Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian is a journal managed by Master Program in Nonformal Education Post Graduate Program Gorontalo State University. This journal contains articles of community service with the scope of Training and Marketing that are utilized for community empowerment, SMEs and local communities; Community empowerment; Social Access; Community Service Activities by Students; Empowerment of Border Area Communities; Education for Sustainable Development; Community Empowerment Program; Design and Reach Appropriate Technology for Communities, Lifelong Education, Adult, Continuing, Recurrent And Initial Education And Learning, Early Childhood Education.
Articles
43 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2023): June"
:
43 Documents
clear
Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika melalui Metode Quantum di Kelas X SMK Almamater Telaga
Ernie Arsad
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.427-442.2023
Pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode quantum dapat meningkatkan minat motivasi belajar siswa, hal ini juga dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh siswa sesuain tahapan siklus yang sudah dipresentasikan. Pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode quantum menjadikan suasana belajar lebih aktif. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) pada siklus II didasarkan atas beberapa kelemahan yang terdapat pada siklus I yakni dalam hal langkah-langkah pra pembelajaran maupun pembelajaran, apersepsi dan motivasi, penyajian materi yang tidak sesuai dengan urutan bahan pelajaran, dan kurangnya partisipasi siswa dalam pelaksanaan diskusi, sehingga masih terdapat sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam menerima materi yang diajarkan.
Penerapan Case Method Dalam Pelatihan Penguatan Kapasitas Pokdarwis Sebagai Pengelola Objek Wisata Pemandian Aia Angek di Jorong Padang Belimbing, Nagari Koto Sani
Nofrion Nofrion;
Rahmaneli Rahmaneli;
Zarwan Zarwan;
Erwin Pri Utomo
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.253-264.2023
Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan hasil penerapan case method bagi Pokdarwis Aia Angek untuk meningkatkan kapasitas sebagai pengelola objek wisata pemandian aia angek di Jorong Padang Belimbing, Nagari Koto Sani. Artikel ini adalah salah satu luaran dari Program Pengembangan Nagari Binaan (PPNB) Universitas Negeri Padang tahun 2022 untuk pendanaan tahun pertama. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan case method. Peserta pelatihan berjumlah 20 orang dari Pokdarwis Aia Angek. Durasi pelatihan dan monitoring dilakukan selama tiga bulan dimulai bulan Juli sampai September 2022 dan data diuraikan secara deskriptif kualitatif. Masalah yang menjadi bahas diskusi adalah, 1) air kolam pemandian air panas cepat kotor, berlumut dan bau karena terbuka dan kurangnya kesadaran pengunjung untuk mematuhi aturan tentang larangan memakai sabun dan sampo di dalam kolam, 2) minimnya media informasi dan petunjuk kepada pengunjung tentang tata tertib mandi di kolam sehingga kebersihan kurang terjaga, 3) kapasitas anggota pokdarwis sebagai pengelola objek wisata masih rendah serta 4) belum adanya SOP dan Petunjuk Teknis pengelolaan objek wisata. Dengan menerapan Case method, peserta diminta secara berkelompok untuk menggali akar penyebab masalah, merumuskan alternative solusi dan rencana aksi. Setelah satu bulan rencana aksi dilakukan maka tim PPNB melakukan monitoring. Hasil keterlaksanaan rencana aksi untuk mengatasi akar penyebab masalah adalah, 1) pemasangan atap kolam pemandian untuk melindungi air kolam dari partikel-partikel/debu atau benda-benda lain yang jatuh dari atmosfer, keterlaksanaan 100%. 2) pemasangan sumber informasi dalam bentuk spanduk/baliho/banner atau papan informasi serta rekaman audio yang berisi penjelasan tentang aturan dan himbauan pengelola kepada pengunjung, keterlaksanaan 100%. 3) pelatihan kepada anggota pokdarwis tentang public speaking, pelayanan prima dan etika serta kepribadian sebagai pengelola objek wisata serta, keterlaksanaan 100%. 4) pendampingan dalam menyusun SOP dan petunjuk teknis pengelolaan objek wisata, keterlaksanaan 100%. Hasil monitoring menjadi bahan refleksi untuk menyusun rencana aksi selanjutnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Model Pembelajaran Talking Stick pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas X SMK Almamater Telaga
Replin S. Bialangi
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.379-392.2023
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka disimpulkan bahwa pada pelaksanaan siklus I hasil belajar peserta didik memperoleh nilai sangat rendah yaitu 49,24% namun pada siklus II meningkat menjadi 85,9% dengan indikator (1) kemampuan mengingat materi pelajaran yang sudah dipelajari, (2) kemampuan menjelaskan materi yang sudah dipelajari, (3) kemampuan menyebutkan materi yang sudah dipelajari, (4) kemampuan membedakan materi yang sudah dijelaskan, (5) kemampuan menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. Pada siklus I kegiatan guru,14 aspek belum terlaksana dan pada kegiatan peserta didik 17 aspek belum terlaksana namun pada siklus II mengalami peningkatan yakni keseluruhan aspek sudah terlaksana sesuai dengan indikator keberhasilan.dengan demikian pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran talking stick.
Analisis Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatakan Daya Saing Sekolah
Havid Abdul Gani;
Syamsu Qamar Badu;
Arifin Suking
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.517-526.2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi kewirausahaan kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kabupaten Boalemo berdasarkan aspek melakukan inovasi, kerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan naluri kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan yakni eksplanatori. Kuesioner disebar ke 101 responden (N=134). Data kemudian di analisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil menunjukkan kompetensi kewirausahaan kepala sekolah berdasarkan aspek inovasi (83%), kerja keras (85%), motivasi (85%), kegigihan (86%), dan naluri kewirausahaan (86%) masuk ke dalam kategori kompeten. Sehingga secara garis besar kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dapat dikatakan kompeten.
Mengembangkan Kompetensi Guru melalui Penggunaan Model Pembelajaran Mordiscvein di Sekolah Dasar
Evi Hasim;
Meylan Saleh;
Dajani Suleman;
Mardiah Bin Smith
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.347-354.2023
Guru yang berkualitas adalah guru yang memenuhi berbagai macam persyaratan yang telah ditentukan di antaranya adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu pendidikan. Hal ini memang wajar, sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar (pembelajaran). Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atas suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. model pembelajaran Mordiscvein merupakan pembelajaran dirancang agar siswa dapat menemukan sendiri konsep yang akan dipelajari, meskipun masih dengan panduan guru. Karena siswa sekolah dasar belum dapat menemukan konsep secara benar-benar mandiri seperti orang dewasa.
Pemberdayaan Komunitas Pemuda Melalui Kampung Digital Tani Sawah Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Mirantika Pakaya;
Abdul Rahmat
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.461-466.2023
Pemuda Tani Indonesia merupakan organisasi pertanian yang memiliki program pemberdayaan salah satunya di Desa Ilolehuma, Kecamatan Tilongkabila. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan komunitas pemuda di Gorontalo untuk menjadi Usaha Tani Sawah potensi desa Ilolehuma dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Potensi sumberdaya alam didesa diarahkan pada pembangunan pertanian. Namun dari hasil usaha tani terutama produksi hasil pertanian seperti padi sawah dan padi ladang, belum banyak memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup masyarakat petani. Faktor-faktor yang turut mempengaruhi aktivitas usaha tani antara lain Sikap mental, Modal, Pasar, Kelembagaan, dan aspek Pendidikan. Usaha pemberdayaan yang dilakukan pada komunitas pemuda petani sampai saat ini belum banyak memberikan manfaat terutama dalam meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat petani. Melalui pemberdayaan komunitas pemuda petani secara intensif maka akan mampu mengangkat harkat dan martabat bagi komunitas pemuda dengan melalui kampung digital dalam berusaha.
The Effect Of Using Abacus Media On Students' Ability In Arithmetic Operations On The Addition Of Whole Numbers
Kudus Kudus
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.311-318.2023
Mathematics is essential since its application cannot be separated from our daily lives. Moreover, mathematics can also develop an awareness of essential values. Arithmetic operations are one of the mandatory topics in mathematics education at the elementary school level. Addition and subtraction of tens and hundreds are taught in Grade 1 of elementary school. In this grade, mathematics serves as the initial process for students to learn arithmetic operations, which are part of mathematical skills. Counting activities in a simple context have been introduced before students enter elementary school age. However, the abstract nature of mathematics makes it difficult for many students to learn. This phenomenon is evident in the low arithmetic skills of students, as reflected in the low average scores for mathematics, especially in the arithmetic topic.
Efektivitas Penggunaan Google Form dan Quizziz sebagai Media Evaluasi di SMA Negeri 1 Telaga
Suleman Hilala;
Yorikhotul Alya;
Abdul Rahmat
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.443-448.2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan Google Form dan Quizziz dalam evaluasi pembelajaran di SMA N1 TELAGA. Harapannya, penelitian ini dapat membantu guru dan pengajar untuk melakukan evaluasi pembelajaran dengan lebih mudah dan efektif. Dalam penelitian ini, digunakan metode kuantitatif dengan tujuan untuk menilai efektivitas penggunaan Google Form dan Quizziz sebagai alat evaluasi pembelajaran jarak jauh oleh guru di SMA Negeri 1 TELAGA. Subjek penelitian terdiri dari 24 guru di SMA Negeri 1 TELAGA. Dengan cara membagikan konsioner kepada para guru, terdapat hasil yang menyatakan bahwa dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi mendapat respon yang sangat baik. Setelah itu, terdapat juga hasil yang menyatakan bahwa Google Form dan Quizziz sangat efektif dalam proses pembelajaran. Hasil respoden juga mengatakan bahwa kedua aplikasi tersebut memiliki keamanan data yang baik. Dari hasil respoden tersebut dapat di buktikan bahwa Google Form dan Quizziz sangat membantu para guru dalam efesiensi proses pembelajaran.
Pelatihan Menggambar sebagai Pendampingan Keterampilan bagi Anak-Anak Tuli di Komunitas “Pop Joy Sign” Jakarta
Gilang Cempaka;
Vidya Kharisma;
Rio Satriyo Hadiwijoyo;
Annisa Rachimi Rizka;
Tasri Jatnika;
Walid Fauzanul Adzimy
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.541-550.2023
Anak-anak tuli membutuhkan kemampuan gambar untuk mendukung berkomunikasi secara efektif sekaligus mengembangkan kreatifitas. Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Paramadina bekerjasama dengan komunitas peduli kaum tuli yaitu Pop Joy Sign (PJS) bekerjasama menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) dengan memberikan pelatihan menggambar dasar bagi anak-anak tuli berusia 9-14 tahun. Metode yang dilakukan dalam PkM ini yaitu bersifat aplikatif dengan memberikan wawasan menggambar dan tema ke-Indonesiaan, sekaligus praktek menggambar, didampingi oleh tim PkM dan juru bahasa isyarat (JBI). Pelatihan ini menggunakan metode komunikasi total, yaitu konsep komunikasi bagi orang dengan kecacatan tuli, yang bertujuan mencapai komunikasi yang efektif, melibatkan media tertulis, visual, dan dibantu JBI. Hasil pembahasan menunjukan bahwa kemampuan semua peserta sudah mampu menuangkan idenya dan menyelesaikan gambar sesuai target waktu. Metode analisis bahasa rupa dengan cara wimba dan teori menggambar dasar, menunjukan bahwa pada umumnya peserta mampu bercerita dengan bahasa gambar namun masih harus ditingkatkan dalam hal keterampilan dan imajinasi. Diharapkan dalam pelatihan ini anak-anak tuli dapat mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi total melalui visual selain bahasa isyarat yang telah mereka kuasai. Selain itu melalui menggambar, anak-anak tuli dapat lebih percaya diri dalam berkomunikasi, dan dapat mengembangkan kreatifitasnya untuk masa yang akan datang.
Pelatihan Smartphone Fotografi pada Pelaku UMKM di Tanggerang Selatan
Ida Susanti;
Ayoeningsih Dyah Woelandhary;
Tasri Jatnika;
M. Rizky Kadafi;
Siti Khodijah Lestari
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2023): June
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/dikmas.3.2.551-558.2023
Fotografi adalah salah satu komponen penting dalam kegiatan niaga dan bisni di masa kini. Keterampilan yang dibutuhkan oleh para pelaku dalam mewujudkan visual yang baik harus didukung keterampilan yang memadai agar visual yang diharapakan dapat terepresentasi, dan berdampak pada meningkatanya penjualan pada niaga yang dijalankan. Dua pelaku UMKM di Tanggerang Selatan , yaitu Rumah Makan Yasser dan Ayam Bakekok memiliki kendala dalam proses visual untuk mempromosikan produk niaga nya, yaitu aneka makanan dan ayam bakar ciri khas dari umkm tersebut. Prodi DKV Paramadina berkontribusi untuk memberikan pendampingankepada para pelaku, agar dapat memiliki visual yang baik, ditambah wawasan terhadap fotografi dasar, tata peletakan, komposisi, unsur pendukung dan aspek lainnya.Bekal pendampingan ini diharap dapat menambah keterampilan serta membawa dampak pada keterampilan fotografi makanan untuk diaplikasikan pada pelaku bisnis, serta mendorong meningkatnya jumlah penjualan, tata visual serta infomasi pada bisnis prosuk makanan yang dihasilkan khusunya mitra pelaku umkm di Tanggerang Selatan.