cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
kpihariyanto@gmail.com
Phone
+6285788740474
Journal Mail Official
Dakwahalidzaah@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Dewantara No.116 Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Al-Idzaah : Jurnal Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 26139707     EISSN : 27221091     DOI : https://doi.org/10.24127
Jurnal Al-Idzaah : Dakwah dan komunikasi mempublikasikan artikel dakwah dan ilmu komunikasi. Scope artikel meliputi kajian media, dakwah, komunikasi, analisis framing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
REPRESENTASI NILAI - NILAI PLURALISME DALAM FILM LIMA Anggun Viniza Vidia Videska; Vina Zahratul Hayat; Muhamad Afdoli Ramadoni
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.2808

Abstract

Pluralisme dalam hierarki tatanan sosial masyarakat merupakan sebuah fenomena yang tidak mungkin dihindari. Konsep pluralisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Namun persebaran gagasan ini mengalami kontroversi dan penolakan dari berbagai kalangan sehingga menimbulkan pro dan kontra. Sebagai masyarakat majemuk, idealnya harus bisa hidup dalam pluralisme dengan menjalin harmoni hidup beragama. Menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa harus meyakini keberadaan kebenaran pada agama dan keyakinan agama lain. Berdasarkan konteks di atas, maka muncul pertanyaan bagaimana nilai-nilai pluralisme dalam film lima? Analisis yang akan digunakan adalah teori Question of representation dari Branston dan Stafford (2003: 90-116). Teori ini menjelaskan bagaimana representasi menjalankan proses pembentukan suatu identitas tertentu secara berulang-ulang terhadap objek yang dicitrakan didalam media. Terdapat tiga konsep dari teori ini yaitu stereotyping, representation and the real, question of positive and negative images. Konsep pertama mengkaji asumsi negatif yang tersebar luas tentang kelompok tertentu. Konsep kedua menggambarkan sesuatu secara realita dan tidak terdistorsi. Konsep ketiga mengenai pandangan positif dan negatif masyarakat terhadap suatu kelompok tertentu.Streotip yang dibangun di dalam film lima yakni isu rasisme dan intervensi dalam menilai seseorang bukan berdasarkan prestasi melainkan ras dan warna kulit.
MAKNA MITOLOGI NILAI KEISLAMAN PADA POSTER PEPSODENT (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) M Amin Fatulloh
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.2897

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas tentang mitologi nilai ke Islaman pada poster pepsodent dengan mengnalisis menggunakan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif library dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan semiotika. Adapun sumber data hasil penelitian diperoleh langsung dari poster pepsodent serta penelusuran berbagai literatur atau referensi. Data dikumpulan melalui hasi dari refrensi penelusuran poster dengan memilih poster pepsodent yang dijadikan sebagai sampel untuk dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barrthes. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya tanda pada poster pepsodent, dan menemukan signifier I, signified I, dan signifier II, signified II serta tanda. Dengan ini maka diperoleh hasil makna mitologi dari sebuah tanda yang tedapat pada poster pepsoden tersebut. Keywords : Semiotika, Roland Barrthes, Poster, Pepsodent
Analisis Isi Pesan Dakwah Webtoon Ngopi Yuk! Di Kalangan Remaja Melalui Komik Digital endang nurdianti
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.3083

Abstract

Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju, seperti tahun 2022. Saat ini kegiatan dakwah tidakhanya dilakukan secara tatap muka, tetapi ada berbagai cara untuk melakukan kegiatan dakwah. Salahsatunya adalah penggunaan media internet. Pada tahun 2017, muncul komik online bergenre dakwahdirilis. Contohnya webcomic berjudul “Ngopi Yuk!” oleh Assifa S. Arum dan Romy Hernadi. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif analisis isi. Penelitian ini menggunakanteori pesan dakwah menurut Wahyu Ilaihi, yaitu pesan aqidah, pesan syari’ah, dan pesan akhlak. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa adanya tiga (3) temuan pesan dakwah dalam webtoon “Ngopi Yuk!” yaknipesan dakwah akhlak (mahmudah), pesan dakwah aqidah (iman kepada hari akhir), pesan dakwah syariah(muamalah), dan pesan dakwah syariah (ibadah ghairu mahdhah) dan pesan dakwah akhlak (mazmumah).Kata Kunci: Komik digital, Pesan Dakwah, Webtoon.
Urgensi Media Massa Dalam Mensosialisasikan Himbauan Vaksinasi Covid-19 Di Masa Pandemi Siti Wuryan; Muhamad Bisri Mustofa; Muhamad Juniardi; Khilda Nur Kholisiyah; Juwita Nindy Rosiana
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.3128

Abstract

The mass media actually has an important role in disseminating information or in terms it can be said as an agent of socialization, this is very important if applied to convey appeals related to Covid-19 vaccination in the pandemic era to all levels of society. Previous research has stated that the mass media plays an important role as agents of ideological socialization and political passion to young people, and other studies explain the role of print media in disseminating the vaccination appeal. This paper refers to mass media coverage, social media, journal articles, and all resources that can be accessed online, or using library research methods. This paper explains how the mass media are able to become agents of socialization, especially in conveying appeals regarding vaccination policies in the pandemic era at various levels of society regardless of all the dynamics and obstacles that become obstacles.
TAYANGAN PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR J SEBAGAI PILAR INDEPENDEN MEDIA Alen Manggola
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.3130

Abstract

Artikel ini menggambarkan peran media untuk mendukung penegakan keadilan di Indonesia, yang dibuktikan dengan bentuk mengawasi dengan cara menayangkan prosesi persidangan kasus sambo oleh media yang tidak sekedar opini. Walaupun tak semua media mengikuti dengan cara menyiarkan secara langsung gelar prosesi persidangan kasus Sambo atas pembunuhan Brigadir J, namun bentuk tayangan yang selalu berkala menginformasikan secara jelas tayangannya, yang pada awalnya media juga sempat bungkam hanya mengikuti keinginan skenario yang ditayangkan secara berulang. Maknanya adalah, media berpihak kepada masyarakat dalam mengawal kasus Brigadir J hingga akhir. Masalahnya ketika media tidak berpihak kepada masyarakat maka pemberitaan akan hilang dan kasus mampu ditutupi dari pandangan publik dalam menginginkan keadilan ditegakkan. Sikap seperti ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa media tidak mampu independen lagi, karena bisa distir oleh permerintahan dan institusi yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5