cover
Contact Name
Edi Susilo
Contact Email
faperta.unras@gmail.com
Phone
+6285235229104
Journal Mail Official
faperta.unras@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban Jl. Jend. Sudirman No 87 Arga Makmur Bengkulu Utara website : www.faperta-unras.ac.id HP. 081328676033 / 085235229104 Email : faperta.unras@gmail.com
Location
Kab. bengkulu utara,
Bengkulu
INDONESIA
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman
ISSN : 2809784X     EISSN : 28091035     DOI : -
PUCUK: Jurnal Ilmu Tanaman (Pucuk Journal) is a journal managed by Agriculture Faculty and published by the Universitas Ratu Samban, E-ISSN : 2809-1035 Pucuk Journal provides a forum for researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The Jurnal PUCUK publishes research articles on advanced agronomy which its focuses related to various themes, topics and aspects including (but not limited) to the following topics: Agriculture, plant journal, the, biochemistry, botany, cell biology, genetic engineering, genetic, genetics, molecular biology, molecular genetics, physiology, phytopathology, plant pathology, plants.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): Desember" : 6 Documents clear
PENGARUH MULSA JERAMI DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM Riza Komala Sari; Parwito Parwito; Hesti Pujiwati
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2496.115 KB)

Abstract

Peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan cara pengelolaan tanaman secara intensifikasi pada lahan kering terutama menggunakan mulsa organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan ketebalan mulsa jerami padi dan dosis biochar sekam padi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan milik petani yang berada di Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, pada bulan Maret sampai Juni 2020. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial. Ada dua faktor yang diuji, faktor pertama adalah biochar yang terdiri atas empat dosis (D), yaitu : D0 = tanpa biochar sekam padi, D1 = 2 ton/ha biochar sekam padi, D2 = 4 ton/ha biochar sekam padi, dan D3 = 6 ton/ha biochar sekam padi, Faktor kedua adalah mulsa jerami, sebagai berikut P0 = tanpa mulsa jerami padi, P1 = mulsa jerami padi ketebalan 4 cm, P2 = mulsa jerami padi ketebalan 6 cm, dan P3 = mulsa jerami padi ketebalan 8 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa mulsa jerami padi memberikan tinggi tanaman tertinggi sampai 5 MST. Semua interaksi mulsa jerami padi dan biochar sekam padi memberikan nilai bobot 100 biji tertinggi kecuali pada ketebalan 6 cm dan 8 cm yang memberikan nilai rendah.
PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK BERBAHAN KULIT DURIAN DAN PUPUK KANDANG AYAM UNTUK PERBAIKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM Lusi Puspitasari; Edi Susilo; Susi Handayani
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2764.743 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.15

Abstract

Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu tanaman bahan pangan penting di dunia. Kebanyakan produksinya digunakan sebagai bahan makanan, minuman, makanan ternak, dan kepentingan industri. Tujuan penelitian adalah mendapatkan varietas sorgum dengan kombinasi pupuk organik terbaik. Penelitian dilaksanakan di Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, Maret sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAKL) dengan 12 perlakuan dan 6 ulangan. Penelitian ini terdiri dari dua faktor yang dapat diuraikan sebagai berikut: faktor satu: varietas sorgum Numbu (S1), Super 2 (S2), Kawali (S3). Faktor kedua : kulit durian 100 g (A), kulit durian 75 g + pukan ayam 25 g (B), kulit durian 50 g + pukan ayam 50 g (C), kulit durian 25 g + pukan ayam 75 g (D). Hasil penelitian menunjukkan varietas Numbu mempunyai pertumbuhan lebih baik jika dibandingkan varietas Super 2 maupun Kawali. Varietas Numbu dan Kawali menghasilkan komponen generatif yang hampir sama dan lebih baik dari pada varietas Super 2. Kombinasi bahan organik 25 g kulit durian + 75 g kotoran ayam menghasilkan panjang daun dan luas daun tertinggi.
PEMACUAN PEMBUNGAAN ANGGREK BULAN (PHALAENOPSIS AMABILISI L) SETELAH TAHAP AKLIMITASI PADA PERLAKUAN MEDIA TANAM DAN PEMUPUKAN Mardia Apriansi; Rini Suryani
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3565.466 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.16

Abstract

Jenis anggrek yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah anggrek genus Phalaenopsis (anggrek bulan). Dan kalau melihat faktor agroklimat, Rejang Lebong sangat cocok dibudidayakan jenis anggrek bulan ini karena syarat tumbuhnya di dataran tinggi. Anggrek bulan tergolong dalam jenis anggrek bersifat epifit, yaitu anggrek yang tumbuh menempel pada tanaman lain tetapi tidak merugikan tanaman inang. Namun demikian dari penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya bahwa 3 media yang digunakan (media akar pakis, media sekam padi dan kompos kopi) dimana diantara 3 media tersebut yang memberikan hasil yang bagus yaitu media sekam kopi. Oleh karena itu untuk menindak lanjuti penelitian sebelumnya, peneliti akan melaksankan penelitian lanjutan dengan kerangka pemikiran bagiamana supaya tanaman anggrek cepat memasuki fase berbunga dengan mengambil media yang terbagus (media sekam kopi) sehingga nanti akan di peroleh tanaman anggrek yang cepat berbunga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan media dan pupuk yang bagus digunakan utuk memacu pertumbuhan bunga pada tanaman anggrek. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu media tanam akar pakis (MP), media kompos kopi (MK), sedangkan Faktor ke dua adalah pupuk cair I, (pupuk Hantu), pupuk II (Growmore), dan kontrol sehingga di dapatkan 18 kombinasi perlakuan. Tanaman sampel berjumlah 3 dan diperoleh total bibit sebanyak 54 tanaman. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa pada penelitian lanjutan ini penggunaan media tanam yang berasal dari kompos kopi tetap memberikan hasil yang terbaik pada tahap aklimatisasi anggrek bulan karena bisa meningkatkan pertumbuhan pada variabel tinggi tanaman, dan panjang daun. Namun perlakuan pupuk untuk setiap perlakuan terlihat baik pada pemberian pupuk cair 2 karena bisa meningkatkan jumlah cabang. Meningkatnya cabang akan berpengaruh terhadap banyaknya bakal bunga yang akan terbentuk nantinya.
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON FAMILIA EUPHORBIACEAE DI PERBUKITAN BUNGUS KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rizki Rizki; Irma Leilani; Suci Mayang Sari
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2325.173 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.17

Abstract

Berbagai jenis tumbuhan bertindak sebagai penyusun hutan tropis, salah satu familia tumbuhan ialah Euphorbiaceae, yang merupakan familia dengan jenis yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat baik sebagai pemenuhan kebutuhan papan maupun dapat digunakan sebagai tumbuhan bahan obat. Penebangan pohon yang banyak terjadi pada saat sekarang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan, seperti penebangan liar, ladang berpindah dan tebang bakar hutan. Kerusakan ini dapat menyebabkan terancamnya jenis pohon yang ada. Oleh karena itu peneliti telah melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui jenis pohon pada familia Euphorbiaceae yang terdapat di perbukitan Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan sembilan jenis pohon yang termasuk ke dalam familia euphobiaceae yaitu: Alchornea sp (matuang), Bacaurea recemosa M.A (cupak), Dyrpetes brownii Vahl. (laso), Excoecaria sp (andilau), Homalanthus sp (anak-anak), Macaranga javanica (Blume.)Mull. Arg. (dalok), Macaranga tanarius (L) Mull. Arg. (sapek), Mallotus paniculatus (L) Mull. Arg. (baliak-baliak angin), Sapium sp. (mentanak)
KAJIAN PERANAN SERTIFIKASI BENIH PADA USAHA PENANGKARAN BENIH DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DI BENGKULU Eddy Sugiarto; Tatik Raisawati
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2708.625 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.18

Abstract

Terdapat kecenderungan penurunan penggunaan benih bersertifikat, hal ini disebabkan adanya kecenderungan penurunan anggaran pemerintah yang dialokasikan pada sektor pendistribusian benih (bibit) perkebunan, sehingga praktis usaha penjualan benih banyak ditopang dari pangsa pasar non anggaran pemerintah. Rendahnya daya serap pasar benih bersertifikat dikarenakan beberapa faktor, yaitu : (1) Kesadaran masyarakat tentang mutu benih relatif rendah dan berdasarkan data perhitungan pendistribusian benih pada tahun 2010 penggunaan benih palsu dimasyarakat mencapai 60%, (2) Maraknya peredaran benih palsu dengan berbagai modus operandinya, (3) Minimnya jumlah pengusaha penangkaran benih bersertifikat, dan disamping itu (4) Harga benih bersertifikat relatif lebih tinggi bagi masyarakat pemula yang berusaha dibidang perkebunan. Usaha penangkaran benih bersertifikat cukup potensial dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penarikan bea retribusi dari kegiatan sertifikasi benih perkebunan selama ini didasarkan atas Surat Keputusan Gubernur Bengkulu nomor 329 tahun 2001. Pengutipan retribusi dari sertifikasi benih bukan merupakan investasi langsung dari masyarakat dan disamping itu berperan untuk menekan peredaran benih ilegitim (palsu), serta mendukung kemudahan masyarakat petani pekebun untuk mencari benih yang berkualitas.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KASCING Irma Lisa; Ade Serly Novita Sari
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.27

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah yang memiliki peluang besar untuk dibudidayakan. Selain memiliki gizi yang baik untuk tubuh karena mengandung vitamin dan sumber mineral untuk kesehatan, juga sebagai bahan untuk kosmetik. Penelitian ini bertujuan, untuk mendapatkan dosis pupuk kascing yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dan perlakuan yakni dosis pupuk kascing yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, KC0 : Tanpa Kascing 0 gram (kontrol), KC1 : Pemberian Kascing 800 g, KC2 : Pemberian Kascing 900 g, KC3 : Pemberian Kascing 1.000 g. Pada variabel pengamatan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.), tabel analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk kascing berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah perbuah, bobot buah perbuah, dan bobot buah pertanaman. hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis pupuk kascing berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah perbuah, bobot buah perbuah, dan bobot buah pertanaman. Hal ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk kascing memberikan repson yang baik sebagai bahan untuk menambah nutrisi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.).

Page 1 of 1 | Total Record : 6