cover
Contact Name
Pipin Sumantrie
Contact Email
pipinsitorus99@gmail.com
Phone
+6285373183251
Journal Mail Official
pipin.sumantrie@suryanusantara.ac.id
Editorial Address
Pipin Sumantrie. Komp Advent Jln Rakutta Sembiring. Kel Pondok Sayur, Kec Siantar MArtoba. Pematangsiantar 21137. Sumatera Utara. Indonesia
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurkessutra/Jurnal Kesehatan Surya Nusantara
ISSN : 2086700X     EISSN : 26228939     DOI : https://doi.org/10.48134/jurkessutra.
Core Subject : Health,
JURKESSUTRA is published two times a year; in January and Juli, Jurkessutra was published in Indonesia and English. The process of publishing Jurnal Kesehatan Surya Nusantara is conducted through a quick submit since 2012, then is full-online using the Online Journal System (OJS) since 2018 (Vol 7 No. 1 of 2019) through the website: https://jurnal.suryanusantara.ac.id. Focus and range of encryption include: Fundamental of Nursing Pediatric Nursing Maternity Nursing Psychiatric Nursing Family and Community Health Nursing Critical and Intensive Care Nursing Medical Surgical Nursing
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli" : 12 Documents clear
Pengaruh Abdominalis Breathing Terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Pasien Asma di RSUD DR Pirngadi Medan Tahun 2019 Siti Meilan Simbolon
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.571 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.31

Abstract

Abdominal breathing merupakan tehnik latihan pernafasan yang melibatkan otot diafragma yang digunakan untuk mengkompensasi kekurangan oksigen dan mengurangi ketegangan otot pernafasan akibat adanya penyempitan saluran nafas karena serangan asma.Terjadinya penyempitan saluran nafas dapat mengakibatkan penurunan kapasitas vital paru mencapai 60% dan keadaan ini dapat mengakibatkan terganggunya fungsi-fungsi sel diseluruh tubuh. Penyempitan saluran nafas umumnya dapat diatasi dengan menggunakan obat bronkodilator, akan tetapi perubahan pada bentuk dada dan otot-otot pernafasan yang menegang abibat penyempitan saluran nafas yang mengakibatkan penurunan kapasitas vital paru hanya dapat diatasi dengan pemberian terapi antara lain tehnik relaksasi abdominal breathing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abdominal breathing terhadap kapasitas vital paru pada pasien asma. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah pasien asma yang dirawat di RSUD Dr.Pirngadi MedanTahun 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang terdiri  dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan purposive  sampling. Dari hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-smirnov diperoleh hasil data tidak  berdistribusi normal karena nilai p0.05. kemudian dilanjutkan dengan uji alternatif   yaitu uji Wilxocon dan diperoleh hasil kapasitas vital paru sebelum dan sesudah pemberian terapi abdominal breathing berbeda secara signifikan p=0.000 (p0.05) sehinngga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian tehnik relaksasi abdominal breathing terhadap kapasitas vital paru pada pasien asma di RSUD Dr.Pirngadi Medan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG PENGOBATAN TB PARU DI RSU ADVENT TAHUN 2019 Roy Wilson Sihaloho
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.668 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.28

Abstract

Di Indonesia penyakit TB peru merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Diperkirakan setiap tahun 450.000 kasus TB paru terjadi, kematian karena TB paru diperkirakan 175.000 per tahun, dimana penderita TB paru sebagian besar adalah kelompok usia produktif dan sebagian besar sosial ekonomi lemah. Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang Faktor-faktor yang mendukung pengobatan TB paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru RSU Advent Medan tahun 2019. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung pengobatan TB Paru di balai pengobatan penyakit paru-paru RSU Advent Medan tahun 2019.Jenis penelitian ini adalah secara deskriftif.Penelitian ini dilakukan di Balai Pengobatan Paru-Paru RSU Advent Medan.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Juli 2019.sampel, penulis menggunakan teknik total populasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.Data sekunder didapat dari balai pengobatan paru – paru RSU Advent Medan. Aspek Pengukuran Data dengan cara membagikan kuisioner kepada setiap responden. Analisa Data dilakukan proses editing, selanjutny seluruh jawaban akan dilakukan coding pada setiap jawaban responden. Untuk menganalisa data dilakukan dengan Tabel distribusi frekuensi dan dengan melakukan statistic deskriptif. Berdasarkan Tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa faktor pengawasan minum obat mayoritas diawasi sebanyak 18 responden (60,0%) dan minoritas tidak diawasi sebanyak 12 responden (40,0%).Dari hasil pengumpulan data dari kueisioner dapat diketahui bahwa faktor pengawasan menelan obat mayoritas diawasi. Hal ini dikarenakan mayoritas pendidikan responden SMA (43,3%) sehingga pengetahuan akan pengobatan tercukupi dan juga berhubungan dengan jenis kelamin responden yang mayoritas laki-laki (56,7%) dimana laki – laki sebagaiu kepala keluarga dan tulang punggung keluarga, besar perhatian keluarga untuk selalu mengingatkan dan mendorong responden untuk mengkomsumsi OAT (Obat Anti Tuberculosis) dimana hal ini terlihat dilapangan dimana responden yang datang ke BP4 RSU Advent Medan selalu ditemani oleh keluarganya.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Faktor-faktor yang mendukung pengobatan TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru RSU Advent Medan tahun 2019 berdasarkan faktor pengawasan menelan obat mayoritas diawasi (60,0%), Faktor-faktor yang mendukung pengobatan TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru RSU Advent Medan tahun 2019 berdasarkan faktor jenis dan dosis obat mayoritas dikonsumsi (53,3%), Faktor-faktor yang mendukung pengobatan TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru RSU Advent Medan tahun 2019 berdasarkan faktor prinsip pengobatan  mayoritas dipatuhi (60,0%).Kata Kunci : Pengobatan, TB Paru
PENGETAHUAN PERAWATTENTANG ATRAUMATIC CARE PADA ANAK DI RSU ADVENT MEDANTAHUN 2019 Aspiati Aspiati
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.441 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.34

Abstract

Atraumatic care merupakan bentuk perawatan teraupetik yang diberikan oleh tenaga kesehatan dalam tatanan kesehatan anak, melalui penggunakan tindakan yang dapat mengurangi stres fisik maupun stres psikologis yang dialami anak maupun orang tuanya. Atraumatic care sebagai bentuk perawatan teraupetik dapat diberikan kepada anak dan keluarga dengan mengurangi dampak psikologis dari tindakan keperawatan, seperti memperhatikan dampak tindakan yang diberikan dengan melihat prosedur tindakan atau aspek lain yang kemungkinan berdampak adanya trauma.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentangatraumatic care di Ruang Sakura RSU Advent Medan Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang berada di ruang sakura sebanyak 14 orang. Penelitian dilakukan di RSU Advent Medan.Hasil yang diperoleh adalah bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas pada kategori cukup sebanyak 8 orang (57,1%) dan minoritas responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori baik sebanyak 6 orang (42,9%).Disarankan bagi responden untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang atraumatic care dan disarankan untuk menambah informasi dan meningkatkan pengetahuan tentang atraumaticcare.
Faktor- Faktor Dominan Penyebab Obesitas Pada Anak Usia 7-9 Tahun di SD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2018 Suriati Lubis
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.567 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.26

Abstract

Obesitas merupakan kelainan yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas pada anak merupakan masalah yang kompleks pada saat sekarang ini. Obesitas pada anak dapat berlanjut hingga dewasa. Menurut WHO Prevalensi obesitas terus meningkat dengan bertambahnya usia. Usia sekolah merupakan usia yang mengalami peningkatan yang luar biasa di 25 negara. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut antara lain faktor genetik, pola aktivitas dan pola makan. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan penyebab obesitas pada anak usia 7-9 tahun di SD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi yang Obesitas  usia 7-9 tahun di SD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Sebanyak 47 siswa-siswi pada tahun 2011 yang keseluruhannya di jadikan sampel ( Total Sampling ). Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara memberikan kuesioner kepada siswa siswi yang mengalami obesitas. Data dianalisis secara deskriptif dengan melihat jumlah presentase data dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab obesitas pada anak usia 7-9 tahun diSD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan adalah faktor genetik ada sebanyak 15 orang (31,9%), faktor pola aktivitas ada sebanyak 33 orang (70,2%) dan faktor pola makan  sebanyak 32 orang (68,1%). Faktor-faktor dominan penyebab obesitas pada anak di SD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan adalah faktor pola aktivitas dan faktor pola makan.  Diharapkan  kepada responden untuk lebih meningkatkan pola aktivitas yaitu dengan membatasi waktu mereka menonton, main video games, dan temukan aktivitas yang disukai dan buat bervariasi. Selain itu anak juga diharapkan mengatur  pola makan untuk mengurangi risiko terjadinya dampak negatif di kemudian hari, seperti penyakit degeneratif yaitu dengan cara batasi kebiasaan makan di luar rumah , terutama makanan cepat saji, batasi mengkonsumsi makanan yang manis dan anjurkan untuk menkonsumsi sayuran hijau dan kuning untuk mencegah terjadinyaobesitas. Disarankan pada Para Guru di SD Negeri 068008 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan untuk mengaktifkan para siswa-siswi dalam kegiatan olahraga dan mengajarkan anak-anak dalam pemilihan jajanan sehat.Kata kunci : Obesitas, Faktor genetik, Pola aktivitas, Pola makan
CARING PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2019 Aspiati Aspiati
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.126 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.35

Abstract

Caring merupakan bagian terpenting dalam praktek keperawatan. Caring adalah fokus pemersatu untuk praktek keperawatan. Untuk mengetahui bagaimana gambaran caring perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien di RSUD Dr. Pirngadi Medan  tahun 2019 perlu di tinjau 10 faktor carative pembentuk caring yaitu :pendekatan humanistik dan altruistik, sikap kepercayaan dan penuh harapan, peka terhadap diri sendiri dan orang lain, hubungan saling percaya dan saling membantu, meningkatkan dan menerima perasaan positif dan negative, menggunakan pemecahan masalah dalam pengambilan keputusan, penigkatan belajar mengajar interpersonal, penciptaan lingkungan fisik, mental,sosiokultural dan spiritual yang mendukung, membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia dan terbuka pada eksistensial fenomenologikal dan dimensi spiritual penyembuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran caring perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien di ruang rawat inap RSUD Dr. Pirngadi Medan . Populasi penelitian yaitu semua pasien yang opname di ruang rawat inap RSUD Dr. Pirngadi Medan  pada saat peneliti melakukan penelitian. Sedangkan  sampel penelitian ini adalah total sampling dimana keseluruhan sampel akan di teliti. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 25 orang responden 17 orang (67,6%)  diantaranya mengatakan perawat caring dan 8 orang  (32,4%) mengatakan perawat tidak caring. Dari hasil penelitian ini di harapkan kepada pihak Rumah Sakit agar memprioritaskan caring perawat dalam melakukan asuhan keperawatan kepada klien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL MELAKSANAKAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI PUSKESMAS PADANG BULAN MEDAN TAHUN 2018 Ristika Julianty Singarimbun
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.227 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.27

Abstract

Imunisasi TT pada ibu hamil menjadi tindakan pencegahan yang paling efektif karena  terbukti ampuh mencegah infeksi. Imunisasi TT pada ibu hamil juga tidak saja menguntungkan pada ibu tetapi juga pada bayi untuk mencegah terjadinya tetanus neonatorium yang merupakan salah satu terjadinya penyebab angka kematian tertinggi kematian bayi dibawah satu bulan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan data primer dengan menggunakan kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ibu hamil melaksanakan imunisasi tetanus toksoid ( TT) di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2018. Setelah dilakukan penelitian ditemukan 23 orang ibu yang melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT) di Puskesmas tersebut. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, factor – factor yang mempengaruhi ibu hamil melaksanakan imunisasi tetanus toksoid (TT) adalah di lihat dari pengetahuan ibu hamil, mayoritas ibu hamil yang berpengetahuan baik sebanyak 14 orang ( 60,9 % ) sedangkan untuk ibu hamil yang pengetahuan cukup sebanyak 9 orang  ( 39,1 % ). Berdasarkan factor social budaya ibu yang mendukung sebanyak 22 orang ( 95,7 % ) sedangkan yang tidak mendukung sebanyak 1 orang     ( 4,3 % ). Berdasarkan pelayanan kesehatan yang diberikan untuk ibu hamil dengan kategori cukup sebanyak 19 orang ( 82,6 % ) dan kategori baik sebanyak 4 orang       ( 17,4 % ). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih memotivasi ibu hamil untuk memeriksakan  kehamilannya secara teratur dan memberikan imunisasi tetanus toksoid (TT) untuk mendeteksi dini terjadinya infeksi Tetanus Neonatorum.Kata Kunci:   Ibu hamil dan imunisasi TT
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEPERAWATAN SURYA NUSANTARA PEMATANGSIANTAR Martalina Limbong
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.295 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.36

Abstract

Gadget merupakan suatu alat teknologi yang saat ini berkembang pesat yang memiliki fungsi khusus  diantaranya  yaitu  smartphone,  I phone  dan  Blackberry.  Gadget  dengan  berbagai aplikasi dapat menyajikan  berbagai media sosial, sehingga seringkali  disalahgunakan  oleh siswa  yang  dapat  berdampak  bururk  bagi  nilai  akademik  atau  tingkat  prestasi  mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan tingkat prestasi belajar mahasiswa di Akademi Keperawatan Surya Nusantara.  Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan Cross sectional, dengan menggunakan pendekatan snapshot atau observasi dilakukan pada satu waktu tertentu, sampel   diambil  dengan  teknik  sampling   purposive   yaitu sebanyak 63 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan lembar observasi. Uji statistic menggunakan uji korelasi dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95 %. Hasil  penelitian didapatkan nilai p = 0,046 α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan penggunaan gadget dengan tingkat prestasi belajar mahasiswa di Akademi Keperawatan Surya Nusantara Pematangsiantar.
LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN PASKA OPERASI DI RUANG BEDAH RSU ADVENT MEDAN TAHUN 2019 Nurliaty Nurliaty
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.99 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.29

Abstract

Batuk efektif adalah suatu metode batuk dengan benar, dimana klien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan sekret secara maksimal.Latihan batuk efektif dilakukan sebelum tindakan pembedahan (pre operasi) secara keseluruhan untuk mencapai kesuksesan dalam pembedahan.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian two group post test only yang bertujuan untuk mengetahui “kemampuan batuk efektif antara yang diberikan latihan batuk dengan yang tidak diberikan latihan batuk pada pasien pasca oparasi di ruang bedah RSU Advent Medan 2019”. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pasca oparasi di ruang bedah dari bulan Mei sampai Juni 2019 yang berjumlah  110 orang. Pengambilan sampel dengan tehnik Simple Random Sampling  sehingga didapatkan jumlah sampel  sebanyak 30 orang yang dibagi 2 atas kelompok yaiti 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Data diolah dengan SPSS komputer. Analisa dengan uji Chi-Square pada α 0,005.Hasil penelitian dengan Chi-Square didapatkan (P Value : 0,003) yang berarti ada perbedaan kemampuan batuk efektif kelompok intervensi yang diberikan latihan batuk dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan latihan batuk. Hasil penelitian ini menyarankan latihan batuk penting dimana pasien dapat menghemat energi sehingga pasien tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan sekret secara maksimal sehingga sangat disarankan kepada pelayanan keperawatan medikal bedah dapat menerapkan intervensi ini.
Efektifitas Bladder Training Terhadap Kemampuan Mengontrol Eliminasi Urine Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesare di RSU Advent Tahun 2019 Nurliaty Nurliaty
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.174 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.24

Abstract

Abstrak Pendahuluan. Secsio sesarea dengan anestesi spinal dapat menimbulkan resiko inkontinensia urine.  Untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada ibu post seksio sesarea dapat dicegah dengan melakukan intervensi bladder Training yang dimulai 8 jam setelah operasi.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui “efektifitas bladder training terhadap kemampuan mengontrol eliminasi urine pada pasien post seksio sesarea di RSU Advent Tahun 2019”. Populasi dalan penelitian ini adalah seluruh pasien post seksio sesarea dengan anestesi spinal dari bulan Mei sampai bulan Juni 2019 yang berjumlah 74 orang. Pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 26 orang yang dibagi atas 2 kelompok yaitu 13 kelompok kontrol dan 13 kelompok intervensi. Data dianalisa dengan uji statistic chi-square pada α 0,05. \Hasil. Hasil penelitian dengan chi- square didapatkan p = 0,018 yang berarti ada perbedaan yang signifikan kemampuan mengontrol eliminasi urine antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah dilakukan tindakan bladder training.Kesimpulan. Hasil penelitian ini menyarankan bladder training dilakukan mulai 8 jam post seksio dan efektif untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada ibu post seksio sesarea, sehingga sangat disarankan kepada pelayanan keperawatan maternitas dapat menerapkan intervensi ini.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WUS TIDAK MENGUNAKAN IMPLAN DAN IUD DI DESA MUKTILINCIR KECAMATAN KOTA BAHARU KABUPATEN ACEH SINGKIL Mestika Lumbantoruan; Ester Saripati Harianja; Kairina Berutu
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 8, N0 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.46 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v8i2.49

Abstract

ABSTRACTAccording to the World Health Organization (WHO) (2014) the use of contraceptives has increased in many parts of the world, especially in Asia and Latin America and the lowest in sub-Saharan Africa. Low interest against the use of IUD acceptors and implants can be influenced by various factors. To find out the factors that influence the WUS didn't use implants and IUD in the village of Mukti Lincir sub-district of Kota Baharu Aceh Singkil 2018. Type of this research is quantitative research is a descriptive with Cross Sectional design. The population of this research is the whole fertile age couples who do not become acceptors KB. The sample in this research is the Foundation of the entire population samples (total sampling). Results of the research there is a majority of the respondents less knowledge as much as 62.2%, majority of respondents negative attitudes as much as 80%, the majority of the positive partner respondents support as much as 88.9%, the majority of health workers and support the positive as much as 95.6% . The conclusion of the results of the research there is the influence of the knowledge of the use of Implants And IUD in the village of Mukti Lincir sub-district of Kota Baharu  Aceh Singkil 2018 P-value 0,000 ( 0.05), there is the influence of attitude towards the use of Implants And IUD in the village of Mukti Lincir sub-district of Kota Baharu Aceh Singkil 2018 P-value  0,043 ( 0.05), there is no influence of the support the couple against the use of the implant And IUD in the village of Mukti Lincir sub-district of Kota Baharu Aceh Singkil 2018 with the value of the P value 0721 ( 0.05), and there is no health officer support influence against the use of the implant And IUD in the village of Mukti Lincir sub-district of Kota Baharu Aceh Singkil 2018 P-value  0,827 ( 0.05). Expect can affect or increase the knowledge about the importance of the use of contraceptives to child birth and distanced restricts the number of children. Keywords: fertile women, implants, IUD

Page 1 of 2 | Total Record : 12