cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): September" : 12 Documents clear
RUMAH EDUKASI ANAK DI KOTA PONTIANAK Dodi, Hendri
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.904 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.18375

Abstract

Rumah edukasi anak lahir dari adanya permasalahan pendidikan yang terjadi. Hal ini terlihat dari masih banyaknya jumlah anak terlantar yang belum bersekolah dan putus sekolah, sehingga banyak anak terlantar yang belum memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan potensi dan bakat. Tujuan perancangan adalah menyediakan wadah dan fasilitas untuk mengembangkan kreativitas anak terlantar baik secara individu, sosial, bakat, potensi maupun pelatihan. Obyek perencanaan dan perancangan adalah berada di Jalan Abu Naim, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Metode perencanaan pada Rumah Edukasi Anak di Kota Pontianak menggunakan metode Snyder, diawali dengan penentuan gagasan, pengumpulan serta penganalisaan informasi. Perencanaan dan perancangan dimulai dengan mengaplikasikan konsep kreativitas anak yang akan diterapkan sebagai solusi untuk permasalahan dan pembinaan bagi anak terlantar dalam mengembangkan ketrampilan, potensi serta sosialisasi dengan masyarakat. Konsep kemudian akan disusun berdasarkan analisis yang akan diterapkan dalam denah, tampak, bentuk dan suasana bangunan. Hasil perancangan yaitu berupa wadah yang berisi kawasan dan bangunan yang dapat mengembangkan kreatifitas anak terlantar. Kawasan perancangan berisi area plaza apresiasi anak terlantar dan taman bermain sebagai area edukasi luar bangunan. Dan bangunan perancangan berupa ruang-ruang edukasi dan pelatihan yang digunakan dalam pengembangan bakat dan keterampilan anak terlantar.   Kata kunci: rumah edukasi anak, kreatifitas, keterampilan
AKADEMI KOMUNITAS KABUPATEN SINTANG Ismail, Ismail
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.766 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.17327

Abstract

Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi. Diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sintang agar dimanfaatkan secara maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Sintang diperlukan adanya wadah untuk menunjang dalam pengelolaan potensi. Berdasarkan dari kebutuhan dan permasalahan tersebut perlu adanya akademi komunitas yang merupakan bentuk perguruan tinggi baru di Indonesia yang melaksanakan pendidikan vokasi sesuai dengan keunggulan kabupaten atau kota. Tujuan dari proyek tugas akhir ini mengidentifikasi keunggulan Kabupaten Sintang sebagai dasar acuan merancang Akademi Komunitas Kabupaten Sintang. Metode pengkajian yang digunakan terdiri dari pengumpulan data survei dan observasi, studi literatur, dan studi dokumen. Selanjutnya dilakukan tahapan analisis dari data yang telah diperoleh dengan teori yang berhubungan dengan perancangan Akademi Komunitas Kabupaten Sintang. Lokasi perancangan  Akademi Komunitas Kabupaten Sintang berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berada pada wilayah perkebunan. Pendekatan konsep yang dilakukan pada perancangan ini adalah integrasi fungsi yang berbeda dalam satu kawasan. Mengingat akademi komunitas terdiri dari berbagai program studi, sehingga diharapkan berbagai program studi tersebut dapat saling mendukung proses pengajaran dan kemajuan di Akademi Komunitas Kabupaten Sintang.   Kata kunci: Akademi komunitas, Kabupaten Sintang
KANTOR EKSPEDISI PENGIRIMAN BARANG DI KOTA PONTIANAK Pramana, Syariifi Ade
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.116 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.18458

Abstract

Ekspedisi pengiriman barang dan jasa yang berhubungan dengan penerimaan, angkutan dan penyimpanan barang merupakan bisnis yang terbilang sangat pesat perkembangannya di kota-kota besar, demikian pula kota Pontianak. Hal ini menyebabkan tingginya persaingan kantor ekspedisi semakin tinggi. Kantor ekspedisi yang dilengkapi dengan fasilitas dan sistem  yang sesuai dengan fungsinya dapat menjadi daya tarik bagi konsumen pengiriman barang. Ruang  yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang haruslah sesuai dengan standar sehingga membuat aman barang, Peran kantor ekspedisi yang tepat di harapkan dapat menjadi daya tarik dan menambah kepercayaan masyarakat dalam menggunakan jasa pengiriman barang di kota ini. Metode yang digunakan dalam mengkaji perancangan Kantor Ekspedisi dimulai dengan tahap gagasan,pengumpulan data, analisis dan tahap rancangan awal. Konsep perancangan yang diterapkan yaitu “efektivitas” pada penekan sirkulasi yang menjadi sistem penggerak untuk mendukung proses pengiriman barang. Sirkulasi juga mendukung  penempatan conveyour dan drive thru yang terdapat di dalam kantor ekspedisi sebagai daya tarik pengirim. Konsep struktur yang digunakan pada bangunan dan gudang menyesuaikan dengan fungsi bangunan.   Kata kunci: pengiriman, Ekspedisi, Kantor
PERPUSTAKAAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Alrasyid, Wawan Febrian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1685.393 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.16617

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas umum yang berfungsi sebagai sumber informasi. Perpustakaan identik dengan sebuah bangunan atau ruangan tempat menyimpan dan mengelola koleksi mulai dari koleksi cetak maupun non-cetak, membaca buku atau meminjam buku. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, masih banyak kegiatan lain yang diwadahi di perpustakaan tergantung dari jenis perpustakaan dan fasilitas-fasilitas yang tersedia pada perpustakaan tersebut. Dalam perkembangannya, perpustakaan saat ini memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khasanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai layanan jasa lainnya. Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat merupakan Perpustakaan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun, saat ini Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat masih memiliki beberapa masalah, mulai dari kapasitas gedung tidak memadai dan fasilitas yang tidak lengkap dan kurang memadai. Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat ini dirancang berdasarkan fungsi, kesesuaian tapak dan konsep utama sehingga bangunan perpustakaan yang dirancang dapat mendekati perancangan yang perpustakaan yang dapat mengenalkan budaya yang ada di Kalimantan Barat.   Kata kunci: Perpustakaan Provinsi, Unsur Budaya, Simbolisme
KAWASAN PERTANIAN TERPADU DI DESA PEMATANG TUJUH KABUPATEN KUBU RAYA Andina Syafrina
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2935.745 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.17477

Abstract

Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor penopang perekonomian di pedesaan khususnya Kabupaten Kubu Raya. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menerapkan sistem pertanian terpadu. Desa Pematang Tujuh di Kabupaten Kubu Raya berpotensi untuk dikembangkan kawasan pertanian terpadu sebagai kawasan percontohan. Salah satu komoditas yang sudah dikembangkan oleh masyarakat yaitu pertanian hortikultura. Saat ini masih terkendala oleh harga pupuk yang mahal, keterbatasan modal, sewa alat pertanian yang mahal serta adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Perancangan kawasan pertanian terpadu dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis potensi dan permasalahan tapak serta merencanakan pengembangan kawasan pertanian terpadu dengan menyediakan fasilitas fisik pendukung kegiatan pertanian yang dapat mendukung penyediaan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi, membantu petani dalam penyediaan alat pertanian serta membantu dalam penyediaan modal melalui badan usaha koperasi. Konsep Perancangan yang diterapkan yaitu “Pematang Tujuh Farm Oasis” yang terdiri dari integrasi antara fungsi-fungsi dari sub sektor pertanian di dalam kawasan melalui penataan bangunan dan kawasan dengan penggunaan elemen sirkulasi dan ruang terbuka; Konservasi lingkungan pertanian serta menyediakan ruang edukasi pertanian melalui lahan pertanian, taman dan vertical farming sebagai galeri nyata dari kawasan pertanian terpadu sehingga dapat memacu pengembangan pertanian di Desa Pematang Tujuh.   Kata kunci: Pertanian, Kawasan Pertanian Terpadu
PERANCANGAN RESORT DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Sabrina, Diesella Viska
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.067 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.17306

Abstract

Kalimantan Barat dilewati oleh garis Khatulistiwa. Provinsi ini memiliki banyak tempat yang berpotensi wisata. Potensi wisata tersebar di daerah pesisir, pegunungan dan lahan gambut. Daerah wisata ini dapat mengundang daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Daya tarik wisata yang dimiliki Kecamatan Sungai Kakap, perlu ditunjang oleh tersedianya berbagai akomodasi wisata. Sarana dan prasarana seperti resort harus memberikan kenyamanan dengan fasilitas wisata yang memadai dan sesuai standar bagi para wisatawan yang datang ke Kecamatan Sungai Kakap. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan Asimov yang memiliki beberapa langkah seperti tahap permulaan, tahap persiapan, dan tahap pengajuan usul. Konsep yang dihasilkan dalam perancangan ini adalah resort yang memiliki prinsip arsitektur tradisional yang memperhatikan unsur kandungan lokal daerah seperti ciri khas daerah pinggir sungai salah satunya dengan adanya gertak kayu untuk menghindari pasang surut air sungai.   Kata kunci: Resort, Wisata, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya
Ruang Terbuka Pada Kawasan Jalan Dr. Soedarso Di Kota Pontianak Abednego, Ivan Adiel
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.18484

Abstract

Suatu lingkungan tidak hanya terdiri atas bangunan, namun terdiri atas ruang tanpa bangunan atau ruang terbuka. Ruang terbuka hadir untuk menjaga ekologis suatu lingkungan. Salah satu lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka yaitu pada jalan Dr.Soedarso, Kota Pontianak. Ruang terbuka pada lokasi tersebut memiliki fasilitas pendukung berupa area parkir, taman dan area perdagangan. Namun ruang terbuka terletak berada di antara jalan Dr.Soedarso dan parit Sui.Raya . Oleh sebab itu dilakukan perpindahan perletakan ruang terbuka dengan mengikuti peraturan yang sesuai. Perpindahan ruang terbuka dapat mendukung aktivitas masyarakat sekitar, sehingga menghadirkan gagasan untuk menjadikan ruang terbuka sebagai aktivitas pendukung. Fasilitas pendukung pada ruang terbuka perlu disesuaikan dengan fungsi bangunan serta aktivitas pengguna, sehingga dilakukan pembagian tiga segmentasi utama. Agar fasilitas yang diletakkan sesuai kebutuhan maka diperlukan pertimbangan pergerakan aktivitas pengguna. Oleh sebab itu sirkulasi dapat dipertimbangkan sebagai titik berat utama dalam mendukung aktivitas pada ruang terbuka. Sirkulasi yang baik diterapkan pada penyediaan jalur pejalan kaki, jembatan penghubung rumah sakit dan jalan Dr.Soedarso yang dilengkapi dengan penanda jalan. Fasilitas pendukung pada sisi depan bangunan berupa taman, area parkir dan kantin juga menyesuaikan sirkulasi pengunjung. Setiap fungsi fisik dilengkapi vegetasi yang sesuai sehingga ekologis dapat terjaga. . Kata kunci: Ruang Terbuka, Aktvitas Pendukung, Sirkulasi
STASIUN TELEVISI SWASTA DI PONTIANAK Ramadhansyah, Ramadhansyah
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.18619

Abstract

Stasiun televisi merupakan salah satu penyalur informasi yang tepat dan aktual bagi masyarakat dan menjadi bagian dari aset pemerintah untuk mengembangkan potensi suatu daerah melalui program acara televisi. Kota Pontianak memiliki komunitas sebagai salah satu potensi daerah dalam membuka pola pikir untuk berkarya dan membangun lingkungan sekitar yang kegiatannya dapat diwadahi dalam program acara televisi. Saat ini stasiun televisi di Pontianak belum difasilitasi sarana dan prasarana penunjang yang baik sehingga perlunya dilakukan perancangan stasiun televisi sesuai standar dan pengaturan ruang-ruang produksi yang efektif sehinga mampu mewadahi seluruh kegiatan pertelevisian. Konsep perancangan yang diangkat adalah sharing space bersimbiosis mutualisme yaitu berbagai ruang pada fungsi stasiun televisi dengan komunitas di Pontianak. Bangunan stasiun televisi diwujudkan dalam tiga massa yang dibagi berdasarkan fungsi ruang yaitu fungsi pengelola, fungsi produksi (zona teknik produksi, zona produksi program dan zona produksi berita) dan fungsi penunjang (plaza komunitas dan sarana pendukung). Perancangan Stasiun Televisi Swasta di Pontianak ini diarahkan sebagai tempat yang dapat mewadahi seluruh rangkaian produksi penyiaran, mulai dari proses perencanaan, produksi dan pasca produksi sehingga dapat menjadi salah satu wadah untuk mengekspos potensi Kota Pontianak.   Kata kunci: Stasiun Televisi, Komunitas
TAMAN KOTA DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Jayanti, Carla
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.17906

Abstract

Taman kota merupakan lahan terbuka publik yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan ekologis, rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota. Berdasarkan Permen PU No. 5/PRT/M/2008 Tahun 2008, cakupan pelayanan ditetapkan untuk setiap kelompok jumlah penduduk 2.500 orang memerlukan setidaknya satu buah ruang terbuka berupa taman aktif. Kecamatan Pontianak Barat adalah kecamatan berpenduduk 127.701 jiwa. Tidak terdapat satupun taman aktif pada kecamatan ini. Pendekatan konsep perancangan yang diambil adalah “Taman Tepian Sungai”. Aspek tersebut diterapkan pada perletakan zoning, ruang komunal, area interaksi dengan badan air, dan vegetasi kawasan. Secara singkat pengunjung taman dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Wadah komunal pada taman berfungsi sebagai area berkumpul warga kota juga berfungsi sebagai pengendali sosial taman. Pada taman ini, interaksi pengunjung dengan badan air terbatas hanya pada waterfront area. Pembatasan area interaksi ini berfungsi sebagai pengendalian keamanan pengunjung pada tepi badan air. Perbedaan ketinggian lantai yang berbeda-beda dimaksudkan agar pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan badan air pada saat pasang maupun surut. Vegetasi yang digunakan memiliki kriteria cocok ditanam di tepian sungai yaitu menyerap banyak air, memiliki perakaran yang kuat dan tidak merusak struktur.   Kata kunci: Taman Kota, Tepian Sungai
MUSEUM TENUN SONGKET SAMBAS Fajar, Indra Wahyu
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v4i2.16690

Abstract

Museum merupakan wadah kebutuhan masyarakat dan wisatawan untuk melihat dan memahami sejarah. Museum menjadi salah satu cara untuk melindungi, merawat, menyimpan, mengamankan hasil budaya manusia dan alam guna menunjang upaya pelestarian kekayaan budaya serta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Sambas Kalimantan Barat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perkembangan Tenun Songket Sambas mulai memudar, seperti penurunan jumlah penenun serta kurangnya kepedulian masyarakat akan pengetahuan sejarah, filosofi maupun pengetahuan akan pemakaian alat dan bahan Tenun Songket Sambas. Dibutuhkan sebuah rancangan Museum Tenun Songket Sambas sebagai tempat yang mampu mewadahi dan memenuhi kegiatan-kegiatan tersebut. Kota Sambas memiliki potensi untuk pelestarian budaya tenun karena masyarakat memiliki budaya menenun dan memiliki lokasi sentral tenun. Museum Tenun Songket Sambas ini dirancang dengan konsep bangunan yang menceritakan sejarah perkembangan Tenun Songket Sambas. Konsep ini terlihat pada penataan tata ruang dalam bangunan, menceritakan zona-zona perkenalan hingga zona diorama menenun serta ruang pelatihan menenun. Diharapkan bangunan dapat memenuhi kebutuhan intelektual kalangan pendidikan yang ingin melakukan studi dan wisatawan serta masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang Tenun Songket Sambas.   Kata kunci: Museum, Budaya, Tenun Songket Sambas

Page 1 of 2 | Total Record : 12