cover
Contact Name
Fitra Rizal
Contact Email
rizal@iainponorogo.ac.id
Phone
+6281230038302
Journal Mail Official
etihad@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Ponorogo Kampus II Jenangan Ponorogo Jawa Timur Indonesia 63492 Telp. (0352) 3576565 Fax. (0352) 3591451 E-mail: etihad@iainponorogo.ac.id
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance
ISSN : 2807730X     EISSN : 28076915     DOI : https://doi.org/10.21154/etihad
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance accepts original manuscripts in Islamic banking and finance (covering bank and non-bank financial institutions), manuscripts in the form of research reports, case reports, theory application, critical studies and literature reviews.
Articles 104 Documents
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah di Indonesia 2015-2020 Rizal, Fitra; Humaidi, Muchtim
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.564 KB) | DOI: 10.21154/etihad.v1i1.2733

Abstract

This study aims to determine the soundness level of Islamic Commercial Banks (BUS) in Indonesia using the Risk Based Bank Rating (RBBR) method or better known as the RGEC method, includes the Risk Profile, Earning and Capital BUS in Indonesia 2015-2020. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The results showed that, the average NPF BUS 2015-2020 ratio was 3.99%, indicating that BUS was in the healthy predicate. The smaller the NPF, the healthier the bank. The average ROA ratio of BUS 2015-2020 is 1.03%, indicating that BUS is in a fairly healthy predicate. The greater the ROA, the healthier the bank. And the average CAR 2015-2020 ratio of 18.73% indicates that BUS is in a very healthy predicate. The bigger the CAR, the healthier the bank. This fact shows that the performance of BUS in Indonesia needs to be improved so that the profit (ROA) is maximized.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dengan metode Risk Based Bank Rating (RBBR) atau yang lebih dikenal sebagai metode RGEC, mencakup Risk Profile, Earning dan Capital BUS di Indonesia 2015-2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata rasio NPF BUS 2015-2020 sebesar 3,99 % menunjukkan bahwa BUS dalam predikat Sehat. Semakin kecil NPF maka bank semakin sehat. Rata-rata rasio ROA BUS 2015-2020 sebesar 1,03 % menunjukkan bahwa BUS dalam predikat cukup sehat. Semakin besar ROA maka bank semakin sehat. Dan rata-rata rasio CAR BUS 2015-2020 sebesar 18,73 % menunjukkan bahwa BUS dalam predikat sangat sehat. Semakin besar CAR maka bank semakin sehat. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kinerja BUS di Indonesia perlu ditingkatkan agar keuntungan (ROA) yang diperoleh semakin maksimal.
Analisis Perbandingan Efisiensi Pembiayaan BUS dengan BPRS di Jawa Barat Tahun 2017-2019 Islami, Jasmin Bunga; Supriyanto, Trisiladi; Sari, Lili Puspita
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.372 KB) | DOI: 10.21154/etihad.v1i2.3205

Abstract

The development of Islamic banking in Indonesia is increasingly progressing quite rapidly. This development is evidenced by the increasing total number of Islamic commercial banks, as well as the very large number of Islamic people's financing banks. This study aims to investigate the comparison between BUS and BPRS. This study uses a quantitative methodology with data analysis techniques using Data Envelopment Analysis (DEA), and a different test using an independent sample t-test. The population used is 5 Islamic Commercial Banks (BUS) and 5 Sharia People's Financing Banks (BPRS) in West Java with data samples of fixed assets, savings, operational costs, financing, and operating profit. This study uses secondary data sourced from the official website of the Financial Services Authority. The results of this study are that BPRS has a higher average efficiency level than BUS, and there is no significant difference between BUS efficiency and BPRS in 2017, 2018, and 2019 based on DEA CRS and DEA VRS.Berkembangnya perbankan syariah di Indonesia semakin memiliki kemajuan yang cukup pesat. Perkembangan ini dibuktikan dari angka total bank umum syariah yang meningkat, serta angka bank pembiayaan rakyat syariah yang berjumlah sangat besar. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi perbandingan antara BUS dengan BPRS. Penelitian ini memakai metodologi kuantitatif dengan teknik analisis data memakai Data Envelopment Analysis (DEA), serta uji beda menggunakan sampel independent t test. Populasi yang digunakan adalah lima Bank Umum Syariah (BUS) dan lima Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Jawa Barat dengan sampel data aset tetap, simpanan, biaya operasional, pembiayaan, dan laba operasional, kemudian data sekunder yang bersumber dari website resmi Otoritas Jasa Keuangan. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa BPRS memiliki rata-rata tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan BUS, serta tidak terdapatnya perbedaan yang signifikan antara efisiensi BUS dengan BPRS pada tahun 2017, 2018, dan 2019 berdasarkan DEA CRS maupun DEA VRS.
Analisis Penerapan PSAK 105 Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah pada Bank Syariah Indonesia Nadhifah, Isyfa Fuhrotun; Anwar, Aan Zainul
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.3948

Abstract

The growth of Islamic financial institutions is currently relatively fast. Islamic banks have wider opportunities to develop product innovations that do not contain elements of usury (riba) because they use a profit-sharing system. This study aims to analyze the calculation of the profit-sharing of mudharabah muthlaqah financing and to determine the suitability of the application of the calculation of the profit-sharing of mudharabah muthlaqah financing at the Bank Syariah Indonesia or BSI (ex-Bank Syariah Mandiri or BSM) KCP Jepara1  with PSAK 105 Qualitative research method with case study type, data obtained through observation of the implementation of the mudharabah muthlaqoh contract, interviews with managers and customers of BSI KCP Jepara 1 and documentation of forms and documents for implementing the mudharabah muthlaqoh contract. Data validity through source triangulation. The results showed that the profit-sharing principle applied by BSI KCP Jepara 1 in mudharabah muthlaqah financing refers to the profit-sharing principle. The determination of the profit-sharing ratio of mudharabah muthlaqah financing carried out by BSI KCP Jepara 1 is determined jointly between BSI KCP Jepara and its customers which is ultimately set forth in a contract and the ratio is based on the profits earned by BSI KCP Jepara 1. customers and the calculation of profit-sharing for mudharabah muthlaqah financing at BSI KCP Jepara 1 is in accordance with PSAK 105 paragraph 11.Perkembangan lembaga-lembaga keuangan syariah sekarang ini tergolong cepat. Bank syariah mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengembangkan inovasi produk-produknya yang tidak ada unsur riba karena menggunakan sistem bagi hasil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perhitungan bagi hasil pada pembiayaan mudharabah muthlaqah serta untuk mengetahui kesesuaian penerapan perhitungan bagi hasil pembiayaan mudharabah muthlaqah pada Bank Syariah Indonesia (ex Bank Syariah Mandiri) KCP Jepara dengan PSAK 105. Metode penelitian keualitatif dengan jenis studi kasus, data diperoleh melalui observasi pelaksanaan akad mudharabah muthlaqoh, wawancara kepada manajer dan nasabah BSI KCP Jepara 1 (ex BSM) dan dokumentasi dari formulir dan dokumen pelaksanaan akad mudharabah muthlaqoh. Validitas data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian bahwa prinsip bagi hasil yang diterapkan Bank Syariah Mandiri KCP Jepara pada pembiayaan mudharabah muthlaqah mengacu pada prinsip revenue sharing. Penentuan nisbah bagi hasil atas pembiayaan mudharabah muthlaqah yang dilakukan oleh BSI (ex BSM) KCP Jepara 1 ditentukan secara bersama-sama antara BSM KCP Jepara dan nasabahnya yang pada akhirnya tertuang dalam suatu akad dan nisbahnya berdasarkan keuntungan yang diperoleh nasabah. Dan perhitungan bagi hasil pembiayaan mudharabah muthlaqah pada Bank Syariah Mandiri KCP Jepara telah sesuai dengan PSAK 105 paragraf 11.
Sukuk Negara Sebagai Alternatif Pembiayaan APBN di Indonesia Nisak, Khoirun
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.4199

Abstract

The State Budget deficit that has continued for years has forced the government to find out an alternative debt financing other than foreign loans and the issuance of Government Bonds (SUN). In 2008 the government first issued Islamic Bonds (Sukuk Negara/SBSN) as an instrument for financing the budget deficit. After fourteen years, the number of issuance of Sukuk Negara/SBSN has increased every year with various different SBSN series. This research aims to known more about the mechanism for issuing Sukuk Negara and its implementation as an instrument for financing the budget deficit. This research uses a qualitative methodology. Through literature review in this research, it is known that Sukuk Negara have a major role in financing the State Budget deficit and to financing the development of government projects. The issuance of SBSN also plays a role in encouraging the growth of Islamic finance in Indonesia. Defisit APBN yang terus terjadi selama bertahun-tahun membuat pemerintah berupaya untuk mencari alternatif pembiayaan utang selain pinjaman luar negeri dan penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Tahun 2008 pemerintah pertama kali menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen pembiayaan defisit anggaran. Setelah berjalan empat belas tahun, jumlah penerbitan Sukuk Negara mengalami peningkatan setiap tahun dengan berbagai seri SBSN yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mekanisme penerbitan Sukuk Negara dan implementasinya sebagai salah satu instrumen pembiayaan defisit anggaran. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Melalui kajian literatur dalam penelitian ini diketahui bahwa Sukuk Negara memiliki peran besar dalam membiayai defisit APBN dan membiayai pembangunan proyek pemerintah. Penerbitan Sukuk Negara juga berperan dalam mendorong pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia.
Tingkat Kesehatan Perbankan Syariah di Indonesia: Studi Komparatif Menggunakan Metode CAMEL Taufiq, Imam; Rofiqo, Azidni
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.3949

Abstract

As an intermediary institution, Islamic banks are required to always maintain the health of the bank. One way to measure the soundness of a bank by Bank Indonesia regulations is CAMEL. The financial ratios used in the CAMEL method are Capital, Assets, Management, Earnings, and Liquidity. This study aims to determine the soundness of Islamic banking in 2019, and the role of Regulators (Financial Services Authority and Sharia Supervisory Board) in improving bank health. The results of the study show: a) that of the 7 Sharia commercial banks in Indonesia, 3 are in the HEALTHY category, namely Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, and Bank BTPN Syariah. 1 Bank is included in the ENOUGH HEALTHY category, namely Bank BJB Syariah. 2 Banks are in the UNHEALTHY category, namely Bank Bukopin Syariah and Panin Dubai Syariah, and 1 bank is included in the UNHEALTHY category, namely Bank BRI Syariah. b) In supervising and improving bank soundness, OJK has the following authorities: 1) Liquidity, profitability, solvency, asset quality, minimum capital adequacy ratio, maximum lending limit, loan to deposit ratio, and bank reserves, 2) related bank statements with bank health and performance, 3) debtor information system, 4) credit testing; and 5) Bank accounting standards. c) The role of DPS in improving the health of non-financial banks includes: ex-ante auditing, post ante auditing, and calculation and payment of zakat.Sebagai lembaga intermediary, bank Syariah wajib untuk selalu menjaga tingkat kesehatan bank. Salah satu metode untuk mengukur tingkat kesehatan Bank sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia adalah CAMEL. Rasio keuangan yang digunakan dalam metode CAMEL, yaitu : Capital, Assets, Management, Earnings, dan Liquidity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan perbankan Syariah pada tahun 2019, dan peran Regulator (Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan Pengawas Syariah) untuk meningkatkan kesehatan bank. Hasil penelitian menunjukkan : a) bahwa dari 7 bank umum Syariah yang ada di Indonesia, 3 masuk dalam kategori SEHAT yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BTPN Syariah. 1 Bank masuk dalam kategori CUKUP SEHAT yaitu Bank BJB Syariah. 2 Bank masuk dalam kategori KURANG SEHAT yaitu Bank Bukopin Syariah dan Panin Dubai Syariah, dan 1 bank masuk dalam kategori TIDAK SEHAT yaitu Bank BRI Syariah. b) Dalam pengawasan dan peningkatan kesehatan bank, OJK memiliki wewenang yaitu : 1) Likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum, batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan, dan pencadangan bank, 2) Laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank, 3) Sistem informasi debitur, 4) Pengujian kredit (credit testing); dan 5) Standar akuntansi bank. c) Peran DPS dalam peningkatan kesehatan bank non financial antara lain : ex ante auditing, post ante auditing, dan penghitungan dan pembayaran zakat.
Peran Akuntan Syariah dalam Menghadapi Society 5.0 Pada Era VUCA Fitriani, Ajeng Pipit
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.4464

Abstract

The sharia accountant profession faced many challenges in the VUCA era, which was an era full of uncertainty the loss of existing barriers in the business world. It is an obligation for sharia accountants to be able to answer all existing challenges so that they can continue to hold the accountant profession professionally and not abandon sharia principles. This research uses a qualitative approach with literature review analysis taken from various existing sources and relevant to the research discussion. From the results of the analysis carried out, it was found that to face society 5.0 in the VUCA era, there are several strategies that must be carried out by Sharia accountants. The first is to stick to sharia principles, develop digital skills, and be sensitive to technological developments. Based on this discussion, it can be concluded that Sharia accountants have a very large role in facing society 5.0 in the VUCA era which is strategic and consultative.Profesi akuntan syariah menghadapi banyak sekali tantangan pada era VUCA, yang merupakan sebuah era yang penuh dengan ketidakpastian dan hilangnya sekat-sekat yang ada dalam dunia usaha. Menjadi sebuah kewajiban bagi akuntan syariah untuk dapat menjawab seluruh tantangan yang ada hingga dapat terus memegang profesi akuntan dengan profesional dan tidak meninggalkan prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literature review yang diambil dari berbagai sumber yang ada dan relevan dengan pembahasan penelitian. Dari hasil analisis yang dilakukan ditemukan hasil bahwa untuk menghadapi society 5.0 pada era vuca, ada beberapa strategi yang harus dilakukan oleh akuntan syariah. Pertama yaitu berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah, melakukan pengembangan dalam kecakapan digital, serta peka terhadap perkembangan teknologi. Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntan syariah memiliki peran yang sangat besar dalam menghadapi society 5.0 pada era VUCA yang bersifat strategis maupun konsultatif.
Islamic Branding Experience dan Customer Citizenship Behaviour terhadap Keputusan Menggunakan Layanan LinkAja Syariah Safira, Raja Ela; Rahmanto, Dhidhin Noer Ady
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.3953

Abstract

The influence of Islamic branding experience and customer citizenship behavior on the decision to use sharia linkaja services is the focus of this research, this is due to the increasing use of digitalization of sharia finance. The sample used was 252 respondents, the sampling technique used purposive sampling, namely the selection of samples with specified criteria. The results show that partially Islamic branding experience has a significant effect on decisions to use services, then customer citizenship behavior has a positive and significant effect on decisions to use services, which means that the better customer citizenship behavior, the more decisions to use services. Simultaneously, both Islamic branding experience and customer citizenship behavior have a positive and significant effect on decisions to use services simultaneously.Islamic branding experience dan customer citizenship behaviour terhadap keputusan menggunakan layanan linkaja syariah menjadi fokus penelitian dikarenakan meningkatnya penggunaan digitalisasi keuangan syariah. Sample yang diperoleh 252 responden, teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan sample dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial islamic branding experience berpengaruh signifikan terhadap keputusan menggunakan layanan, Selanjutnya customer citizenship behaviour berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan layanan artinya semakin baik customer citizenship behaviour maka semakin meningkatkan keputusan menggunakan layanan. Secara simultan baik islamic branding experience dan customer citizenship behaviour berpengaruh secara bersamaan positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan layanan.
Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF) dan Return on Asset (ROA) Terhadap Total Aset Perbankan Syariah di Indonesia Ariani, Rikka Sri; Parno, Parno; Pratiwi, Angrum
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i1.3958

Abstract

The development of the Islamic banking industry since long ago until now shows that the growth is satisfactory one of them in terms of assets. Islamic banking must maintain the quality of assets to achieve expected profits. With the increase in the quality of assets expected, so as to improve the bank's performance and achievement in profit. The increase in Islamic banking in total assets is influenced by several factors including DPK, FDR, NPF and ROA. To find out the development of Islamic banking in Indonesia. This research aims to find out the influence of Third Party Funds (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF) and Return On Asset (ROA) of Islamic banking in Indonesia, both partially and simultaneously.The study used a decryptive method of analysis with a quantitative approach. The population used as many as 197 populations with sampling techniques that are saturated sampling so that the number of samples used as many as 197 samples. Data collection techniques use documentation techniques in the form of monthly reports by accessing Islamic banking statistics published by OJK. The analytical method used is multiple regression analysis.The results showed that Third Party Funds (DPK) had a significant effect on Total Islamic Banking Assets in Indonesia, Financing to Deposit Ratio (FDR) had a significant positive effect on Total Islamic Banking Assets in Indonesia, Non Performing Financing (NPF) negatively affect Total Islamic Banking Assets in Indonesia, Return On Asset (ROA) had no effect on Total Islamic Banking Assets in Indonesia and DPK,  FDR, NPF and ROA simultaneously affect the total assets of Islamic banking in Indonesia.Perkembangan industri perbankan syariah sejak dulu hingga sekarang menunjukkan bahwasannya pertumbuhan yang memuaskan salah satunya dari segi aset. Perbankan syariah harus menjaga kualitas asetnya untuk mencapai laba yang diharapkan. Dengan meningkatnya kualitas aset yang diharapkan, sehingga dapat meningkatkan pula kinerja bank maupun pencapaian pada laba. Peningkatan perbankan syariah dalam total aset dipengaruhi beberapa faktor diantaranya DPK, FDR, NPF dan ROA. Guna mengetahui perkembangan yang terjadi perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF) dan Return On Asset (ROA) perbankan syariah di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini menggunakan metode dekriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan sebanyak 197 populasi dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 197 sampel, periode pengamatan tahun 2016-2020. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa laporan bulanan dengan mengakses statistik perbankan syariah yang di terbitkan oleh OJK. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh potif signifikan terhadap Total Aset Perbankan Syariah di Indonesia, Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif signifikan terhadap Total Aset Perbankan Syariah di Indonesia, Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif terhadap Total Aset Perbankan Syariah di Indonesia, Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap Total Aset Perbankan Syariah di Indonesia dan DPK, FDR, NPF dan ROA secara simultan berpengaruh terhadap total aset perbankan syariah di Indonesia.
Pengaruh Kepemimpinan Islam Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Karyawan BMT Hasanah Ponorogo Mukaromah, Haniatul
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i2.5072

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic leadership on employee performance through work motivation as an intervening variable at BMT Hasanah Ponorogo. This research was conducted at  BMT Hasanah Ponorogo, and the respondents were employees at the BMT Hasanah Ponorogo. The data type was used as primary data, and the data collection technique used a technical survey with a questionnaire. Analysis of the data in this study using the Submission of a Structural Model (Inner Model) using the SmartPLS analysis tool. Based on the analysis results that have been carried out, the results show that Islamic leadership does not affect employee performance at BMT Hasanah Ponorogo. Islamic leadership positively and significantly affects employee motivation at BMT Hasanah Ponorogo. Motivation positively and significantly affects employee performance at BMT Hasanah Ponorogo. So it can be concluded that to maximize the performance of BMT Hasanah Ponorogo employees, the company must maintain and improve Islamic leadership and work motivation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan Islam terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai variable intervening pada BMT Hasanah Ponorogo. Penelitian ini dilakukan di BMT Hasanah Ponorogo dan yang menjadi responden penelitian ini adalah karyawan BMT Hasanah Ponorogo.  Jenis data yang digunakan adalah data primer dan teknik pengumpulan data menggunakan teknis survey dengan alat bantu kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Pengajuan Model Struktural (Inner Model) dengan menggunakan alat analisis SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Kepemimpinan Islam tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada BMT Hasanah Ponorogo. Kepemimpinan Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi karyawan pada BMT Hasanah Ponorogo. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada BMT Hasanah Ponorogo. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk lebih memaksimalkan kinerja karyawan BMT Hasanah Ponorogo maka perusahaan harus menjaga dan meningkatkan kepemimpinan Islam dan motivasi kerja.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Masyarakat Muslim untuk Mengadopsi Asuransi Syariah di Indonesia Albanna, Hasan; Nurdany, Achmad
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v2i2.3968

Abstract

The growth of Islamic insurance in Indonesia has experienced significant growth. On the other hand, the market share of Islamic insurance in Indonesia is still at 5%. As a country with a Muslim majority population, it is essential to know the factors that influence the interest of Muslims to adopt Sharia insurance in Indonesia. In this study, the author tries to analyze the factors that influence a Muslim's interest in adopting Sharia insurance in Indonesia. This study uses the theory of the planned behavior approach. The study results show that the variables of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control have a positive and significant influence on the interest of a Muslim to adopt Sharia insurance in Indonesia. The theory of planned behavior is the main factor for Muslim communities to use sharia insurance. Islamic insurance companies need to pay attention to subjective norms, perceived moral control, and public attitudes in promotions to increase the number of new customers.Pertumbuhan asuransi Syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada sisi lain, market share asuransi Syariah di indonesia masih di angka 5%. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka penting untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat seorang muslim untuk mengadopsi asuransi Syariah di Indonesia. Pada penelitian ini, penulis mencoba menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat seorang muslim untuk menagdopsi asuransi Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan theory of planned behavior. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya variable sikap, subjective norm dan perceived behavioral control memengaruhi secara positif dan signifikan terhadap minat seorang muslim untuk menagdopsi asurani Syariah di Indonesia. Theory of planned behavior merupakan faktor utama masyarakat muslim menggunakan asuransi syariah. Perusahaan asuransi syariah perlu memperhatikan subjective norm, perceived bahvioral control dan sikap masyarakat dalam melakukan promosi untuk menambah jumlah nasabah baru.

Page 2 of 11 | Total Record : 104