cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 12 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR PPKn DENGAN MODEL PEER LESSON UNTUK SISWA SMP NEGERI 16 KABUPATEN TEBO ELVITON ELVITON
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1281

Abstract

The aim of this research is; 1) describe the planning of Civics learning through the application of the Peer Lesson Learning Model in increasing the level of understanding of class VIII students, 2) describe the implementation of learning through the application of the Peer Lesson Learning Model in improving the learning activities of class VIII students, 3) describe the improvement of learning outcomes through the responses of class VIII students by applying the Peer Lesson Learning Model. The approach used is Classroom Action Research (CAR) through two learning cycles. The subjects in this study were students of class VIII-A of SMP Negeri 16 Tebo Regency, Jambi Province, for the 2019/2020 academic year with a total of 31 students. From the two learning cycles, the results of this study were able to achieve optimal results, it can be seen through student learning outcomes in cycle 1 the average value of students reached 57.60 and in Cycle 2 it became 78.40. Based on the results of the study, it turns out that the application of the Peer Lesson Learning Model can improve learning outcomes for Civics subjects for class VIII-A SMP Negeri 16 Tebo Regency, Jambi Province, for the 2019/2020 school year. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah; 1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran PPKn melalui penerapan Model Belajar Peer Lesson dalam meningkatkan tingkat pemahaman siswa kelas VIII, 2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan Model Belajar Peer Lesson dalam meningkatkan aktifitas belajar siswa kelas VIII, 3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar melalui respon siswa kelas VIII dengan menerapkan Model Belajar Peer Lesson. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua siklus pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VIII-A SMP Negeri 16 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 31 orang siswa. Dari dua siklus pembelajaran, hasil dari penelitian ini mampu mencapai hasil yang optimal, hal tersebut terlihat melalui hasil belajar siswa pada siklus 1 rata-rata nilai siswa mencapai 57,60 dan pada Siklus 2 menjadi 78,40. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata penerapan Model Belajar Peer Lesson dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PPKn kelas VIII-A SMP Negeri 16 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2019/2020.
UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DI SMAN 2 BATANGHARI DEWI HARTATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1282

Abstract

This study aims to increase reading interest and English learning outcomes through the use of interactive multimedia in class XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Batanghari in the 2019/2020 school year. This research activity was carried out in two cycles. In Cycle I students were only given Interactive CD media, while in Cycle II they were given additional media in the form of songs and videos. The achievements of this study include an increase in the percentage of student interest in learning, from 65% in the Pre-Cycle, to 76.7% at the end of Cycle I, and to 86.7% at the end of Cycle II. Classical learning completeness also increased, from 73% in the Pre-Cycle to 80.8% at the end of Cycle I, and to 88.5% at the end of Cycle II. Another increase occurred in the activeness of students and teachers. The percentage of student activity increased from 72% in the Pre-Cycle, to 82% in Cycle I, and to 86% at the end of Cycle II. Meanwhile, teacher activity increased from 76% in Pre-Cycle, to 78% in Cycle I, and to 85% at the end of Cycle II. This increase is of course due to improvements during the learning process by teachers and collaborators for two cycles. Based on the Classroom Action Research that has been carried out at SMA Negeri 2 Batanghari, it can be concluded that the use of Interactive Multimedia appropriately can increase the interest and learning outcomes of class XI MIPA 1 students in English lessons. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan hasil belajar bahasa inggris melalui pemanfaatan multimedia interaktif di kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 2 Batanghari tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pada Siklus I siswa hanya diberikan media CD Interaktif, sementara pada Siklus II diberikan media tambahan berupa lagu dan video. Capaian dari penelitian ini diantaranya peningkatan persentase minat belajar siswa, dari 65% pada Pra Siklus, menjadi 76,7% pada akhir Siklus I, dan menjadi 86,7% pada akhir Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan, dari 73% pada Pra Siklus menjadi 80,8% pada akhir Siklus I, dan menjadi 88,5% pada akhir Siklus II. Peningkatan lainnya terjadi pada keaktifan siswa dan guru. Persentase keaktifan siswa mengalami peningkatan dari 72% pada Pra Siklus, menjadi 82% pada Siklus I, dan menjadi 86% pada akhir Siklus II. Sementara aktivitas guru meningkat dari 76% pada Pra Siklus, menjadi 78% pada Siklus I, dan menjadi 85% pada akhir Siklus II. Peningkatan ini tentu dikarenakan adanya perbaikan-perbaikan selama proses pembelajaran oleh guru dan kolaborator selama dua Siklus. Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 Batanghari dapat disimpulkan penggunaan Multimedia Interaktif secara tepat mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 pada pelajaran Bahasa Inggris.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI MENYUSUN KARYA ILMIAH DENGAN METODE ASISTENSI UNTUK GURU SDN 05/VIII BALAI RAJO IBNU MAS’UD
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1283

Abstract

This study aims to improve teacher competence in compiling scientific papers in the form of classroom action research (CAR) with problem based learning methods for teachers at SD Negeri 05/VIII Balai Rajo, Tebo Regency, Jambi Province, even semesters of the 2016/2017 academic year. This research method is PTS (School Action Research). The research population used all teachers of SD Negeri 05/VIII Balai Rajo Tebo Regency and the subject of this study were 15 teachers. This study uses a skill observation sheet. The instrument used in this study is an indicator format from chapter I to chapter V. Based on the data, in the introductory chapter, the training participants were good at making background, problem identification, problem definition, problem formulation, research objectives and research benefits. This is indicated by the number of participants who obtained a good predicate, namely an average of 65.56%. In the literature review chapter, the training participants were good at describing the title and sequence, which was an average of 91.67%. In the research methodology chapter, as many as 87.80% of participants were good at designing data collection techniques and tools, determining data analysis and research settings. Meanwhile, in determining the subjects and research procedures, the average result was 98.33% with very good criteria. In the results and discussion chapter, 66.67% of the participants were good at presenting data analysis, reflection and discussion. In the closing chapter, 61.67% of participants were good at concluding research results and providing suggestions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun karya ilmiah berupa penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode problema based learning untuk guru SD Negeri 05/VIII Balai Rajo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Metode penelitian ini adalah PTS (Penelitian Tindakan Sekolah). Populasi penelitian menggunakan seluruh guru SD Negeri 05/VIII Balai Rajo Kabupaten Tebo dan subjek penelitian ini yaitu 15 orang guru. Penelitian ini menggunakan lembar observasi keterampilan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah format indikator dari bab I sampai dengan bab V. Berdasarkan data, pada bab pendahuluan, para peserta pelatihan sudah baik dalam membuat latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah peserta yang memperoleh predikat baik yaitu rata-rata sebesar 65,56%. Pada bab tinjauan pustaka, para peserta pelatihan sudah baik dalam menggambarkan judul dan kerunutannya yaitu rata-rata sebesar 91,67%. Pada bab metodologi penelitian, sebanyak 87,80% peserta sudah baik dalam merancang teknik dan alat pengumpulan data, menentukan analisis data dan setting penelitian. Sedangkan pada penentuan subyek dan prosedur penelitian, diperoleh hasil rata-rata sebesar 98,33% dengan kriteria sangat baik. Pada bab hasil dan pembahasan, sebanyak 66,67% peserta sudah baik dalam menyajikan analisis data, refleksi dan pembahasan. Pada bab penutup, sebanyak 61,67% peserta sudah baik dalam menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BERBASIS SUPERVISI KLINIS DI SMP NEGERI 04 KABUPATEN TEBO MORALITA MORALITA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1284

Abstract

This study aims to improve teacher competence based on clinical academic supervision at SMP Negeri 04 Tebo Regency, Jambi Province, for the 2021/2022 academic year. This research is a school action research (PTS). The research will be conducted in three cycles. The first cycle consisted of two meetings and the second and third cycles consisted of two meetings with a series of activities that included planning, implementing actions, observing and reflecting. The instruments used in this study include observation sheets, questionnaires and evaluation test sheets. The research was conducted in three cycles. The research subjects used as sources to obtain data are teachers who teach at SMP Negeri 04 Tebo Regency for the 2021/2022 academic year. The results of the study can be obtained the following data: (a) Clinical supervision carried out by the head of SMP Negeri 04 Tebo Regency can improve teacher competence. This can be seen from the results of observations and test results that show an increase from one cycle to the next, (b) Teachers at SMP Negeri 04 Tebo Regency showed a positive response to the actions of the principal in providing clinical supervision in improving competence. This fact is reinforced by his statement on the questionnaire that was filled out by the teacher as the subject and at the same time the respondent of the research. it was concluded that clinical supervision was proven to significantly improve teacher competence at SMP Negeri 04 Tebo Regency for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru berbasis supervisi akademik klinis di SMP Negeri 04 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS). Penelitian akan dilakukan sebanyak tiga siklus. Siklus pertama terdiri dari dua pertemuan dan siklus kedua dan ketiga terdiri dari dua pertemuan dengan serangkaian kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, lembar observasi, angket dan lembaran tes evaluasi. Penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus. Subjek penelitian yang dijadikan sumber untuk memperoleh data adalah guru-guru yang bertugas mengajar di SMP Negeri 04 Kabupaten Tebo tahun pelajaran 2021/2022. hasil penelitian dapat diperoleh data sebagai berikut: (a) Supervisi klinis yang dilakukan kepala SMP Negeri 04 Kabupaten Tebo dapat meningkatkan kompetensi guru. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes kemampuan yang menunjukkan peningkatan dari satu siklus ke siklus berikutnya, (b) Guru-guru di SMP Negeri 04 Kabupaten Tebo menunjukkan respon yang positif terhadap tindakan kepala sekolah memberikan supervisi klinis dalam meningkatkan kompetensi. Kenyataan ini diperkuat dengan pernyataannya terhadap angket yang diisi oleh guru sebagai subjek dan sekaligus responden penelitian. disimpulkan bahwa supervisi klinis terbukti secara signifikan dapat meningkatkan kompetensi guru di SMP Negeri 04 Kabupaten Tebo tahun pelajaran 2021/2022.
UPAYA PENINGKATAN AKTIFITAS BELAJAR PPKN PESERTA DIDIK MELALUI METODE JIGSAW DI SMA NEGERI 2 TEBO SYUKRIATI SYUKRIATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1285

Abstract

This study aims to improve students' learning activities in learning Pancasila and Citizenship Education in class XII IPS 2 at SMA Negeri 2 Tebo in the odd semester of the 2017/2018 academic year through the application of the Jigsaw method of cooperative learning. This research method is CAR (Classroom Action Research). The research population used all students of class XII IPS 2 of SMA Negeri 2 Tebo and the subject of this research was students of class XII IPS 2 which amounted to 36 students. This research was conducted in two cycles. The results of this study indicate an increase in student activity, the average value of learning outcomes, and student learning completeness. The conclusion of this study is that there is an increase in activity in student learning in Pancasila and Citizenship Education learning by using the Jigsaw Cooperative Learning technique so that it can improve learning outcomes in class XII IPS 2 at SMA Negeri 2 Tebo in the odd semester of the 2017/2018 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 2 Tebo semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan teknik pembelajaran kooperatif metode Jigsaw. Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Populasi penelitian menggunakan seluruh peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 2 Tebo dan subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas XII IPS 2 yang berjumlah 36 peserta didik. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapatnya peningkatan aktivitas peserta didik, nilai rata-rata hasil belajar, dan ketuntasan belajar peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapatnya peningkatan aktivitas dalam pembelajaran peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan menggunakan teknik Cooperative Learning metode Jigsaw sehingga dapat meningkatkan hasil belajar di kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 2 Tebo semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA POKOK BAHASAN SALING MENASEHATI DALAM ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN PETA KONSEP PADA SISWA KELAS XI.MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 PUJUT BAIQ SRI ASTUTI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1370

Abstract

The purpose of this study was to improve learning outcomes of Islamic religious education by using a concept map learning strategy for students of SMKN 1 Pujut. The research method used is classroom action research. The subject of this research is class XI Multimedia as many as 22 students. Data collection techniques using observation, documentation, and interviews. Meanwhile, the data analysis of this research is quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the application of the concept map learning strategy has been able to improve student learning outcomes in Islamic religious education subjects with the subject of mutual advice. This is evidenced by the average value of students from the initial stage before using the action is worth 59.00 while in the first cycle it is 67.50, then the second cycle is 81.50. The average increase from pre-action to cycle I was 8.50, and from cycle I to cycle II it increased by 14.00. While the classical completeness value of the pre-action amounted to 20% while in the first cycle it was 65% and the second cycle was 85%. This can be seen from the increase from pre-action to cycle I as much as 45%, and from cycle I to cycle II as much as 20%. It shows very good learning outcomes. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam dengan menggunakan strategi pembelajaran peta konsep bagi siswa SMKN 1 Pujut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini yakni kelas XI Multimedia sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan datan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan analisis data penelitian ini adalah analisis deskripitif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi  pembelajaran peta konsep telah dapat meningaktkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dengan pokok bahasan saling menasehati. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa dari tahap awal sebelum menggunakan tindakan bernilai 59,00 sedangkan pada siklus I bernilai 67,50, kemudian siklus II bernilai 81,50. Mengalami kenaikan rata-rata dari pra tindakan ke siklus I sebanyak 8,50, dan dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebanyak 14.00. Sedangkan nilai ketuntasan klasikal dari pra tindakan berjumlah 20% sedangkan pada tahap siklus I berjumlah 65% dan siklus II berjumlah 85%. Hal ini terlihat kenaikan dari pra tindakan ke siklus I sebanyak 45%, dan dari siklus I ke siklus II sebanyak 20% Menunjukkan hasil belajar yang sangat baik.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS XII SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 PRAYA BARAT TAHUN PELAJARAN 2020/2021 HALIMAH HALIMAH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1371

Abstract

The purpose of this study was to increase student activity and learning outcomes through the Jigsaw learning model. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were students of class XII IPA SMAN 1 Praya Barat semester I, amounting to 34 students. Methods of data collection is done through interviews, observation, tests and documentation. The data analysis technique uses methods that include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate an increase in activity and learning achievement in mathematics. This can be seen through the following indicators: The ability to express thinking ideas during teaching and learning activities there are 10 students (29.40%) after the action becomes 26 students (76.40%). There were 9 students (26.40%), after the action, became 28 students (82%). The ability to discuss with study groups there are 13 students (38.20%), after the action becomes 30 students (88.20%). There were 12 students (35.20%), after the action, there were 29 students (85.20%). The conclusion of this study is that the jigsaw learning model is proven to be able to increase the activity and learning achievement of mathematics subjects in Class XII Science in Odd Semesters at SMAN 1 Praya Barat. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsaw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah  siswa kelas XII  IPA SMAN 1 Praya Barat semester I yang berjumlah 34 orang siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran matematika. hal ini dapat dilihat melalui indikator sebagai berikut : Kemampuan dalam mengemukakan gagasan berpikir saat kegiatan belajar mengajar ada 10 orang siswa (29.40%) setelah tindakan menjadi 26 orang siswa (76.40%). Keaktifan bertanya kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar ada 9 orang siswa (26.40%), setelah tindakan menjadi 28 orang siswa (82%). Kemampuan berdiskusi dengan kelompok belajar ada 13 orang siswa (38.20%), setelah tindakan menjadi 30orang siswa (88.20%). Siswa yang memiliki nilai memenuhi KKM (?75) ada 12 orang siswa (35.20%), setelah tindakan menjadi 29 orang siswa (85.20%). Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa Kelas XII IPA Semester Ganjil  di SMAN 1 Praya Barat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN MELALUI METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS X TEHNIK BANGUNAN SMKN 2 PRAYA TENGAH SUMEREP SUMEREP
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1372

Abstract

What is considered logical, clear and learnable to adults, is sometimes unreasonable and confusing to students. As a result, many students do not understand the concept of Civics education. Based on the writer's findings, most of the students are less active and less critical in the subject matter of Citizenship Education (PKn). If the child faces a new contextual problem that is different from the one exemplified, the child has not been able to think critically in finding a solution correctly, so many children answer incorrectly on the grounds that the problem is difficult. Because it is natural that every time a test is held, the value of Civics education lessons is always low with an average of less than the KKM. As experienced by the author himself, every time a daily test is held for Civics education material, the average score of children is still below 75. Including the subject matter of the Nation and the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), the formative average score is only 69.5. Of the 23 students, only 12 students or (52%) scored 75 and above. Meanwhile, there were 10 other students or (43%) scored below 75. This means that there are still approximately half of the student population who have not yet completed learning in class. After the improvement of the learning system with the Cooperative Learning Learning Approach Model through the Play Method, the percentage of student learning completeness has increased significantly, namely at first there were only 12 students out of 23 students or 52% declared complete learning, with an average student score. class average 69.5. In the improvement of learning cycle I, there was an increase in the number of students who completed their studies to 16 students or 69.6%, and was followed by an increase in the average value of the class to 70.2. At the stage of the second cycle there was a sharp spike in the number of students who successfully completed their learning to 22 students or 96%, with the average grade point being 89.7 ABSTRAKApa yang dianggap logis, jelas dan dapat dipelajari bagi orang dewasa, kadang-kadang merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak memahami konsep pada pendidikan PKn. Berdasarkan temuan penulis, sebagian besar siswa kurang aktif dan kurang berfikir kritis dalam materi pelajaran Pendidikan Kewarganegraan (PKn). Apabila anak menghadapi masalah kontekstual baru yang berbeda dengan yang dicontohkan, anak belum mampu berfikir kritis dalam menemukan solusi dengan benar sehingga banyak anak yang menjawab salah dengan alasan soalnya sulit. Karena itu wajar setiap kali diadakan tes,  nilai pelajaran pendidikan PKn selalu rendah dengan rata - rata kurang dari KKM. Seperti yang dialami penulis sendiri, setiap diadakan ulangan harian untuk materi pendidikan PKn nilai rata-rata anak masih dibawah 75. Termasuk  pada pokok materi Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), nilai rata-rata formatif  hanya 69,5.  Dari 23 siswa hanya terdapat 12 siswa atau (52%)  saja yang memperoleh nilai 75 keatas. Sedangkan terdapat 10 siswa yang lain atau (43 %)  mendapat nilai dibawah 75. Artinya masih terdapat kurang lebih setengah dari populasi siswa masih belum tuntas dalam pembelajaran dikelas. Setelah diadakan perbaikan system pembelajaran dengan Model Pendekatan pembelajaran Cooperative Learning melalui Metode Bermain, maka persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu pada awalnya hanya ada 12 orang siswa dari 23 orang siswa atau 52% dinyatakan tuntas belajar, dengan perolehan nilai siswa rata-rata kelas 69,5. Pada perbaikan pembelajaran siklus I terjadi peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajarnya menjadi 16 orang siswa atau 69,6%, dan diikuti oleh peningkatan nilai rata-rata kelas menjadi 70,2. Pada tahap siklus II terjadi lonjakan tajam jumlah siswa yang berhasil menuntaskan pembelajarannya menjadi 22 orang siswa atau 96%, dengan perolehan nilai rata-rata kelas menjadi 89,7
PENERAPAN PERMAINAN SIMULASI SEBAGAI TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN KONFLIK DI SMK NEGERI 4 GOWA H. BURHANUDDIN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1373

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability to resolve conflicts before being given a simulation exercise at SMK Negeri 4 Gowa. And to find out the description of the ability to resolve conflicts after being given fiber simulation exercises to determine the effect of applying simulation games as a group guidance technique in resolving conflicts at SMK Negeri 4 Gowa. The subjects of this study were 15 students who experienced conflict between class XI students. The procedure for this research is a sampling technique with data collection through questionnaires (questionnaires), observations on students who experience conflicts between students. Data analysis in this study used descriptive qualitative consisting of data processing, data analysis, and data presentation. The results of this study concluded that the ability to resolve conflicts of class XI students at SMK Negeri 4 Gowa before being treated in the form of simulation exercises was in the medium category and after being treated in the form of simulation exercises was in the High category. There is also a major influence on the application of simulation games as a group guidance technique to improve students' ability to resolve conflicts at SMK Negeri 4 Gowa. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan menyelesaikan konflik sebelum diberi latihan simulasi di SMK Negeri 4 Gowa. Dan untuk mengetahui gambaran kemampuan menyelesaikan konflik sesudah diberi latihan simulasi serat untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan simulasi sebagai teknik bimbingan kelompok dalam menyelesaikan konflik di SMK Negeri 4 Gowa. Subyek penelitian ini adalah siswa yang mengalami konflik antar siswa kelas XI sebanyak 15 orang siswa. Adapun prosedur penelitian ini adalah dengan teknik sampling dengan pengumpulan data melalui angket ( kousioner ), observasi pada siswa yang mengalami konflik antar siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang terdiri dari pengolahan data, telaah data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan konflik siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Gowa sebelum diberi perlakuan berupa latihan simulasi berada dalam kategori sedang dan setelah diberi perlakuan berupa latihan simulasi berada dalam kategori Tinggi. Juga terdapat pengaruh besar terhadap penerapan permainan simulasi sebagai teknik bimbingan kelompok untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan konflik di SMK Negeri 4 Gowa.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GTK MELALUI PEMANTAUAN STANDAR PTK PADA SEKOLAH DASAR DAERAH BINAAN KECAMATAN KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2022 AHMAD AHMAD
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v2i2.1374

Abstract

This study aims to improve gtk performance through monitoring ptk standards at elementary schools in the target area of ??the Kopang sub-district. The approach used in school supervision is a collaborative approach, by making the teachers and principals of the target schools work partners in achieving goals, with a personal approach of "Give-Emphatic-Own-Love (GEOL)". The results of monitoring the CAR Standards show that the overall standard fulfillment in the target schools still needs to be improved, through coordination, submission of proposals, mentoring, and collaboration with various stakeholders. The achievement of 83% (15 elementary schools) who have definitive school principals and still 17% (3 elementary schools) occupy the duties of the principal. The achievement of 38% (65 teachers) has been fulfilled through the elements of PNS and/or PPPK and there are still 28% (105 teachers) who are still honorary teachers. The education staff, which includes OPS, TAS, Librarian and school custodian, are all still honorary and totaling 20 people ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja gtk melalui pemantauan standar ptk pada sekolah dasar daerah binaan kecamatan kopang. Pendekatan yang digunakan dalam pengawasan sekolah adalah Colaborative approach,  dengan menjadikan Guru dan Kepala Sekolah binaan sebagai mitra kerja dalam mencapai tujuan, dengan pendekatan personal “Give-Emphatic-Own-Love (GEOL)”. Hasil pemantauan Standar PTK menunjukkan, dari kesuluruhan pemenuhan standar di sekolah binaan masih perlu untuk ditingkatkan, lewat koordinasi, pengajuan proposal, pembimbingan, dan kerjasama dengan berbagai pihak yang memangku kepentingan. Tercapainya 83% (15 SD) yang sudah definitive kepala sekolahnya dan masih 17% (3 SD) menduduki pelaksana tugas kepala sekolah. Tercapainya 38% (65 guru) sudah terpenuhi melalui unsur PNS dan/atau PPPK dan masih terdapat 28% (105 guru) masih guru honorer. Tenaga kependidikan yang meliputi OPS, TAS, Pustakawan dan Penjaga sekolah seluruhnya masih honorer dan berjumlah 20 orang

Page 1 of 2 | Total Record : 12