cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS: REFLEKSI TENTANG PENGEMBANGAN KETERAMPILAN AKADEMIK DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI KKL KOLABORATIF Ardyanti, Yuanita; Faradila, Anindya; Rahmawati, Ayu; Restuningtyas, Nungki; K, Istiroah Ida; Arisanti, Fifi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.7669

Abstract

This study examines the role of out-of-class learning through collaborative Field Work Lectures (KKL) between Muhammadiyah University Ponorogo (UMPO) and PGRI University Semarang (UPGRIS) in developing students' academic and soft skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through student reflective notes, participatory observation, and documentation during the activities. The results of the study reveal that collaborative KKL creates meaningful learning experiences through direct interaction with the realities in the field. These activities not only deepen academic competence in their respective fields of study, but also significantly hone soft skills. Students showed real progress in communication skills, teamwork, adaptability, and critical reflection. Active involvement in various academic tasks and social interactions during KKL increased self-awareness, discipline, and analytical thinking skills. The systematic reflection process was key in helping students build a bridge between the theory learned in the classroom and the complexity of real-life situations in the field. Thus, the study concluded that learning outside the classroom through the collaborative KKL model is an effective pedagogy. This model successfully combines empirical experience with deep reflection, thereby supporting the holistic development of students' capacities, preparing them not only intellectually but also socially and personally to face challenges in the professional world. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran pembelajaran di luar kelas melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mengembangkan keterampilan akademik dan sosial  mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan reflektif mahasiswa, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian mengungkap bahwa KKL kolaboratif menciptakan pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi langsung dengan realitas lapangan. Aktivitas ini tidak hanya memperdalam kompetensi akademik sesuai bidang ilmu, tetapi juga secara signifikan mengasah keterampilan sosial . Mahasiswa menunjukkan perkembangan nyata dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, adaptabilitas, dan refleksi kritis. Keterlibatan aktif dalam berbagai tugas akademik dan interaksi sosial selama KKL meningkatkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir analitis. Proses refleksi yang sistematis menjadi kunci dalam membantu mahasiswa membangun jembatan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kompleksitas situasi nyata di lapangan. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas melalui model KKL kolaboratif merupakan sebuah pedagogi yang efektif. Model ini berhasil memadukan pengalaman empiris dengan perenungan mendalam, sehingga mampu mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara holistik, menyiapkan mereka tidak hanya secara intelektual tetapi juga secara sosial dan personal untuk menghadapi tantangan di dunia profesional..
PEMETAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROYEK PADA KELAS VIII SMP Susilo, Abdi Ajar; Sudaryanto, Memet; Krisnawati, Vera
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8538

Abstract

This Study aims to describe the implementation of project-based learning in Indonesian language instruction for eighth-grade students at public junior high schools in Purwokerto during the 2024/2025 academic year. The research was conducted in ten public junior high schools in Purwokerto, with one teacher form each school serving as a research respondent. This study employed a qualitative approach in the form of a case study. Data were collected through interviews, documentation, and observation. The data analysis technique used an interactive model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that eighth-grade teachers from the ten public junior high schools in Purwokerto have implemented project-based learning. The learning materials implemented include popular scientific articles, poetry, observation report texts, as well as advertisements, slogans, and posters. Teachers carried out project-based learning activities through the stages of introduction, core activities, and closing. The project stages were also implemented comprehensively, including: (1) determining essential questions; (2) designing project plans; (3) developing project schedules; (4) monitoring project implementation; (5) assessing project outcomes; and (6) evaluating learning experiences. Overall, the projects implemented by teachers at public junior high schools in Purwokerto are aligned with the characteristics of the project-based learning model and the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis proyek pada kelas VIII SMP Negeri di Purwokerto Tahun Ajar 2024/2025. Penelitian dilakukan di 10 SMP Negeri di Purwokerto dengan masing-masing sekolah terdapat satu guru sebagai responden penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru kelas VIII dari sepuluh SMP Negeri di Purwokerto melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Sebaran materi yang guru implementasikan di antaranya adalah artikel ilmiah populer, puisi, teks laporan hasil observasi, serta iklan, slogan, dan poster. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Tahapan proyek juga dilaksanakan guru secara lengkap yang meliputi: (1) menentukan pertanyaan mendasar; (2) mendesain perencanaan proyek; (3) menyusun jadwal proyek; (4) mengawasi pelaksanaan proyek; (5) melakukan penilaian hasil; dan, (6) evaluasi pengalaman. Secara keseluruhan proyek yang dilakukan guru SMP Negeri di Purwokerto sudah sesuai dengan karakteristik model dan kurikulum merdeka.  
LITERASI KEUANGAN SISWA DAN PENGELOLAAN UANG SAKU DI SMA Sulastri, Yunita; Iswatiningsih, Daroe
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8787

Abstract

Financial literacy is an essential competency for the younger generation to face the dynamics of the digital economy, but currently there is still a wide gap between the level of conceptual knowledge and the actual practice of pocket money management among teenagers. The focus of this research problem is to analyze the in-depth relationship between financial literacy and pocket money management behavior among 10th grade students of SMA Mu'allimin Muhammadiyah West Lombok in the Islamic boarding school education ecosystem. This study uses a quantitative approach with an exploratory correlational design to twenty respondents through a saturated sampling technique. The systematic research stages involved distributing a five-point Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability, followed by data analysis using descriptive statistics and Spearman's correlation test. The results showed an average financial literacy score of 23.40 and a pocket money management score of 6.50. Quantitative findings revealed a very strong and significant positive relationship between the two variables with a Spearman correlation coefficient value of 0.974 at a significance level of 0.000. The main conclusion confirms that mastery of financial concepts, positive attitudes, and access to information play a crucial role in shaping students' financial behavior that is much more planned, responsible, and rational. This study suggests the integration of financial education programs based on real economic behavior habits in schools to strengthen students' financial independence in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kompetensi esensial bagi generasi muda guna menghadapi dinamika ekonomi digital, namun saat ini masih terdapat kesenjangan lebar antara tingkat pengetahuan konseptual dan praktik nyata pengelolaan uang saku di kalangan remaja. Fokus masalah penelitian ini adalah menganalisis kaitan mendalam antara literasi keuangan dengan perilaku pengelolaan uang saku pada siswa kelas X SMA Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat dalam ekosistem pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksploratif terhadap dua puluh responden melalui teknik sampling jenuh. Tahapan penelitian sistematis melibatkan penyebaran kuesioner skala Likert lima poin yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata literasi keuangan sebesar 23,40 dan skor pengelolaan uang saku sebesar 6,50. Temuan kuantitatif mengungkap adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,974 pada taraf signifikansi 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa penguasaan konsep keuangan, sikap positif, serta akses informasi berperan sangat krusial dalam membentuk perilaku finansial siswa yang jauh lebih terencana, bertanggung jawab, dan rasional. Studi ini menyarankan integrasi program pendidikan keuangan berbasis pembiasaan perilaku ekonomi nyata di sekolah guna memperkuat kemandirian finansial siswa secara komprehensif serta berkelanjutan.  
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Atsauri, Muhammad Sofyan; Sukarman, Sukarman; Kurniawan, Muhammad Aris
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8982

Abstract

This study synthesizes scholarly evidence on the implementation of digital technologies in the preparation of School Work Plans (Rencana Kerja Sekolah/RKS) as strategic and operational planning instruments that guide programmes, budgeting, and school performance monitoring. Although information systems, data dashboards, and collaborative platforms are increasingly adopted in educational administration, knowledge about how these technologies enhance the quality of school planning remains fragmented. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA 2020. Literature was searched in Scopus, Web of Science, ERIC, and ScienceDirect/Google Scholar using keywords related to school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, and digital budgeting (2015–2025). After de-duplication, title/abstract screening, full-text assessment, and Quality Assessment (QA1–QA3), 15 studies were retained and analysed via thematic synthesis. Findings indicate five dominant technology clusters: (1) data infrastructures (EMIS/SMIS/SIS) for needs diagnosis and priority mapping; (2) analytics and dashboards for sense-making and target setting; (3) digital collaboration platforms that expand stakeholder participation in programme design; (4) e-budgeting/e-procurement systems that strengthen budgeting accountability; and (5) indicator-based monitoring and evaluation systems that accelerate reporting and feedback loops. Successful implementation depends on data literacy, digital leadership, technical support, data governance, and change management. This review proposes a 'Digital Data-Enabled RKS Cycle' to guide technology integration across the entire school planning process. ABSTRAK Penelitian ini mensintesis bukti ilmiah tentang implementasi teknologi digital dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai instrumen perencanaan strategis dan operasional yang memandu program, penganggaran, serta pemantauan kinerja sekolah. Walaupun adopsi sistem informasi, data dashboard, dan platform kolaborasi meningkat pada administrasi pendidikan, pengetahuan mengenai bagaimana teknologi tersebut meningkatkan kualitas perencanaan sekolah masih tersebar. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, Web of Science, ERIC, dan ScienceDirect/Google Scholar menggunakan kata kunci terkait school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, dan digital budgeting pada rentang 2015–2025. Setelah penghapusan duplikasi, penyaringan judul atau abstrak, penilaian teks penuh, serta Quality Assessment (QA1–QA3), terpilih 15 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan lima kelompok teknologi dominan: (1) infrastruktur data (EMIS/SMIS/SIS) untuk diagnosis kebutuhan dan pemetaan prioritas; (2) analitik dan dashboard untuk sense-making dan penetapan target; (3) platform kolaborasi digital yang memperluas partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan program; (4) sistem e-budgeting atau e-procurement yang meningkatkan akuntabilitas penganggaran; serta (5) sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator yang mempercepat pelaporan dan umpan balik. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh literasi data, kepemimpinan digital, dukungan teknis, tata kelola data, dan manajemen perubahan. Penelitian ini merekomendasikan kerangka 'Siklus RKS Berbasis Data Digital' sebagai panduan integrasi teknologi pada seluruh tahapan perencanaan sekolah.  
INOVASI MEDIA SMART BOX SEBAGAI SARANA STIMULASI MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Jauzza, Zamalla Faradiba; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9029

Abstract

This study aims to develop smart box media to improve early reading skills of children aged 4–5 years, which are appropriate in terms of validity, practicality, and feasibility. The method used was Research and Development (R&D) employing the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects involved two kindergartens with two teachers in the feasibility test, and two kindergartens with four teachers in the practicality test. The data collection instruments consisted of media expert validation sheets, material expert validation sheets, and teacher/user questionnaires. The data analysis techniques included validity testing, practicality testing, and feasibility testing of the learning media. The results of the learning media validity were obtained from expert evaluations, showing a 94% score categorized as very valid for media validation and 92% categorized as very valid for material validation. The practicality results, based on teacher questionnaire assessments, achieved a 100% score, categorized as very practical. The implications of this study indicate that the integration of smart box learning media in the learning process can have a significant positive impact on children’s learning outcomes. The findings provide a foundation for teachers to adopt similar media in instructional practices and offer insights for educational media developers in creating more innovative and effective learning tools. Thus, this study contributes to improving the quality of education and achieving better learning outcomes in schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media smart box untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun yang layak ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan kelayakan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Subjek penelitian yang digunakan pada ujian kelayakan pada 2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 2 TK dengan 4 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar angket guru/ pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan media pembelajaran. Hasil data kevalidan media pembelajaran diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran smart box dalam proses belajar dapat  memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengadopsi media serupa dalam proses belajar, serta memberikan wawasan bagi pengembang media pendidikan dalam menciptakan alat bantu belajar yang lebih inovatif dan efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian hasil belajar yang lebih baik di sekolah.
PENERAPAN REPETITION DAN REINFORCEMENT DALAM PEMBENTUKAN KETERAMPILAN PRAKTIK KEJURUAN MURID SMK P, Dwi Retno; N, Ratna Dwi; A'yuni, Khurrota; Kuntianah, Kuntianah; Handayanah, Erna; Yusuf, Arief Rahman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9031

Abstract

This research examines the implementation of repetition and reinforcement methods in developing vocational practical skills of students at SMK Negeri 1 Ponorogo. The gap between vocational school graduates' competencies and industry needs drives the necessity for evaluating more effective learning methods. The study employs a quantitative approach with quasi-experimental pretest-posttest control group design involving 120 eleventh-grade students from Visual Communication Design and Accounting programs. Samples were divided into experimental groups receiving repetition and reinforcement methods treatment, and control groups with conventional learning. The intervention was conducted for 12 weeks with measurements using practical skills tests and observation sheets. Data analysis using descriptive and inferential statistics showed significant results. The experimental group achieved N-Gain 0.72 with score improvement from 64.23 to 85.45, while the control group only achieved N-Gain 0.28 with improvement from 63.87 to 72.18. Independent samples t-test produced t-value 10.127 with Cohen's d effect size of 1.85 indicating very large impact. Both vocational programs showed consistent improvement patterns with Visual Communication Design reaching effect size 1.92 and Accounting 1.81. Findings prove that integration of repetition and reinforcement methods effectively enhances students' vocational practical skills through structured repeated practice and continuous positive reinforcement. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi metode repetition dan reinforcement dalam pembentukan keterampilan praktik kejuruan siswa SMK Negeri 1 Ponorogo. Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri mendorong perlunya evaluasi metode pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design yang melibatkan 120 siswa kelas XI dari program Desain Komunikasi Visual dan Akuntansi. Sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan metode repetition dan reinforcement, serta kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Intervensi dilaksanakan selama 12 minggu dengan pengukuran menggunakan tes keterampilan praktik dan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan hasil signifikan. Kelompok eksperimen mencapai N-Gain 0,72 dengan peningkatan skor dari 64,23 menjadi 85,45, sementara kelompok kontrol hanya mencapai N-Gain 0,28 dengan peningkatan dari 63,87 menjadi 72,18. Uji independent samples t-test menghasilkan nilai t hitung 10,127 dengan effect size Cohen's d sebesar 1,85 yang mengindikasikan dampak sangat besar. Kedua program keahlian menunjukkan pola peningkatan konsisten dengan DKV mencapai effect size 1,92 dan Akuntansi 1,81. Temuan membuktikan bahwa integrasi metode repetition dan reinforcement secara efektif meningkatkan keterampilan praktik kejuruan siswa melalui praktik berulang terstruktur dan penguatan positif berkelanjutan.    
DIGITAL INNOVATION IN AUTOMOTIVE EDUCATION : IMPROVING COLLABORATION SKILL OF STUDENT USING INTERACTIVE FLIPBOOK Kunesa, Faisal Anas; Warju, Warju; Wailanduw, A. Grummy; Nur, Hamid Ramadhan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9194

Abstract

  Students in the twenty-first century need to be able to work together effectively and be actively involved in their own education. Creating interactive learning material based on flipbooks is one way to bolster these abilities. The purpose of this research is to investigate how students' collaborative abilities are impacted by the use of flipbook media and to document their reactions to the created materials. The researchers in this study used a quasi experimental (group posstest design), which meant that only one set of students received the instructional materials (flipbooks) and the associated activities. An observation sheet for teamwork abilities and a questionnaire for student feedback made up the study tools. After using flipbook media, students cooperation abilities significantly improved, as shown by a significance value of 0.000 < 0.05 in the comparative test on collaboration skills. In addition, the reliability test yielded a Cronbach's Alpha score of 0.846, reflecting strong reliability, and the validity test showed that all ten questionnaire questions had correlation coefficients higher than 0.361, proving that all items were valid. Evident from these results, the flipbook medium was well-received by the student. Thus, the created flipbook-based learning material is well-received and useful for improving students teamwork abilities and receives positive responses, making it suitable for use as an interactive learning medium in twenty-first century learning.   ABSTRAK Siswa di abad ke-21 perlu mampu bekerja sama secara efektif dan terlibat aktif dalam pendidikan mereka sendiri. Membuat materi pembelajaran interaktif berbasis flipbook adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemampuan kolaborasi siswa dipengaruhi oleh penggunaan media flipbook dan untuk mendokumentasikan reaksi mereka terhadap materi yang dibuat. Para peneliti dalam studi ini menggunakan desain kuasi eksperimental (desain posttest kelompok), yang berarti hanya satu kelompok siswa yang menerima materi pembelajaran (flipbook) dan aktivitas terkait. Lembar observasi untuk kemampuan kerja tim dan kuesioner untuk umpan balik siswa merupakan alat penelitian. Setelah menggunakan media flipbook, kemampuan kerja sama siswa meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dalam uji komparatif pada keterampilan kolaborasi. Selain itu, uji reliabilitas menghasilkan skor Alpha Cronbach sebesar 0,846, yang mencerminkan reliabilitas yang kuat, dan uji validitas menunjukkan bahwa semua sepuluh pertanyaan kuesioner memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dari 0,361, membuktikan bahwa semua item valid. Terbukti dari hasil ini, media flipbook diterima dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran berbasis flipbook yang dibuat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerja tim siswa serta mendapat respons positif, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran abad ke-21.
STUDENT'S PERCEPTIONS TOWARDS PRONUNCIATION FEEDBACKS IN ENGLISH SPEAKING ACTIVITY THROUGH ELSASPEAK TASK Hermina, Sindi Nurhayati; Muljanto, Setia; Setiaawati, Pipih; Soni, Muhammad; Mustagis, R Muhammad Satria Gyas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9270

Abstract

English pronunciation is essential for effective oral communication, yet it remains a persistent challenge for Indonesian junior high school students, particularly in terms of accuracy and speaking confidence. Recent advances in artificial intelligence, especially Computer-Assisted Pronunciation Training (CAPT), have introduced new opportunities for providing immediate and personalized pronunciation feedback. This descriptive qualitative study explored ninth-grade students’ perceptions of pronunciation feedback provided by the ELSA Speak application and examined the reasons underlying these perceptions. The study was conducted at SMPN 6 Garut and involved 34 ninth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through weekly reflective journals, classroom observations during pronunciation practice, and documentation of pronunciation scores generated by the application. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns in students’ experiences. The findings reveal a clear polarization in students’ perceptions. Some students benefited from ELSA Speak due to its safe practice environment, visual feedback, and support for autonomous learning, while others experienced technical frustration, limited articulatory explanations, and digital fatigue caused by repetitive practice and reduced human interaction. The study concludes that ELSA Speak is not a one-size-fits-all solution and is most effective when used as a supplementary tool supported by teacher guidance. Further research is recommended to examine the role of teacher mediation and long-term use of AI-based pronunciation tools in diverse learning contexts. ABSTRAK Pelafalan bahasa Inggris merupakan aspek penting dalam komunikasi lisan, namun masih menjadi tantangan bagi siswa sekolah menengah pertama di Indonesia, terutama terkait ketepatan fonologis dan kepercayaan diri berbicara. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Computer-Assisted Pronunciation Training (CAPT), menawarkan peluang baru melalui penyediaan umpan balik pelafalan yang bersifat langsung dan personal. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa kelas IX terhadap umpan balik pelafalan yang diberikan oleh aplikasi ELSA Speak serta mengidentifikasi alasan di balik persepsi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Garut dengan melibatkan 34 siswa kelas IX yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui jurnal reflektif mingguan, observasi kelas selama latihan pelafalan, serta dokumentasi skor pelafalan dari aplikasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi persepsi siswa. Sebagian siswa merasakan manfaat dari ELSA Speak karena lingkungan latihan yang aman, umpan balik visual yang jelas, dan dukungan terhadap pembelajaran mandiri. Sebaliknya, siswa lain mengalami frustrasi teknis, keterbatasan penjelasan artikulatoris, serta kelelahan digital akibat latihan yang repetitif dan minim interaksi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ELSA Speak bukan solusi tunggal pembelajaran pelafalan dan lebih efektif digunakan sebagai alat pendukung dengan bimbingan guru. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji peran mediasi guru dan penggunaan jangka panjang teknologi CAPT dalam konteks pembelajaran yang beragam.
PENINGKATAN LITERASI BACA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD Nahakleky, Helga; Notanubun, Zainudin; Ratumanan, Stelie Dorce
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9291

Abstract

The results of the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) show that Indonesia's reading literacy score is only 359 points, far below the OECD average of 476 points. Similar problems were also found at Kaiwatu Christian Elementary School, particularly among fourth-grade students who had difficulty understanding the content of the reading material, determining the main ideas, and retelling the content of the text they had read. This study aims to improve the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School through the application of the Cooperative Learning model. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, which is carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School in Southwest Maluku Regency. The research instruments used included tests and observation sheets with data collection techniques through observation, tests, and documentation. The success indicator was set at a minimum of 75% of students achieving a score of 65 according to the KKTP standard. The results of the study indicate that the application of the Cooperative Learning model can significantly improve students' reading literacy. At the beginning of the pre-cycle, the average score of students was only 60 with a mastery rate of 18% or 3 students. In Cycle I, the average score remained at 60, but the number of students in the “Poor” category decreased from 35% to 12%. A significant improvement occurred in Cycle II, with the average score increasing to 80 and the mastery rate reaching 100% or 17 students. The improvement was comprehensive, covering cognitive, psychomotor, and affective aspects. It can be concluded that the application of the Cooperative Learning model is proven to be effective in improving the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School ABSTRAK Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa skor literasi membaca Indonesia hanya mencapai 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 476 poin. Permasalahan serupa juga ditemukan di SD Kristen Kaiwatu, khususnya pada siswa kelas IV yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan, menentukan gagasan pokok, dan menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu melalui penerapan model Cooperative Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu Kabupaten Maluku Barat Daya. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes dan lembar observasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 75% siswa mencapai nilai 65 sesuai standar KKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dapat meningkatkan literasi baca siswa secara signifikan. Pada kondisi awal pra-siklus, rata-rata nilai siswa hanya mencapai 60 dengan persentase ketuntasan 18% atau 3 siswa. Pada Siklus I, rata-rata nilai tetap 60 namun jumlah siswa kategori Kurang menurun dari 35% menjadi 12%. Peningkatan signifikan terjadi pada Siklus II dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 80 dan ketuntasan mencapai 100% atau 17 siswa. Peningkatan terjadi secara komprehensif meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu..  
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH KATEGORI TERPENCIL DI SD Saifullah, Muhammad Ghulam; Istikomah, Istikomah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9475

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character of students to be faithful, pious, and noble. However, its implementation in elementary schools, especially in areas with limited resources, still faces various obstacles. This study aims to analyze the problems of Islamic Religious Education (IRE) learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo, which is classified as a school in the 3T (remote, outermost, disadvantaged) category. The research focuses on identifying problems in PAI learning in terms of teacher human resources, learning facilities and infrastructure, learning methods, and student interest and participation. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews with the principal, IRE teachers, and students, as well as analysis of learning documents. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that PAI learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo faces various interrelated problems, including the limited number and competence of PAI teachers who must also serve as classroom teachers, the lack of learning support facilities and infrastructure, the dominance of conventional learning methods due to the multi-grade system, and low student interest and participation influenced by a lack of learning variety and family support. The conclusion of this study emphasizes that improving the quality of PAI learning requires comprehensive improvement efforts through strengthening teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, applying contextual and innovative learning methods, and strengthening collaboration between schools, parents, and the community. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya, masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Gebang Sidoarjo yang tergolong sebagai sekolah dengan kategori 3T (terpencil, terluar, tertinggal). Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi permasalahan pembelajaran PAI yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia (SDM) guru, sarana dan prasarana pembelajaran, metode pembelajaran, serta minat dan partisipasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SDN 2 Gebang Sidoarjo menghadapi berbagai problematika yang saling berkaitan, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi guru PAI yang harus merangkap sebagai guru kelas, minimnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, dominasi metode pembelajaran konvensional akibat sistem kelas rangkap, serta rendahnya minat dan partisipasi siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya variasi pembelajaran dan dukungan lingkungan keluarga. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran PAI memerlukan upaya perbaikan yang komprehensif melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.