cover
Contact Name
Laelia Nurpratiwiningsih
Contact Email
laelia.np89@gmail.com
Phone
+6285325068011
Journal Mail Official
semantika@umus.ac.id
Editorial Address
Jl. P. Diponegoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA
ISSN : -     EISSN : 27160823     DOI : https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02
Hasil penelitian, tinjauan pustaka ( literature review ) dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pembelajaran Sastra Indonesia, Pembelajaran BIPA, Sastra Murni, Linguistik, dan Teknologi Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 02 (2021): Februari" : 8 Documents clear
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Tingkat 3 Berbasis Budaya Lokal Malang Helmi Muzaki
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.01 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.379

Abstract

Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mempunyai misi yang sangat penting yaitu memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional serta meningkatkan mutu pengajaran BIPA. Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan berbagai upaya, salah satunya ketersedian bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan bermuatan budaya. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan penulis, penulis menemukan beberapa fakta yaitu masih kurangnya bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kurangnya bahan ajar yang membahas budaya lokal Malang khususnya untuk bahan ajar BIPA tingkat 3. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tingkat 3 berbasis budaya lokal Malang dengan acuan SKL BIPA. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan modifikasi tahapan sesuai kebutuhan penelitian dan pengembangan bahan ajar. Penulis melakukan penyesuaian dengan membatasi penelitian sampai pada tujuh tahap. Bahan ajar yang dikembangkan terintegrasi dengan empat keterampilan berbahasa yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam setiap unit bahan ajar, terdapat materi budaya lokal Malang baik secara eksplisit maupun implisit
Minat Baca Cerpen Terhadap Pemahaman Struktur Cerpen Yang Baik Dan Benar Pembaca Rubrik Cerpen Portal Basabasi.Co Siti Gomo Attas; Gusti Yarmi; David Darwin
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.598 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.381

Abstract

Cerita pendek (cerpen) adalah kisah yang selesai dibaca sekali duduk sekira setengah hingga dua jam. Sehingga minat membaca cerpen sejatinya lebih merupakan proses awal untuk memahami teks yang dibaca. Sehingga apabila seorang membaca suatu cerpen pada dasanya ia memahami unsur di dalam cerpen tersebut. Peneliti tertarik untuk mengkaji apakah minat membaca cerpen itu selaras dengan kemampuan pemahaman struktur cerpen yang dibacanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan signifikan bahwa minat membaca cerpen basabasi.co berkaitan erat dengan pemahaman struktur cerpen yang baik dan benar
Covid-19 Dalam Kolom Opini Koran Kompas: Sebuah Analisis Argumentasi Wulan Pusposari; Makyun Subuki; Nuryani Nuryani
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.76 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.382

Abstract

Percepatan kemajuan teknologi menjadikan koran atau surat kabar harus besikap adaptif dengan tampil dalam versi daring dan luring. Kolom opini dalam koran adalah medium bagi penulis untuk menyampaikan gagasan besar pemikirannya. Akan ada banyak argumentasi di luar sana, terutama di masa wabah Covid-19, karena hampir seluruh masyarakat dunia terfokus pada hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur argumentasi pada kumpulan tulisan yang terdapat kata “Covid-19” di setiap judul kolom Opini di koran Kompas versi daring (13 Juli 2020 – 13 Agustus 2020). Secara garis besar metode penelitian ini disebut deskriptif kualitatif. Pengumpulan data bertumpu dengan pengarsipan secara dokumentasi dan penelusuran daring hingga pengkategorian judul artikel. Teknik analisis data menggunakan teknik analysis content. Hasil penelitian yaitu terpilih 10 artikel yang terdapat kata “Covid-19” disetiap judul kolom Opini di koran Kompas versi daring. Adapun kelengkapan unsur-unsur argumentasi kesepuluh tulisan tersebut yaitu kesepuluh artikel telah memenuhi elemen utama unsur-unsur argumentasi yakni claim, data, dan warrant. Namun kesepuluh artikel tidak mendekati kesempurnaan unsur dengan memenuhi elemen pelengkap unsur-unsur argumentasi yaitu backing, qualifer, dan rebuttal
Paradigma Strukturalisme Bahasa: Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik David Darwin; Miftahulkhairah Anwar; Misbahul Munir
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.963 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.383

Abstract

Tulisan ini didedikasikan untuk mengulas paradigma strukturalisme dalam bahasa manusia yang terdiri dari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Bahasa sebagai sebuah alat komunikasi yang tidak lepas dari nilai dan bentuk akan menjadi sebuah studi yang panjang bila ditelaah dari strukturnya. Pijakan dasar yang coba peneliti tawarkan di sini adalah paradigma strukturalisme yang dipopulerkan oleh Ferdinand de Saussure. Di mana dalam pandangannya ia menjabarkan bahwa sistem bahasa sebagai forma dan bukan substansi dapat disederhanakan dan dijelaskan sebagai relasi sintagmatis dan paradigmatis; dan sistem itu terjadi dari tingkat-tingkat struktur. Di antara struktur bahasa yang sudah menjadi bidang studi tersendiri yang begitu luas yakni; fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka
Senyapan Tuturan Presiden Joko Widodo Dalam Wawancara Eksklusif di Kompas TV Dian Etikasari; Elen Nurjanah; Rahmawati Mulyaningtyas
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.104 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.384

Abstract

Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia selalu mendapatkan banyak sorotan publik, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesinya. Dengan adanya UU Cipta Kerja dan kasus Covid-19 di Indonesia, Presiden mendapatkan banyak kritikan. Hal ini menyebabkan salah satu media mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo. Selama wawancara berlangsung, terjadi senyapan saat beliau berbicara. Senyapan dilakukan Presiden Joko Widodo saat beberapa kali menjawab pertanyaan dari pewawancara. Senyapan dalam tuturan penting untuk diteliti karena dapat mengungkapkan proses mental penutur. Selain itu, senyapan membutuhkan pembahasan lebih dalam untuk menambah informasi tentang produksi ujaran pada bidang ilmu psikolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk senyapan dan penyebabnya dalam wawancara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa produksi ujaran Presiden Joko Widodo yang diwawancarai secara eksklusif di Kompas TV pada Senin, 16 November 2020. Hasil penelitian ini, pertama bentuk senyapan meliputi senyapan terisi, senyapan pengulangan, senyapan pemanjangan, senyapan kombinasi, senyapan false start, dan senyapan diam. Kedua, penyebab senyapan meliputi terlanjur memulai ujaran, tetapi sebenarnya belum siap untuk keseluruhan kalimat itu; lupa akan kata-kata yang diperlukan; kehati-hatian memilih kata; ketidaksiapan memulai tuturan; adanya kekeliruan tuturan; pengubahan isi tuturan; ragu-ragu karena mengingat kejadian di masa lampau; mencari kata-kata yang tepat untuk disampaikan.
Tindak Kekerasan Pada Tokoh Perempuan Dalam Novel Perempuan Kembang Jepun Karya Lan Fang dan Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado Siti Restu Rahayu; Aldi Alfaruk; Novi Diah Haryanti
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.823 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.385

Abstract

Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang dan novel Kembang Jepun karya Remy Sylado keduanya memiliki kemiripan yakni terjadinya kekerasan terhadap perempuan pada masa sebelum kemerdekaan dan pascakemerdekaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tindak kekeran terhadap tokoh perempuan dalam kedua novel tersebut dengan menggunakan metode sastra bandingan dan mempertalikannya dengan fenomena kekerasan perempuan saat ini berdasarkan Catahu Komnas Perempuan 2020. Kekerasan-kekerasan pada kedua novel ini terjadi di dalam dua ranah, yaitu ranah privat/personal dan ranah publik/komunitas. Pada novel Kembang Jepun kekerasan lebih ditonjolkan di ranah publik berupa kekerasan fisik, psikologis, dan seksual. Sedangkan pada novel Perempuan Kembang Jepun kekerasan ditonjolkan dari ranah privat/personal yaitu dalam hubungan rumah tangga yang dijalani pemeran utama berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi.
Variasi Bahasa SPG (Sales Promotion Girl) Di Ramayana Ciputat Ghina Rizki Bhakti; Maya Novalia Pulungan
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.015 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.386

Abstract

Setiap bahasa mempunyai ketetapan atau kesamaan dalam hal tata bunyi, bentuk, kata, kalimat, dan makna. Akan tetapi, karena berbagai faktor yang terdapat di dalam masyarakat seperti usia, pendidikan, agama, bidang kegiatan, dan profesi, serta latar belakang budaya daerah, maka bahasa menjadi tidak seragam. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan sesamanya. Tentu saja manusia memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginannya agar dapat melangsungkan hubungan dengan komunitasnya. Dalam kajian bahasa, persoalan variasi bahasa dibahas dalam bidang sosiolinguistik. Pada dasarnya, variasi bahasa merupakan wujud pendukung dari proses komunikasi. Variasi bahasa merupakan cerminan ketidakseragamannya suatu masyarakat yang disebabkan oleh lingkungan pemakai bahasa. Penelitian ini akan membahas tentang variasi bahasa SPG (Sales Promotion Girl) ditinjau dari segi pemakaian atau biasa disebut dengan fungsiolek, ragam, atau register. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan variasi bahasa SPG (Sales Promotion Girl) ditinjau dari segi pemakaian bahasa tersebut.
Alegori Kesetiaan Dalam Cerpen Baishui Qingcai (白水青菜) Sup Bening Sawi Hijau Karya Pan Xiangli (潘向黎) David Darwin; Nuruddin Nuruddin; Miftahulkhairah Anwar
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.206 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.387

Abstract

Artikel ini membahas karya sastra kontemporer Pan Xiangli dalam cerpennya yang berjudul Sup Bening Sawi Hijau. Teori yang akan digunakan adalah teori semiotika untuk menganalisis kehidupan keluarga Cina modern di perkotaan. Analisis semiotika berfokus pada meneliti tanda yang ada dalam sebuah karya sastra yaitu berupa bahasa yang disampaikan. Bahasa merupakan sistem tanda yang memiliki arti dan juga memiliki makna. Dalam sebuah penelitian dengan teori semiotika yang meneliti sistem tanda, setiap tanda yang berupa objek diteliti maknanya yang berdasarkan hubungan antara penanda dan petanda. Sastra adalah salah satu kebudayaan atau ciri khas yang dimiliki seseorang dalam suatu daerah tertentu. Sastra merupakan salah salah satu kebudayaan manusia dan juga membudayakan manusia itu sendiri. Sastra adalah bagian dari hidup manusia. Sastra menggunakan bahasa yang memiliki nilai estetika atau keindahan di dalamnya. Sastra pada prinsipnya adalah sebuah karya imajinatif yang merupakan refleksi dan realitas dari kehidupan si penulis berdasarkan sesuatu yang dilihat dan dirasakan di lingkungannya. Dalam analisis karya sastra ini menggunakan pendekatan semiotika. Istilah semiotika berasal dari kata Yunani Kuno, yaitu semeion yang berarti tanda atau dalam bahasa Inggris. Semiotika merupakan ilmu yang mengkaji tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial atau masyarakat dan kebudayaan di dalamnya merupakan tanda-tanda. Semiotika juga mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti.

Page 1 of 1 | Total Record : 8