 81 dan penilaian kedua sebesar 88 lalu rata-rata total kenaikan nilai tersebut sebesar 7.95.
PENERAPAN METODE LEARNING BY DOING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA (SPEAKING SKILL) PADA MATERI PROCEDURE TEXT DI KELAS IXC BAIQ DEWI MUHIMMAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1803

Abstract

This research is a Classroom Action Research which aims to improve students' speaking skills through the application of the Learning By Doing Method. Implementation Action research was carried out in 2 cycles where each cycle consisted of 4 stages namely Planning, Implementation, Observation, and Reflection. This study aims to improve speaking skills in procedure text material in class IXC at SMP Negeri 3 Praya. The results of data analysis showed that there was an increase in the percentage of completeness from the pre-cycle, namely 52% to 64% in cycle I, then there was an increase in Return in cycle II to 84%. This proves that the Learning by Doing Learning Model can help improve students' speaking skills, especially in Procedure Text material for class IX C, Praya 3 Public Middle School, 2022/2023 Academic Year. ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (Speaking Skill) peserta didik melalui penerapan Metode Learning By doing. Pelaksanaan Tindakan penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus di mana tiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (speaking skill) pada materi procedure text di kelas IXC SMP Negeri 3 Praya. Adapun hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada prosentasi ketuntasan dari Pra siklus yakni 52 % menjadi 64% pada siklus I, selanjutnya terjadi peningkatan Kembali pada siklus II menjadi 84%. Hal ini membuktikan bahwa Model Pembelajaran Learning by Doing dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara (Speaking Skill) pada peserta didik khususnya pada materi Procedure Text kelas IX C SMP Negeri 3 Praya Tahun Pelajaran 2022/2023.
PHET SIMULATION MEDIA HUKUM PERGESERAN WIEN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MASFARATNA MASFARATNA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1815

Abstract

Quantum physics is the science that deals with objects so small that they cannot be seen with the naked eye. Quantum physics studies the behavior of matter and energy at the molecular, atomic, nuclear and microscopic levels. Therefore, relevant media are needed to convey material about atomic half-lives in the independent curriculum through a scientific approach. This study used the classroom action research (PTK) method which was carried out in class XII IPA2, used in order to solve learning problems in the classroom. The subjects of this study were 27 students of class XII IPA at MAN 1 Bungo Plus Skills for the 2021/2022 academic year. Data collection techniques used in this study are observation, tests, and documentation. The results showed that based on the results of data analysis in each cycle, it was seen that the results from cycle I to cycle II experienced a significant increase. In the implementation of learning and the results of data analysis in cycle I, for student learning outcomes an average value of 72.25 was obtained and student activity in cycle II obtained an average class value of 80.12. The percentage of completeness increased from 58.26% in cycle I to 86.25% in cycle II. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the application of the inquiry learning model assisted by Phet simulation media can improve student learning outcomes on the subject of Wien's shift law at MAN 1 Bungo Plus Skills. This increase can be seen from the acquisition of student activity scores, and class average scores and the level of classical completeness in each cycle has increased in both cycle I and cycle II. ABSTRAKFisika kuantum adalah ilmu yang berurusan dengan benda-benda yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Fisika kuantum mempelajari perilaku materi dan energi pada tingkat molekuler, atom, nuklir, dan mikroskopis. Oleh karena itu, diperlukan media yang relevan untuk menyampaikan materi tentang waktu paruh atom dalam kurikulum merdeka melalui pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas XII IPA2, digunakan dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran di dalam kelas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA di MAN 1 Bungo Plus Keterampilan tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil analisis data pada tiap siklus, terlihat bahwa hasil dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Pada pelaksanaan pembelajaran dan hasil analisis data siklus I, untuk hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,25 dan aktivitas siswa pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80,12. Untuk persentase ketuntasan mengalami peningkatan dari 58,26% pada siklus I menjadi 86,25% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model Pembelajaran inkuiri berbantuan media simulasi Phet dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hukum pergeseran wien di MAN 1 Bungo Plus Keterampilan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai skor aktivitas siswa, dan nilai rata-rata kelas serta tingkat ketuntasan secara klasikal pada tiap siklus mengalami peningkatan baik pada siklus I maupun siklus II.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TGT PADA SISWA KELAS XI MIA DI SMA NEGERI 2 MALINAU ADI SETIAWAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i4.1816

Abstract

The various negative impacts of using the group work method could have been avoided if only the teacher had spent more time and attention in preparing and developing group work methods. What is introduced in the cooperative learning method is not just group work, but its structuring. So, cooperative learning teaching systems can be defined as structured group work/study. The aims of this study were: (a) To reveal the effect of the TGT cooperative learning model on English learning outcomes. (b) Want to know how far the understanding and mastery of English subjects after the implementation of the TGT cooperative learning model This research uses three rounds of action research. Each round consists of four stages: design, activity and observation, reflection, and revision. The target of this study were students of class XI - MIA. The data obtained was in the form of formative test results, observation sheets of teaching and learning activities. From the results of the analysis, it was found that student achievement increased from cycle I to cycle II, namely, cycle I (31%) and cycle II (78.00%). The conclusion of this study is that the cooperative method of the TGT model can have a positive effect on the learning motivation of Class XI - MIA students and this learning model can be used as an alternative to English. ABSTRAKBerbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistema pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI - MIA Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (31%) dan siklus II (78,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas XI - MIA serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Bahasa Inggris.

Page 1 of 2 | Total Record : 11