cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): November" : 13 Documents clear
TAMAN GITANANDA PONTIANAK Bong, Winda
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v2i2.8630

Abstract

Taman Gitananda merupakan taman publik milik Pemerintah Daerah Kota Pontianak. Pihak Pemerintah Daerah memberikan hak kelola kepada Yayasan Bina Para Muda Khatulistiwa untuk mengelola taman ini. Taman ini dikhususkan untuk pendidikan dan tumbuh kembang anak usia balita, madya hingga remaja. Tujuan taman ini adalah untuk meningkatkan fisik, mental, intelektual, kepribadian, dan sosial anak. Taman ini akan difungsikan sebagai taman kota yang aman, nyaman dan fungsioanal serta dapat menampung kreatifitas anak.  Metode pengkajian yang digunakan terdiri dari kajian literatur (Sejarah dan Teori Arsitektur, Bentuk, Ruang dan Susunan, Arsitektur Prilaku, Struktur, Arsitektur Lingkungan, dan Utilitas), metode pengumpulan data (studi pustaka dan studi lapangan), analisis data dan diagram alir pikir. Pendekatan konsep yang diambil adalah pendekatan “Perkembangan Anak”. Aspek-aspek perkembangan terdiri dari perkembangan Fisik-Motorik (Psikomotorik), Kognitif-Intelektual, Emosi dan Sosial. Aspek-aspek tersebut diterapkan melalui perletakan zoning, penggunaan warna, material, dan elevasi lantai.  Aspek tersebut tetap memperhatikan landasan pengendalian taman bermain anak yang meliputi: keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, keamanan dan keindahan.   Kata Kunci: Taman Gitananda, Perkembangan Anak
KAWASAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DI DESA KUALA KARANG KABUPATEN KUBU RAYA Winardy Putra
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v2i2.8201

Abstract

Hutan mangrove memegang manfaat penting bagi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Sayangnya, kondisi memprihatinkan terjadi pada hutan mangrove di Desa Kuala Karang, Kabupaten Kubu Raya. Hutan mangrove di pesisir Desa Kuala Karang rusak akibat dari konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian. Padahal, hutan mangrove memiliki potensi sebagai aset ekowisata. Perancangan Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kuala Karang bertujuan untuk mendukung upaya dan kegiatan konservasi melalui kegiatan wisata alam dengan memperhatikan unsur edukasi dan peningkatan taraf sosial-ekonomi masyarakat lokal. Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kuala Karang dirancang dengan menggunakan metode perancangan yang melalui tahap gagasan, tahap pengumpulan data, tahap peninjauan lapangan, tahap analisis dan tahap sintesis. Kawasan ekowisata yang direncanakan di kawasan hutan kemasyarakatan Desa Kuala Karang mengaplikasikan konsep “Hijau dan Adil” (Green and Fair). Konsep hijau dan adil merupakan konsep yang mengkaji aspek ekonomi, sosial dan lingkungan  dalam perencanaan ruang dan kegiatan di kawasan ekowisata. Melalui konsep “Hijau dan Adil” kawasan ekowisata yang direncanakan dibagi ke dalam 3 zona kawasan. Zona penerima yang berfungsi sebagai area pusat informasi, area komersial, dan pengelola kawasan ekowisata. Zona buffer dan core yang berfungsi sebagai area konservasi dan wisata alam.   Kata Kunci : Hutan Mangrove, Kawasan Ekowisata
REDESAIN KAWASAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI KALIMANTAN BARAT Shahab, Rizky Fadhilla
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v2i2.8207

Abstract

Televisi merupakan media perantara yang paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian masyarakat dan secara perlahan akan merubah moral bangsa Indonesia apabila program-program kurang bermutu masih tetap mendominasi. Maka dari itu, perlu suatu perlindungan untuk tetap menjaga moral bangsa Indonesia dengan acara-acara yang bermutu dan mendidik tetapi tetap menghibur. LPP TVRI Kalimantan Barat memiliki tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat. Hal ini diharapkan dapat menjaga moral bangsa dengan program-program acara yang disiarkan. LPP TVRI Kalimantan Barat merupakan stasiun televisi lokal di Pontianak yang sudah mengudara sejak tahun 1977. Namun, saat ini LPP TVRI Kalimantan Barat masih mengalami kendala-kendala internal maupun eksternal. LPP TVRI Kalimantan Barat belum mempresentatifkan citra kawasan sebagai stasiun televisi lokal publik, baik dari fasad bangunan, ruang maupun fasilitas. Maka dari itu, perlu dilakukan redesain pada kawasan LPP TVRI Kalimantan Barat. Redesain menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di eksisting kawasan dengan desain dan tema yang disesuaikan dengan fungsi kawasan. Konsep integrasi diambil sebagai konsep utama dengan tujuan untuk mengkaitkan permasalahan dari berbagai aspek sehingga mencapai suatu kawasan yang terintegrasi dan fungsional. Hasil redesain kawasan LPP TVRI Kalimantan Barat, mengatasi permasalahan pada eksisting yang berkaitan dengan desain fasad bangunan, program ruang dan fungsi serta fasilitas.   Kata kunci: Stasiun Televisi, LPP TVRI Kalimantan Barat, Integrasi

Page 2 of 2 | Total Record : 13