Journal for Lesson and Learning Studies
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 1 (2022): April"
:
20 Documents
clear
Mind Mapping Berbasis Problem Based Learning sebagai Media Pembelajaran Menarik bagi Siswa Kelas V SD
Swari, Ni Putu Pradnya;
Manuaba, Ida Bagus Surya
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.46129
Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan guru pada saat proses pembelajaran. Hal ini tentu memberikan dampak bagi guru maupun hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media mind mapping berbasis problem based learning (PBL). Penellitian menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek yang digunakan dalam penellitian yaitu diantaranya ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran dan siswa kelas V SD. Metode pengumpulan data yaitu metode kuesioner dan wawancara dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian media mind mapping dinyatakan layak digunakan berdasarkan hasil review ahli isi mata pelajaran memperoleh persentase 90,9% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain pembelajaran dengan perolehan persentase 84,61% kualifikasi baik, ahli media pembelajaran memperoleh persentase 86,67% dengan kualifikasi baik, dan uji coba perorangan memperoleh persentase 88,54% dengan kualifikasi baik. Maka, media mind mapping berbasis problem based learning layak digunakan di kelas V sekolah dasar. Implikasi penelitian ini diharapkan guru dapat menggunakan media ini dapat proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
Video Pembelajaran Interaktif Problem Based Learning dalam Pembelajaran IPS
Ratnathatmaja, I Made;
Sujana, I Wayan
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.46605
Minimnya pemanfaatan video pembelajaran interaktif sebagai bahan ajar atau media pembelajaran dalam pembelajaran daring mengakibatkan siswa tidak memahami. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan video pembelajaran interaktif berbasis problem based learning mata pelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan pada siswa kelas IV SD. Subjek penelitian yaitu: 1 ahli mata pelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji coba perorangan dan 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, pengumpulan dokumen, dan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil review ahli isi mata pelajaran memperoleh persentase (83%), hasil review ahli desain pembelajaran media memperoleh persentase (89%), hasil review ahli media memperoleh persentase (89%), hasil uji perorangan vi memperoleh persentase (85%) dan hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase (87,2%) dengan keseluruhan mendapatkan kategori baik, sehingga video pembelajaran interaktif layak digunakan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memotivasi atau mendorong guru dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang selama ini jarang dimanfaatkan dengan baik.
The Use of Joint Construction Upon Writing Achievement
Arlinayanti, Kadek Dwi;
Sariyani, Ni Nyoman
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.47255
Mastering the language, especially English, is not enough if people can only speak fluently. Students are also required to be able to produce language in written form because writing is considered essential. This study aims to analyze the significant effect on the writing ability of students who are taught using the Joint Construction technique and those who use conventional writing techniques. This research is experimental, using the post-test only control groups design. The population of this research is 224 students. Two classes were randomly selected as the research sample. The test results were analyzed through descriptive and inferential statistics. The results of the research are descriptive analysis results. The average value of the experimental group is 79.78, while the average value of the control group is 75.66. It means that the experimental group performs better than the control group. In statistical inferential analysis, a significant difference in the writing ability of students taught using the Joint Construction technique and conventional writing techniques was 2.43. So the Null hypothesis used is rejected. It was concluded that there was a significant difference in students' writing achievement between students taught using the Joint Construction technique and those taught using conventional writing techniques.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Stick Talking Mata Pelajaran IPS Materi Keberagamaan
Sintiya, Okta Nur;
Amaliyah, Nurrohmatul
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.40901
Permasalahan pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang kurang, serta guru belum menguasai model pembelajaran yang menarik di kelas. Selain itu juga partisipasi siswa dalam pembelajaran masih sangat kurang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran stick talking terhadap hasil belajar tentang materi keberagaman pada muatan pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif menggunakan model spiral Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan: perencanaan, tindakan & pengamatan, serta refleksi. Dengan pelaksanaan pembelajarannya 2 siklus, Uji coba untuk butir soal dilakukan ke dengan dengan jumlah 25 siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes kognitif, dokumentasi, dan catatan lapangan. Uji tes menggunakan analisis butir soal tiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualititatif. Model pembelajaran stick talking yang diterapkan sesuai dengan sintak stick talking Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran stick talking mampu meningkatkan pembelajaran, dengan dibuktikan pada pra siklus prosentase siswa yang tuntas 36% atau 9 siswa, dan prosentase yang tidak tuntas 64% atau 16 siswa. Siklus I hasil prosentase siswa yang tuntas 68% atau 17 siswa dan siswa yang tidak tuntas 32% atau 8 siswa. Siklus II hasil prosentase siswa yang tuntas 100% atau 25 siswa.
Capaian Literasi STEM Peserta Didik dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI di SMA
Chairulli, Mivtahul;
Rahmi, Yosi Laila
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.47005
Literasi STEM adalah kemampuan membaca, menulis, dan berbicara yang akan menciptakan karya yang harus diselesaikan dan dilengkapi dengan konsep-konsep dari sains, teknologi, teknik, dan matematika. Hanya saja kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa memiliki kemampuan literasi STEM yang baik. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui capaian literasi STEM peserta didik pada pembelajaran biologi. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas XI sekolah menengah atas. Penarikan sampel dalam penelitian dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel penelitian yakni 50 orang siswa kelas XI SMA. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode tes, dengan instrument penelitian berupa 16 pertanyaan literasi STEM. Hasil yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian literasi sains memperoleh hasil 68,4% dengan kategori sedang, capaian literasi teknologi dan rekayasa memperoleh hasil 52,7% dengan kategori rendah dan capaian literasi matematika memperoleh hasil 67,3% dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa capaian literasi STEM peserta didik masih belum maksimal sehingga harus ditingkatkan kembali.
Media Permainan Kartu Bergambar Mengenai Siklus Hidup Hewan Siswa Kelas IV SD
Arisandi, I Made Arik;
D.B. Kt. Ngr. Semara Putra
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.47757
Penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang bervariasi membuat pembelajaran menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media permainan kartu bergambar mengenai siklus hidup hewan kelas IV SD. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian yaitu ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji coba perorangan dan 6-9 siswa uji coba kelompok kecil. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, metode wawancara dan metode penyebaran angket atau kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian review ahli isi mata pelajaran memperoleh kriteria sangat baik dengan skor (80%), review ahli desain pembelajaran memperoleh kriteria sangat baik dengan skor (90%). hasil review ahli media pembelajaran memperoleh kriteria sangat baik dengan skor (90%) dan hasil uji perorangan memperoleh kriteria sangat baik dengan skor (90%) dan (e) hasil uji coba kelompok kecil memperoleh kriteria baik dengan skor (87,2%). Maka, media permainan kartu bergambar ini layak digunakan dalam pembelajaran IPA khususnya materi mengenai siklus hidup hewan kelas IV SD. Implikasi pada penelitian ini adalah pemanfaatan kartu bergambar materi siklus hidup hewan dalam pembelajaran IPA memberi dampak positif bagi peserta didik dan guru.
Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Barisan dan Deret
Ahmad Setyawan
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.48460
Rendahnya hasil belajar matematika siswa sekolah menengah atas disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru hanya berfokus pada penggunaan metode ceramah, sehingga siswa mudah bosan. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa melalui Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Barisan dan Deret Aritmatika. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada setiap siklus penelitian terdapat 4 tahapan yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tes, observasi, dan wawancara. Adapun instrument yang digunakan yakni instrument tes hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif analitik dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 69,925 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 79. Dikarenakan nilai rata-rata ketuntasan siswa adalah 70, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Hasil pada siklus II menunjukkan bahwa 80,4 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat pada terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajara problem based learnig secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah menengah atas.
E-Scrapbook: The Needs of HOTS Oriented Digital Learning Media in Elementary Schools
Antara, I Gede Wahyu Suwela;
Dewantara, Kadek Andre Karisma
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.48533
The adaptation of new habits after the COVID-19 pandemic has an impact on the lack of availability of learning media that can be used to support the learning process. The role of learning media is very important in the learning process, one of which is to facilitate students in practicing higher-order thinking skills as one of the 21st century skills that must be possessed by students. This study aims to analyze the needs and explore the role of teachers in the process of developing digital learning media containing HOTS-based questions in elementary schools. This research is a descriptive research by conducting a needs analysis. The data was collected using observation and interview methods with instruments in the form of observation sheets and interview sheets. Data analysis was carried out qualitatively. The results show that digital-based learning media containing HOTS questions used in post-covid-19 learning are still limited and not varied. In addition, teachers also have not played a major role in developing digital-based learning media containing HOTS questions. This indicates that the development of digital-based learning media containing HOTS questions needs to be developed as an effort to improve the quality of learning after the COVID-19 pandemic.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Wayang Sukuraga Terhadap Keterapilan Menulis Narasi Siswa Kelas Rendah
Nurhidayah, Shopa’a Aulia;
Dyah Lyesnaya;
Iis Nurasiah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.48711
Menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, hal ini disebabkan karena melalui kegiatan menulis seseorang akan dapat berkomunikasi dengan orang lainnya dalam bentuk Bahasa tulis. Hanya saja kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa mampu menulis dengan baik, kususnya dalam aspek menulis teks narasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi wayang sukuraga terhadap keterampilan menulis siswa sekolah dasar kususnya pada siswa kelas rendah. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian eksperimen dengan desain penelitian berupa quasi ekperimental desain. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni 30 orang siswa kelas II SD, dengan 15 siswa sebagai kelompok eksperimen, dan 15 orang lainnya sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode tes, dengan instrument penelitian berupa tes kemampuan menulis narasi siswa sekolah dasar. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Untuk menguji hipotesis dan data hasil uji formatif (pre-test dan post-test) dari kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen akan dianalisis dengan uji statistik parametrik yakni uji t (independent sample T- test). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil pada post tes pada kelas ekperimen sebesar 83.9333, dan untuk kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 75.1333, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh dalam keterampilan menulis narasi siswa kelas rendah setelah diberikan media digital wayang sukuraga.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas V SD Pada Materi Pecahan
Daffa Tasya Pratiwi;
Fitri Alyani
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i1.49100
Kemampuan pemecahan masalah ialah sebuah pilar yang siswa harus miliki untuk memecahkan permasalahan matematika dengan berbagai cara yakni memahami masalah, Menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah dan memeriksa Kembali pada materi pecahan. Tujuan penelitian ini dilakukan agar melihat sampai dimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian yakni siswa kelas V SD dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode tes, observasi dan wawancara dengan instrument penelitian berupa tes uraian dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif melalui tahapan mereduksi data, penyampaian data, dan menyimpulkan. Validitas data memakai Teknik triangulasi, yakni hasil tes uraian siswa dan wawancara ditriangulasikan dan dapat dideskripsikan tentang kemampuan penyelesaian masalah siswa dalam mengerjakan soal matematika pada materi pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 kategori kemampuan pemecahan masalah siswa, yakni kategori tinggi dengan persentase 16,67%, kategori sedang dengan persentase 26.67%, dan siswa dengan kategori rendah dengan persentase 56,67%. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam proses pemecahan masalah tergolong berbeda-beda, dan cenderung berada dalam kategori rendah.