Journal for Lesson and Learning Studies
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 1 (2021): April"
:
20 Documents
clear
Perbandingan Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Model Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran PPKn
Dhea Fatar Kiranadewi;
Agustina Tyas Asri Hardini
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.33860
Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan permasalahan kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah pada pelaksanaan pembelajaran PPKn, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan tingkat efektivitas antara model problem-based learning dan Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis belajar PPKn siswa di kelas IV SD. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment design) yang menggunakan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian pola nonequivalent control group design, uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji T independent Sample T test. Subyek penelitian yaitu kelas IV dengan jumlah siswa 58 yang meliputi 28 siswa kelas IV SD. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes kepada siswa. Dari hasil nilai postest teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistik kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pengujian hipotesis dengan uji T sig. (2-tailed) diperoleh 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) dengan thitung 5,902> ttabel 2,002, dan nilai rata-rata penggunaan model problem based learning yaitu 80,00 yang mengalami peningkatan sedang dengan nilai N-Gain 0,48, sedangkan nilai rata-rata lebih rendah dari model Problem solving yaitu 69,50 dengan nilai N-Gain 0,23. Simpulan penelitian ini adalah model problem based learning terbukti lebih efektif dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis PPKn pada siswa dibandingkan menggunakan model Problem Solving.
Hubungan Motivasi Belajar Ekstrinsik dengan Kompetensi Belajar Kognitif Selama Pembelajaran Daring Biologi
Ila Mursi;
Ristiono Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34172
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kompetensi kognitif siswa dalam pembelajaran Biologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar ekstrinsik dengan kompetensi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa, dengan angket ini penulis memperoleh data tentang motivasi belajar ekstrinsik dengan kompetensi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi selama pembelajaran online. Setelah data diperoleh penulis menggunakan rumus kriteria nilai dan uji normalitas serta melakukan pengujian hipotesis menggunakan product moment dan menggunakan rumus koefisien determinasi untuk mengetahui kontribusi variabel X dan Y. Subjek penelitian adalah 48 siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata uji hipotesis didapatkan hasil nilai t_hitung yaitu 2,668 dan t_tabel yaitu 2,074, hubungan antara motivasi belajar ekstrinsik dengan kompetensi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi 0,65, kontribusi motivasi belajar ekstrinsik terhadap kompetensi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi adalah 12,13% dan 87,87% ditentukan oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara motivasi belajar ekstrinsik dengan kompetensi belajar kognitif Biologi.
Instrumen Asesmen Berbasis Literasi Sains Tentang Materi Keanekaragaman Hayati
Rizka Putri Alti;
Lufri Lufri;
Helendra Helendra;
Relsas Yogica
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34270
Hasil penelusuran data penelitian PISA menunjukkan bahwa posisi literasi sains siswa Indonesia masih berada di peringkat 10 terakhir dibandingkan negara lainnya. Hal tersebut menunjukkan kurangnya keterampilan peserta didik Indonesia menyelesaikan soal PISA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen berbasis literasi sains tentang materi keanekaragaman hayat. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D. Subjek penelitian terdiri dari 36 orang peserta didik kelas X dan validator terdiri dari 3 orang dosen dan 1 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian pengembangan ini metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen berbasis literasi sains yang sangat valid secara logis dengan persentase 90,54% dan valid secara empiris dengan rentangan 0,33-0,75 untuk soal pilihan ganda, rentangan 0,42-0,80 untuk uraian. Hasil penilaian kepraktisan oleh guru dengan persentase 93,88% dan oleh peserta didik dengan persentase 92,31%. Hasil reliabilitas tinggi dengan rentangan 0,69) ntuk soal pilihan ganda dan reliabilitas sangat tinggi dengan rentangan 0,86 untuk soal uraian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen berbasis literasi sains tentang materi keanekaragaman hayati kelas dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Booklet Sistem Imun Manusia sebagai Suplemen Bahan Ajar Biologi Kelas XI SMA
Olla Krisliani Yudistira;
Syamsurizal Syamsurizal;
Helendra Helendra;
Yusni Attifah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34289
Media pembelajaran merupakan kemajuan besar dalam bidang pendidikan, melalui media mempermudah guru dan peserta didik dalam memahami konsep pelajaran. Objek yang tidak dapat diamati secara langsung karena keterbatasan waktu, biaya, dan lain sebagainya menggunakan media pembelajaran kita dapat melihat dan mempelajari objek tersebut. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik bukanlah hal yang mudah, guru harus mengetahui bagaimana karakteristik peserta didik untuk dapat menyesuaikan bahan ajar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan booklet sistem imun manusia sebagai suplemen bahan ajar biologi kelas XI di SMAN 4 Padang. Studi dilakukan dengan metode survei menggunakan angket yang disebarkan kepada peserta didik dan guru biologi di SMAN 4 Padang. Angket diisi oleh 159 peserta didik kelas XII IPA dan satu orang guru biologi SMAN 4 Padang. Hasil angket menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan sumber belajar tambahan pada materi sistem imun manusia, kriteria sumber belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik yaitu materi yang disampaikan lengkap, singkat, padat dan disertai gambar. Pengembangan booklet sebagai suplemen bahan ajar biologi dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh guru dan peserta didik khusunya pada materi sistem imun manusia.
Bahan Ajar E-Modul Intaraktif Muatan IPA Materi Zat Tunggal dan Campuran
I Gede Novayana;
I Gede Margunayasa;
Ndara Tanggu Renda
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34315
Kurangnya ketersediaan bahan ajar yang memenuhi ketersediaan materi dapat berpengaruh pada proses pembelajaran, khususnya pada muatan pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul Interaktif Muatan IPA Sub tema 1 Tema 9 Kelas V yang teruji validitasnya. Tujuan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan E-Modul Interaktif yang kreatif dan inovatif dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE dan hanya memakai 3 tahap yaitu: (1) analisis, (2) perancangan, dan (3) pengembangan. E-Modul Interaktif dijadikan sebagai subjek pada penelitian ini, sedangkan objek penelitian ini adalah validitas dari E-Modul. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah rating scale dengan penguji adalah para ahli. Data validitas media yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus mean untuk mengetahui skor rata-rata validitas E-Modul Interaktif. Penelitian ini menghasilkan E-Modul Interaktif Muatan IPA topik zat tunggal dan campuran yang sudah teruji validitasnya dengan skor rata-rata 4,85 untuk ahli praktisi, 4,77 untuk ahli media, dan 4,39 untuk ahli materi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif muatan IPA materi zat tunggal dan campuran yang dikembangkan dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
An Analysis of EFL Teacher's Lesson Plans for Learning English through Online Learning Platform in Junior High School
Ni Nyoman Diah Krisna Larasati;
Dewa Komang Tantra;
Luh Gd Rahayu Budiarta
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34660
Learning planning requires the preparation and selection of learning objectives, learning media and resources, learning activities, and assessment instruments. The preparation of lesson plans for online learning through the use of google classroom is a new thing for teachers because teachers do not have experience in preparing online learning lesson plans. The purpose of this study was to analyze the preparation of lesson plans through google classroom based on a scientific approach to the K-13 curriculum. This study uses a qualitative research design, with the device used as an instrument covering aspects that include learning objectives, learning materials, learning activities, media, and learning resources, and learning benefits. The research subject in this study was an English teacher. The results of the study found that the RPP developed by teacher-developed well because the RPP also fulfilled 5 aspects of a complete RPP. Based on the results of the study, it can be said that the RPP developed can be applied in online learning, it has completed the 2013 Curriculum RPP material, and uses Google Classroom as an appropriate platform for online learning.
Teacher Constraints in Preparing Lesson Plan through Google Classroom
Dian Yurista Ningsih;
Dewa Komang Komang Tantra;
Luh Gd Rahayu Budiarta
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34663
Implementing an effective teaching and learning process with the integration of online learning platforms is important for teachers, to maximize the online learning process. The purpose of this study is to analyze the obstacles in compiling the integrated lesson plans for google classroom. This study uses a qualitative design as a research design. The research subject in this study was an English teacher. The instrument used in this is a questionnaire containing aspects such as learning, learning materials, learning activities, media and learning resources, and learning objectives. The results show that there are several dominant obstacles, including online learning media as an intermediary for students in collecting results, online learning media that are only used to collect assignments, teachers have difficulty assessing student work from these activities, online learning platforms that are only used for conveying the material, type and technique of the assessment cannot be assessed from the activity. Based on the results of the study, it can be said that teachers experience several dominant obstacles in preparing lesson plans so that they need to be resolved by teachers through mastering five aspects of lesson plan so that they can be adapted to dynamic teaching and learning situations.
An Analysis of Lesson Plans for Learning English in the Senior High School
Ni Luh Soma Antari
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.34664
Preparation of lesson plans for learning English is an important aspect that must be done, before carrying out aspects of teaching and learning, but not all teachers are able to do this. This study aims to analyze the problems carried out by English teachers in high school. This research is qualitative research. The subject in this study was an English teacher. Data on the steps of preparing the RPP for learning English through google classroom and the problems were collected through a questionnaire. Data was collected by giving two questionnaires to the English teacher. The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that the steps taken in the preparation of Indonesian language learning lesson plans followed 5 aspects of the 2013 curriculum lesson plans, namely learning objectives, learning materials, learning activities, media, and learning resources, learning. There were 7 problems that were found when they compiled the lesson plans for learning English, including those that occurred in the aspects of learning objectives, learning activities, and learning. So, it can be said that the lesson plan for learning English can be used in the online learning process.
Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Model Quantum Teaching
Kadek Devi Mediawadi;
I Ketut Trimawan
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.35262
Pembelajaran saat ini yang masih berpusat pada guru yang berdampak pada rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa dalam belajar IPA. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah menerapkan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan model quantum teaching. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengadaptasi model penelitian PTK dari Kemmis dan Taggart. Subjek dalam penelitian ini berjumlah berjumlah 41 orang. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi dan rubrik penilaian, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes objektif. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan. Terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa. Hasil tes akhir pada siklus II menunjukkan hanya 5 orang siswa yang hasil belajarnya berada di bawah KKM dan 36 siswa mendapat nilai sama atau di atas KKM. Diantara 36 siswa yang mendapat nilai di atas KKM, terdapat 16 orang siswa yang mendapat nilai sempurna. Nilai rata-rata siswa juga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD.
Penerapan Pembelajaran Daring Berbasis Model Teams Game Tournament Meningkatkan Hasil Belajar IPA
Gusti Ketut Tri Pramana Cintia;
Gusti Putu Cintiasa
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.35317
Rendahnya hasil belajar siswa yang diakibatkan penerapan model pembelajaran daring yang kurang efisien pada masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran daring berbasis model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi atau evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD, sebanyak 19 orang, 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan lembar observasi, metode analisis data dengan analisis deskriptif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 84,21% dengan nilai rata-rata 73,42. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 89,47% dengan nilai rata-rata 79,37. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran daring dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD pada mata pelajaran IPA.