cover
Contact Name
Sofie Yunida Putri
Contact Email
sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, 60294, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Behavioral Accounting Journal
ISSN : -     EISSN : 26157004     DOI : https://doi.org/10.33005/baj.v4i2
An objective of Behavioral Accounting Journal (BAJ) is to publish the high quality articles of behavioral accounting research from various paradigm, both mainstream or non mainstream. Specifically, BAJ accepts the articles of behavioral research in the areas: - Financial Accounting - Taxation - Accounting Information System - Accounting for Public Sector or Non-Profit Organizations - Auditing - Managerial Accounting - Capital Market The audiences of BAJ is not only the academicians, but also the graduate students, practitioners, and others interested in business research. This journal accepts the articles in English and Bahasa Indonesia, and published twice in a year, June and December. The primary criterion for publication in BAJ is the significance of the article’s contribution to the literature in behavioral accounting area. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025" : 5 Documents clear
Kepatuhan Pajak Pengguna Electric Vehicles: Persepsi Ekonomi, Lingkungan, dan Inovasi Wilasittha, Acynthia Ayu; Sofie Yunida Putri; Tituk Diah Widajantie
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.389

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana faktor lingkungan memediasi hubungan aspek ekonomi dan inovasi terhadap kepatuhan atas perpajakan pengguna kendaraan listrik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksploratif dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik kendaraan listrik sebagai sumber data primer penelitian. Dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria pengguna kendaraan listrik dan rutin lapor pajak, maka diperoleh sebanyak 126 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB), Environmental Value-Belief-Norm, dan Technology Acceptance Model (TAM) dalam menganalisis faktor ekonomi, inovasi dan lingkungan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Monetary Budget dan Perceived Environmental berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan perceived fee, personal innovativeness, dan love of money tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Persepsi ekonomi juga terbukti berpengaruh terhadap persepsi lingkungan, sedangkan persepsi inovasi tidak berpengaruh terhadap persepsi lingkungan. Persepsi lingkungan juga terbukti mampu memediasi Love of Money terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik, namun persepsi lingkungan tidak terbukti mampu memediasi Perceived Monetary Budget, perceived fee, dan personal innovativeness terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik.   This study aims to examine the influence of economic and innovation factors on the tax compliance of electric vehicle (EV) users, mediated by environmental perception. This research adopts an exploratory quantitative approach using primary data collected through questionnaires distributed to electric vehicle owners. By applying purposive sampling with criteria of regular tax-reporting EV users, a total of 126 respondents from various regions across Indonesia were obtained. This study integrates the Theory of Planned Behavior (TPB), the Technology Acceptance Model (TAM), and the Environmental Value-Belief-Norm theory to analyze the effects of economic, innovation, and environmental factors on EV users’ tax compliance. The findings reveal that Perceived Monetary Budget and Perceived Environmental have a significant effect on tax compliance, while Perceived Fee, Personal innovativeness, and Love of Money do not. Economic perceptions are also proven to significantly influence environmental perceptions, whereas innovation perception does not. Furthermore, environmental perception significantly mediates the relationship between Love of Money and tax compliance, but it does not mediate the effects of Perceived Monetary Budget, Perceived Fee, or Personal innovativeness on EV tax compliance.
Analisis Hubungan antara Corporate Social Responsibility (CSR), Tax Avoidance, dan Tax Aggressiveness: Sebuah Literatur Review Srika Anggiria, Kristanti; Yuhertiana, Indrawati
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.340

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan kompleks antara Corporate Social Responsibility (CSR), penghindaran pajak, dan agresivitas pajak pada perusahaan di Indonesia. Penghindaran pajak merujuk pada strategi legal yang digunakan perusahaan untuk meminimalkan kewajiban pajak, sementara agresivitas pajak melibatkan taktik yang lebih berisiko dan sering kali berada di batas legalitas, yang dapat memicu kritik dari publik dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana inisiatif CSR mempengaruhi perilaku pajak perusahaan, khususnya dalam konteks tantangan kepatuhan pajak di Indonesia. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, studi ini mensintesis temuan dari berbagai sumber akademis, bersumber dari rtikel ilmiah yang terindeks di Scopus, Sinta 1-3, dan jurnal internasional yang berfokus pada periode 2018 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan pengungkapan CSR yang lebih tinggi cenderung kurang terlibat dalam praktik pajak yang agresif, menunjukkan bahwa CSR dapat berfungsi sebagai mekanisme kontrol etis. Namun, studi ini juga menyoroti kontradiksi di mana beberapa perusahaan menggunakan CSR untuk meningkatkan citra publik dengan tetap melanjutkan strategi pajak yang agresif. Temuan ini berkontribusi pada diskusi berkelanjutan tentang etika perusahaan dan kepatuhan pajak, menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis yang bertujuan untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih bertanggung jawab.   This study explores the complex relationship between Corporate Social Responsibility (CSR), tax avoidance, and tax aggressiveness among companies in Indonesia. Tax avoidance refers to legal strategies employed by firms to minimize tax liabilities, while tax aggressiveness involves riskier tactics that often border on legality, potentially provoking criticism from the public and stakeholders. The research aims to understand how CSR initiatives influence corporate tax behavior, particularly in the context of the challenges of tax compliance in Indonesia. Utilizing a literature review methodology, this study synthesizes findings from various academic sources, drawing from scientific articles indexed in Scopus, Sinta 1-3, and international journals focusing on the period from 2018 to 2024. The results indicate that companies with higher CSR disclosures tend to engage less in aggressive tax practices, suggesting that CSR can serve as an ethical control mechanism. However, the study also highlights contradictions where some companies use CSR to enhance their public image while continuing aggressive tax strategies. These findings contribute to the ongoing discourse on corporate ethics and tax compliance, offering practical insights for policymakers and business leaders aiming to build a more responsible business ecosystem.
Studi Akuntabilitas Laporan Dana Kampanye Dalam Perspektif Hermeneutik Gadamerian Andi Muh Syukur Hidayatullah; Anisatun Humayrah Rais; Fina Ruzika Zaimar; Fradionesius Kristianto; Putri Safira, Selma
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.357

Abstract

Praktik ekonomi setiap partai politik pada kontenstasi pemilu tergambar melalui besaran dana kampanye yang dikelola sehubungan dengan keikutsertaannya pada pemilihan umum 2024. Setiap Partai Politik kemudian memiliki kewajiban untuk dilakukan proses audit oleh Kantor Akuntan Publik dan diterbitkannya Laporan Dana Kampanye untuk memastikan setiap Partai Politik mengelola dana kampanyenya secara transaparan dan bertanggungjawab. Penilitian ini bertujuan untuk menginterpretasi akuntabilitas dari Partai Politik melalui Laporan Pendaan Kampanye pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2024. Penilitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis hermeneutika Gadamerian dan jenis data menggunakan data sekunder yang bersumber dari Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) serta Laporan Asurans Independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas pendanaan kampanye oleh partai politik masih bersumber  dari sumbangan calon anggota legislatif, sementara dari aspek pengeluaran terbesar dilakukan untuk membiayai jasa kampanye. Hasil Audit menunjukkan bahwa masih ditemukan ketidakterbukaan informasi oleh partai politik dan mengelola dana kampanyenya. Berdasarkan hasil penelitian, perlu untuk setiap stakeholder melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan dan pengawasan dalam keterbukaan pada pengelolaan dana kampanye sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas Partai Politik kepada masyarakat pada setiap pelaksanaan Pemilihan Umum.   The economic practices of each political party in election contention are reflected in the amount of campaign funds managed in relation to their participation in the 2024 general election. Each political party then has an obligation to carry out an audit process by a public accounting firm and issue a campaign finance report to ensure that each political party manages its campaign funds. transparently and responsibly. This research aims to interpret the accountability of Political Parties through Campaign Funding Reports in the 2024 General Election. The research was carried out using a qualitative approach using Gadamerian hermeneutic analysis and the type of data using secondary data sourced from the Campaign Fund Receipt and Expenditure Report (LPPDK) and the Independent Assurance Report from the Public Accounting Firm (KAP). The results show that the majority of campaign funding by political parties still comes from donations from legislative candidates, while the largest expenditure is made to finance campaign services. Audit results show that there is still a lack of disclosure of information by political parties and managing their campaign funds. Based on the research results, it is necessary for each stakeholder to improve the quality of implementation and supervision in openness in the management of campaign funds as a form of transparency and accountability of Political Parties to the public at every General Election.
Adopsi QRIS: Analisis Perilaku Generasi Z di Era Pembayaran Digital Pratiwi, Yustika; Slamet, Muhammad Ramadhan; Wulandari, Febrina
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.370

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat Generasi Z untuk menggunakan (NUM) QRIS di Kota Batam. Penelitian ini menganalisis lima variabel kunci: persepsi keamanan (PKM), norma subjektif (NS), inovasi individu (IND), persepsi kemudahan penggunaan (PKP), dan persepsi kegunaan (PKG). Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada 161 responden Generasi Z yang memiliki pengalaman sebelumnya dalam menggunakan QRIS. Hasil penelitian ini menyatakan  PKP dan NS memengaruhi niat generasi Z dalam menggunakan QRIS. Selain itu, PKG, IND, dan PK tidak memengaruhi niat penggunaan QRIS pada generasi Z. Temuan ini mengimplikasikan bahwa bagi Generasi Z, kemudahan interaksi dan pengaruh lingkungan sosial adalah pendorong utama adopsi QRIS, sementara dari aspek kegunaan, inovasi, dan keamanan mungkin dianggap sebagai suatu hal yang wajib ada. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi dengan menyarankan strategi promosi QRIS yang lebih efektif, menekankan pengalaman pengguna dan prevalensi di kalangan komunitas Gen Z. Secara teoritis, studi ini memperkaya literatur penerimaan teknologi dengan wawasan kontekstual tentang faktor adopsi di kalangan digital native untuk teknologi pembayaran yang telah mapan dan menyoroti pergeseran relevansi variabel tradisional dalam ekosistem terkoneksi.   This study investigates the factors influencing Generation Z's intention to use (NUM) QRIS in Batam City. The research examines five key variables: perceived usefulness (PKG), perceived ease of use (PKP), personal innovativeness (IND), subjective norm (NS), and perceived security (PKM). Adopting a quantitative approach, the study collected data through questionnaires distributed to 161 Gen Z respondents who had prior experience using QRIS. This study's findings indicate that both PKP and NS are influential factors in Generation Z's intention to use QRIS. Additionally, PKG, IND, and PK do not influence Generation Z's intention to use QRIS. These findings suggest that for Generation Z, ease of interaction and social influence are the primary drivers of QRIS adoption, while aspects of usefulness, innovation, and security are also considered essential. Practically, this research contributes by suggesting more effective QRIS promotion strategies that emphasize user experience and prevalence among the Gen Z community. Theoretically, this study enriches the literature on technology adoption by providing contextual insights into adoption factors among digital natives for established payment technologies and highlights the shifting relevance of traditional variables in connected ecosystems.
Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan sebagai Bentuk Pencegahan Korupsi pada Perusahaan Publik dalam Perspektif Keberlanjutan Sosial dan SDGs Putri Wiyandari, Rachmanita; Susilowati, Endah
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.404

Abstract

Penelitian ini menelaah peran akuntabilitas dan transparansi keuangan dalam mencegah praktik korupsi pada perusahaan publik, sekaligus meninjau kontribusinya terhadap keberlanjutan sosial dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Tiga studi kasus digunakan sebagai fokus utama, yaitu PT Indofarma Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT Unilever Indonesia Tbk. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis dokumentasi melalui laporan keberlanjutan, laporan keuangan, dan publikasi resmi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan internal serta absennya mekanisme antikorupsi di PT Indofarma menyebabkan manipulasi laporan keuangan dan kerugian negara, sehingga menghambat pencapaian SDG 3, 9, dan 16. Sebaliknya, PT Pertamina menunjukkan perbaikan tata kelola melalui penerapan ISO 37001 dan penguatan pelaporan keberlanjutan, meskipun masih terdapat risiko korupsi pada proyek strategis. Sementara itu, PT Unilever Indonesia menerapkan tata kelola progresif dengan mengintegrasikan strategi ESG serta merespons tekanan publik secara adaptif, yang mendukung pencapaian SDG 10, 12, 16, dan 17. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi Teori Agensi, Teori Keperilakuan Akuntansi, dan Teori Good Corporate Governance.   This study examines the role of financial accountability and transparency in preventing corruption practices in public companies, while reviewing their contribution to social sustainability within the Sustainable Development Goals (SDGs) framework. The analysis focuses on three case studies: PT Indofarma Tbk, PT Pertamina (Persero), and PT Unilever Indonesia Tbk. A qualitative-descriptive approac, using document analysis of sustainability reports, financial statements, and official corporate publications. The findings reveal that weak internal oversight and the absence of anti-corruption mechanisms at PT Indofarma led to financial statement manipulation and state losses, hindering the achievement of SDG 3, 9, and 16. In contrast, PT Pertamina demonstrates governance improvements through the adoption of ISO 37001 and enhanced sustainability reporting, although corruption risks persist in strategic projects. Meanwhile, PT Unilever Indonesia applies progressive governance by integrating ESG strategies and adapting to public pressure, contributing to SDG 10, 12, 16, and 17. Theoretically, this research reinforces the relevance of Agency Theory, Accounting Behavior Theory, and Good Corporate Governance in analyzing corruption and accountability dynamics in the corporate sector.

Page 1 of 1 | Total Record : 5