cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021)" : 15 Documents clear
PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN JARAK JAUH FUNGSIONAL PENYULUH PAJAK (STUDI KASUS BDK DENPASAR) NAILUL HISAN
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v1i2.631

Abstract

To complete the distance training of tax advisor functional, the training assistants have prepared the materials, include learning videos. In order to have same expectation as what the participants need, the videos need to know the participants perception of those. This study uses a descriptive method, measuring the value of independent variables without making comparison among others. Data is collected by questionnaires and documentation. It is processed to be quantitative data and qualitative data. The analysis technique for quantitative data is by presenting data in tabular form or frequency distribution and cross tabulation (crosstab). On the other side, for qualitative data, the author reduces the data by combining similar answers in one sentence. The result of these techniques is the most liked-type videos is the tutorial video and the preferred duration ones is within 3-5 minutes. It is because the video have combination of visual, audio, and sophisticating for the participant. The video can help the learners to understand the material better and make the learning more interesting. On the other hand, the lack of the video is only one-way communication. ABSTRAKUntuk melengkapi bahan Pelatihan Jarak Jauh Fungsional Penyuluh Pajak penyelenggara telah menyiapkan bahan pelatihan diantaranya berupa video pembelajaran. Agar video pembelajaran yang disediakan sesuai kebutuhan peserta maka perlu diketahui persepsi peserta atas video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu mengetahui nilai variabel yang bersifat mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa melakukan perbandingan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik analisis yang dilakukan untuk data kuantitatif dengan menyajikan data dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi dan tabulasi silang (crosstab). Untuk data kualitatif, penulis melakukan reduksi data dengan menggabungkan jawaban-jawaban yang serupa dalam satu kalimat. Hasil penelitian diketahui bahwa jenis video yang paling diskuai oleh pserta pelatihan adalah jenis video tutorial, sedang durasi video yang disukai peserta adalah video dengan durasi 3-5 menit. Alasan peserta lebih menyukai video pembelajaran dibandingkan dengan media yang lain karena video memenuhi unsur visual, audio, dan sesuai perkembangan zaman Media pembelajaran video dapat memudahkan pemelajar untuk lebih memahami materi. Kelebihan video pembelajaran adalah video pembelajaran lebih mudah diterima dan lebih menarik. Sedangkan kekurangan video pembelajaran adalah komunikasi dalam bentuk video merupakan komunikasi satu arah saja.
UPAYA MENINGKATAN KOPETENSI GURU KELAS RENDAH DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SDN KEDUNGDORO V/310 SURABAYA SUMARTINI SUMARTINI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v1i2.636

Abstract

This research is a school action research (PTS) which raises about how teachers can use the existing learning administration in the learning process in the classroom with the intention of increasing the quality of learning carried out in the classroom and the evaluation is carried out through the supervision of the principal in the classroom during learning. This school action research activity was carried out at SDN Kedungdoro V/310 for 3 months, starting from July to September 2021 by going through cycle stages. The purpose of this school action research (PTS) is to determine the extent to which the supervision carried out by the principal followed by the provision of guidance/treatment to the target teachers can increase the competence of the low-grade teachers in preparing learning administration. In this school action research (PTS), it was carried out in 2 cycles, from the results of the actions taken it was proven to be able to increase the competence of low grade teachers by achieving ideal standards. In the first cycle, the increase in the competence of low-grade teachers in preparing learning administration reached about 33.33%, in the second cycle it could increase to 100%. The average score obtained after class supervision in the first cycle was 71.33 and increased in the second cycle to 83.33, meaning that there was an increase of 12 and the level of completeness as a group/classical in the first cycle reached 33.33% and in the first cycle it was 33.33%. II increased to 100%. The results of this school action research indicate that the coaching of the principal can improve the competence of low-grade teachers in preparing learning administration. ABSTRAKPenelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang mengangkat tentang bagaimana guru dapat menggunakan administrasi pembelajaran yang ada dalam proses pembelajaran di kelas dengan maksud dapat meningkat kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas dan evaluasinya dilakukan melalui kegiatan supervise kepala sekolah di kelas saat pembelajaran. Kegiatan penelitian tindakan sekolah ini dilakukan di SDN Kedungdoro V/310 selama 3 bulan yaitu mulai bulan Juli sampai dengan September 2021 dengan melalui tahapan-tahapan siklus. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah yang diikuti dengan pemberian pembinaan/perlakuan terhadap guru-guru sasaran dapat meningkatkan Kopetensi guru kelas rendah tersebut dalam menyusun administrasi pembelajaran. Dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dalam 2 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan Kopetensi guru kelas rendah dengan mencapai standar ideal. Pada siklus I peningkatan Kopetensi guru kelas rendah dalam menyusun administrasi pembelajaran mencapai sekitar 33,33 % ,pada siklus II dapat meningkat menjadi 100 %. Skor rata-rata yang diperoleh setelah dilakukan supervisi kelas pada siklus I sebesar 71,33 dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33, berarti ada peningkatan sebesar 12 dan tingkat ketuntasan secara kelompok/klasikal pada siklus I mencapai 33,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 100 %. Hasil penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan bahwa pembinaan kepala sekolah dapat meningkatkan Kopetensi guru kelas rendah dalam menyusun administrasi pembelajaran.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI LOKAKARYA PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS PLATFORM GOOGLE FOR EDUCATION DI SMP NEGERI 2 TARAKAN JAHRAH JAHRAH
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v1i2.646

Abstract

Pada pembelajaran daring semua elemen pedidikan dituntut untuk tetap memfasilitasi pembelajaran agar tetap aktif meskipun tanpa tatap muka secara langsung. Sehubungan dengan adanya kegiatan belajar dari rumah atau disebut dengan BDR di SMP Negeri 2 Tarakan , maka guru diharapkan bisa menyampaikan materi pembelajaran atau kegiatan pembelajaran secara daring dengan menggunakan teknologi baik melalui WAG, google meet, zoom atau google classroom. Awalnya disekolah kami banyak guru merasa kesulitan untuk melakukan proses pembelajaran secara daring karena kemampuan guru dalam bidang teknologi khususnya menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran sangat kurang, guru-guru di SMP Negeri 2 Tarakan juga merasa sangat bingung bagaimana menyampaikan materi pelajaran, tugas-tugas untuk peserta didik dengan baik dan dapat dipahami oleh peserta didik. kurangnya kemampuan/kompetensi guru-guru di SMP Negeri 2 Tarakan dalam bidang IPTEK menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran maka Kepala Sekolah dan Tim Managemen sekolah memandang perlu diadakannya lokakarya yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam bidang IPTEK khususnya menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran sehingga guru dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran secara daring dengan baik, disamping itu melalui lokakarya ini diharapkan guru-guru dapat sharing dan berbagi pengetahuannya dalam bidang IPTEK. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa wawancara kepada panitia penyelenggara lokakarya dan kuesioner yang diberikan kepada guru-guru SMP Negeri 2 Tarakan pada bulan Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukan adanya antusias guru-guru SMP Negeri 2 Tarakan untuk mengikuti lokakarya yang dilaksanakan oleh panitia dan terjadi peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti lokakarya pembuatan bahan ajar berbasis platform google for education.
MENINGKATKAN KINERJA GURU PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENCETAK WIRAUSAHA FRANSISKA ANDAYANI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v1i2.647

Abstract

Meningkatkan kinerja guru mata pelajaran produktif dan kewirausahaan melalui program sekolah pencetak wirausaha, adalah antara lain cara sekolah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan. Sekolah atau pendidikan menjadi tempat yang sangat strategis untuk menumbuhkan bakat wirausaha. Akan tetapi selain bakat, motivasi dan pengetahuan mengenai berwirausaha juga harus diberikan. Program sekolah pencetak wirausaha merupakan serangkaian kegiatan untuk membentuk dan membuka pola pikir siswa yang akan lulus untuk menggeluti dunia wirausaha, sehingga peserta didik tidak hanya berfikir untuk bekerja diindustri, tetapi sebagai pencipta lapangan kerja mandiri. Program ini membutuhkan lima komponen pendukung yaitu kepala sekolah sebagai penggerak, guru sebagai pembimbing, peserta didik sebagai pelaksana usaha, masyarakat sebagai pendukung dan konsumen, serta pemerintah sebagai fasilitator. Program sekolah pencetak wirausaha dilaksanakan pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Perikanan Air Tawar dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan kelas XI, semester ganjil tahun ajaran 2020/2021.
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN EVALUASI HASIL BELAJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 5 SIDOREJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 ENDANG SETYOWATI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v1i2.657

Abstract

Kelayakan mengajar tidak cukup hanya diukur berdasarkan pendidikan formal, tetapi juga harus diukur berdasarkan bagimana kemampuan guru dalam mengajar dan penguasaan materi, memilih dan menggunakan metode, media, serta evaluasi pembelajaran. Kemampuan guru SD dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat memprihatinkan. Dari sampel guru SD yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran, 70% kurang menguasai bahan pelajaran dan 30% menguasai bahan pelajaran. Kondisi tersebut terjadi karena kurang optimalnya fungsi pengawasan kepala sekolah. Selama ini banyak pendapat bahwa profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai. Hal itu terjadi antara lain karena kurangnya kepengawasan kepala sekolah. Tujuan PTS ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Keberhasilan pada siklus I sebesar 61,43% meningkat menjadi 67,14% pada siklus II dan menjadi 75% pada siklus III. Bahwa pembinaan melalui supervivi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar dengan ketuntasan mencaapai 100%.

Page 2 of 2 | Total Record : 15