cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
Kritik Al Dzahabi Terhadap Tafsir Falsafi: Studi Kitab Al-Tafsir Al-Mufassirūn Nurcahyani Sari Tanjung, Tri; Fadhlurrahman, Zulfi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4740

Abstract

Integrasi filsafat dalam penafsiran Al-Qur'an sering memicu kekhwatiran berupa dikotomi sumber tafsir antara otoritas wahyu dan dominasi rasional. Muhammad Husain al-Dzahabi dalam Al-Tafsir wa al-Mufassirūn mengkritik tegas corak tafsir falsafi yang dianggap menyimpang karena mereduksi sakralitas teks demi justifikasi rasional semata. Penelitian ini bertujuan membedah struktur kritik Al-Dzahabi terhadap tafsir falsafi. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis berbasis kepustakaan, dengan mengkaji konsep tafsir falsafi, kitab al-Tafsir wa al-Mufassirūn, dan analisis kritik al-Dzahabi terhadap tafsir falsafi khusunya beberapa tokoh seperti al-Farabi, Ikhwan al-Shafa, serta Ibnu Sina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Dzahabi menolak pendekatan filsuf seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi karena dinilai melakukan dikotomi sumber tafsir, di mana teks dipaksa tunduk pada premis logika melalui takwil yang terlepas dari makna akar kebahasaan dan riwayat yang shahih. Selain itu, analisis kritis penelitian ini juga menyingkap adanya diskursus standar ganda, di mana Al-Dzahabi menerima Fakhruddin Al-Razi yang juga filosofis, mengindikasikan bahwa penerimaannya bergantung pada keselarasan dengan ajaran agama. Secara signifikansi, kajian ini menawarkan perspektif penting bagi studi keislaman kekinian sebagai kritik terhadap tren hermeneutika liberal, menegaskan urgensi metodologi tafsir yang menempatkan wahyu sebagai sumber utama tanpa menafikan peran akal secara proporsional. Implikasinya, pemikiran Al-Dzahabi berfungsi sebagai filter metodologis untuk menjaga otentisitas pesan Al-Qur'an di tengah tantangan rasionalisme modern.

Page 2 of 2 | Total Record : 11