cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 15 Documents clear
PERBEDAAN PERBANDINGAN KOMPRESI TERHADAP TORSI, DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK BERBAHAN BAKAR PREMIUM, PERTALITE, DAN PERTAMAX PLUS PADA SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH Leoparlin, Alfridho; Maksum, Hasan; Sugiarto, Toto; Novaliendry, Dony
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8087

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in torque, power, and specific fuel consumption produced by four-stroke motorcycles with different compression ratios and using different fuels. This study used an experimental method. The results of the study at a standard compression ratio of 9.6:1, the highest torque was 12.17 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power was 5.77 Kw using Pertamax Plus fuel, and the lowest specific fuel consumption was in the use of Pertamax Plus fuel at 0.1192 Kg/kWh. At a compression ratio reduced to 8.9:1, the highest torque was 9.38 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power was 4.03 Kw using Pertalite and Pertamax Plus fuel, while the lowest specific fuel consumption was in the use of Pertamax Plus fuel at 0.1537 Kg/kWh. When the compression ratio is increased to 10.3:1, the highest torque is 20.19 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power is 6.67 Kw using Pertamax Plus fuel, while the lowest specific fuel consumption is when using Pertamax Plus fuel at 0.1258 Kg/kWh. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik yang dihasilkan dari sepeda motor empat langkah dengan perbandingan kompresi berbeda dan menggunakan bahan bakar yang berbeda. penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil penelitian pada perbandingan kompresi standar 9,6:1 torsi tertinggi sebesar 12,17 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 5,77 Kw menggunakan bahan bakar pertamax plus, dan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1192 Kg/kWh. Pada paat perbandingan kompresi diturunkan 8,9:1 torsi tertinggi sebesar 9,38 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 4,03 Kw menggunakan bahan bakar pertalite dan pertamax plus, sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1537 Kg/kWh. Pada saat perbandingan kompresi dinaikkan 10,3:1 torsi tertinggi sebesar 20,19 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 6,67 Kw menggunakan bahan pertamax plus, sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1258 Kg/kWh.  
MENGHADIRKAN KETENTERAMAN JIWA DI SEKOLAH: IMPLEMENTASI PRINSIP TASAWUF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Fadil, Achmad; Gifari, Hafid Al; Alfarizi, M Nauval; Sofiah, Annur; Rahmawati, Adelia Tri; Umaroh, Khusni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8221

Abstract

The current moral and spiritual crisis in education indicates a gap between intellectual achievement and character formation. Phenomena such as low empathy, dishonesty, and high academic stress demonstrate that education still prioritizes cognitive development while neglecting spiritual dimensions. This study focuses on the implementation of Sufism principles in character education as a means to cultivate inner peace within the school environment. Employing a library research method, data were collected from classical and contemporary literature related to Sufism and character education. The data were analyzed using a content analysis approach through the stages of collection, classification, interpretation, and synthesis. The findings reveal that Sufi values such as tazkiyatun nafs (self-purification), muraqabah (spiritual awareness), ikhlas (sincerity), sabr (patience), and muhasabah (self-reflection) effectively shape students’ moral, emotional, and spiritual integrity. These values can be implemented through teachers’ moral exemplarity, regular spiritual practices, and the integration of spiritual principles into the curriculum. In conclusion, Sufism-based education fosters inner balance and contributes to the formation of insan kamil, an ideal human being who is intellectually enlightened and morally upright. ABSTRAKKrisis moral dan spiritual di dunia pendidikan saat ini menandakan adanya ketimpangan antara pencapaian intelektual dan pembentukan karakter. Fenomena seperti rendahnya empati, perilaku tidak jujur, serta tekanan akademik menunjukkan bahwa pendidikan lebih menekankan aspek kognitif daripada dimensi ruhani. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip-prinsip tasawuf dalam pendidikan karakter untuk menghadirkan ketenteraman jiwa di sekolah. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tasawuf dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan tahapan pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran spiritual), ikhlas, sabar, dan muhasabah (refleksi diri) berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, empatik, dan tenang. Implementasi prinsip-prinsip ini dapat dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan spiritual, dan integrasi nilai-nilai ruhani dalam kurikulum. Kesimpulannya, pendidikan berbasis tasawuf mampu menumbuhkan keseimbangan batin serta membentuk insan kamil yang cerdas dan beradab.
UPAYA GURU MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI REWARD DAN PUNISHMENT PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS KELAS 3 MI AL-MUJAHIDIN LELEDE Yuliana, Elya; Ruziliana, Ruziliana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.7645

Abstract

This study aims to explore teachers’ strategies in enhancing students’ learning motivation through the implementation of rewards and punishments in the Qur’an Hadith subject for third-grade students at MI Al-Mujahidin Lelede. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that rewards were given in the form of praise, small gifts, or additional grades to increase student participation and enthusiasm for learning. Meanwhile, punishments were applied in an educational manner to foster discipline and responsibility, such as requiring students to complete tasks or recite memorized verses in front of the class. These results indicate that a well-balanced application of rewards and punishments can create a more conducive learning environment, enhance student engagement, and strengthen disciplinary character. This study contributes to the practice of Qur’an Hadith learning at the elementary madrasah level, particularly in efforts to build sustainable student motivation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan reward dan punishment pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits kelas 3 MI Al-Mujahidin Lelede. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward diberikan dalam bentuk pujian, hadiah kecil, atau tambahan nilai untuk meningkatkan partisipasi dan semangat belajar siswa. Sementara itu, punishment diterapkan secara edukatif untuk membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, seperti meminta siswa menyelesaikan tugas atau hafalan di depan kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi reward dan punishment yang tepat dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperkuat karakter disiplin. Studi ini memberikan kontribusi pada praktik pembelajaran Al-Qur’an Hadits di tingkat madrasah ibtidaiyah, khususnya dalam upaya menciptakan motivasi belajar yang berkelanjutan.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER K.H ABDURRAHMAN WAHID Hidayat, Fariz N; Muslihah Difa Lailaturrahmah; Khanna Uly Rosyida
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.7775

Abstract

This study aims to deeply analyze and describe the concept of character education initiated by Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur), who is a central figure in Indonesian Islamic and national discourse. The method employed by the author in compiling this article is Library Research, which involves collecting data sources from various literature related to the topic of discussion. Gus Dur's thinking on character education is rooted in universal Islamic values that are integrated with the social, cultural, political context, and principles of democracy. Gus Dur consistently rejected exclusive and fundamentalist approaches, instead promoting an open, tolerant, and inclusive attitude as the main foundation of education. For Gus Dur, education has a fundamental role as a source of human freedom and a means to achieve self-reliance and better quality of life. His philosophical foundation is strongly based on the principles of humanism and respect for human rights, linking these values to the basic principles of Islam (Al-Kulliyat al-Khams). He emphasized that Islamic education must liberate humanity from oppression and foster responsible freedom. Education, according to him, is an effort to humanize people (humanization) through the formation of character (akhlak), spirituality, and social awareness. The implementation of Gus Dur's ideas in the world of education centers on cultivating the value of tolerance as a primary characteristic, which respects religious plurality, culture, and worldviews. He also advocated for a humanistic and democratic education system, rejecting authoritarianism in the classroom, and encouraging students to think critically, creatively, and openly. Teachers are positioned as companions, not rulers. The core values of character education in Gus Dur's view include religiosity, honesty, tolerance, discipline, democracy, love of peace, social care, and responsibility. These values are realized in education that balances the cognitive, affective, and psychomotor domains. Specifically within the pesantren (Islamic boarding school) context, he emphasized three main values: viewing life as an act of worship, a love for religious knowledge, and sincerity (ikhlas) in work. ABSTRAKEskalasi intoleransi dan degradasi moral di era kontemporer menuntut reorientasi pendidikan karakter yang lebih substantif dan kontekstual. Namun, eksplorasi konseptual berbasis pemikiran tokoh bangsa, khususnya K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), masih minim dilakukan dalam diskursus pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi konsep pendidikan karakter Gus Dur serta relevansinya sebagai landasan moral pendidikan modern. Metode: Studi ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder yang menelaah pemikiran Gus Dur terkait humanisme, keislaman, dan pendidikan. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa konstruksi pendidikan karakter Gus Dur berakar pada integrasi nilai universal Islam, humanisme, dan demokrasi. Inti gagasannya adalah "humanisasi pendidikan" yang menolak otoritarianisme kelas dan mengafirmasi kemerdekaan berpikir. Nilai karakter utama yang ditekankan meliputi toleransi, kejujuran, keadilan, serta etos khas pesantren seperti keikhlasan dan kecintaan pada ilmu. Diskusi: Konsep ini menawarkan antitesis terhadap pendidikan eksklusif melalui pendekatan inklusif yang menyeimbangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pemikiran Gus Dur mendesak untuk diinstitusionalisasi dalam kurikulum nasional dan integrasi pesantren-sekolah guna mencetak generasi yang moderat, berintegritas, dan berkewarganegaraan global.
PERAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Hutasuhut, Nikmah Atika; Simbolon, Ali Mustopa Yakub; Salsabilah, Dievelia; Siregar, Risdayani; Siregar, Siti Aisyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8226

Abstract

Educational leadership plays a strategic role in shaping the direction, quality, and effectiveness of educational institutions. Effective leaders not only manage administrative tasks but also foster a conducive learning environment, promote collaboration, and drive continuous improvement in teaching and learning. This study aims to analyze the fundamental concepts of educational leadership, identify relevant leadership types and models, explain the strategic roles of leaders in improving educational quality, and examine the challenges and strategies faced in the context of modern education. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) by examining scholarly sources including journal articles, books, and academic publications relevant to educational leadership. The findings show that transformational, instructional, and participatory leadership models are the most effective in enhancing teacher performance, strengthening school culture, and improving learning outcomes. Furthermore, educational leaders play a crucial role in teacher development, curriculum enhancement, character building, and learning environment management. Contemporary challenges include digital transformation, globalization in education, limited resources, and shifts in social values. To address these challenges, leaders must strengthen digital literacy, foster innovation, build external partnerships, and cultivate a positive school culture. Overall, this study emphasizes that educational leadership serves as a foundational pillar in achieving sustainable improvements in educational quality. ABSTRAK Kepemimpinan pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah, kualitas, dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan pada berbagai jenjang. Pemimpin pendidikan tidak hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga bertanggung jawab menciptakan budaya sekolah yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif konsep dasar kepemimpinan pendidikan, tipe dan model kepemimpinan yang relevan di era modern, peran pemimpin dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta tantangan dan strategi yang dibutuhkan untuk menjawab dinamika perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah sejumlah literatur ilmiah berupa jurnal, buku, dan karya akademik yang relevan dengan tema kepemimpinan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, instruksional, dan partisipatif merupakan model yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan kinerja sekolah. Selain itu, pemimpin pendidikan berperan penting dalam pembinaan guru, pengembangan kurikulum, penguatan karakter peserta didik, serta pengelolaan lingkungan belajar. Tantangan yang umum dihadapi antara lain digitalisasi, globalisasi, keterbatasan sumber daya, dan perubahan nilai sosial. Oleh karena itu, strategi seperti peningkatan kompetensi pemimpin, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan berbagai pihak, dan penguatan budaya sekolah menjadi sangat penting. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan berperan sebagai fondasi utama dalam pencapaian mutu pendidikan yang berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SIMURELAY SEBAGAI MEDIA SIMULASI DALAM PEMBELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK Kartini, Ridha; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8385

Abstract

ABSTRACT Vocational education, particularly in the field of Electrical Installation Engineering, requires a high level of practical skills, including electric motor installation. However, limitations in practical facilities, safety risks, and limited student exploration time often pose significant challenges in conventional learning at Vocational High Schools (SMKs). This study aims to examine the effectiveness of Simurelay, an Android-based simulation media, as an alternative for practical electric motor installation learning. The method used is a systematic review of 10 relevant studies published between 2014 and 2025. Data were analyzed using content analysis to identify improvements in conceptual understanding, procedural skills, and students’ practical readiness. The review results indicate that Simurelay consistently enhances the ability to read control diagrams, understand current flow, master component functions, and develop troubleshooting skills. This media also reduces cognitive load, strengthens mental models, increases students’ motivation and confidence, and provides a safe practice environment without equipment damage risk. The use of Simurelay supports learner-centered learning, integrating principles of multimedia learning, inquiry-based learning, and constructivism. Thus, Simurelay proves to be an effective, adaptive, and relevant pedagogical tool for modern vocational education and has the potential to expand the transformation of technical learning in SMKs. Further research is recommended to develop more advanced simulation features, integrate VR/AR, and evaluate the long-term impact on graduates’ workforce readiness. ABSTRAK Pendidikan vokasional, khususnya pada bidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik, menuntut penguasaan keterampilan praktis yang tinggi, termasuk instalasi motor listrik. Namun, keterbatasan sarana praktik, risiko keselamatan, dan rendahnya waktu eksplorasi siswa sering menjadi hambatan signifikan dalam pembelajaran konvensional di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas penggunaan Simurelay, sebuah media simulasi berbasis Android, sebagai alternatif pembelajaran praktik instalasi motor listrik. Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap 10 penelitian relevan yang dipublikasikan antara 2014–2025. Analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi peningkatan pemahaman konseptual, keterampilan prosedural, dan kesiapan praktik siswa. Hasil review menunjukkan bahwa Simurelay secara konsisten meningkatkan kemampuan membaca diagram kontrol, memahami alur arus, menguasai fungsi komponen, serta keterampilan troubleshooting. Media ini juga menurunkan beban kognitif, memperkuat mental model, meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa, serta memungkinkan praktik aman tanpa risiko kerusakan alat. Penggunaan Simurelay mendukung pembelajaran learner-centered, mengintegrasikan prinsip multimedia learning, inquiry-based learning, dan constructivism. Dengan demikian, Simurelay terbukti menjadi media pedagogis yang efektif, adaptif, dan relevan untuk pendidikan vokasional modern, serta berpotensi memperluas transformasi pembelajaran teknik di SMK. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk pengembangan fitur simulasi lebih kompleks, integrasi VR/AR, dan evaluasi dampak jangka panjang pada kesiapan kerja lulusan.
DINAMIKA PSIKOLOGIS FEMALE BREADWINNERS DALAM KONSTRUKSI SOSIAL PATRIARKI BALI Krisnawan, Putu Angga Ary; Tanaya, I Wayan Nathan Fanza
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8386

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of women becoming primary earners (female breadwinners) is increasingly evident in Indonesia, including in Bali. However, the rise of women’s economic roles is not always accompanied by adequate social acceptance, particularly within communities that continue to uphold patriarchal values. This article aims to analyze the psychological dynamics of female breadwinners within the context of Bali’s patriarchal social construction, including role strain, psychological conflict, social stigma, and adaptive strategies through social support and self-compassion. The method employed is a narrative literature review, examining relevant empirical and theoretical studies published between 2019 and 2025. The findings indicate that female breadwinners in Bali face multiple burdens, encompassing economic responsibilities, domestic duties, and customary obligations, which trigger work–family conflict, guilt, and emotional stress. Nevertheless, self-compassion, resilience, and social support serve as important protective factors that help women adapt and maintain their psychological well-being. This study highlights the importance of a multidimensional approach that considers psychological, social, and cultural aspects in empowering female breadwinners in Bali. ABSTRAK Fenomena perempuan sebagai pencari nafkah utama (female breadwinner) semakin meningkat di Indonesia, termasuk di Bali. Namun, peningkatan peran ekonomi perempuan tidak selalu diikuti oleh penerimaan sosial yang memadai, khususnya dalam masyarakat yang masih berpegang pada nilai patriarki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis female breadwinner dalam konteks konstruksi sosial patriarki Bali, mencakup tekanan peran, konflik psikologis, stigma sosial, serta strategi adaptasi melalui dukungan sosial dan self-compassion. Metode yang digunakan adalah kajian literatur naratif dengan menganalisis penelitian empiris dan teoritis yang relevan pada rentang tahun 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan breadwinner di Bali menghadapi beban ganda berupa tanggung jawab ekonomi, domestik, dan kewajiban adat, yang memicu work–family conflict, rasa bersalah, dan stres emosional. Meskipun demikian, self-compassion, resiliensi, dan dukungan sosial terbukti menjadi faktor protektif penting yang membantu perempuan beradaptasi dan mempertahankan kesejahteraan psikologisnya. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional yang mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, dan budaya dalam pemberdayaan female breadwinner di Bali.
SEKS SEBAGAI PROFESI: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PEREMPUAN PSK Kresna, Ida Ayu Agung Maha Chandri; Sudiana, Naomi Preity Paramita
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8388

Abstract

ABSTRACT Female sex work is a highly stigmatized social phenomenon, causing the psychological experiences of women involved to be frequently overlooked. This article aims to examine how female sex workers construct meanings of self-identity, sexuality, and survival strategies while navigating social and structural pressures. The study employs a literature review method by analyzing national and international scholarly publications from the past ten years through systematic stages of source identification, literature selection, data extraction, and thematic analysis. The findings indicate that women’s involvement in sex work is not solely driven by economic factors but also reflects personal agency in responding to limited life opportunities. Their self-identity is shaped through continuous negotiation between professional demands, personal values, and prevailing social norms, while stigma contributes to anxiety, identity conflict, and emotional burden. Nevertheless, female sex workers demonstrate resilience through community support, spirituality, and emotional boundary management. The digitalization of sex work offers greater autonomy and control, yet also introduces risks of emotional isolation and security vulnerabilities. Overall, this review emphasizes the importance of an empathetic, contextual, and non-stigmatizing women’s psychology approach in understanding the lived experiences of female sex workers. ABSTRAK Pekerjaan seks perempuan merupakan fenomena sosial yang sarat stigma, sehingga pengalaman psikologis perempuan yang terlibat di dalamnya kerap terabaikan. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana perempuan pekerja seks memaknai identitas diri, seksualitas, serta strategi bertahan hidup dalam menghadapi tekanan sosial dan struktural. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah publikasi ilmiah nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir melalui tahapan pencarian sumber, seleksi literatur, ekstraksi temuan, dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pekerjaan seks tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga mencerminkan bentuk agensi personal dalam menghadapi keterbatasan hidup. Identitas diri terbentuk melalui proses negosiasi antara tuntutan profesi, nilai personal, dan norma sosial, sementara stigma berkontribusi pada kecemasan, konflik identitas, dan beban emosional. Meski demikian, perempuan pekerja seks menunjukkan resiliensi melalui dukungan komunitas, spiritualitas, serta pengelolaan batasan emosional. Digitalisasi pekerjaan seks memberikan peluang otonomi yang lebih besar, namun juga menghadirkan risiko isolasi emosional dan kerentanan keamanan. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan psikologi perempuan yang empatik dan non-stigmatis.
PENGELOLAAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS SEKOLAH Siregar, Sovi Ulfiah; Simbolon, Ali Mustopa Yakub; Syakilah, Syakilah; Situmeang, Miftah Aulia Wardah; Hasibuan, Salwa Ilola
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8428

Abstract

Administrative management of school facilities and infrastructure plays a crucial role in ensuring the effectiveness and efficiency of educational implementation. However, evidence shows that many schools still struggle with asset documentation, facility maintenance, human resource readiness, and the adoption of digital systems, creating a significant gap between regulatory standards and real-world practice. This study aims to analyze current practices in school facility management and identify strategies to enhance operational efficiency and educational effectiveness. The research employed a descriptive qualitative approach using a literature review of national and international journals, scientific books, and educational policy documents published between 2015 and 2025. Data analysis involved reduction, thematic categorization, and synthesis of findings from multiple sources. The results indicate that schools implementing digital asset management systems demonstrate higher effectiveness than those using manual methods, particularly in inventory accuracy, damage reporting, and administrative transparency. Moreover, human resource competence emerges as a key determinant of successful facility management. The study concludes that optimal management of school facilities depends on the integration of systematic planning, continuous maintenance, technology utilization, and consistent regulatory implementation. This research recommends strengthening human resource training and developing integrated digital systems to improve the quality of school facility governance. ABSTRAK Pengelolaan administrasi sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam memastikan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa banyak sekolah masih menghadapi kendala dalam pendataan aset, pemeliharaan fasilitas, kesiapan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi, sehingga terjadi kesenjangan antara kondisi ideal yang ditetapkan regulasi dan praktik nyata di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pengelolaan sarana dan prasarana sekolah serta mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap jurnal nasional, jurnal internasional, buku ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan terbitan 2015–2025. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, dan sintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan sistem manajemen aset digital memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan sekolah dengan pengelolaan manual, khususnya pada aspek inventarisasi, pelaporan kerusakan, dan transparansi administrasi. Selain itu, kompetensi SDM terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang optimal bergantung pada integrasi antara perencanaan yang baik, pemeliharaan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta implementasi regulasi yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan SDM dan pengembangan sistem digital terintegrasi untuk memperkuat mutu tata kelola sarana prasarana sekolah.
METODE EKLEKTIK SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MTsN 8 NGAWI Mukhoyyaroh , Mukhoyyaroh
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8586

Abstract

Classic problems in Arabic language learning in Islamic schools, such as the dominance of rigid grammatical methods, perceived material difficulty, and low student motivation, often hinder mastery of communicative competence. This study aims to address this stagnation by implementing an eclectic method as an alternative strategy to improve student understanding and active participation at MTsN 8 Ngawi. This study was conducted using a best practice approach with systematic stages that included presenting contextual dialogues orally to reduce affective filters, integrating the four language skills (maharah lughawiyah) through reading aloud and interactive discussions in core activities, and strengthening motivation in the closing stage. The results showed significant changes in classroom dynamics, which became more participatory and humanistic. Quantitatively, the effectiveness of this method was proven by the final evaluation results, where 100% of students (a total of 24 students) were declared to have completed the course with scores above the minimum completion criteria (?70). In addition to academic achievement, this method also had a positive impact on improving students' Quranic reading literacy. It was concluded that the eclectic method effectively bridges the gap between structural theory and functional practice, and is therefore recommended as an inclusive and sustainable learning model. ABSTRAK Permasalahan klasik dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah, seperti dominasi metode gramatikal yang kaku, persepsi kesulitan materi, dan rendahnya motivasi siswa, sering kali menghambat penguasaan kompetensi komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi stagnasi tersebut dengan menerapkan metode eklektik sebagai strategi alternatif guna meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif peserta didik di MTsN 8 Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan best practice dengan tahapan sistematis yang meliputi penyajian dialog kontekstual secara lisan untuk menurunkan filter afektif, integrasi empat keterampilan berbahasa (maharah lughawiyah) melalui teknik membaca nyaring dan diskusi interaktif pada kegiatan inti, serta penguatan motivasi pada tahap penutup. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan pada dinamika kelas yang menjadi lebih partisipatif dan humanis. Secara kuantitatif, efektivitas metode ini terbukti dari hasil evaluasi akhir di mana 100% peserta didik (total 24 siswa) dinyatakan tuntas dengan perolehan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (?70). Selain capaian akademik, metode ini juga berdampak positif terhadap peningkatan literasi membaca Al-Qur'an siswa. Disimpulkan bahwa metode eklektik efektif menjembatani kesenjangan antara teori struktural dan praktik fungsional, sehingga direkomendasikan sebagai model pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.    

Page 1 of 2 | Total Record : 15