cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 6 Documents clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MATERI PRINSIP PESAWAT SEDERHANA BAGI KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK NORMALA DEWI; SYAHMANI SYAHMANI; MAYA ISTYADJI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2407

Abstract

Research on the implementation of guided inquiry learning models in science learning has been carried out to improve learning outcomes and science process skills of students on skeletons, muscle and principle of simple machine at class VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin. This study aims to determine differences in learning outcomes and science process skills between students appliying the guided inquiry learning model and those using the direct instruction model. This study is a quasi-experimental study with Pre-test and Post-test control group design. The sample of this study was class VIII E and class VIII F with random sampling research techniues. Knowledge results are seen from test and results of science prosess skills are seen from observation. The result obtained showed that average post-test scores of experimental class and the control class were 82 and 76, while the resultsof science process skills test of the experimental class and control class were 71,11 and 52,22. The results show that: 1) there is significant difference learning outcomes in guided inuiry and direct instruction learning models in material of skeletons, muscle and principle of simple machine; and 2) there is significant difference science process skills in guided inquiry and direct instruction learning models in material of skeletons, muscle and principle of simple machine. ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan dan keterampilan proses sains peserta didik pada materi rangka, otot dan prinsip pesawat sederhana kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan dan keterampilan proses sains antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Pre-test Post-test Cotrol Grup Design. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII E dan kelas VIII F dengan teknik penelitian random sampling. Hasil pengetahuan diliat dari tes soal sedangkan hasil keterampilan proses sains dilihat dari tes soal dan observasi. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut adalah 82,00 dan 76,00. Sementara hasil test keterampilan proses sains kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 71,11 dan 52,22. Jadi dapat disimpulkan bahwa 1) Terdapat perbedaan pengetahuan peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran langsung atau Direct instruction pada materi rangka otot dan pesawat sederhana; 2) Terdapat perbedaan keterampilan proses sains peserta didik yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran langsung atau direct instruction pada materi rangka, otot dan pesawat sederhana
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA KARTU DOMINO PADA MATERI RUMUS KIMIA DAN TATA NAMA SENYAWA DI KELAS X MIPA 2 SMAN 1 KAUMAN PONOROGO DECITA DWI RETNO P
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2423

Abstract

This study aims to increase student activity and learning outcomes through the media of domino cards on the material of chemical formulas and nomenclature of compounds in class X Mipa 2 SMAN 1 Kauman Ponorogo. This study was planned to consist of two cycles. Pre-tests and initial observations were carried out before learning to clarify students' initial knowledge and understanding. As soon as sessions 1 and 2 are finished, a post test is carried out so that you can find out the increase in performance and in learning with this domino card tool. In this study it was shown that the implementation of learning chemical formulas and nomenclature with the help of domino cards was able to improve the achievement and learning outcomes of class X students (MIPA 2 SMAN 1 Kauman Ponorogo). Their involvement in learning also increased from an average of 3.28 in cycle 1 to very good with an average of 4.4 in cycle 2, and students' social skills also increased which was initially good with an average of 2.525. being very good with an average of 3.35, besides that the teacher's performance has also increased. The first period has sufficient criteria with an average of 68.75, while in the second period it grows very well with an average of 92.90. This situation affected students' classical learning mastery which increased from 70% to 100%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui media kartu domino pada materi rumus kimia dan tata nama senyawa di kelas X Mipa 2 SMAN 1 Kauman Ponorogo. penelitian ini direncana  terdiri dari dua siklus. Pretes dan observasi awal dilakukan sebelum pembelajaran untuk memperjelas pengetahuan dan pemahaman awal siswa. Begitu selesai sesi 1 dan 2 dilakukan post tes agar dapat diketahu peningkatan performa dan dalam pembelajaran dengan alat kartu domino ini. Pada penelitian ini ditunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran rumus kimia dan tatanamanya dengan bantuan kartu domino mampu meningkatkan prestasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X (MIPA 2 SMAN 1 Kauman Ponorogo). Keterlibatan mereka dalam pembelajaranpun juga meningkat dari rata-rata 3,28 pada siklus 1 menjadi sangat baik dengan rata-rata 4,4 pada siklus 2, dan keterampilan sosial siswa pun meningkat yang awalnya baik dengan rata-rata 2,525. menjadi sangat baik dengan rata-rata 3,35, disamping itu kinerja guru juga meningkat. Periode pertama dengan kriteria cukup dengan rata-rata 68,75, sedangkan di periode kedua tumbuh menjadi amat baik dengan rata-rata 92,90. Keadaan ini mempengaruhi ketuntasann belajar klasikal siswa yang meningkat dari 70% menjadi 100%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI DESCRIPTIVE TEXT DI KELAS VII SMP AL AZHAR SYIFA BUDI JATIBENING LINA PURWATI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2424

Abstract

The purpose of writing this practice is to describe the author's practice in implementing higher order thinking skills (HOTS) oriented learning. The target for implementing this best practice is 70 grade VII students at SMP Al Azhar Syifa Budi Jatibening. Descriptive text learning with the discovery learning model is appropriate as a HOTS-oriented learning practice because it can improve students' abilities in transferring knowledge, critical thinking, and problem solving. By systematically and carefully preparing lesson plans (RPP), learning descriptive text using the discovery learning model is not only HOTS oriented, but also integrates PPK, literacy and 21st century skills. ABSTRAKTujuan penulisan praktik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS). Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas VII di SMP Al Azhar Syifa Budi Jatibening sebanyak 70 orang. Pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning layak dijadikan praktik pembelajaran berorientasi HOTS  karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.
PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MAS SRI MULYAWATI; SUPARDI US
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2425

Abstract

In learning there are still many students in the class who have not been able to develop critical thinking skills to the fullest, many factors influence this process including learning styles. Learning style can be defined as the way students consistently construct knowledge. Learning style is one of the factors that influence the level of students' critical thinking skills. Learning style and self-concept have a positive influence together on critical thinking skills. the higher the understanding of students in knowing their learning styles and self-concept of a good student, the students' critical thinking skills will increase. This study has the intent and purpose to find and re-analyze the Effect of Learning Styles on Students' Critical Thinking Ability. The method used is Meta-Analysis with a population of all journals that have been published in Indonesia by taking samples by Random Sampling, namely 5 Journals published from 2014 to 2022. The results of research in class XI IPA SMA Negeri 3 Palopo on the subject matter of solutions acid-base learning styles do not significantly affect students' critical thinking skills, there is an insignificant interaction between learning styles and students' attitudes in mathematics class VIII in Depok Regency, as well as in Biology class IX at SMPN 131 Jakarta, and in Chemistry Education students at Unipa Manokwari there is an insignificant effect of Learning Styles on Students' Critical Thinking Ability. ABSTRAKDalam pembelajaran masih banyak siswa dikelas belum dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara maksimal, banyak faktor yang mempengaruhi proses tersebut diantaranya gaya belajar. Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara siswa secara konsisten dalam membangun pengetahuan.Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan berpikir kritis siswa. Gaya belajar dan konsep diri memiliki pengaruh positif secara bersama-sama terhadap kemampuan berpikir kritis. semakin tinggi kepahaman peserta didik dalam mengetahui gaya belajar yang dimiliki dan konsep diri seorang peserta didik baik maka kemampuan berpikir kritis peserta didik akan meningkat.. Penelitian ini mempunyai maksud dan tujuan untuk menemukan dan menganalisa kembali tentang Pengaruh Gaya Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.Metode yang digunakan adalah Meta Analisis dengan populasi seluruh jurnal yang sudah terbit di Indonesia dengan pengambilan sampel adalah secara Random Sampling yaitu 5 buah Jurnal yang terbit dari mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2022. Hasil dari penelitian di kelas XI IPA SMA Negeri 3 Palopo pada materi pokok larutan asam basa gaya belajar tidak secara signifikan mempengaruhi keterampilan berpikir kritis peserta didik, terdapat interaksi yang tidak signifikan antara gaya belajar dan sikap siswa pada pelajaran matematika kelas VIII di Kabupaten Depok, begitu juga dengan pelajaran Biologi di kelas IX di SMPN 131 Jakarta , dan pada mahasiswa Pendidikan Kimia Unipa Manokwari terdapat pengaruh yang tidak signifikan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.
PERMAINAN KARTU ION SOLUSI MENULISKAN RUMUS KIMIA SENYAWA ION DI KELAS X MAN 1 KOTA CILEGON MARYATI MARYATI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2426

Abstract

The purpose of compiling this best practice is to describe the methods and results of using the ion card game as a solution for writing the chemical formulas of compounds in class X. The steps taken by the author in compiling this best practice are: 1) Make ion cards with the required number; 2) Explain to students how to use ion cards; 3) Count the number of cation cards and anion cards; 4) Ask students to write chemical formulas in the form of AxBy; 5) Asking students to communicate the results of their group work; 6) Conduct tests to test competency achievement. By using the ion card game, from the two X MIPA classes, 95% of the students could write chemical formulas. Through the ion card game, writing down chemical formulas which are abstract materials and a prerequisite for other materials, turns out to be easier to understand. The students feel happy with this media, 86.75% actively participate in learning. Based on the success of the ion card game in these two classes, it is recommended that the ion card game be developed in madrasas or other schools in writing chemical formulas, nomenclature and chemical reaction equations. The obstacles in this activity are very minimal, students can even make their own ion cards from makeshift materials ABSTRAKTujuan penyusunan best practice ini adalah mendeskripsikan cara dan hasil menggunakan permainan kartu ion sebagai solusi untuk menuliskan rumus kimia senyawa di kelas X. Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam menyusun best practice ini adalah: 1) Membuat kartu ion dengan jumlah sesuai kebutuhan; 2) Menjelaskan kepada siswa cara menggunakan kartu ion; 3) Menghitung jumlah kartu kation dan jumlah kartu anion; 4) Meminta siswa menuliskan rumus kimia dalam bentuk AxBy; 5) Meminta siswa untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya; 6) Melakukan tes untuk menguji ketercapaian kompetensi. Dengan menggunakan permainan kartu ion, maka dari dua kelas X MIPA sebanyak 95% siswa bisa menuliskan rumus kimia. Melalui permainan kartu ion, menuliskan rumus kimia yang merupakan materi abstrak dan menjadi prasyarat materi lainnya, ternyata menjadi lebih mudah dipahami. Para siswa merasa senang dengan media ini, 86,75% mengikuti pembelajaran dengan aktif. Atas dasar keberhasilan permainan kartu ion di dua kelas ini, maka direkomendasikan permainan kartu ion bisa dikembangkan di madrasah atau sekolah lain dalam menuliskan rumus kimia, tata nama dan persamaan reaksi kimia. Hambatan dalam kegiatan ini sangat minim, bahkan siswa bisa membuat sendiri kartu ion dari bahan seadanya
PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF GABUNGAN CERAMAH DAN KERJA KELOMPOK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK KELAS XI MIPA 2 MAN 1 KOTA CILEGON RODIYAH RODIYAH
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v3i3.2439

Abstract

One of the teaching methods that can make children able and have to recall the subject matter they have received is the active learning method of the Combined Lecture and Group Work Difficulty learning model on the subject matter. In order for learning to be active, students have to do a lot of assignments. They have to use their brains, examine ideas, solve problems, and apply what they learn. Active learning should be agile, fun, passionate and passionate. Students often even leave their seats, move freely and think hard (moving about and thinking aloud). The purpose of this classroom action research (CAR) is to find out the Active Learning Method of Combined Lecture and Group Work Models in improving learning outcomes of the Akhlak Aqidah. So, it is hoped that in the future student achievement can increase to the maximum. In this classroom action research (CAR) it was carried out in 3 cycles, the results of the actions taken proved to be able to improve student learning outcomes by achieving ideal standards. From 59.50% in cycle I, it can increase to 69.42% in cycle II, and cycle III to 75.47%. The results of this action research show that the application of the Active Learning Method Model of Combined Lectures and Group Work is effective in improving student learning outcomes with mastery reaching 100%. ABSTRAKSalah satu metode pengajaran yang bisa membuat anak bisa dan harus mengingat kembali materi pelajaran yang telah mereka terima adalah cara belajar aktif model pembelajaran Gabungan Ceramah dan Kerja Kelompok  Kesulitan pada materi pelajaran. Agar belajar manjadi aktif, siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka haru menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thinking aloud). Tujuan dari penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui Metode Belajar Aktif Model Gabungan Ceramah dan Kerja Kelompok dalam meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak. Sehingga, diharapkan untuk ke depannya prestasi belajar siswa bisa meningkat dengan maksimal. Dalam penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa  dengan mencapai standar ideal. Dari 59,50% pada siklus I, dapat meningkat menjadi 69,42 %  pada siklus II, dan siklus ke III  75,47  %.  Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan penerapan Metode Belajar Aktif Model Gabungan Ceramah dan Kerja Kelompok efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan mencapai 100 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 6