cover
Contact Name
Bellytra Talarima
Contact Email
ukimfakes2021@gmail.com
Phone
+6281247200128
Journal Mail Official
ukimfakes2021@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Lantai 2 Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Moluccas Health Journal
ISSN : -     EISSN : 26861828     DOI : https://doi.org/10.54639/mhj.v2i2
Core Subject : Health,
Moluccas Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health especially nursing and public health. This journal contains a script on Health Sciences that includes: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Public health 4. Environmental Health 5. Mental health 6. Community nursing 7. Critical care nursing 8. Medical nursing 9. Pediatric nursing 10. Medical-surgical nursing 11. Maternity nursing
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): April" : 8 Documents clear
Penyebab Terjadinya Penyakit Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru Belliytra Talarima; Suherman Orno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.430

Abstract

Pneumonia is inflammation of the pulmonary parenchyma in which the acini is filled with inflammatory fluid with or without infiltration of inflammatory cells into the wall of the alfeoli and interstitial cavity, which is characterised by coughing with rapid breathing and / or shortness of breath in children under five. Pneumonia causes inflammation of the lungs which makes breathing tight and litlle oxygen intake. Pneumonia is a disease caused by microorganism pneumococcus, staphylococcus, streptococcu and viruses that can be transmitted through the air medium, spit saliva, direct contact through the mouth and through contact with objects that are shared. This study aims to determine the factors that are associated with the incidence of pneumonia in infants in the work area of the Inpatient Health Center of Benjina. This type of research is analytical with a cross sectional study design. The number of samples in this study is 126. Data analysis was done in univariate and bivariate. The results of bivariate analysis showed factors related to the incidence of pneumonia in children under five in this study, namely : Knowledge of the mother (p value = 0,023) and exclusive breastfeeding (p value 0,024) while unrelated factors are exposure to cigarette smoke (p-value = 0,027), nutritional status (0,082). From the results of this study, it can be concluded that : There is a relationship between the knowledge of mothers and pneumonia incidence in children under five, there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of pneumonia in infants, there is no relationship between exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in infants, there is no relationship between status nutrition with the incidence of pneumonia in infants. Suggestion : Communities, especially mothers of children under five years old, are expected to pay attention to the health of children under five and participate in prevention and control of pneumonia in children under five so that children can avoid pneumonia, Health workers are expected to prioritize health services for children under five and provide information on the dangers of pneumonia in infants handling pneumonia in infants so that toddlers avoid pneumonia, Need for further research on factors related to the incidence of pneumonia in children under five so that they can find out other factors related to the incidence of pneumonia in infants.
Nurses’ Experiences Improving the Quality of Independent Nursing Actions Hani Tuasikal
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.423

Abstract

This purpose of this paper is to identify the nurses’ experiences which promote the quality of independent nursing actions in the delivery of nursing care. This study was a literature review. The data were collected from the publication in 2012 to 2016. An advanced search of full text and pdf papers trough the online database of EBSCO, ProQuest, PubMed, Springer link and Google Scholar was performed. The collected data were reviewed by using the CAPS and extracted into groups for further discussion and conclusion. Six journal articles met the criteria and were involved in this review. These studies employed either qualitative or quantitative design. The results were categorized into four components, namely the experience of nurses in the patient care, decision-making, training, and working in the hospital units. These experiences were evident to improve the quality of independent nursing actions.A research was improve the independen nursing action in hospital. Nurse in Hospital to know how nursing action for increasing professional among health workers. The experience that the nurses gained was able to provide a different description to every nurse in performing their independent nursing actions to patients.
Gambaran Kandungan Merkuri (Hg) pada Air Sumur Gali disekitar Wilayah Penambangan Ilegal Batu Cinnabar di Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat gracia victoria souisa; Dona Christifans Sahetapy; Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.425

Abstract

Para Penambang ilegal batu cinnabar melakukan material batu tidak sesuai dengan SOP penambangan yang mengakibatkan degradasi lingkungan. Pencemaran merkuri yang lama akan menimbulkan kecacatan saraf dan fisik secara permanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran jarak sumber pencemar, kedalaman sumur gali dan kondisi fisik sumur gali dengan kandungan merkuri (Hg) pada air sumur gali disekitar wilayah penambangan illegal batu cinnabar Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Subjek penelitian ini adalah jumlah seluruh sumur gali Desa Iha dan Luhu sebanyak 4 sumur gali. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan uji laboratorium. Analisis laboratorium terhadap kandungan Merkuri pada air sumur gali menggunakan metode AAS. Hasil penelitian menunjukan dari 4 sampel 1sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l (tidak memenuhi syarat), sedangkan 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu 0.0005mg/l (memenuhi syarat). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jarak sumber pencemar berkisar 95 meter,kedalaman sumur gali berkisar 15 meter, Kondisi fisik sumur gali (Dinding, bibir dan lantai sumur gali) dan beberapa hal lain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari hasil observasi dan uji laboratorium pada 4 sampel sumur gali diketahui 1 sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l dan pada 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu 0.0005 mg/l, maka saran yang dapat diberikan diharapkan adanya pemantauan secara berkala terhadap kegiatan penambangan, pemeriksaan kualitas air bersih (air sumur) dan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat.
HUBUNGAN RIWAYAT GENETIK, ASAP ROKOK, KEBERADAAN DEBU DAN STRES DENGAN KEJADIAN ASMA BRONKHIAL Selpina Embuai
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.419

Abstract

Asma merupakan gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius diberbagai negara di seluruh dunia. Berbagai faktor pencetus ditengarai dapat memicu serangan asma, antara lain adalah olahraga (exercise), alergen, infeksi, perubahan suhu udara yang mendadak, debu, atau pajanan terhadap iritan respiratorik seperti asap rokok, dan lain-lain. Terdapat juga faktor lain yang dapat memicu asma, seperti usia, jenis kelamin, genetik, sosio-ekonomi, dan faktor lingkungan.  Penelitian ini menggunakan metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 64 pasien dengan menggunakan exhaustive sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Rumkit Tk II Prof. Dr. J. A. Latumeten Kota Ambon pada bulan Juni sampai Juli 2019. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukan adalah terdapat adanya hubungan antara riwayat genetik, asap rokok, keberadaan debu dan stress dengan kejadian Asma (α 0.05). Kata Kunci: Asma Bronkhial, Riwayat Genetik, Asap Rokok, Debu, Stres
Uji Fisikokimia dan Mikrobiologi Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Kecamatan Sirimau Kota Ambon M Pentury; Adrianan Ritje Nendissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.437

Abstract

Kebutuhan air minum di Indonesia semakin meningkat, seiring pertambahan jumlah penduduk dan semakin berkurangnya daerah tangkap air akibat berbagai aktivitas masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air minum dengan cara membuka depot-depot air minum isi ulang. Di Kota Ambon tercatat 65 depot air minum isi ulang yang telah memiliki ijin diantaranya 31 depot berlokasi di Kecamatan Sirimau. Produksi air minum oleh industri maupun oleh depot-depot air minum isi ulang (AMIU) harus memenuhi persyaratan air minum yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang persyaratan kualitas air minum, yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, fisik, dan radioaktif. Beberapa parameter fisik, kimia dan mikrobiologi yang wajib diantaranya Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform. Kadar maksimum TDS yang diperbolehkan untuk dikonsumsi adalah 500 mg/L, untuk kesadahan (CaCO3) adalah 500 mg/L dan Total Coliform adalah 0 per 100 ml sampel.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kandungan Total Dissolve Solid, Kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang di Kecamatan Sirimau. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan deskriptif dan analisa laboratorium dengan maksud melakukan pengamatan laboratorium untuk mendapatkan informasi tentang kandungan Total Dissolve Solid (TDS), kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform dalam air minum pada depot air minum isi ulang yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Berdasarkan hasil pengujian parameter TDS, kesadahan (CaCO3) dan Total Coliform, terdapat 1 depot yang belum memenuhi baku mutu dengan kandungan Total Dissolve Solid (TDS), 510/100 ml. Pada pengujian terhadap kesadahan (CaCO3) seluruh depot masih dibawah standar baku mutu atau layak dikonsumsi, hal yang sama juga terjadi dengan pengujian Total Colifor, dimana semua depot air minum isi ulang memenuhi baku mutu total coliform. Semua depot memenuhi baku mutu kadar nilai total coliform yang terkandung adalah 0/100 ml sampel.Kata Kunci: Air minum isi ulang, analisa fisik, analisa kimia, analisa Mikrobiologi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG Magdalena Paunno
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.433

Abstract

ABSTRACT The quality of public health facilities greatly influences the degree of health services. Health facilities are means to provide individual health service (UKP) and public health services (SMEs), either to outpatient or to inpatient services. Utilization of health facility for childbirth is one of the indicators in the health sector strategic plan. Factors that can affect maternal care service include K4 antenatal care visits and access to P4K counseling fees. This is an analytical study using a cross-sectional approach. The study used Simple random sampling with a sample size of 63 women. The data were analyzed using chi-square. The results showed that 46 women (73%) used health facility-based delivery 17 women (27%) used non health facility-based delivery. Based on the results of the bivariate statistical test, the variables associated with labor and delivery at the public health facility were K4 antenatal care visits (p = 0.021), and access costs (p = 0.000), while the non-health facility variable was P4K sticker counseling (p = 0,532). It is, therefore, recommended for women to be more aware and comprehend about the utilization of  health facility-based delivery so that the condition of both mother and the fetus can be monitored for the safety and normal delivery.  Keywords: Antenatal Care, Cost, Counseling labor in Health Facilities ABSTRAKKualitas sarana pelayanan kesehatan sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan merupakan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan berupa upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM), berupa pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Persalinan pada fasilitas kesehatan merupakan salah satu indikator kinerja dalam rencana strategi bidang kesehatan. Faktor yang dapat mempengaruhi persalinan di fasilitas kesehatan antara lain : kunjungan antenatal care K4, akses biaya dan konseling P4K. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling  dengan besar sampel sebanyak 63 ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan di fasilitas kesehatan sebanyak 46 orang (73%) dan persalinan di Non fasilitas kesehatan sebanyak 17 orang (27%). Berdasarkan hasil uji statistik bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas kesehatan yaitu Kunjungan antenatal care K4 (p=0,021), dan Akses biaya (p=0,000). Sedangkan yang tidak mempunyai hubungan yaitu Konseling P4K (p=0,532). Saran bagi ibu bersalin untuk perlu ditingkatkan kesadaran dan pemahaman terkait pemakaian fasilitas kesehatan agar kondisi ibu dan janin dalam kandungan dapat dipantau sehingga kehamilan dan persalinan dapat berjalan aman dan normal.Kata Kunci : Antenatal Care, Biaya, Konseling Persalinan di Fasilitas                       Kesehatan. 
Pola Konsumsi makanan Kariogenik Sebagai Faktor penyebab Karies Gigi pada Anak SD Negeri 5 Waai Kabupaten Maluku Tengah Zasendy Rehena
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.428

Abstract

Dental caries in school children can cause children to experience loss of chewing power and digestion disruption, which results in disruption of children's health. This condition will certainly reduce the frequency of children's attendance to school, disrupt the concentration of learning, affect the child's appetite. One of the causes of dental caries in school children is the pattern of consumption of cariogenic foods because at this age children usually like snacks and drinks as they wish. The purpose of this study was to determine the relationship between the type and frequency of consuming cariogenic food with the incidence of dental caries in SD Negeri 5 Waai District, Central Maluku. Method This study uses a descriptive study using a cross sectional design. Sampling with a purposive sampling method. Data were analyzed using the chi square test. The results showed there was a relationship between the type and frequency of consuming cariogenic food with the incidence of dental caries in students of SD Negeri 5 Waai, Central Maluku, with avalue of ρ = 0.027 and p = 0.028 α 0.05. The conclusion that the type and frequency of consuming cariogenic food is related to the incidence of dental caries in students of SD Negeri 5 Waai, Central Maluku Regency. It is recommended to the school to be able to seek a healthy canteen at school and counseling oral health. Also for parents to pay attention to the habit of consuming cariogenic food by elementary school children while at school or at home.Keywords: Consumption pattern; cariogenic food; dental caries
STATUS PEKERJAAN IBU DAN SUMBER INFORMASI BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI Sinthia Rosanti Maelissa
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i1.421

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan pengganti atau pendamping ASI (MP-ASI) sebelum berusia enam bulan tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan alergi pada bayi. Menurut WHO, bayi yang mendapatkan makanan pendamping ASI sebelum berusia enam bulan akan mempunyai rIsiko 17 kali lebih besar mengalami diare dan 3 kali lebih besar kemungkinan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dibandingkan bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif dan mendapatkan MP ASI dengan tepat waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pekerjaan ibu dan sumber informasi dengan pemberian MP-ASI pada bayi 6 bulan. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 110 ibu.Data dianalis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara variable status pekerjaan dengan pemberian makanan pendamping ASI (p value 0,002) dan variabel sumber informasi dengan pemberian makanan pendamping ASI (p value 0,000). Saran: diharapkan untuk petugas kesehatan dapat meningkatkan program komunikasi informasi dan edukasi (KIE) khususnya tentang ASI Eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI agar tidak berdampak pada tumbuh kembang bayi. Kata kunci: Status Pekerjaan, Sumber Informasi, MP-ASI

Page 1 of 1 | Total Record : 8