Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Mediamorphosis in Kompas TV towards New Media Muhamad Afdoli Ramadoni; Vina Zahratul Hayat; Sihabudin Noor; Eko Yudi Prasetyo
JURNAL ILMIAH SYI'AR Vol 22, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syr.v22i1.6341

Abstract

This study aims to determine the media transformation carried out by Kompas TV using the concept of mediamorphosis, which Roger Fidler initiated. The question in this research is how is the process of coevolution, convergence, and complexity in Kompas TV. This type of research is qualitative and uses content analysis. The object of this research is Kompas TV communication media accessed through kompas.tv.com. This study indicates that Kompas TV has changed its image and brand and provides digital optimization and automation services with quality, fast and safe artificial intelligence technology. So that it is a virtual product provider connected to PPOB that a broad audience can access. Kompas TV carries out media convergence activities: co-optation by combining print information technology and electronic media with analog formats into digital. In business, this corporate merged between Kompas Gramedia and PT. Trans Corporation in share ownership of PT. Cipta Megaswara Television. There is a change in habits in today's society from the conventional way of reading newspapers and watching television broadcasts to an instant and fast way by utilizing the development of digital technology.
Komunikasi Abah Majid Pada Ukhuwah Islamiyah Dalam Menciptakan Harmoni Sosial Dela Amaliya Khoiro; Yopi Kusmiati; Wati Nilamsari; Muhamad Afdoli Ramadoni
ALAMTARA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2022): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v6i2.1147

Abstract

Keberagaman ormas Islam di Indonesia menyebabkan adanya perbedaan tafsir terhadap banyak hal, terutama yang terkait dengan masalah ibadah yang bersifat furu’iyah. Pada kenyataannya perbedaan tersebut tidak dijadikan landasan untuk saling memahami, akan tetapi diperuncing sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan konflik internal. Harapan damai dan rukun umat Islam akan terjawab apabila kita menengok di salah satu daerah gedangan di Perumahan besar di Puri Surya Jaya Masjid Sholahuddin Gedangan Sidorajo Jawa Timur. Kerukunan beberapa organisasi kemasyarakatan tersebut dapat dijadikan sebagai kiblat, model atau contoh dalam pembinaan kerukunan antar organisasi masyarakat di wilayah lain. Penelitian ini hendak menjawab mengenai bagaimana Negoisasi identitas Abah Majid dalam menciptakan harmonisasi sosial pada ukhuwah Islamiyah di Masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan rancangan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan komunikasi yang selalu berisi kebaikan yang Abah Majid lakukan kepada para jama’ah ukhuwah Islamiyah menimbulkan respon baik dan suasana keharmonisan sosial terjalin. Dengan menekankan sikap kepekaan, toleransi, harus solid, dan saling support satu sama lain, memberikan pujian pernghargaan. Selanjutnya adanya komunikasi Abah Majib melalui facework ketimbangrasaan (tact facework), dan facework solidaritas (solidarity facework).
Komunikasi Persuasif Komunitas Save Street Child Palembang Dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Terhadap Anak Jalanan Zulbiyadi Fadlan; Suci Maharani; Muhamad Afdoli Ramadoni
ALAMTARA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2022): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v6i2.1150

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keadaan kepedulian sosial masyarakat terhadap anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, data display dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian bahwa strategi komunikasi persuasif meliputi tiga tahapan yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Keadaan sebelum diterapkannya strategi komunikasi persuasif kepedulian sosial masyarakat sangat jauh dari kata peduli banyak diantaranya memilih untuk acuh karna masyarakat berfikir bahwa anak jalanan itu adalah anak yang susah diatur dan tidak berpendidikan, dan akses yang cukup sulit serta pasang surut semangat pengajar pada komunitas Save Street Child Palembang untuk mendidik anak jalanan. Keadaan kepedulian sosial masyarakat setelah diterapkannya strategi komunikasi persuasif komunitas Save Street Child Palembang (SSCP) masyarakat menjadi peduli dan mulai berperan aktif dilihat dari antusias relawan Save Street Child Palembang (SSCP) yang sangat tinggi dibandingkan sebelumnya.
REPRESENTASI NILAI - NILAI PLURALISME DALAM FILM LIMA Anggun Viniza Vidia Videska; Vina Zahratul Hayat; Muhamad Afdoli Ramadoni
AL-IDZA'AH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v4i2.2808

Abstract

Pluralisme dalam hierarki tatanan sosial masyarakat merupakan sebuah fenomena yang tidak mungkin dihindari. Konsep pluralisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Namun persebaran gagasan ini mengalami kontroversi dan penolakan dari berbagai kalangan sehingga menimbulkan pro dan kontra. Sebagai masyarakat majemuk, idealnya harus bisa hidup dalam pluralisme dengan menjalin harmoni hidup beragama. Menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa harus meyakini keberadaan kebenaran pada agama dan keyakinan agama lain. Berdasarkan konteks di atas, maka muncul pertanyaan bagaimana nilai-nilai pluralisme dalam film lima? Analisis yang akan digunakan adalah teori Question of representation dari Branston dan Stafford (2003: 90-116). Teori ini menjelaskan bagaimana representasi menjalankan proses pembentukan suatu identitas tertentu secara berulang-ulang terhadap objek yang dicitrakan didalam media. Terdapat tiga konsep dari teori ini yaitu stereotyping, representation and the real, question of positive and negative images. Konsep pertama mengkaji asumsi negatif yang tersebar luas tentang kelompok tertentu. Konsep kedua menggambarkan sesuatu secara realita dan tidak terdistorsi. Konsep ketiga mengenai pandangan positif dan negatif masyarakat terhadap suatu kelompok tertentu.Streotip yang dibangun di dalam film lima yakni isu rasisme dan intervensi dalam menilai seseorang bukan berdasarkan prestasi melainkan ras dan warna kulit.
INTERNET DAN PERUBAHAN SOSIAL: PEMANFAATAN INTERNET UNTUK ADVOKASI DAN DISEMINASI DALAM STUDI KASUS PENEGAKAN PENGGUNAAN MASKER OLEH KEMENKES DAN PIHAK KEPOLISIAN Muhamad Afdoli Ramadoni; Hikmawati Choytun; Novita Misika Putri
Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jkpi.v6i2.13837

Abstract

Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo menetapkan Kedaruratan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 dan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia Direktorat 2020 kepada masyarakat tentang pemakaian masker oleh semua orang ketika berada di luar rumah dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Dalam mendukung aturan pemerintah, media sosial ikut berperan membantu pemerintah dalam menyebarkan informasinya kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengikuti dan menjalankan aturan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Penelitian ini berusaha menjawab bagaimana Kemenkes RI dan Pihak Kepolisian melakukan Advokasi dan Diseminasi dalam penggunaan masker kepada masyarakat serta apa saja pengaruh dari kewajiban penggunaan masker yang memberi pengaruh sosial kepada masyarakat? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus yaitu suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, dan aktivitas, baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa. Adapun keseimpulan dalam penelitian ini ialah Advokasi dan diseminasi kemenkes dan kepolisian dalam penggunaan masker kepada masyarakat dilakukan melalui internet di antaranya website, youtube, media sosial, dan advokasi. Segala hal yang berkaitan dengan diseminasi penggunaan masker di unggah pada setiap media internet. Revolusi komunikasi yang terjadi akibat pandemik covid 19 yang melanda dunia saat ini membawa perubahan sosial di masyarakat dari proses komunikasi dimana dipandemi ini masyaraat harus menggunakan makser dimana yang sebelumnya tidak ada aturan untuk menggunakan masker dimanapun berada.
KOMUNIKASI DAKWAH USTADZ FADZLAN GARAMATAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ISLAM NUU WAAR Muhamad Afdoli Ramadoni; Edi Amin; WG Pramita Ratnasari
Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/virtu.v2i2.26246

Abstract

Peran seorang pendakwah sangat penting dalam mengembangkan ajaran Islam. Dalam aktivitasnya da’i berjuang meluruskan akidah serta menegakkan Amar Ma’rūf Nahi Munkar. Ustadz Fadzlan adalah sosok da’i penuh semangat dan tak pernah kenal lelah dalam menyiarkan agama Islam. Ia terkenal dengan kiprah dakwahnya di pedalaman Papua dengan mengajarkan bagaimana tata cara kebersihan (thâharah) yang baik dan benar serta menyampaikan nilai-nilai dakwah Islam. Sehingga penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana Komunikasi Dakwah Ustadz Fadzlan Garamatan dalam pemberdayaan masyarakat Nuu Waar. Penelitian ini berangkat dari paradigma kontrutivisme, dengan motode penelitian dekstriptif kualitatif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Komunikasi Islam oleh Andi Faisal Bakti (2010). Teori ini mengatakan bahwa dalam melaksakan dakwah terdapat empat tahapan yang mencapai kebershasilan, yaitu tablîgh, taghyîr, takwîn al-ummah/amar ma’rūf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/ akhlâq.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Fadzlan Garamatan sudah sesuai dengan teori Komunikasi Islam. Dakwah yang dilakukan dengan proses yang panjang dan penuh kesabaran, keikhlasan, dan memberikan hasil serta perkambangan buat masyarakat pedalaman Papua. Ustadz Fadzlan mengenalkan Islam kepada masyarakat pedalaman di Papua dengan mencontohkan konsep thâharah atau bersuci, setelah dakwah nya berhasil dan masyarakatnya telah masuk Islam, selajutnya yaitu perubahan dibimbing dan melakukan perbaikan yang ada di maksyarakat baik itu berupa akhlâq, mental, ekonomi, maupun pembangunan di masyarakat hingga terciptanya kebahagian fisik, intektual, mental, moral dan spritual. Sehingga pesan dakwah yang disampaikan dapat merubah madʻū untuk terus mengerjakan amar ma’rūf nahy munkar, dan puncak terciptanya akhlâq yang baik.
INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC) SCENE COMMUNICATION IN PRODUCTION MEDIA PERSPECTIVE Muhamad Afdoli Ramadoni; Andi M Faisal Bakti; Deden Mauli Darajat
Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jkpi.v7i1.15707

Abstract

Television media had a big role in carrying out the function of providing entertainment, education and of course providing information directly from the scene of the incident with a level of reality that was more complete, lively, original, natural, and even relatively free from the effects of distortion. As shown by the show, Indonesia Lawyers Club could be said as a show that could provide knowledge and understanding to the public about Indonesian law which was discussed broadly and could be explained from various sides and points of view, which included issues of crime, corruption and also existing legal policies. in Indonesia. Based on the background above, the author drawed a major question, namely how was the Indonesian Lawyers Club's communication broadcast in the perspective of production media? This research discussed the Industry that used Media as Business theory in Gill Branston and Roy Stafford's book. Broadcasting Indonesia Lawyers Club had intrinsic strengths in the form of program quality, recognition in the form of awards and achieving high ratings. The broadcast of Indonesia Lawyers Club was able to create a mutually beneficial relationship between Television and political observers, social observers, lawyers and the general public. This broadcast emphasizes that a media production process could actually succeed in presenting ideal broadcasts with all the parties involved in working together, synergizing and Responsible for their duties during the production process
Daya Tarik Dan Makna Elegan Bagi Pecinta Fashion Persepsi Anggota Komunitas Hijabi Tentang Foto Fashion Di Majalah Muhamad Afdoli Ramadoni; Vina Zahratul Hayat
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v5i1.478

Abstract

This research is motivated by the existence of photography which cannot be separated, especially in the world of fashion. Because fashion, make-up and photography are one unit that always go hand in hand and both need each other. Fashion Photography, Photos that focus on depicting and presenting various clothing and other fashion items related to lifestyle. Creating fashion photos requires experts in their fields, such as professional photographers and models, but also other fashion lovers, be they buyers, fashion experts, bloggers and fashion vloggers. As a community that the author wants to study, namely the Yogyakarta Hijabie community which gave birth to a generation of Muslimah model labels and raised fashion lovers who are good at creating without forgetting to convey their da'wah through fashion da'wah, we preach. syariah This research is a qualitative descriptive research. The results of the observational analysis research to focus on attractiveness and elegance in fashion photos are the perceptions of members of the hijabi community, namely first, the mindset is relatively the same, namely according to individual perceptions of attractiveness and elegance in fashion photos in magazines. Second, connecting the concept of chic objects as a whole which makes it elegant. Third, elegant or glamorous as a form of feeling more confident.
Pengaruh Milenial Branding Erick Thohir Terhadap Perilaku Pemilih di Pilpres 2019 Muhamad Afdoli Ramadoni; Rasmillah; Abdur Razzaq
Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Mediakita :Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v6i2.466

Abstract

The figure of Erick Thohir has emerged into the conversation since he became the chairman of the 2018 ASEAN GAMES committee. Erick Thohir is considered capable of gaining millennial votes in the 2019 presidential election, so Erick Thohir is lined up to be the chairman of the presidential and vice presidential candidate winning team Jokowi - Ma'ruf Amin. According to the millennial classification, Erick Thohir cannot be categorized as a millennial. However, Erick Thohir is considered an influential young figure. The purpose of this study was to determine the views of students of the Faculty of Da'wah and Communication at UIN Raden Fatah Palembang towards Erick Thohir, as well as the influence of Erick Thohir's millennial branding on voting behavior in the 2019 presidential election. The approach in this study was a quantitative approach with correlational methods and the number of samples in this study. opened 46 students of the Da'wah Faculty and the class of 2016 with a simple random sampling technique using a questionnaire and data analysis using SPSS 25. The results of this study are the views of students from the Faculty of Da'wah and Communication at UIN Raden Fatah Palembang towards Erick Thohir are positive and categorized as high, reaching 82.5%. The behavior of choosing students from the Da'wah and Communication Faculty of UIN Raden Fatah Palembang in the 2019 Presidential Election was categorized as tending to reach 69.4%. Meanwhile, Erick Thohir's millennial branding on voting behavior in the 2019 presidential election obtained significance with the results of the t test which showed that it was t_count > t_table or 3,723 > 2,021 with a significant level = 5%. The correlation is relatively low, namely 30.7% between variables X and Y. While the remaining 69.3% is influenced by other factors outside this study.
THE DA’WAH MOVEMENT OF USTADZ FADZLAN GARAMATAN: MUSLIM FIGURE IN ESTABLISHING ISLAMIC CIVILIZATION AT NUU WAAR (PAPUA) Ramadoni, Muhamad Afdoli; Amin, Edi; Ratnasari, WG. Pramita; Razzaq, Abdur; Mohd Nasir, Badlihisham
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i2.1073

Abstract

Abstract This article explores the development and da'wah movement carried out by Ustadz Fadzlan Garamatan aimed at constructing an Islamic civilization within the Nuu Waar Papuan community. Utilizing a descriptive qualitative method with a cultural da'wah approach, the study collected primary data through observations of Ustadz Fadzlan Garamatan's da'wah activities and interviews with him in the everyday lives of the Nuu Waar people of Papua. The findings reveal that Ustadz Fadzlan, acting as a religious leader, has the ability to preach da'wah messages in the Papuan society, steering them towards productive change (taghyîr). This change stems from the people's self-awareness and desire to improve their quality of life. The civilization being built encompasses both physical welfare (material) and non-physical happiness (intellectual, mental, moral, and spiritual). Effective da'wah results in beneficial changes, ultimately leading to the creation of good ethics (akhlâq karimah). Keywords: Da'wah Movement, Islamic Civilization, Nuu Waar     Abstrak Artikel ini mengkaji pengembangan dan gerakan dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Fadzlan Garamatan dalam membangun peradaban Islam, dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis metode serta kegiatan dakwah pada masyarakat Nuu Waar Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan dakwah kultural, yang memanfaatkan data primer berupa pengamatan kegiatan dakwah Ustadz Fadzlan Garamatan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Nuu Waar Papua. Hasil penelitian ini menunjukkan Ustadz Fadzlan berperan sebagai opinion leader memiliki kemampuan pesan dakwah di masyarakat Papua menuju perubahan (taghyîr) yang produktif. Perubahan ini muncul atas keinginan dari masyarakatnya sadar akan taraf meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Proses peradaban yang dibangun ialah kesejah­teraan fisik (materi) dan terciptanya kebahagiaan non fisik (intelektual, mental, moral, dan spiritual). Dakwah yang baik akan memberikan peru­bahan yang baik, sehingga puncaknya tercipta etika yang baik (akhlâq karimah). Kata Kunci: Gerakan Dakwah, Peradaban Islam, Nuu Waar
Co-Authors Abdur Razzaq Abdur Razzzaq Abu Hanifah Achmad Syarifudin, Achmad Afdhila, Fathur Rahmi Afriliani Ahmad Jumhan Ahmad Mushlih Andi M Faisal Bakti Andika Anggun Viniza Vidia Videska Anjani, Vionita Anna Nursalamah Asyarah Ayu Munawaroh Ayu Munawwaroh Azhima, Nur Bagus Anraluki Berly Herlando Berta Wanva Resa Deden Mauli Darajat, Deden Mauli Dela Amaliya Khoiro Dhifa Nafilah Diah Rizki Nur Kalifah Edi Amin Edi Amin Eko Yudi Prasetyo Eva Kurnia Fachry Abda El Rahman Farabi Ferdiansyah Feri Agustian Fifin Hamandia, Muhammad Randicha Hani Melisa Hayat, Vina Zahratul Hidayatullah hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Hikmawati Choytun Ismail Sukardi, Ismail Jamiah, Ririn Juliana, Ica Khoiro, Dela Amaliya Kurnia, Eva Kurniati Rezki Fitra Laila Natasya Lida Nelis Sumia Marini Maulana Ismail Mohd Nasir, Badlihisham Muhamad Fahmi Muhamad Zen Muhammad Varel Brilliant Muhammad Zainuddin Nawi Musdalipah Nabila Widi Alfany Nadia Qurota aini Nagib, Mgs Ahmad Novita Misika Putri Nuha Nabila Aswari Nur Kholifah Nuraida Nuraida NURUL HIDAYAH prasetyo, Eko yudi Pratiwi, Vira Rasmillah Ratnasari, WG. Pramita Reni Rheynaldi, Rheynaldi Rizal Mustaqim Rizma Yulistiana Rohimah, Nuria Rohmat Dinata, M Riza Ronal Mugana Saffanah Hilyah Dienie Salsabila Noviantri Salsabila, Nabila Saputri, Jingga Selvi Musleni Setiawan, Arief Tri Sihabudin Noor Sihabudin Noor, Sihabudin Suci Maharani Syihabudin, Zakaria Tantan Hermansyah Tiara Saputri Titin Yenni TRI WULANDARI Tsurayya Fatina Fasya Lubis Videska, Anggun Viniza Vina Zahratul Hayat Vina Zahratul Hayat Walian, anang Wati Nilamsari WG. Pramita Ratnasari Yaser Arafat Yopi Kusmiati Yulianti, Riza Randicha Zuhdiyah Zulbiyadi Fadlan Zulkipli Jemain