cover
Contact Name
Prasetyo Adi Nugroho
Contact Email
prasetyo.adi@staf.unair.ac.id
Phone
+6231-5030826
Journal Mail Official
jpua@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam, Surabaya - 60286 Telp.: (031) 5030826, 5055294 Fax.: 5020468
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan
Published by Universitas Airlangga
Core Subject : Science,
JPUA: Universitas Airlangga Library Journal: Information and Communication Media Librarianship is published by the Airlangga University Library. Focus: publish scientific articles from librarians, researchers, educators with an article focus on information and library studies. Scope: contains topics related to libraries, information literacy, information technology, librarian profession, and information management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019" : 7 Documents clear
Media Sosial sebagai Sarana Promosi Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Airlangga Hoeroestijati .
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.85 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.72-78

Abstract

Perangkat teknologi informasi memungkinkan pengguna dapat terkoneksi dan berinteraksi. Interaksi ini dilakukan melalui social media. Media sosial merupakan media yang memungkinkan setiap orang berinteraksi dan berkomunikasi tanpa terhalang ruang dan waktu. Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Perpustakaan sebuah Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Airlangga. Mengapa penulis menjadikan Perpustakaan Universitas Airlangga sebagai objek penelitian karena Perpustakaan Universitas Airlangga telah lama memiliki media sosial sebagai sarana informasi dan komunikasi. Perpustakaan Universitas Airlangga memiliki beberapa media sosial yaitu WhatsApp (wa), Facebook, Twitter, Line, Instagram, dan Youtube. Media sosial Perpustakaan Universitas Airlangga bertujuan untuk berinteraksi secara masif dan terstruktur dengan pengguna perpustakaan. Media sosial Perpustakaan Universitas Airlangga dikelola oleh Humas Perpustakaan Universitas Airlangga. Humas Perpustakaan Universitas Airlangga ini yang mengisiĀ  konten media sosial dan merespon pengguna yang bertanya atau memberikan masukan, kritik dan saran.
Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Airlangga Turwulandari .; Noviyanti .
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.235 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.79-82

Abstract

Perpustakaan sebagai penyedia informasi harus dapat menyediakan bahan pustaka yang bermanfaat untuk penggunanya Untuk menyediakan bahan perpustakaan yang berkualitas dan mewujudkan perpustakaan sebagai sumber informasi bagi pemustaka, perlu dijaga agar bahan pustaka tersebut tidak rusak baik dari segi fisik maupun isinya. Karena itulah perpustakaan harus melakukan perawatan bahan perpustakaan. Untuk dapat melakukan perawatan bahan pustaka, maka perpustakaan harus dapat melakukan survei terhadap bahan pustaka tersebut diantaranya yaitu melihat kondisi bahan pustaka tersebut. Di Perpustakaan Universitas Airlangga perawatan dan pelestarian bahan pustaka dilakukan dengan cara sebagai berikut melakukan penjilidan dan melakukan fumigasi.
Analisis Penerapan Konsep GLAM (Gallery, Library, Archives, Museum) di Perpustakaan Bung Karno Blitar Kurniasih Yuni Pratiwi; Suprihatin .; Bambang Setiawan
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.796 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.53-62

Abstract

GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) merupakan konsep yang saling berkesinambungan dan memiliki kesempatan untuk bekerjasama menciptakan Four Cultural Heritage Domains. Di Indonesia konsep GLAM sudah ada, akan tetapi belum ada yangmenerapkannya, Perpustakaan Proklamator Bung Karno diharapkan dapat mengakomodir dan menjadi acuan terciptanya konsep GLAM karena hal ini sangat penting dilakukan sebagai tantangan kepustakawanan di era disruptif dan juga untuk meningkatkan kompetensi pustakawan (berbasis SKKNI) dalam ekosistem digital. Konsep GLAM atau dikenal dengan Four Cultural Heritage Domains sangat bagus dikembangkan dan diterapkan di Indonesia agar kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat lebih bagus lagi. Penelitian ini merupakan study literatur di Perpustakaan Bung Karno Blitar karena Perpustakaan Proklamator Bung Karno sudah memenuhi kriteria Four Cultural Heritage Domains dan sudah memenuhi konsep GLAM sehingga harusnya tidak hanya perpustakaannya saja yang diunggulkan tetapi juga gallery, archive dan museum juga harus dimaksimalkan keberadaannya. Dengan adanya penerapan konsep GLAM di Perpustakaan Bung Karno diharapkan dapat menjadi pelopor munculnya konsep GLAM oleh perpustakaan lain di Indonesia. Konsep GLAM diharapkan dapat menarik minat kunjungan masyarakat ke kota Blitar tidak hanya dari dalam kota maupun luar kota, tetapi diharapkan dari mancanegara juga berkunjung ke Perpustakaan Bung Karno karena di sana banyak sekali menyimpan fakta sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Keberadaan sosok seorang Soekarno sebagai Presiden Pertama di Indonesia akan menjadi daya tarik yang luar biasa apabila dijadikan konsep yang menarik untuk mengemas informasi yang ada di Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
Antara Perpustakaan dan Google Ibarat Dua Sisi Mata Uang Djuwarnik .; Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.066 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.83-86

Abstract

Perpustakaan dan google ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dan keduanya saling berkaitan. Keduanya yaitu perpustakaan dan google adalah sama-sama sebuah pusat informasi. Google sampai tahun 2016 telah sukses memindai 30 juta dalam 480 bahasa. Google menyediakan berbagai macam informasi serta hiburan. Mulai dari pelajaran sekolah, film, musik, serta berbagai lainnya. Meskipun perpustakaan tidak dapat menyaingi keunggulan google paling tidak perpustakaan memfasilitasi kemudahan akses untuk memanfaatkan google. Peran perpustakaan dalam hal ini sangatlah penting, karena pustawakan mampu memberikan informasi yang relevan dari sumber yang terpercaya. Pustakawan adalah sumber informasi, kita bisa bertanya seputar kebutuhan yang membutuhkan bukti otentifikasi dari sebuah pernyataan yang akan kita buat. Seperti mata uang, Perpustakaan dan google bisa kita gunakan sebagai sumber referensi kita untuk mencari informasi.
Pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap Wajah Perpustakaan Perguruan Tinggi Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.75 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.63-66

Abstract

Indonesia telah masuk pada revolusi industri 4.0 dimana hampir segala aspek kehidupan berhubungan dengan dunia digital. Salah satu aspek yang mengalami perubahan signifikan yaitu pada sektor pendidikan. Perpustakaan sebagai penyedia informasi dan koleksi literatur juga ikut berubah. Salah satu perubahan yaitu penggunaan teknologi digital dalam koleksinya melalui penyediaan koleksi e-book dan e-journal. Berbicara mengenai perpustakaan, tidak hanya membahas masalah koleksi pustaka yang dimiliki, masih ada pustakawan yang dapat menjadi nilai jual dan penguat keberadaan perpustakaan. Melalui revolusi industri 4.0 maka peran perpustakaan perguruan tinggi telah bergeser sebagai tempat untuk mencari bantuan dalam proses mengubah informasi menjadi pengetahuan baru sehingga terjadi mobilisasi pengetahuan. Kehadiran Revolusi industri 4.0 telah merubah wajah dari perpustakaan perguruan tinggi terutama terhadap pekerjaan yang bersifat teknis.
Transformasi Layanan Disabilitas pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di Era 4.0 Wahyuni Wahyuni
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.805 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.87-91

Abstract

Perkembangan teknologi informasi melahirkan revolusi industri yang saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 berhubungan dengan big data yang berkembang sangat pesat sehingga pertumbuhan teknologi sangat cepat. Hal ini berdampak juga dalam dunia perpustakaan, yang tentunya harus bisa menyesuaikan dengan zaman dalam memberikan layanan kepada pemustaka. Pemustaka perpustakaan saat ini diharapkan juga mampu menjadi perpustakaan ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga penyandang disabilitas juga bisa memanfaatkan perpustakaan dengan nyaman. Perpustakaan diharapkan bertransformasi dengan menyediakan kemudahan akses informasi kepada penyandang disabilitas, dengan bantuan teknologi informasi, sarana dan prasarana, fasilitas yang sesuai dengan karakteristik penyandang disabilitas. Perpustakaan juga mendukung tersedianya pustakawan yang siap membantu pemustaka disabilitas dengan memberikan pelatihan bagaimana memberikan pelayanan bagi penyandang disabilitas.
Implementasi Airlangga Integrated Request Book (Airbook) sebagai Sarana Pengembangan dan Pengadaan Sumber Informasi (Buku) di Perpustakaan Universitas Airlangga Farid AZ; Suhernik .; Sugiati .
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.779 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.67-71

Abstract

Perkembangan teknologi menurut lembaga penyedia informasi harus sigap untuk memenuhi kebutuhan sumber informasi dengan cepat, tepat, dan mudah, tidak terkecuali perpustakaan. Dalam era teknologi informasi tersebut perpustakaan harus siap menghadapi tantangan kebutuhan sumber informasi pemustaka secara instan, termasuk dalam hal pengembangan dan pengadaan koleksi yang harus ada. Maka satu langkah lagi yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Airlangga, di penghujung tahun 2019 membangun aplikasi AirBook. AirBook merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan oleh sivitas akademika UNAIR untuk mengusulkan permintaan (request) koleksi perpustakaan, yang dapat diakses melalui website perpustakaan www.lib.unair.ac.id/eproc.

Page 1 of 1 | Total Record : 7