cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018): Maret" : 27 Documents clear
RUMAH SEHAT LANSIA KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Silawane, Prily Rizki
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.884 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.25414

Abstract

Berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah penduduk menuntut masyarakat di Pontianak untuk meningkatkan kesibukan agar dapat bersaing dan bertahan hidup. Namun, banyaknya aktivitas anggota keluarga dapat berdampak kepada kondisi fisik dan psikis orang tua mereka yang perkembangannya membutuhkan perhatian lebih. Pada beberapa tempat, terdapat panti jompo yang menjadi tempat tinggal baru bagi lansia. Namun di Kota Pontianak, lansia tidak terbiasa untuk tinggal terpisah dari keluarga dan rumah mereka. Lansia di Kota Pontianak membutuhkan tempat di mana mereka dapat mendapatkan perhatian penuh pada kondisi dan perkembangan kesehatan mereka serta wadah untuk berkegiatan tanpa membuat mereka meninggalkan rumah dan keluarganya. Rumah Sehat Lansia Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat adalah wadah aktivitas dan sosialisasi bagi lansia yang didesain untuk meningkatkan mutu kesehatan fisik dan psikis mereka dari pagi hingga sore hari. Fasilitas-fasilitas dalam Rumah Sehat Lansia disediakan berdasarkan pada kebutuhan dalam terapi fisik bernama Terapi Non-Farmakologi dan terapi psikis bernama Terapi Lingkungan. Lokasi rancangan, penyediaan fasilitas serta desain Rumah Sehat Lansia ditentukan dengan berpegang pada konsep “Healthy Environment” yang memperhatikan kondisi kesehatan lansia sebagai poin pertimbangan utama. Rumah Sehat Lansia terbagi atas zona-zona yang disusun menyesuaikan dengan jenis aktivitas dan didesain dengan berorientasi pada arah matahari yang bermanfaat bagi kesehatan lansia. Kata Kunci : Wadah Aktivitas dan Sosialisasi, Sehat, Lansia 
TAMAN WISATA REKREASI DI KABUPATEN KUBU RAYA Hendyta, Nur Fathia Hana
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.967 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.25096

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang dilalui oleh Sungai Kapuas. Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat adalah Kota Pontianak. Terdapat pengembangan tempat wisata yang belum maksimal, terutama pada kawasan tepian Sungai Kapuas seperti Keraton Kadariyah, Masjid Jami’, Kawasan Beting dan Tugu Khatulistiwa serta Alun-Alun Kapuas. Kawasan wisata pada area tersebut bersifat pasif, sedangkan tidak terdapat kegiatan wisata bersifat aktif. Metode perancangan menggunakan analisis dengan membandingkan teori dengan di lapangan. Lokasi perancangan berada di Drs. Muhammad Hatta, Desa Sungai Rengas, Kubu Raya. Konsep utama perancangan ini adalah “Kawasan Wisata Terpadu”. Selain itu, terdapat konsep landmark kawasan dan magnet kawasan untuk mengembangkan wilayah Kabupaten Kubu Raya menjadi lebih maju serta konsep lokalitas pada kawasan setempat. Hasil perancangan Taman Wisata Rekreasi di Kabupaten Kubu Raya yaitu terdapat tiga pembagian zonasi area wisata sesuai dengan fungsi utama kawasan. Orientasi perancangan mengarah ke sungai karena memanfaatkan pemandangan tepi sungai yang alami dan terdapat kanal yang menghubungkan antara fungsi wisata satu dengan lainnya. Jadi, hadirnya kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata dengan berbagai jenis pilihan wisata yang dapat menarik masyarakat luar kota maupun lokal untuk berwisata dan berekreasi dengan lingkungan nuansa alam sekaligus menjadi penanda kawasan dalam pembangunan wilayah sekitarnya. Kata Kunci : Taman wisata, rekreasi, wisata tepian sungai
PUSAT KURSUS DAN PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA KOTA PONTIANAK Nicko Maindra Saputro
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.364 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24266

Abstract

Kursus merupakan sarana pendidikan non formal yang dikelola oleh pihak swasta. Kursus semakin marak hadir karena kebutuhan masyarakat akan pembekalan keterampilan kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya di kota-kota besar Indonesia, bahkan di beberapa kota kecil juga tersedia. Kursus dapat mengembangkan sendiri sistem pendidikan untuk memperbaiki kualitas lulusan dan akreditasi kursus. Sehingga banyak inovasi yang dihadirkan oleh tempat kursus dari segi pelayanan pendidikan maupun dari segi fasilitas kursus. Penerapan inovasi dalam pengembangan fasilitas kursus khususnya di Kota Pontianak adalah menggabungkan beberapa jenis jurusan pendidikan keterampilan kerja yang populer di Kota Pontianak yaitu komputer, bahasa asing, tata boga, tata busana, tata kecantikan, otomotif, dan elektronika dalam satu wadah. Pengembangan dari segi pendidikan kursus juga dapat dicapai dengan pembaruan sistem pendidikan yang update dan pelatihan tenaga ajar. Penerapan dan penambahan fungsi dapat digali dengan menggunakan konsep Commercial Course yaitu penerapan nilai atau fungsi komersial sebagai media promosi pendidikan kursus. Konsep ini akan menunjukan sisi komersial dari setiap jurusan yang berhubungan dengan tujuan pendidikan kursus, serta dapat memberikan kontribusi pada masyarakat. Kata Kunci : Kursus, Keterampilan Kerja, Komersil
SEKOLAH MODE DI KOTA PONTIANAK Ferlia Kurniati M Hutagalung
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.026 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.26879

Abstract

Salah satu agenda utama bagi pembangunan nasional adalah sektor pendidikan. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional dengan struktur program yang lebih fleksibel, biaya lebih murah, lebih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Di Kota Pontianak minat dalam dunia mode mulai berkembang, dapat dilihat banyaknya perlombaan desain busana, pertunjukan fashion, dan pagelaran busana modern maupun daerah yang diselenggarakan.  Untuk terjun ke dunia mode pengetahuan teori atupun bakat tidak cukup sehingga harus diimbangi dengan kemampuan pelatihan, keahlian dan manajerial di sektor industri mode melalui pendidikan sekolah mode. Sekolah Mode di Pontianak diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan sekaligus memberikan informasi, pengetahuan dan layanan jasa di bidang mode serta mempromosikan budaya Kalimantan Barat melalui karya desain busana. Sekolah Mode di Pontianak menggunakan kurikulum yang jelas dan sarana prasana yang lengkap dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Tema perancangan Sekolah Mode di Pontianak diambil melalui aspek fungsional bangunan yang menggunakan konsep gubahan yang dapat mewakili karakter dari sekolah mode yaitu bentuk statis, linier, lingkaran, elips, spriral, ataupun transformasi dari bentuk-bentuk tersebut.
BORNEO CONVENTION AND EXHIBITION CENTER Akbar, Akbar
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.133 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.25165

Abstract

Kegiatan ekshibisi dan konferensi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kemajuan suatu daerah. Gedung konvensi merupakan salah satu hal yang wajib ada untuk mewadahi kegiatan ekshibisi dan konferensi agar dapat terfasilitasi dengan baik. Dengan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE), menjadikan keberadaan gedung konvensi sebagai sesuatu yang signifikan. Sebagai salah satu daerah pemekaran yang mulai berkembang serta giat dalam memajukan wilayahnya, Kubu Raya menjadi daerah strategis untuk dijadikan sebagai pusat ekshibisi dan konferensi. Memiliki akses yang dekat dengan bandara, Kubu Raya juga memiliki potensi besar sebagai area bisnis dan pusat komersil. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi aktifitas konvensi di dalamnya, melalui ruang-kuang yang berkapasitas besar dan fungsional. Pada proses perancangan desain untuk bangunan konvensi dan eksibisi ini menghasilkan karakteristik tema yaitu, “Dynamic concept for entertaining space”. Tema dihasilkan dari permasalahan, potensi dan fungsi utama bangunan sebagai bangunan entertaint. Selain itu, bentukan yang menjadi karakteristik bangunan. Dengan tema ini bangunan dapat memunculkan ciri khas dinamis sebagai karakteristik di Kuburaya sedangkan entertaining space ialah fungsi bangunan itu sendiri sebagai wadah hiburan dan pertemuan serta dapat memberikan kenyamanan pada pengguna konvensi dan ekshibisi yang ada di kota Kuburaya. Kata Kunci :Konvensi, ekshibisi, gedung konvensi
AUTHORIZED VESPA DEALER DI KOTA PONTIANAK Maulana, Syarif Arif
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.716 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24943

Abstract

Vespa adalah sebuah kendaraan yang memiliki daya tarik dari keunikan bentuknya. Vespa juga menjadi salah satu inspirasi bagi perkembangan teknologi transportasi darat.  Pada era modern hingga sekarang, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, popularitas vespa sempat menghilang dan mulai jarang ditemui. Namun beberapa tahun terakhir vespa mulai digemari kembali oleh masyarakat mulai dari anak remaja hingga orang dewasa. Kota Pontianak merupakan salah satu Kota yang masyarakatnya  cukup banyak menggunakan vespa. Tingginya minat masyarakat terhadap vespa, maka diperlukan tempat yang representatif untuk kegiatan jual beli vespa. Salah satu bentuk wadah penjualan adalah Authorized Vespa Dealer. Authorized Vespa Dealer di Kota Pontianak dapat menampung kegiatan seperti penjualan motor, servis dan penjualan sparepart. Konsep perancangan yang digunakan dalam perancangan Authorized Vespa Dealer ini adalah konsep kontemporer. Konsep ini menjadikan Authorized Vespa Dealer sebagai brand image merk vespa di Kota Pontianak. Authorized Vespa Dealer juga direncanakan memiliki fungsi penunjang, seperti café dan plaza sebagai wadah untuk bersantai, berkumpul dan sharing-sharing komunitas motor di Kota Pontianak. Kata kunci: Vespa, Authorized Dealer, Kontemporer
PONTIANAK TRADE CENTER Ragondo, Febie Billiandre
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.375 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.25424

Abstract

Pontianak merupakan salah satu Kota di Indonesia yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Aktifitas perdagangan dan jasa merupakan salah satu sektor yang menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pontianak. Usaha perdagangan tidak akan berkembang bila tidak ada usaha untuk memperluas pasar. Salah satu kegiatan untuk memperluas pasar adalah dengan melakukan kegiatan promosi. Kota Pontianak saat ini belum memiliki wadah untuk memfasilitasi kegiatan perkantoran dan promosi perdagangan dan jasa dalam satu bangunan. Melihat tingginya harga lahan di lokasi yang strategis membuat para pengusaha perdagangan dan jasa kesulitan untuk menjalankan aktivitasnya. Bangunan yang menyediakan wadah untuk memusatkan para pengusaha bisnis perdagangan dan jasa menjadi diperlukan untuk mempromosikan perdagangan dan jasa yang bersifat komersil. Metodelogi yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data melalui teknik observasi, interview, dan studi literature. Selanjutnya menganalisis data-data tersebut dari berbagai aspek  yang meliputi aspek lingkungan (eksternal dan internal) bentuk ruang dan susunannya (gubahan bentuk) mengenai ide massa, sirkulasi, utilitas, dan struktur. Bangunan yang dimaksud adalah bangunan pusat perdagangan atau Trade Center. Pusat perdagangan ini sendiri nantinya terletak di pusat Kota Pontianak. Bangunan ini berupa bangunan tinggi yang diperuntukan sebagai wadah komersial yang dapat mewadahi kegiatan komersial serta dilengkapi dengan fungsi perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya. Kata kunci: Pusat, Perdagangan, Jasa, Pontianak
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT ALIANYANG KECAMATAN PONTIANAK KOTA Faidi, Arif
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.575 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.25097

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat Alianyang merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang berada di Kecamatan Pontianak Kota. Belakangan ini, Dinas Kesehatan Kota Pontianak berencana memindahkan Pusat kesehatan Masyarakat Alianyang pemindahan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kelurahan Sungai Bangkong dan sekitarnya mengingat bangunan ini sudah cukup lama berdiri dan kurang memadai lagi. Perancangan ulang Pusat Kesehatan Masyarakat Alianyang berdasarkan standar pembangunan dari Menteri Kesehatan agar dapat sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Standar tersebut meliputi kenyamanan ruang, tata layout, sirkulasi, fasilitas parkir, struktur bangunan, dan sistem utilitas. Perancangan ini menggunakan tahapan melalui studi literatur, survey lapangan, wawancara, analisis data dan perumusan konsep. Hasil perancangan dengan memperhatikan zonasi ruang sehingga bangunan terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama zona ruang dibagi atas zona publik, semi publik, privat, dan servis. Ruang lobby menaungi segala aktifitas pelayanan kesehatan utama serta menerapkan beberapa ruangan penunjang berupa ruang informasi dan ruang playground serta fasilitas penunjang berupa sofa dan display agar terciptanya suasana nyaman dan memberi kesan yang berbeda dari suasana puskesmas biasanya. Pada lantai dua zona ruang dibagi atas zona semi publik, semi privat, dan servis serta menerapkan fasilitas ruang penunjang berupa taman refleksi. Kata kunci: Pusat Kesehatan Masyarakat, Alianyang
PERANCANGAN LABORATORIUM DASAR TERPADU UNIVERSITAS TANJUNGPURA Pascalis, Felix
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1927.362 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24283

Abstract

Laboratorium adalah bangunan yang dilengkapi peralatan dan bahan-bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, kegiatan pengujian/produksi bahan. Laboratorium memiliki peran penting menunjang kegiatan akademik/non akademik untuk mengimbangi perkembangan ilmu dan pengetahuan yang semakin pesat, khususnya Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura. Laboratorium sekarang bersifat privat milik fakultas. Oleh karena itu, dibutuhkan sarana laboratorium yang dirancang secara terpadu pada satu bangunan khusus terpisah dari fakultas dan terdapat kumpulan laboratorium sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tujuan perancangan adalah menghasilkan rancangan laboratorium dasar terpadu Universitas Tanjungpura sebagai sarana/wadah untuk memfasilitasi kegiatan pendidikan serta mempermudah pengajaran bagi mereka yang berkepentingan dalam hal akademik, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Metodologi perancangan laboratorium dasar terpadu Universitas Tanjungpura adalah metode lima langkah dimulai dari tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi dan tahap tindakan. Konsep bangunan menggunakan bentuk dasar dan mengadopsi bentuk bangunan tropis sekitar kawasan Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura. Konsep utilitas menyesesuaikan kebutuhan dan persyaratan bangunan khusus laboratorium dasar tingkat II. Konsep arsitektur lingkungan menyeimbangkan penggunaan energi alami dan buatan, memanfaatkan koridor sebagai sirkulasi silang. Konsep struktur menyesuaikan tapak sekitar lokasi perancangan yaitu di kawasan Perguruan Tinggi Universitas Tanjungpura, memperhatikan peraturan daerah Pontianak dan mempertimbangkan standar bangunan khusus laboratorium sehingga aman dan nyaman bagi pengguna bangunan. Kata kunci: Laboratorium Dasar Terpadu, Labotatorium Universitas Tanjungpura,Laboratorium Pontianak
GEDUNG PARKIR DI KAWASAN GAJAH MADA Muharani, Bella Zulita
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.197 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.26880

Abstract

Ketersediaan lahan parkir di kawasan Jalan Gajah Mada saat ini tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Penggunaan lahan parkir sering tidak dipatuhi oleh pengguna, seperti penggunaan lahan parkir pada ruas Jalan Gajah Mada yang melebihi kapasitas seharusnya. Salah satu wilayah yang memiliki permasalahan terkait kemacetan dan keterbatasan parkir berada di Jalan Siam. Jalan ini berada di kawasan Gajah Mada yang memiliki permasalahan kemacetan paling padat dibandingkan dengan lokasi lainnya. Jalan Siam merupakan area komersial yang memiliki lahan parkir yang terbatas namun tinggi akan kebutuhan parkir, sehingga sering terjadi kemacetan lalu lintas. Gedung Parkir yang berlokasi di jalan Siam menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan akibat aktivitas manusia yang parkir kendaraannya di sekitar badan jalan. Hal tersebut memunculkan satu konsep perancangan Gedung Parkir sebagai Wajah Kawasan. Gedung Parkir tidak hanya berfungsi sebagai tempat memarkirkan kendaraan, namun juga memiliki fasilitas penunjang yang dilengkapi oleh area komersial seperti retail, cafe dan restoran. 

Page 1 of 3 | Total Record : 27