cover
Contact Name
Faizal Amir Parlindungan Nasution
Contact Email
faiz10march@gmail.com
Phone
+6285716172888
Journal Mail Official
jurnalnaker@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 51, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ketenagakerjaan
ISSN : 19076096     EISSN : 27228770     DOI : 10.47198
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Ketenagakerjaan (J-naker/The Indonesian Journal of Manpower) adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Kebijakan, Kementerian Ketenagakerjaan. J-naker bekerjasama dengan beberapa asosiasi fungsional dan profesi di bidang ketenagakerjaan dalam rangka mengembangkan publikasi ini agar menjadi wadah peningkatan kualitas kebijakan ketenagakerjaan. Kerjasama tersebut antara lain dengan Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan, Asosiasi Mediator Hubungan Industrial Indonesia (AMHII), Asosiasi Pengawas Ketenagakerjaan Indonesia (APKI), Asosiasi Instruktur Pelatihan Kerja Republik Indonesia Indonesia (PILAR RI), Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (IKAPERJASI), dan Persatuan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) Komisariat Kementerian Ketenagakerjaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2020)" : 6 Documents clear
Apakah Pelatihan Berdampak pada Upah? Studi Kasus Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2018 Ardhian Kurniawati; Hennigusnia Hennigusnia
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.924 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.68

Abstract

Human capital is one of the important things in the competitiveness and economic growth of a country. It can be obtained through various ways, one of them through education and training. There are a lot of research focused on investment in returning human capital through education. This study tries to determine the impact of training on one's wages using data from the 2018 National Labour Force Survey. The Estimation using Mincerian Model with Ordinary Least Square (OLS). Estimation result show that training would increase wages by 12.15%. In addition this study also found differences in wage increases between men and women who have received training. Men who have received training tended to experience a 33.13% increase in wages compared to women who have received training.
Peta Ketidaksesuaian Kualifikasi Sektoral di Indonesia Oktaviana Prayudhani
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.391 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.69

Abstract

Mismatch is a serious problem in Indonesian labor market. This study aims to determine the qualification mismatch map of the labor mismatch in Indonesia, especially in 5 main sectors with the highest labour force. These sectors are industry, trade, education services, government services and construction. The data used in this study is the BPS National Labour Force Survey (Sakernas) in August 2019. The method used is descriptive statistics through a crosstab table between education level and occupation. The results shows that the qualification mismatch level in Indonesia is 44.8 percent, with 18.83 percent working above their competencies and the remaining 35.48 percent working below competencies. Further, the government administration, defense and social security sectors had the lowest matching rate, which was 25.66 percent. Meanwhile, the sector with the highest matching rate was the education services sector at 72.5 percent.
How is the Internet Usage Pattern among Women Self-Employed? An Analysis of the National Labor Force Survey (Sakernas) Yuniarti Tri Suwadji
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.988 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.70

Abstract

Di era digital ini, perempuan cenderung keluar dari pekerjaan formalnya untuk berwirausaha. Mereka masuk ke wirausaha karena menawarkan lebih banyak waktu di rumah sehingga mereka tetap bisa mengurus rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan Internet yang dilakukan oleh perempuan yang berwirausaha yang sudah menikah. Studi ini menginvestigasi fenomena tersebut dengan menganalisis data Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dan mereview berbagai literatur yang sudah ada sebelumnya khususnya mengenai perempuan yang berwirausaha yang memanfaatkan Internet sebagai alat teknologi digital dalam pekerjaannya guna menunjang kinerja usahanya, sedangkan penelitian sebelumnya hanya berfokus pada pengukuran frekuensi. mengakses aplikasi Internet dan mengabaikan status perkawinan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik orang yang menggunakan Internet untuk melakukan pekerjaan utamanya kebanyakan berasal dari daerah perkotaan, tamat pendidikan tingkat SMA, terbilang muda, dan sudah menikah. Adapun perempuan yang berwirausaha baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah memiliki kecenderungan mengakses internet agar dapat memberikan kemudahan bagi mereka dalam berkomunikasi dengan konsumen, mempromosikan produk mereka dan bertransaksi dengan konsumen.  
Formula Upah bagi Pengemudi Truk Bahan Bakar Minyak Henriko Tobing
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.752 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.71

Abstract

This study tries to offer a formula for calculating a decent wage for fuel truck drivers, especially those transporting fuel oil. The meaning of the word decent is related to meeting the needs of a reasonable life, considerations of driver productivity and safety as well as compliance with applicable wage provisions. The data is based on the monthly salary report at XYZ Company, the results of interviews, and field observations. The multiple linear regression method is used to determine what factors affect the number of wages and the value of the coefficient generated from each variable/factor as the basis for formulating the formula. Related literature review and analysis of applicable wage provisions (wages and overtime pay) are used to strengthen the variables raised in the wage formula. The results showed that several variables did not have a significant effect on wage formation, and the resulting calculation model was able to produce a decent wage level.    
Kesenjangan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Indonesia : Analisis Data Sakernas 2018 Yanti Astrelina Purba; Yulinda Nurul Aini; Devi Asiati; Ngadi Ngadi
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.291 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.72

Abstract

Increasing the participation of Labor Social Security in Indonesia has become the government's commitment. However, until now, there are still many workers who have not participated in labor social security. This paper aims to analyze the gap in the social security membership of workers in Indonesia. Data for analysis is SAKERNAS, August 2018 issued by BPS. Data analysis was carried out by descriptive analysis with both tables and graphics. The results of the analysis show that the participation of workers in labor security in Indonesia is 41.45%. Disparities in labor social security membership occurred in the formal and informal sectors of 48.92% and 1.13%, respectively. Disparities in labor security membership also occur according to main industry, province of residence, gender, and level of education. By sector, the lowest participation occurred in the construction and accommodation sector (20.26%), while the highest participation was in the electricity and gas sector (72.26%). For workers with a diploma education and above, labor security participation is 64.34%, while in junior high school and below, the participation is 19.55%. The participation of labor security in casual workers is still low. Limited income is the main obstacle for informal sector workers and free workers to participate in Labor Social Security. For this reason, it is necessary to think about a subsidized financing scheme so that labor social security does not burden the informal sector workers.
Dampak Sosial dan Ekonomi Pelatihan Kecakapan Hidup dalam Rangka Penciptaan dan Penumbuhan Wirausaha Baru (Studi Kasus Bantuan Program Pelatihan Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Kepada Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) Yeni Nuraeni
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.57 KB) | DOI: 10.47198/naker.v15i2.76

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kewirausahaan yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asean seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Rendahnya tingak kewirausahaan di Indonesia berbanding lurus dengan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka. Hal ini bisa dipahami karena dengan rendahnya tingak kewirausahaan akan berdampak pada terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia untuk dapat menampung angkatan kerja. Salah satu upaya untuk meningkatkan minat angkatan kerja untuk berwirausaha, maka pemerintah perlu penyelenggarakan berbagai program pendidkan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja dalam mencari peluang penciptakan dan pengembangkan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap dampak dari pemberian bantuan program pelatihan kecakapatan hidup yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan kepada Lembaga Pelatihan Kerja Swasta. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data sekunder maupun data primer yang dikumpulkan melalui metode penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi penyelenggaraan program pelatihan kecakapan hidup yang dilaksanakan di tujuh Provinsi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil evaluasi terhadap LPKS, Peserta Pelatihan dan Instruktur Pelatihan menunjukkan nilai yang sangat baik. Penyelenggaraan pelatihan kecakapan hidup memberikan dampak yang signifikan dalam memberikan peluang pada masyarakat untuk mengembangkan usaha khususnya bagi angkatan kerja muda yang putus sekolah. Melalui bimbingan dari pemilik LPKS yang sebagian besar sudah memiliki jaringan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta telah memiliki bisnis di bidang yang sesuai dengan pelatihan kecakapan hidup yang diselenggarakan, alumni pelatihan mendapatkan motivasi dan keberanian menanggung resiko merintis dan mengembangkan usaha mandiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6