cover
Contact Name
Faizal Amir Parlindungan Nasution
Contact Email
faiz10march@gmail.com
Phone
+6285716172888
Journal Mail Official
jurnalnaker@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 51, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ketenagakerjaan
ISSN : 19076096     EISSN : 27228770     DOI : 10.47198
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Ketenagakerjaan (J-naker/The Indonesian Journal of Manpower) adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Kebijakan, Kementerian Ketenagakerjaan. J-naker bekerjasama dengan beberapa asosiasi fungsional dan profesi di bidang ketenagakerjaan dalam rangka mengembangkan publikasi ini agar menjadi wadah peningkatan kualitas kebijakan ketenagakerjaan. Kerjasama tersebut antara lain dengan Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Mediator Hubungan Industrial Indonesia (AMHII), Asosiasi Pengawas Ketenagakerjaan Indonesia (APKI), Asosiasi Instruktur Pelatihan Kerja Republik Indonesia Indonesia (PILAR RI), Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (IKAPERJASI), dan Persatuan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Strategi Pengembangan Kompetensi Soft Skills Tenaga Kerja Di Balai Latihan Kerja (BLK) Yeni Nuraeni
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.203

Abstract

Terjadinya perubahan di dunia  industri menyebabkan perubahan  juga di dunia kerja sehingga terjadi transformasi ketenagakerjaan. Industri  saat ini tidak hanya membutuhkan kompetensi berkaitan dengan hard skill saja tetapi juga kompetensi di sisi soft skills. Lembaga pelatihan termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) harus melakukan perubahan dan penyesuaian, termasuk untuk dapat mengantisipasi  adanya perubahan kepesertaaan tenaga kerja dari generasi milineal ke generasi Z yang menimbulkan perubahan  karakteristik tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kebutuhan softskill di era revolusi industri 4.0 & 5.0 dan bagaimana strategi BLK untuk dapat menghasilkan lulusannya yang memiliki kompetensi softskill sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Metode penelitian ini yang digunakan adalah kualitatif desktriptif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui serangkaian proses yang meliputi kajian literatur, Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa BLK harus melakukan perbaikan dan penguatan program pembelajaran di BLK yang berkaitan dengan berbagai aspek dengan melibatkan stakeholders terkait. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbaikan dan Pengembangan Sistem Pelatihan yang harus dilakukan oleh BLK yaitu ; Instruktur BLK 80-90% berasal dari Industri atau pelaku usaha yang berpengalaman, BLK memiliki sistem pengawasan untuk proses pembelajaran soft skills serta penambahan alokasi waktu pelatihan soft skills di BLK.
Urgensi Pembaharuan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Untuk Mengakomodasi Perlindungan Hubungan Kemitraan Richard Jatimulya Alam Wibowo
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.211

Abstract

Hukum ketenagakerjaan di Indonesia mengatur mengenai hubungan kerja yang didasari oleh unsur pekerjaan, upah, dan perintah. Tidak adanya unsur hubungan kerja dan pendasaran hubungan kemitraan pada Pasal 1338 jo. Pasal 1320 KUHPerdata, mengecualikan hubungan kemitraan dalam hukum ketenagakerjaan beserta hak-hak dan perlindungan hukum tenaga kerja. Bahwa kajian ini menganalisis konsep hubungan kemitraan dalam hukum ketenagakerjaan, serta menelusuri urgensi pembaharuan hukum ketenagakerjaan yang mampu memberikan perlindungan hubungan kemitraan. Hal ini dilakukan dengan penelitian metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Bahwa ditemukan hubungan kemitraan dalam hukum ketenagakerjaan sering kali digunakan menjadi langkah untuk mengingkari hak-hak normatif milik pekerja. Kemudian ditemukan pula upaya pembaharuan hukum melalui Putusan Nomor 143/Pdt.Sus-PHI/PN.Mdn dan kebijakan Permenhub 12/2019 untuk memberikan hak-hak normatif dan perlindungan hukum, yang nyatanya masih belum cukup memberikan kesejahteraan bagi pekerja, khususnya pada sektor ekonomi gig berpola kemitraan. Pandangan pola hubungan kemitraan di era modern, khususnya di dalam ekonomi gig berbasis platform telah memunculkan berbagai argumen mengenai konsep kemitraan dalam konteks hukum ketenagakerjaan, beserta unsur-unsur hubungan kerja yang didasari oleh perjanjian kerja. Kemudian hal ini berakhir pada ditemukannya urgensi pembaharuan hukum ketenagakerjaan yang memuat hubungan kemitraan (partnership) berdasarkan prinsip-prinsip kemitraan yang setara, saling mempercayai, menguntungkan, dan berorientasi pada kemajuan bersama, serta bentuk-bentuk perlindungan terhadap mitra dalam hukum ketenagakerjaan seperti upah minimum, jaminan sosial, jaminan kesehatan, dan hak-hak normatif lainnya.
Impact of ICT on Unemployment: A Global Empirical Analysis Andar Ristabet Hesda
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.216

Abstract

This study explores the relationship between ICT development and the unemployment rate in a cross-country setup. The relationship between the development of ICTs and human labour has always been debated among researchers. The debate revolves around whether ICT substitutes or complements human labour. This relationship still has not ended at a meeting point. This study utilizes the ICT index from International Telecommunication Unit to capture broader coverage of ICT development in the country. This index arguably improves the accuracy and comparability of variable measurement. Furthermore, this research conducts a heterogeneity analysis of ICT's impact by considering the unemployed education level and the country's development stage. The empirical method employs in panel data setup, namely Fixed Effect Model. The data consist of 57 countries in the period 2015-2017. Interestingly, this study finds that ICT development corresponds to a decrease in total unemployment by 1%, with the largest effect on unemployed with medium education. By heterogeneity analysis, this beneficial effect is only applied in developed countries. The study results indicate that the developing country should be more cautious and adaptive in mitigating the rapid ICT waves.
Determinan Angkatan Kerja untuk Tidak Berhenti Bekerja pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia Kandi Dwi Pratiwi
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.218

Abstract

Penyebaran virus COVID-19 yang sangat cepat menjadi permasalahan serius hingga World Health Organization menetapkannya menjadi pandemi. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 seperti mengimbau masyarakat untuk di rumah saja, memberlakukan wajib masker, menjaga jarak apabila berada di luar rumah, dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Namun, pembatasan tersebut berimplikasi pada penurunan tajam aktivitas ekonomi sehingga mengakibatkan banyak angkatan kerja yang berhenti bekerja di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi status berhenti bekerja angkatan kerja di Indonesia. Dengan menggunakan regresi logistik biner, didapatkan lima variabel penjelas yang signifikan memengaruhi status berhenti bekerja yaitu tingkat pendidikan, jenis kelamin, umur, wilayah, dan disabilitas. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah diharapkan untuk terus melaksanakan program penanganan bagi angkatan kerja yang berhenti bekerja, terlebih di masa pandemi ini, dengan memperhatikan karakteristik angkatan kerja yang memiliki kecenderungan lebih tinggi pernah berhenti bekerja, yaitu angkatan kerja yang berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan di atas SMA, berada pada kelompok umur 25-54 tahun, di wilayah perkotaan, dan tidak disabilitas di Indonesia.
Revolusi Industri, Tren Pekerjaan Masa Depan, dan Posisi Indonesia Suryadi Suryadi; Faizal Amir Parlindungan Nasution
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.237

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membutuhkan seperangkat keterampilan dan keahlian yang perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan di masa depan. Pekerjaan masa depan yang perlu dikembangkan di Indonesia yaitu berkaitan dengan  internet of things dan perangkat yang terhubung, analisis big data, enkripsi dan keamanan siber, kecerdasan buatan, platform dan aplikasi digital, augmented dan virtual reality, E-commerce dan perdagangan digital serta komputasi awan. Retensi bakat tenaga kerja yang ada, pengembangan bakat tenaga kerja serta ketersediaan talenta saat merekrut tenaga kerja, perlu dikembangkan dan diperluas di Indonesia. Upaya meningkatkan ketersediaan bakat dilakukan melalui proses pengembangan bakat dan promosi, mengartikulasikan tujuan dan dampak bisnis dengan lebih baik dan memanfaatkan kumpulan bakat yang beragam. Keterampilan teknologi dan keterampilan manajemen dibutuhkan untuk pekerjaan masa depan. Pelestarian lingkungan, desain dan pengalaman pengguna, literasi teknologi, manajemen bakat, fleksibilitas dan kelincahan, artificial intelligence dan big data serta berpikir kreatif merupakan prioritas keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan.
Determinan Status Horizontal Mismatch pada Pekerja Lulusan Pendidikan Tinggi di Indonesia Agil Priyovi Yonanda; Hardius Usman
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.239

Abstract

Permasalahan dalam dunia ketenagakerjaan merupakan masalah yang cukup kompleks bagi setiap negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Penawaran dan permintaan tenaga kerja yang tidak seimbang menyebabkan banyak pekerja lulusan pendidikan tinggi memutuskan untuk mencari pekerjaan atau bekerja tanpa menghiraukan latar belakang bidang yang dipelajarinya ketika di pendidikan tinggi. Ketidakcocokan antara latar belakang bidang pendidikan yang dipelajari dengan pekerjaan yang dilakukannya disebut dengan horizontal mismatch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi horizontal mismatch pada pekerja lulusan pendidikan tinggi di Indonesia dan karakteristik yang memengaruhinya berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2022. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerja lulusan pendidikan tinggi di Indonesia yang mengalami horizontal mismatch adalah sebanyak 33,50 persen dengan karakteristik yang memengaruhinya adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan tinggi terakhir, rumpun bidang studi, keikutsertaan pelatihan, dan pengalaman bekerja sebelum lulus. Hasil tersebut dapat digunakan pemerintah dalam menentukan kebijakan mengenai penyerapan tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi agar sesuai dengan bidang yang dipelajarinya dan mencegah dampak negatif dari horizontal mismatch.
Post COVID-19 Pandemic Employment Challenges and Indonesia's Opportunities to Take Advantage of the Demographic Bonus Muhyiddin Muhyiddin
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i2.253

Abstract

Human resource development has become a priority for the Government of Indonesia 2019-2024 period with the aim of producing a competent, resilient, productive, and competitive workforce. The Ministry of Manpower has set Nine Big Leaps (9 Lompatan) to achieve this goal, which consists of: 1) BLK transformation; 2) Employment Link and Match; 3) Transformation of Job Opportunities Expansion Program; 4) Development of Young Talents; 5) Foreign Job Markets Expansion; 6) New Vision of Industrial Relations; 7) Labor Inspection Reform; 8) Development of Employment Digital Ecosystem; and 9) Bureaucratic Reform. The COVID-19 pandemic that stormed the world at the end of 2019 and entered Indonesia in the second quarter of 2020 had changed everything. Conditions and structure of the economy were shaken violently, as well as the employment sector, both in Indonesia and globally, experienced quite difficult and challenging times. The open unemployment rate had been increasing in Indonesia, especially for experienced workers, indicating that there had been terminations of employment (Pemutusan Hubungan Kerja) due to the pandemic. Even though Indonesia's pandemic conditions have been slowly improving, the impact on the employment sector remains significant. The pandemic condition improvement has opened up opportunities for the Indonesian economy to bounce back, which still remains to be wary of the possibility of a K-shaped recovery, in which the middle to lower economic group will get an economic downturn whilst the middle to the upper economic group will prosper. To prevent this, Indonesia needs to ensure that the recovery that occurs is an inclusive economic recovery that improves the quality, competitiveness, and productivity of its workforce. Education level and job mismatch are still challenges that must be faced. In addition, Indonesia must maximize its demographic benefits by increasing the quality and productivity of its workforce to encourage inclusive economic growth while monitoring potential future demographic and employment threats. This 2023 Employment Outlook was prepared with its primary objective of reviewing employment developments and dynamics in Indonesia from 2019 to 2022; analyzing the issues and challenges faced in employment in 2023, especially in dealing with the COVID-19 pandemic which is starting to recede; and formulating Indonesia's employment development strategy for its future.

Page 1 of 1 | Total Record : 7