SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL
Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal (SCPIJ) is a scientific journal managed by the Faculty of Pharmacy Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, which is published twice a year (April and October). SCPIJ is a scientific research journal in the field of community service with articles that have never been published online or in print before. SCPIJ aims to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of pharmacy and health, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, Pharmaceutical Care,Pharmacotheraphy, Pharmacoepydemology, Pharmacogenetic, Rational Therapeutics, Evidence-Based Practice, Health Services Research, Medication Management, Drug Interactions, Drug Utilization, Drug Prescribing, Drug Information. The results of the service published in this journal are in the form of experimental and non-experimental service.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2020)"
:
10 Documents
clear
PEMANTAUN TERAPI OBAT PADA PASIEN DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) GRADE I DI RUMAH SAKIT X
fransiska, arinta agil
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.2053
Dengue haemorrhagic fever (DHF grade 1) merupakan salah satu infeksi virus dengue. Virus dengue masuk ke dalam sistem peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk yang memiliki genus Aides. Vektor utama penyakit demam berdarah adalah nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Manifestasi klinis demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari disertai gejala pendarahan dengan atau tanpa syok, disertai trombositopenia dan peningkatan hematokrit. Telah dilaporkan anak laki-laki usia 15 tahun menderita demam berdarah (DHF grade I). Pasien dirawat dengan riwayat demam tinggi berulang, mual dan muntah. Dari pemeriksaan fisik pasien mengeluh mual, demam, pusing dan muntah. Tatalaksana pasien dengan pemberian ringer laktat, ondancetron, paracetamol, ranitidin, mikrolax.
Evaluation of the distribution system of pharmaceutical preparations and medical devices to Pharmaceutical Wholesalers (PBF) in DKI Jakarta province in 2018
Hidayat, Taufiq
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1846
CDOB is a method of distribution / distribution of drugs and / or medicinal materials aimed at ensuring quality along the distribution / distribution line in accordance with the requirements and intended use. Meanwhile, CDAKB is a guideline used in a series of distribution and quality control activities aimed at ensuring that distributed medical device products always meet the requirements set according to their intended use. This study aims to determine the suitability of the application of distribution in aspects of CDOB and CDAKB in Pharmaceutical Wholesalers (PBF) in DKI Jakarta province. This research is a descriptive survey of pharmaceutical wholesalers (PBF) using questionnaires and interviews with 2 PBF who are willing to be respondents of the 4 PBFs recorded in DKI Jakarta province that have been certified by CDOB and CDAKB. The results showed that the application of the CDOB aspects on PBF A (1.84%) and PBF B (0.69%) did not meet the requirements. Meanwhile, the application of CDAKB aspects to PBF A (0.45%) and PBF B (0.21%) did not meet the requirements.
PEMANTAUAN TERAPI OBAT DEMAM TIFOID PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD X
mumpuni, retno
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.2012
Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica khususnya turunannya, Salmonella typhi. Tujuan untuk mengetahui definisi, etiologi, patofisiologi, gejala serta cara penanganan dan pencegahan demam tifoid. Metode yang dilakukan yaitu observasi catatan medis Pasien dewasa Tn.Am, 5 hari dirawat di RSUD X pada tanggal 25 Februari 2019 dengan diagnosa demam tifoid dan mendapatkan terapi pengobatan sanmol 500gr, ceftriaxone inj 2gr, omeprazole inj 40 mg, dexametason 3mg/ml, ranitidine inj 25mg/ml dan infus RL. Pada kasus ini Tn. Am mendapatkan pengobatan duplikasi anatara ranitidine dan omeprazole, tetapi pada hari kedua obat ranitidine telah dihentikan.
EVALUASI EFEKTIFITAS SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) MENGGUNAKAN INDIKATOR CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD KABUPATEN BEKASI
Wardhani, Annisa Ria
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1847
HIV/AIDS saat ini merupakan suatu masalah kesehatan yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit kronis yang berkembang secara progresif. Di Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus HIV/AIDS tertinggi dan mengalami penambahan atau peninkatan jumlah HIV/AIDS. Pengidap HIV memerlukan terapi Antiretroviral (ARV) untuk mencegah perkembangan virus di dalam tubuh supaya tidak masuk ke dalam stadium AIDS dan mencegah terjadinya Infeksi Oportunistik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sebelum dan sesudah penggunaan Antiretroviral (ARV) menggunakan indikator CD4 pada pasein HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan metode rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari berkas rekam medik sebanyak 50 pasien yang telah memenuhi syarat inkulsi dan eksklusi. Hasil pengambilan data di uji analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji analisis yang didapatkan nilai sig 0,000 < 0,05 artinya terdapat perebdaan yang siginifikan jumlah CD4 antara sebelum dan sesudah pemberian terapi ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan kombinasi ARV TDF (300) + 3TC (300) + EFV (600). Kata Kunci : HIV/AIDS; CD4; Antiretroviral
PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK (CKD) + ANEMIA DI UNIT PERAWATAN KELAS III DAHLIA RUMAH SAKIT X
Puka, nurjiana La
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.2014
Metode yang dilakukan terhadap pasien gagal ginjal kronik (CKD) + anemia di unit perawatan dahlia rumah sakit x diantaranya : Kondisi pasien yang semakin menurun karena non hemodialysis dan pemantauan obat
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI MENGGUNAKAN KUESIONER MMAS-8 DI PENANG MALAYSIA
apriliyani, winda
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1863
Di Malaysia, Berdasarkan hasil Kajian Kesehatan dan Morbiditas Nasional (NHMS) pada tahun 2015 menunjukkan prevalensi keseluruhan hipertensi di Malaysia yaitu 30,3%. Prevalensi penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kepatuhan dalam terapi hipertensi sangat dibutuhkan untuk mengontrol tekanan darah pasien sesuai target demi tercapainya keberhasilan terapi itu sendiri dan mencegah atau meminimalisir adanya komplikasi. Penelitian dilaksanakan secara observasional dengan melakukan survey untuk melihat tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan antihipertensi tersebut pada pasien hipertensi di Pulau Penang Malaysia menggunakan kuisioner yang telah tervalidasi sebelumnya yaitu kuisioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale 8-items). Pengumbulan data dilakukan dengan teknik convenience sampling sehingga diperoleh 57 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Menurut hasil analisa, Pasien hipertensi di Penang Malaysia berdasarkan faktor sosiodemografi yang diamati pada penelitian ini didominasi oleh kelompok usia ≥40 tahun sebesar 61,4%, perempuan sebesar 56,1%, berpendidikan tinggi sebesar 66,7%, sudah menikah sebesar 77,2%, dan sudah bekerja sebesar 70,2%. Faktor yang memiliki hubungan terhadap kepatuhan yaitu usia, pendidikan, dan jenis kelamin dengan nilai Pvalue <0.05. Faktor pendidikan didapati sebagai faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepatuhan. Hasil analisa selanjutnya menunjukkan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Penang Malaysia tidak patuh dalam menggunakan obat antihipertensi dengan nilai 63.2% atau sebanyak 36 orang dari total 57 responden. Masalah utama terkait tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam menggunakan antihipertensi di Pulau Penang Malaysia yang didapat berdasarkan jawaban responden pada kuisioner yaitu banyaknya responden yang lupa meminum obat dan lupa membawa obatnya saat berpergian.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIDIABETIK MONOTERAPI DAN KOMBINASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II PESERTA BPJS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM CEMPAKA PUTIH JAKARTA PERIODE 2018
Ramadhan, Irfan Rivano
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1864
Analisis Efektivitas biaya (CEA) merupakan metode farmakoekonomi yang digambarkan dalam rasio biaya-efektivitas agar dapat membantu pengambilan keputusan dalam memilih obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran biaya pengobatan antidiabetik monoterapi dan kombinasi di RSIJ Cempaka Putih. Metode yang digunakan crosssectional dengan design retrospektif menggunakan data sekunder berupa data rekam medik yang diambil dari instalasi rekam medik di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 210 pasien yang menggunakan antidiabetik monoterapi dan kombinasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai ACER yaitu nilai ACER monoterapi glibenklamid Rp. 128.900, metformin Rp. 2.223.361, novorapid® Rp. 3.102.347, lantus® Rp. 43.124, dan kombinasi Novorapid® + Lantus® Rp. 4.930.882 dan Lantus® + Novorapid® + Acarbose Rp. 42.884. Terapi antidiabetik monoterapi dan kombinasi yang paling cost-effective berdasarkan nilai ACER adalah monoterapi oral glibenklamid Rp. 128.900, monoterapi injeksi Lantus® Rp. 43.124, dan kobinasi Lantus® + Novorapid® + Acarbose Rp. 42.884.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIPLATELET CLOPIDOGREL DAN KOMBINASI CLOPIDOGREL DENGAN ASPILET PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD KAB. BEKASI
Pravita, Ayu
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1755
Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di dunia dengan angka kejadian lebih dari 5,1 juta. Pada tahun 2020 diperkirakan 7,6 juta orang akan meninggal karena stroke (Junaidi, 2011). Data Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 7 dari 1000 orang di Indonesia terkena stroke (Depkes, 2013). Salah satu terapi yang digunakan untuk penderita stroke iskemik adalah antiplatelet. Antiplatelet adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus yang terutama sering ditemukan pada sistem arteri (Fagan&Hess, 2008). Penggunaan antiplatelet penting untuk stroke iskemik akut. Pemberian terapi antiplatelet bisa menurunkan angka kejadian stroke berulang dari 68% menjadi 24% (Karuniawati dkk, 2015).Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah penggunaan obat antiplatelet clopidogrel tunggal dan kombinasi clopidogrel dan aspilet dengan menggunakan indikator PT dan APTT pada pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik cross sectional dengan desain studi retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan teknik kuota sampling pada 37 pasien Stroke Iskemik di RSUD Kab.Bekasi. Analisa data dengan uji analisis non-parametric, Mann-Whitney signed rank test jika data tidak berdistribusi normal serta uji chi square.Hasil: Penggunaan Clopidogrel tunggal maupun kombinasi Clopidogrel dengan Aspilet tidak mempengaruhi nilai PT dan APTT pada pasien stroke iskemik. Karena tidak ada perbedaan signifikan dari nilai PT dan APTT pada penggunaan obat antiplatelet dosis tunggal dengan antiplatelet dosis kombinasi.Kesimpulan: Efektivitas dari penggunaan obat antiplatelet clopidogrel dan kombinasi clopidogrel dengan aspilet tidak terlihat jelas karena p value (>0,05) sehingga perbedaan efektivitas tidak signifikan.Kata kunci: Stroke iskemik; Antipletelet; Clopidogrel ; Aspilet ; PT; aPTT
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DALAM PENGGUNAAN ANTIDIABETIK ORAL MENGGUNAKAN KUESIONER MMAS-8 DI PENANG MALAYSIA
Diah Suci Prautami, Wahyu Widyantika
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.1873
Diabetes adalah masalah utama kesehatan masyarakat di Malaysia yang terkait erat dengan peningkatan komplikasi makro dan mikrovaskuler dapat dicegah dimana salah satu penentu keberhasilan dalam terapi bergantung pada kepatuhan minum obat. Selama dekade terakhir, ada peningkatan prevalensi diabetes tipe 2 antara orang dewasa berusia 30 tahun di Malaysia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan berdasarkan karakteristik responden pada penggunaan obat antidiabetik oral. Penelitan ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross-sectional serta data diambil secara prospektif menggunakan data primer terhadap 53 responden dengan teknik pengambilan sampel secara conveniences sampling di Penang Malaysia pada bulan Maret-April 2019. Instrumen penelitian ini berupa lembar kuesioner data demografi dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8). Analisa data mengunakan Mann-Whitney U Test dan Kruskal-Wallis U Test. Hasil analisa didapat bahwa tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 berada pada tingkat kepatuhan sedang. Pada faktor karakteristik responden terhadap tingkat kepatuhan didapat nilai signifikan (p<0,05) ialah usia p=0,04 dan durasi penyakit p=0,002. Untuk jenis kelamin p=0,619, tingkat pendidikan p=0,568, status pernikahan p=0,319, status merokok p=0,749, dan antidiabetik oral p=0,199 didapat tingkat kepatuhan tidak signifikan (p>0,05).
TUGAS KHUSUS PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL DAN TBC DI RUMAH SAKIT X
Ningtyas, Haryati Prasetiya Ramadhani
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/scpij.v5i1.2048
Acute Kidney Injury atau AKI adalah keadaan klinisdimana jumlah urin berkurang di bawah 300 ml per segiper hari dengan gangguan fungsi ginjal. AKI umumnyadisebut nefrosis toksik atau nekrosis tubular akut.Dalam penelitian ditemukan insiden AKI sebesar16,18% pada anak-anak yang dirawat di ruang rawatintensif RSUP Sanglah. Penatalaksanaan dari AKI saatini yaitu Renal Replacement Therapy. Penyakit TBC saat ini menjadi wabah diseluruh dunia karenamayoritas dari penduduk dunia telah terinfeksi TBC sekitar 95%. Obat TBC wajib dikonsumsi selama 6 bulan rutin tanpa putus. Keluarga sangat berperanpenting untuk terapi pasien TBC sehingga mampunmeningkatkan kepatuhan dari pasien TBC. PadaPeraktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di RS X dilakukan pemantauan terapi obat pada pasien AKI danTB Paru.