cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 15 Documents clear
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY SAPTO NUGROHO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i3.1551

Abstract

This study aims to increase students' motivation to learn mathematics in class XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta for the academic year 2020-2021 through the Type Two Stay-Two Stray Cooperative Learning Model and to find out the responses of class XII MIPA 6 students at SMA Negeri 5 Yogyakarta in the academic year 2020-2021. on the implementation of learning with the Two Stay-Two Stray Type Cooperative Model. This research is a Classroom Action Research conducted collaboratively with mathematics teachers with specialization in class XII SMA Negeri 5 Yogyakarta and the research subjects are students of class XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta in the academic year 2020- 2021 as many as 36 students. The instruments used in this study include observation sheets on the implementation of learning, questionnaires on students' mathematics learning motivation, end-of-cycle test questions, field notes, and learning documents. students towards the implementation of learning with the Type Two Stay-Two Stray Cooperative Model, end-of-cycle tests, preparation of field notes, and learning documentation. Based on the results of the questionnaire on students' motivation to learn mathematics, it is known that 84.4% of the 32 students in class XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta in the 2020-2021 academic year experienced an increase in their motivation to learn mathematics from cycle I to cycle II. The increasing motivation of students in learning mathematics is accompanied by an increase in the number of students who complete learning. The results of the end-of-cycle test showed that the number of students who had completed learning mathematics experienced a significant increase from cycle I to cycle II, from 68.6% in the first cycle to 93.8% in the second cycle from 32 students in XII MIPA. 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta for the academic year 2020-2021 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021 melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray dan untuk mengetahui respon siswa kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021 terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan Model Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru matematika peminatan kelas XII SMA Negeri 5 Yogyakarta dan subyek penelitian yaitu siswa kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021 sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, angket motivasi belajar matematika siswa, soal tes akhir siklus, catatan lapangan, dan dokumen pembelajaran. siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan Model Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray, tes akhir siklus, penyusunan catatan lapangan, dan dokumentasi pembelajaran. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar matematika siswa yang telah diperoleh, diketahui bahwa 84,4 % dari 32 siswa yang ada di kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021 mengalami peningkatan motivasi belajar matematika dari siklus I ke siklus II. Meningkatnya motivasi siswa dalam belajar matematika diiringi oleh meningkatnya banyak siswa yang tuntas dalam belajar. Hasil tes akhir siklus menunjukkan bahwa banyaknya siswa yang tuntas dalam belajar matematika mengalami peningkatan yang cukup besar dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 68,6 % pada siklus I menjadi 93,8 % pada siklus II dari 32 siswa yang ada di XII MIPA 6 SMA Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2020-2021
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PERMAINAN PLUCKING STAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP N 1 PATUK GUNUNGKIDUL SIWI KHOMSIATUN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i3.1552

Abstract

This study aims to improve learning motivation and mathematical problem solving abilities of class IX students of SMPN 1 Patuk Gunungkidul in 2018 on the material of sequences and series of numbers and their use in problem solving. This research is a Classroom Action Research by adopting the model from Kemmis and Tagart which consists of several stages, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. The research subjects were students of class IXB SMP N 1 Patuk with 27 students. The data collection instrument used was a learning motivation questionnaire, a problem-solving ability test, and a model effectiveness questionnaire. The results of this Classroom Action Research show that the Problem Based Learning Model and the Plucking Star game can increase students' motivation to learn mathematics from an average score of 4.34 in the "very high" category in the first cycle to an average score of 4.44 in the "very high" category in the second cycle. . Problem Based Learning models and Plucking Star games can improve students' mathematical problem solving skills from an average of 84.7 with classical completeness 81.5% in the first cycle to 88.9 with 85.2% classical completeness in the second cycle. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMPN 1 Patuk Gunungkidul tahun 2018 pada materi barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadopsi model dari Kemmis dan Tagart yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IXB SMP N 1 Patuk dengan 27 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket motivasi belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan angket efektifitas model. Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan Model Problem Based Learning dan permainan Plucking Star dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa dari skor rerata 4,34 dalam kategori “sangat tinggi” pada siklus I menjadi skor rerata 4,44 dalam kategori “sangat tinggi” pada siklus II. Model Problem Based Learning dan permainan Plucking Star dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari rerata 84,7 dengan ketuntasan klasikal 81,5% pada siklus I menjadi 88,9 dengan ketuntasan klasikal 85,2% pada siklus II.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP METABOLISME DENGAN MODEL CICR DI MAN 1 ACEH TIMUR ZULFAWANI ZULFAWANI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i3.1589

Abstract

Biology learning, especially on the concept of metabolism, has not provided maximum learning outcomes (viewed from the students' learning completeness). It takes effort and improvement of the learning process for the better. The purpose of this study was to see the increase in student learning outcomes after participating in learning on the metabolic concept of students in class XII IPA-1 MAN 1 Aceh Timur in the academic year 2021/2022 for four face-to-face meetings. This research is a classroom action research so it requires research subjects totaling 26 students. The research was carried out in two cycles, namely cycle 1 and cycle 2. The research procedure went through four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Test methods and observation of student learning activities are used to see the improvement of student learning outcomes. The results showed that the learning outcomes of students increased, this could be seen from the students' learning mastery both individually and classically. Data analysis in the first cycle, the average student learning outcomes were 70.68, as many as 36.24% of students completed, while in the second cycle increased to 81.91 as many as 75.63% of students completed learning. The average value of student learning activities in the first cycle is 65.47%, while in the second cycle there is an increase in student learning activities of 86.77%. Based on the results of data analysis in cycle 1 and cycle 2, it can be concluded that through CIRC learning can improve learning outcomes and student learning activities. So the conclusion is that learning biology on metabolic materials at Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Timur applies the CIRC learning model to improve student learning outcomes and learning activities. ABSTRAKPembelajaran biologi khususnya pada konsep metabolisme belum memberikan hasil pembelajaran yang maksimal (dilihat dari ketuntasan belajar peserta didik). Diperlukan usaha dan perbaikan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran pada konsep metabolisme peserta didik kelas XII IPA-1 MAN 1 Aceh Timur tahun pelajaran 2021/2022 selama empat pertemuan tatap muka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas sehingga memerlukan subjek penelitian yang berjumlah 26 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Prosedur peneltitiannya melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode tes dan observasi aktifitas belajar peserta didik digunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat, hal ini terlihat dari ketuntasan belajar peserta didik baik secara individu maupun klasikal. Analisis data pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik 70.68, sebanyak 36.24% peserta didik tuntas, sementara pada siklus II meningkat menjadi 81.91 sebanyak 75.63% peserta didik tuntas belajar. Nilai rata-rata aktifitas belajar peserta didik pada siklus pertama yaitu 65.47%, sedangkan pada siklus kedua terjadi peningkatan aktifitas belajar peserta didik sebesar 86.77%. Berdasarkan hasil anilisis data pada siklus 1 dan siklus 2 dapat disimpulkkan bahwa melalui pembelajaran CIRC dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar peserta didik. Sehingga simpulannnya, yaitu pembelajaran biologi pada materi metabolisme di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Timur menerapkan model pembelajaran CIRC meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar peserta didik.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILL ( HOTS ) DALAM PELAJARAN FISIKA DENGAN POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA CHARITAS JAKARTA PATRISIUS BAMBANG WIDJANARKO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i3.1590

Abstract

Currently the world of education in Indonesia is undergoing reform in the field of education both in terms of teaching and assessment. One of the reforms in the field of education is the occurrence of educational reforms that are not only oriented to basic knowledge and the ability to display limited skills. Reform in the field of education in Indonesia is the reform of the learning and assessment system that is oriented towards Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS has begun to be applied in learning and assessment in Physics learning with the hope that Physics learning can further encourage the development of students' thinking skills and creativity. HOTS is a skill that goes beyond just remembering, understanding and applying . In the 2013 curriculum, students are required to master HOTS questions. Of course this is a challenge for teachers to create quality learning so that students can understand and solve HOTS questions well. As a cognitive skill, HOTS is needed by students at every level of education. HOTS has an important role in training logical and critical thinking, as well as reasoning skills that are very important in everyday life. These skills are also part of academic achievement.The results of the 2008 PISA assessment, Indonesia obtained a Physics literacy score of 378 with an OECD average score of 487, where Indonesia is still ranked 10th below. This shows that Indonesia's HOTS capability is still low, so improvements are needed to be able to compete with other countries. This shows that HOTS needs to be included in the learning curriculum, including learning Physics. So that in learning Physics, students' mastery of HOTS questions needs to be evaluated periodically. Physics is indeed one of the difficult subjects to learn and they still have difficulty in solving Physics problems related to the application of Quantity and Unit subject matter in everyday life. ABSTRAKSaat ini dunia pendidikan di Indonesia sedang mengalami reformasi di bidang pendidikan baik dalam hal pengajaran maupun penilaian. Salah satu reformasi di bidang pendidikan adalah terjadinya reformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan dasar dan kemampuan menampilkan keterampilan yang terbatas. Reformasi di bidang pendidikan di Indonesia adalah reformasi sistem pembelajaran dan penilaian yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS mulai diterapkan dalam pembelajaran dan penilaian dalam pembelajaran Fisika dengan harapan pembelajaran Fisika dapat lebih mendorong perkembangan kemampuan berpikir dan kreativitas siswa. HOTS merupakan keterampilan yang lebih dari sekedar mengingat, memahami dan menerapkan . Pada kurikulum 2013, siswa diwajibkan menguasai soal-soal HOTS. Tentu hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas agar siswa dapat memahami dan menyelesaikan soal-soal HOTS dengan baik. Sebagai keterampilan kognitif, HOTS sangat dibutuhkan oleh siswa pada setiap jenjang pendidikan. HOTS memiliki peran penting dalam melatih berpikir logis dan kritis, serta keterampilan bernalar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini juga merupakan bagian dari prestasi akademik. Hasil penilaian PISA 2008, Indonesia memperoleh skor literasi Fisika sebesar 378 dengan skor rata-rata OECD sebesar 487, dimana Indonesia masih berada pada peringkat 10 di bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan HOTS Indonesia masih rendah, sehingga diperlukan pembenahan untuk dapat bersaing dengan negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa HOTS perlu dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran, termasuk pembelajaran Fisika. Sehingga dalam pembelajaran Fisika, penguasaan soal HOTS siswa perlu dievaluasi secara berkala. Fisika memang salah satu mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan mereka masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah Fisika yang berkaitan dengan penerapan materi pelajaran Besaran dan Satuan dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI STATISTIKA ROHENDI ROHENDI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v2i3.1591

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze students' mathematical literacy abilities. The results of the 2018 PISA Study show that mathematical literacy skills in numeracy of students in Indonesia are still in the low category by getting a score of 379 with an average score of 487. Class VIII students of SMPN 1 Saguling West Bandung participated in this study as the research population. This classroom action research is planned to consist of 2 (two) cycles. First, a primary test is conducted which aims to determine students' basic abilities and relate them to statistical material. In the first cycle, the percentage of students who answered the questions correctly was 64.8%. Based on the results of the first cycle test, it can be said that students' literacy skills are still relatively weak. However, in the results of the study the final score showed that the mathematical literacy ability of class VIII SMPN 1 Saguling students, 15 students had abilities in the High category, 6 students in the Medium category and 14 students in the Low category. Increasing the level of mathematical literacy skills needs to be done to catch up with the mathematical literacy skills of students in Indonesia. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kemampuuan literasi matematika siswa. Hasil Study PISA 2018 menunjukan bahwa kemampuan literasi matematika dalam numerasi siswa di Indonesia masih dalam kategori rendah dengan mendapat skor 379 dengan skor rata-rata 487. Siswa kelas VIII SMPN 1 Saguling dengan jumlah 35 orang siswa sebagai populasi penelitian. Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari 2 (dua) siklus. Pertama, dilakukan tes primer yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa dan menghubungkannya dengan materi statistika. Pada siklus pertama, persentase siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar adalah 64,8%. Berdasarkan hasil tes siklus I dapat dikatakan bahwa kemampuan literasi siswa masih tergolong lemah. Namun, dalam hasil penelitian skor akhir menunjukan bahwa kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII SMPN 1 Saguling, 15 siswa memiliki kemampuan dalam kategori Tinggi, 6 siswa dengan kategori Sedang dan 14 siswa dalam kategori Rendah. Peningkatan level kemampuan literasi matematika perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan kemampuan literasi matematika peserta didik di Indonesia.

Page 2 of 2 | Total Record : 15