cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): September" : 8 Documents clear
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA KALIMANTAN BARAT Harsono, Christian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.719 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.39030

Abstract

Pendidikan pariwisata di Kalimantan Barat saat ini hanya memiliki program pendidikan menengah kejuruan. Pemerintah Kalimantan Barat menilai bahwa pendidikan pariwisata perlu mendapat peningkatan ke jenjang pendidikan tinggi. Perancangan Sekolah Tinggi Pariwisata Kalimantan Barat menjadi pilihan dalam meningkatkan pendidikan pariwisata Kalimantan Barat dari segi rumpun ilmu dan jenis pendidikan vokasi serta akademik. Sekolah Tinggi Pariwisata Kalimantan Barat direncanakan berlokasi di Kabupaten Kubu Raya dengan pertimbangan lokasi yang cocok untuk mengembangkan sektor komersial dan pendidikan. Tahapan perancangan Sekolah Tinggi Pariwisata Kalimantan Barat menggunakan studi kasus, wawancara mahasiswa pariwisata dan studi literatur untuk analisis perancangan. Sekolah Tinggi Pariwisata Kalimantan Barat mempunyai tiga fungsi, yaitu pendidikan, administrasi dan penunjang. Tiga fungsi tersebut menghasilkan enam massa perancangan, yaitu gedung kelas, laboratorium, rektorat, auditorium, perpustakaan dan masjid. Massa perancangan menerapkan tema neo vernakular dari budaya Dayak. Pemilihan tema neo vernakular berdasarkan kemiripan bentuk dasar linear antara Rumah Betang khas Dayak dengan tipikal bentuk bangunan pendidikan. Penerapan bentuk dari Rumah Betang terhadap perancangan berupa wujud atap pelana, lantai panggung dan motif khas Dayak Kalimantan Barat. Perancangan ini menggunakan motif khas Dayak Kalimantan Barat sebagai konsep bentuk secondary skin bangunan dan pola taman. Kata kunci: Sekolah Tinggi, Pariwisata, Neo Vernakular
BALAI BUDAYA KABUPATEN KAYONG UTARA Hendra, Hendra
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.185 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.39364

Abstract

Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah yang memiliki ragam kekayaan budaya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pelaku seni yang terdiri dari seniman, komunitas sanggar dan budayawan. Namun tokoh – tokoh tersebut mengalami kesulitan dalam berkarya dikarenakan tidak adanya wadah yang dapat menampung aktivitas mereka. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pendidikan berencana membuat gedung Balai Budaya yang rencananya akan dibangun tahun 2018 serta akan difungsikan untuk menyelenggarakan pagelaran seni budaya khas Kabupaten Kayong Utara. Budaya yang akan ditunjukkan adalah budaya tak wujud seperti seni tari, seni musik, dan seni teater. Konsep bangunan yang sesuai dengan julukan Kabupaten Kayong Utara yaitu Negeri Bertuah. Latar belakang dari julukan ini adalah dahulu di wilayah Kabupaten Kayong Utara dulunya pernah berdiri satu kerajaan besar yaitu kerajaan Tanjungpura. Kerajaan Tanjungpura pernah menjadi daerah termasyhur di Pulau Kalimantan dan  menjadi kerajaan dengan  peradaban islam pertama di Propinsi Kalimantan barat. Oleh karena itu perancangan Balai Budaya ini mengadopsi peninggalan sejarah Keraton Tanjungpura seperti Keraton simpang matan dan Keraton kayong matan. Adapun fungsi atau fasilitas yang di dapat adalah fungsi pertunjukan, fungsi pelatihan, fungsi pengelola, fungsi penunjang dan fungsi pendukung. Kata kunci: Balai Budaya, Negeri Bertuah, Tanjungpura 
PENGEMBANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) NIPAH KUNING DALAM, KOTA PONTIANAK Salsabila, Salsabila
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.293 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.39579

Abstract

Setiap manusia berhak hidup sejahtera, memiliki tempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pertumbuhan dan pembangunan wilayah yang kurang memerhatikan kemampuan dan kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah mengakibatkan kesulitan bagi masyarakat untuk memperoleh rumah yang layak dan terjangkau. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah hunian menyebabkan meningkatnya angka backlog rumah. Maka dari itu, pemerintah memfasilitasi agar setiap keluarga bisa menghuni rumah yang layak. Saat ini, program pembangunan rumah susun sederhana sewa dilaksanakan di Kota Pontianak. Lokasi perancangan berada di Jalan Nipah Kuning Dalam. Dalam proses perancangan rusunawa, terdapat beberapa langkah antara lain dimulai dari gagasan, penyusunan program, analisis, konsep, hingga desain. Perancangan ini bertujuan mewujudkan hunian yang layak bagi dan pemenuhan atas kebutuhan tempat tinggal yang terjangkau dan nyaman. Konsep yang digunakan yaitu konsep integrasi yang perancangannya berharmonisasi dengan peraturan dan lingkungan yang ada. Hasil desain terdiri dari empat massa bangunan dalam organisasi linier, dengan fasilitas pendukung yaitu toko, kantin, lapangan olahraga, taman dan jogging track. Bentuk dasar massa dan ruang adalah persegi, guna memaksimalkan efektivitas fungsi. Kata kunci: Rumah Susun, Integrasi, Perancangan Rusunawa
TAMAN WISATA KULINER PONTIANAK Adela, Lisna
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.471 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.38932

Abstract

Pontianak memiliki kuliner yang beragam mulai dari makanan kecil hingga makanan utama yang beragam jenis dan memiliki kenikmatan tersendiri. Trend kuliner sebagai promosi komersial saat ini sedang menjamur dan memunculkan bisnis baru yang praktis seperti yang ada pada restoran ataupun cafe di beberapa tahun terakhir. Akan tetapi kondisi tempat makan yang ada di Pontianak memiliki lahan parkir yang terbatas, sehingga sering menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir. Selain itu, tempat makan yang ada di Pontianak sebagian besar hanya berfungsi sebagai area untuk makan, tidak terdapat objek wisata dan rekreasi di dalamnya. Adapun tujuan dalam judul proyek tugas akhir ini adalah merancang tempat makan yang memadukan unsur kuliner dengan unsur wisata dalam satu tempat. Metode yang digunakan untuk mengkaji data yang berkaitan dengan Taman Wisata Kuliner Pontianak yaitu melalui pengumpulan data atau survei, yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan konsep desain. Berlokasi di Jalan Letkol Soegiono atau yang biasa dikenal dengan kawasan GOR, dengan ukuran lahan ±7.900 m². Area tersebut dibuat menjadi indoor dan outdoor, di area indoor terdapat counter-counter foodcourt dan di area outdoor terdapat taman dan kios-kios jajanan sehingga pengunjung dapat menikmati bersantap di area taman atau di dalam foodcourt yang dibuat terbuka agar tetap berkaitan erat dengan nuansa taman. Kata kunci: Taman, Wisata, Kuliner, Ruang Terbuka, Pontianak
PERPUSTAKAAN UMUM DI KABUPATEN KAPUAS HULU Febriani, Aniza
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.721 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.38959

Abstract

Berlandas pada pasal 3 dan 4 UU No.43 tahun 2007 tentang perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Sehingga keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan di setiap daerah. Di Kabupaten Kapuas Hulu, minat baca masyarakatnya masih sangat minim hal ini disebabkan oleh Kabupaten Kapuas Hulu belum memiliki bangunan khusus perpustakaan umum berstandar kabupaten/kota dengan fasilitas penunjang yang dapat menarik minat masyarakat. Adapun tujuan tugas akhir ini adalah untuk merancang bangunan dengan melihat aspek fungsi, lingkungan, estetika dengan memperhatikan potensi yang dimiliki sehingga tercipta sebuah rancangan yang dapat menampung kegiatan masyarakat di sebuah bangunan Perpustakaan umum di Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan untuk mengkaji data yang berkaitan dengan Perpustakaan Umum di Kabupaten Kapuas Hulu yaitu melalui pengumpulan data atau survei, kemudian dianalisis untuk mendapatkan konsep desain. Berlokasi di Jalan Antasari Putussibau, kawasan perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan luas lahan 4.060 meter persegi. Area tersebut dibuat sebuah bangunan perpustakaan umum dengan standar pemerintah daerah tipe c dengan konsep yang rekreatif. Dilengkapi dengan fasilitas seperti free wifi area dan taman agar konsep membaca terasa lebih menarik bagi masyarakat. Kata kunci: Perpustakaan Umum, Tipe C, Membaca, Kapuas Hulu 
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DAYANG RESORT SINGKAWANG Ariestya, Claudia Rizky
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.39 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.36919

Abstract

Dayang Resort Singkawang merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup terkenal di Kota Singkawang. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap kawasan wisata ini, pihak pengelola merencanakan pengembangan kawasan dengan menambah area outbound dan penginapan. Area outbound memiliki fasilitas berupa klinik, lapangan luas dan area highrope. Objek pengembangan lain adalah area penginapan Bungalow. Bangunan Bungalow merupakan bangunan India yang diadaptasi orang Inggris untuk dijadikan “rumah musim panas”. Selain kedua area tersebut, kawasan pengembangan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung yaitu restoran, kolam pemancingan, danau area Bungalow dan gedung pertemuan. Beberapa konsep akan diterapkan ulang pada kawasan pengembangan agar kawasan tidak terlihat memisah dan mempertahankan ciri khas. Bangunan dan kawasan dirancang menggunakan konsep dari kawasan sekarang yaitu “Pulau” yang diterapkan pada pembuatan kolam-kolam air yang mengelilingi beberapa area seperti membentuk pulau. Konsep “rumah musim panas” dengan menggunakan atap pelana, memiliki banyak bukaan dan bentuk rumah panggung, guna memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan alami. Material yang digunakan pada kawasan sekarang juga akan diterapkan ulang, begitu pula sumber kebutuhan air yang menggunakan air gunung seperti di kawasan sekarang. Selain itu, pada kawasan juga dibuatkan beberapa titik evakuasi mengingat luas kawasan yang cukup besar sehingga ketika terjadi suatu bencana, pengunjung dapat berkumpul pada titik tersebut. Kata kunci: resort, pengembangan kawasan, dayang resort singkawang
PET CARE CENTRE DI KABUPATEN KUBU RAYA Patricia, Wawa
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.36917

Abstract

Kota Pontianak dan sekitarnya merupakan kota dengan peminat dan pemelihara pet yang tinggi, namun belum diimbangi dengan fasilitas keperluan dan kebutuhan pet, yaitu fasilitas atau wadah yang menampung segala kebutuhan pet dalam satu wadah seperti Pet Care Centre. Pet Care Centre merupakan sebuah wadah yang bersifat one-stop untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis pet, dengan penyediaan fasilitas kesehatan, perawatan, produk dan layanan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, hingga sarana untuk berkumpul bagi seluruh pecinta pet. Dalam proses perancangan Pet Care Centre, terdapat beberapa langkah yang digunakan yakni dimulakan dari gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis rancangan awal hingga pengembangan rancangan. Tujuan penulisan adalah memaparkan konsep dan perancangan Pet Care Centre untuk mewadahi kebutuhan pet dengan memerhatikan standar setiap jenis fasilitas yang menjadi fokus perancangan, berupa fasilitas kesehatan, perawatan, produk dan layanan dan diterapkan pada tata ruang dalam dan luar bangunan Pet Care Centre. Terdiri dari tiga massa bangunan dan menerapkan organisasi terpusat, dengan taman sebagai zona penyatu fungsi setiap massa. Bentuk dasar massa dan ruang adalah persegi, sehingga efektivitas fungsi dan aktifitas pengunjung dan pet dapat berjalan maksimal. Kebisingan di dalam bangunan diatasi dengan peredam suara. Kebisingan dan bau di landscape diatasi dengan penanaman vegetasi penyerap bau dan suara. Kata kunci: pet care centre, kota Pontianak, kabupaten Kubu Raya
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK PONTIANAK Aulia, Rachmita Nanda
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v7i2.36918

Abstract

Musik adalah sebuah komponen aliran seni yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Musik dapat diterima dengan mudah bagi setiap orang berdasarkan selera masing-masing. Setiap budaya memiliki jenis musik yang menjadi ciri khas untuk diperdengarkan dan dimainkan. Pontianak memiliki aliran musik yang sudah berkembang. Sudah banyak komunitas berkarya pada bidang musik. Banyaknya komunitas musik yang berada di Pontianak menimbulkan permasalahan yaitu wadah kegiatan tersebut. Perancangan Gedung Pertunjukan Musik menjadi penyelesaian permasalahan yang mewadahi segala kegiatan musik baik dalam menghasilkan karya atau sarana hiburan untuk menikmati musik.  Lokasi perancangan berada pada Jalan Sutan Syahrir, tepatnya pada kawasan kebudayaan. Desain bangunan yang dirancang menunjukkan ekspresi sebuah pagelaran musik. Penyampaian desain tersebut dalam bentuk gambar ditunjukkan dengan penataan setiap ruangan didalamnya agar terlihat lebih kompleks dan teratur. Pada konsep dijelaskan bahwa bangunan dibagi menjadi dua masa dengan fungsi yang berbeda, yaitu pada bagian depan difungsikan sebagai ruang publik dan akses pendukung yang terdiri dari ruang penjualan alat musik, cafe dan resto, coffee shop, ruang pameran, ticket box, musholla dan area servis. Sedangkan pada bagian belakang di khususkan untuk ruang pertunjukan musik agar tidak mengganggu aktivitas lain. Tampilan bangunan, desain interior, desain eksterior dan fasilitas pendukung dirancang agar dapat mencerminkan aktivitas dan fungsi didalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8