cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): September" : 14 Documents clear
Pemanfaatan Twitter Akun Autobase @JPFBASE Sebagai Media Komunikasi Bagi Kalangan Penikmat Pop-Culture Jepang di Pekanbaru Kamila Khairunnisa; Dyah Pithaloka
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1318

Abstract

Abstrak Keberadaan berbagai budaya Jepang, meningkatkan karakteristik mereka secara global. Akun autobase @JPFBASE adalah media yang dikhususkan bagi para penggemar untuk berbagi opini, informasi, dan berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pop-culture Jepang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penggemar pop-culture Jepang memanfaatkan fitur autobase  sebagai media komunikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan para peminat pop-culture Jepang memanfaatkan akun @JPFBASE sebagai sarana informasi, sarana menjalin hubungan, sarana edukasi, dan sarana hiburan. Hasil penelitian mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat berperan besar dalam pemanfaatan basis tersebut. @JPFBASE adalah akun yang terbuka untuk umum bagi para pengikutnya untuk mendiskusikan konten Jepang terkait secara terbuka. Sebaliknya, followers yang belum di-follow oleh @JPFBASE tidak bisa mengirimkan menfess. Karena followers yang masif, beberapa menfess seringkali tidak terjangkau.
Whatsapp Group Sebagai Media Transaksi Pembangkit Ekonomi Masyarakat Pasar Rebo Miliran Yogyakarta Bambang Srigati; Mohammad Solihin; Faridatus Sholikhah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1323

Abstract

Kelompok Pasar Rebo Miliran Yogyakarta muncul karena adanya pandemi Covid-19 membuat media sosial Whatsapp Group (WAG) jual beli yang semula sebagai media pengajian bagi anggota kelompoknya. Penelitian ini untuk menemukan alasan mereka hanya memilih menggunakan WAG sebagai media transaksi jual belinya dan menemukan dinamika komunikasi kelompok dalam memanfaatkan WAG. Teori yang digunakan adalah adaptive structuration theory dan participatory media culture theory. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif menggunakan paradigma post-positivistik dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WAG dipilih oleh Kelompok Pasar Rebo Miliran dikarenakan sudah familiar dan banyak digunakan oleh anggotanya. Pemilihan WAG juga tidak lepas dari pengaruh ketua kelompok. Alasan lainnya pengaruh iklim atau kondisi saat itu terjadi Pandemi Covid-19. Sementara dinamika komunikasi yang terjadi tidak hanya sebatas sebagai penjual saja, tetapi juga sebagai pembeli yang menumbuhkan budaya media baru sebagai budaya partisipatif diantaranya membuat jadwal sesi postingan produk setiap harinya, memberikan respon dan komplain, serta memberikan teguran bagi yang melanggar aturan.
Analisis Konflik Pembangunan Menara BTS di Dusun Poton, Kabupaten Sleman: Peran Sosialisasi dan Partisipasi Warga Tri Agus Susanto
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1325

Abstract

Sleman Smart Regency adalah Kabupaten Sleman yang cerdas dalam pengembangan dan pengelolaan berbagai sumber daya (alam, manusia, waktu, dan lainnya) untuk digunakan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Sleman Smart Regency sesuai visi Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasinya sistem e-Government menuju Smart Regency. Pendirian ratusan menara telekomunikasi di Kabupaten Sleman dimaksudkan untuk mendukung Sleman sebagai Smart Regency. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan menganalisis konflik pembangunan Menara BTS di Dusun Poton, Kabupaten Sleman melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kalurahan Sariharjo tidak menjalankan sosialisasi dengan baik kepada warga di radius terdampak ketika akan mendirikan Menara BTS. Ketiadaan sosialisasi dengan baik, yang ditandai dengan tidak adanya dialog, tidak mendapat dukungan warga, dan tidak menampung keinginan atau keberatan warga, menyebabkan banyak warga kurang atau tidak berpartisipasi bahkan menentang keberadaan tower telekomunikasi itu. Pemerintah Kalurahan Sariharjo dalam rangka mendukung Sleman Smart Regency telah melakukan tindakan kurang smart dengan melakukan kesengajaan atau membiarkan mereka yang menandatangani Surat Persetujuan Warga Dalam Radius separuhnya orang di luar warga dalam radius. Dukungan teknologi informasi yang terintegrasi dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Namun saat akan membangun infrastruktur untuk mendukung Sleman Smart Regency berupa Menara BTS, muncul anggapan dari sebagian warga bahwa Pemerintah Kalurahan Sariharjo kurang transparan dan akuntabel. Salah satu sumbernya adalah Pemerintah Kalurahan Sariharjo tidak menjelaskan secara rinci terkait berapa uang kompensasi yang mestinya diterima warga radius terdampak.
Representasi Konflik Orang Tua dan Anak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Salsabilla Afifah Salsa; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1326

Abstract

Salah satu film yang mengangkat tema keluarga adalah film Ngeri-Ngeri Sedap yang berlatar belakang suku Batak yang didalamnya terdapat konflik antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana representasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan unit analisis semiotika Roland Barthes yang terdapat tiga aspek yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap merupakan penggambaran sosok ayah Batak yang menganut sistem Patriarki yang berwatak otoriter sehingga menuai konflik yang terjadi antara orang tua dan anak. Makna konotasi konflik menggambarkan konflik orang tua dan anak yang dapat ditinjau dari sisi orang tua terhadap anak dan sisi anak terhadap orang tua. Makna mitos konflik dibuktikan dengan kentalnya prinsip adat Batak yang dianut dalam keluarga. Adapun adat Batak yang diangkat pada film Ngeri-Ngeri Sedap yaitu larangan pernikahan beda suku, pendidikan tinggi pada anak dan kedudukan anak laki-laki dalam keluarga. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14