cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Program Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Sosiologi" : 36 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MEMANFAATKAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PEDESAAN (STUDI KELUARGA MISKIN DI DESA TELUK PAKEDAI II KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA Adnan, Wan
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.877 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Memanfaatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan (Studi Keluarga Miskin Di Desa Teluk Pakedai II Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya peningkatan kesejahteraan keluarga memanfaatkan Program PNPM Mandiri Pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif didukung dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi sebagai pengumpulan data, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 keluarga Desa Teluk Pakedai II Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian secara umum dapat dijelaskan bahwa, upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Teluk Pakedai II untuk memanfaatkan program PNPM Mandiri pedesaan dilakukan dengan cara bercocok tanam, berkebun, menjadi nelayan, serta berdagang. Hal lain adalah mencari pekerjaan sampingan dengan cara menggarap tanah / kebun milik orang, menjadi buruh dari kebun / tanah orang, menjadi buruh cuci, sebagai pembantu rumah tangga, dan sebagainya, serta bantuan yang diberikan oleh pemerintah (PNPM) sebagai harapan bagi masyarakat dalam membantu keluarga miskin, menambah penghasilan, membantu kehidupan keluarga, menambah keterampilan, adanya bantuan modal sehingga memungkinkan keluarga miskin dapat bertahan hidup. Kata kunci: Upaya Peningkatan Kesejahteraan, Program PNPM Mandiri
INTERAKSI ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM MENGHADAPI TEKNOLOGI KOMUNIKASI INTERNET (STUDI PADA SMA RAHADI USMAN) E/01210007 - 2013, Heru Wahyu Pamungkas
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.895 KB)

Abstract

Interaksi dan komunikasi orang tua terhadap anak serta bagaimana orang tua memperlakukan anak remajanya memberikan pengaruh terhadap sikap remaja yang jika berkelanjutan akan berkembang menjadi karakter yang terbentuk pada diri anak. Demikian juga halnya remaja dengan penggunaan teknologi internet, sikap orang tua terhadap aktivitas remaja ini akan memberikan pengaruh terhadap terbentuknya karakter yang dapat menyaring dampak teknologi internet sehingga remaja tidak terjerumus ke dalam ketagihan yang akan membuat karakter positif mereka menjadi merosot. Interaksi orang tua dengan anak dalam menghadapi dampak teknologi merupakan  media yang ampuh sebagai media pendidikan bagi anak, dan seharusnya menjadi priorotas utama. Namun yang terjadi justru sebaliknya.Media lebih banyak mengarah pada penurunan nilai moral, seperti keekrasan dan pornografi.Keluarga diharapkan dapat membentengi putra putrinya, oleh sebab itu keluarga harus cerdas dalam berinteraksi dengan media.Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi secara terbuka antar keluarga yang diharapkan dapat menjadi bekal mereka dalam mendidik anak-anak berinteraksi dengan teknologi. Upaya orang tua dalam membantu anak mengahdapi dampak teknologi dapat dilakukan dengan cara memberikan pengawasan yang terus menerus, melakukan komunikasi secara terbuka dan seimbang, serta memberikan pendidikan agama sedini mungkin agar anak dapat mengerti hal yang baik dan buruk, Serta mengajarkan kepada anak untuk menghargai orang tua.
PERANAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK E/01212009 - 2016, Sri Murni
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisa peranan keluarga selaku motivator, fasilitator dan mediator dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Pontianak Tenggara serta faktor penghambat dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran keluarga sebagai motivator, fasilitator dan mediator dalam rangka upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Pontianak Tenggara belum berjalan maksimal karena masih ada anak remajanya yang terlibat sebagai korban narkoba. Belum maksimalnya peran keluarga tersebut terlihat dari beberapa kondisi seperti : pengasuhan anak belum dilaksanakan dengan baik, belum mampu menunjukkan teladan dan mewujudkan diri sebagai motivator, fasilitator dan mediator untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, belum terbangunnya komunikasi yang baik kepada anak, kurangnya penanaman disiplin sejak usia dini, kurangnya pengawasan terhadap pergaulan anak dan lingkungan anak baik itu pergaulan dilingkungan keluarga maupun tempat dimana anak sering beraktivitas seperti disekolah dan lingkungan luar. Dalam rangka mewujudkan peran keluarga sebagai motivator, fasilitator dan mediator diharapkan orang tua, mampu memberikan dampak pada perubahan pada berbabagai aspek kehidupan anak remajanya baik secara fisik, sosial, ekonomi psikologi dan kultur/budaya. Pentingnya perwujudan hal ini juga berkaitan secara langsung terhadap kehidupan masa depan anak, bangsa dan Negara.
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUBU RAYA E/2082131014 - 2016, M. Nurdin Tawil
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan mengenai proses pelayanan Akta kelahiran yang terjadi di daerah Kabupaten Kubu Raya ini cukup menarik untuk diteliti mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum mempunyai akta kelahiran disebabkan masyarakat malas mengurus akta kelahiran karena beranggapan prosedur pelayanan yang panjang dan banyak memerlukan persyaratan dan menyita waktu mereka. Melalui penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengetahui kondisi sebenarnya menyangkut pelayanan Akta kelahiran terhadap masyarakat melalui ukuran tingkat partisipasi masyarakatnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada 2 aspek yang sangat mempengaruhi proses pelayanan akta kelahiran  tersebut diantaranya : 1. Sarana dan Prasarana, 2. Kualitas sumber daya manusia. Sarana dan prasarana yang ada di kantor Dinas Pencatatan Sipil Kabupaten Kubu Raya  yang meliputi fasilitas fisik dan peralatan pendukung yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan akta kelahiran cukup lengkap, sedangkan  kualitas sumber daya manusia  cukup baik. Kualitas sumber daya manusia yang dinilai cukup baik pada indikator kejelasan aparatur pelayanan publik, kedisiplinan aparatur pelayanan publik, tanggung jawab aparatur pelayanan publik, kemampuan aparatur pelayanan publik, kecepatan aparatur pelayanan publik, keadilan aparatur pelayanan publik, serta kesopanan dan keramahan aparatur pelayanan publik.
PERILAKU SOSIAL REMAJA PENGGUNA HANDPHONE DI DESA DURIAN, KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBURAYA E/2082141001 - 2017, Marsela Yulita
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handphone terus membanjiri pasar global, tidak hanya di kota-kota tetapi sudah sampai ke desa-desa. Aplikasi layanannyapun semakin canggih dan mampu melayani banyak kebutuhan dan keinginan manusia. Para remaja di desa sudah memakai handphone yang canggih, hampir semua tersambung ke internet. Kalau remaja di desa saja sudah sampai sejauh itu, apalagi remaja yang di kota, sudah akrab dengan internet dan penggunaannya. Kemajuannya yang sangat pesat, tidak ditunjang edukasi penggunaan tentang keuntungan dan bahaya penggunaan handphone dengan banyak aplikasi. Sejalan dengan hal ini orang tua memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai handphone dan penggunaannya. Motivasi remaja menggunakan handphone terutama bukan kebutuhan tetapi keinginan dan kesenangan seperti untuk game online. Sedangkan kegunaan untuk menunjang kerja dan tugas tidak menjadi urutan pertama dalam jawaban para remaja. Orang tua hanya menegur dan mengeluh saja, hal ini tidak menjawab persoalan para remaja. Penyimpangan yang dilakukan para remaja dalam penggunaan handphone menyebabkan perilaku remaja yang destruktif. Perilaku positif dalam menggunakan handphone merupakan keinginan dan harapan yang besar karena sangat konstruktif untuk mendukung kehidupan remaja di masa mendatang. Hal-hal yang konstruktif itu pada waktunya akan tampak perilaku remaja yang produktif dan kompetitif di lingkungan sosial kehidupannya
PERANAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi di SD Negeri 22 Mengkudu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas) karmawan, karmawan
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.363 KB)

Abstract

SD Negeri No. 22 Mengkudu termasuk sekolah yang diminati. Semuanya, tidak lepas dari usaha pihak sekolah serta kondisi masyarakat disekitarnya yang mendukung keberadaan sekolah tersebut. Keadaan yang menarik untuk diteliti adalah mayoritas orang tua siswa dan masyarakatnya bekerja sebagai petani, tetapi kenyataannya siswa diluar jam sekolah senang bermain dan menonton hiburan dari pada belajar. Adapun masalah penelitian ini terkait tentang hambatan orang tua dalam motivasi anaknya, solusi orang tua dalam motivasi anaknya dan kerjasama orang tua dengan pihak sekolah dalam memotivasi anaknya untuk belajar di lingkungan SDN 22 Mengkudu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Data utamanya Orang tua siswa dan data tambahan pihak sekolah dan siswa. Teknik pengambilan sampelnya dengan purposive sampling, berupa 50 responden Orangtua siswa dan seorang guru kelas dan kepala sekolah. Setting penelitian dimana peneliti mengungkapkan status sebagai peneliti agar responden dapat memberikan informasi yang objektif. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sehingga mempengaruhi peranan orang tua dalam mendidik anaknya diluar jam sekolah. Waktu penelitian selama empat bulan. Teknik pengumpulan data meliputi (a) observasi, (b) wawancara, (c) dokumentasi. Analisa data berupa reduksi dan disply data. Pengecekan Keabsahan Data berupa triagulasi dan member check. Hasil dari penelitian ini ditemukan : (a) Hambatan orang tua dalam memotivasi anaknya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa berupa kesibukan kerja orang tua ke sawah. (b) Kurangnya pemahaman orang tua pentingnya dukungan belajar sehingga belum ada bentuk yang tepat dilakukan orang tua dalam motuvasi anaknya . (c) Kerjasama yang dilakukan pihak sekolah untuk menjalin kerjasama dengan orang tua dengan mewajibkan setiap siswa untuk melaksanakan jam wajib belajar dimalam hari ditempat masing-masing. Khusus, untuk menghadapi Ujian Nasional siswa juga diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan / les private di Sekolah. Secara teknis dalam kegiatan ini setiap siswa dibekali buku kegiatan didalamnya siswa menuliskan setiap kegiatan les yang ia lakukan dengan ditandatangani guru les dan orang tuanya dengan tujuan untuk mengontrol siswa tersebut bahwa mereka keluar rumah benar-benar untuk mengikuti pelajaran tambahan/les private dan bukan untuk pergi bermain. Kata Kunci : Peranan Keluarga, Motivasi Belajar, Siswa
KOHESI SOSIAL ETNIS MADURA DAN MELAYU DI KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH STUDI KASUS DI SUNGAI BAKAU BESAR DARAT Tianus, Abdullah E/2081151006 - 2017
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan asimilasi sosial Muallaf Tionghoa di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Hasil penelitian mendeskripsikan beberapa hasil temuan seperti: 1. Kondisi Sosial Kelompok Muallaf Tionghoa di Kecamatan Pontianak Barat, ada beberapa hal yang didapat seperti: masuk Islam karena menikah, mendapatkan hidayah dari Allah SWT, sudah mengenal dunia Islam sebelumnya, melihat manfaat serta perubahan dari kehidupan seperti rasa puas, kedamaian, kesejahteraan, kesabaran dan tingkat mensyukuri nikmat sangat tinggi, membawa barokah, ingin mendapatkan ketenangan jiwa dan kesucian hati dalam menenjalani kehidupan. 2. Proses pengislaman para muallaf Tionghoa diantaranya: melalui pengurus agama (tokoh agama) setempat, melalui Kantor Urusan Agama (KUA), melalui perantaran orang tua angkat, melalui Tokoh masyarakat dan agama, 3. Proses asimilasi Muallaf Tionghoa diantaranya: hubungan belum berjalan baik dengan tetangga baru yang beragama Islam, belum sepenuhnya berani untuk melakukan pengamalan ajaran baru yaitu agama Islam, melakukan pembaruan kehidupan serta menentukan kehidupan yang baik dengan harapan selalu menjalankan ibadah serta bertingkah laku sesuai ajaran Islam, 4. Hambatan-hambatan seperti: 1. Hubungan sesama tertutup, 2. Pengangguran yang banyak, 3. Motivasi serta semangat hidup lemah atau kurang mau bekerja keras, kurang menghargai kualitas dan kemampuan diri, berorientasi pribadi diatas kepentingan umum, proses komunikasi tidak terbangun baik, pengakuan terhadap keberadaannya dalam dunia baru belum sepenuhnya, kurangnya waktu belajar agama Islam, minimnya guru, beribadah masih mengharapkan hal nyata, mengedapan ekonomi dalam setiap hal dilakukan, keterlibatan oraganisasi pembinaan baik itu formal maupun nonformal masih sangat kurang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR BALAI TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA (STUDI KASUS DESA GUNUNG SEMBILAN) /E11210016, Yudhi Dwi Sepriyanto
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.495 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat di sekitar Balai Taman Nasional Gunung Palung merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus martabatnya secara wajar, sehingga masyarakat dapat hidup mandiri serta berani memutuskan untuk menerima, memilih atau bahkan menolak tawaran kerjasama apabila memang tidak dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan nasional. Namun, kapasitas masyarakatnya untuk mengelola masalah dan mencari solusi dengan kemampuan sendiri masih sangat kurang dan perlu bimbingan, rasa memiliki dan tangung jawab terhadap program masih sangat rendah walaupun Pemerintah sudah memberikan akses kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan Balai Taman Nasional Gunung Palung. Dimasa mendatang diharapkan mayarakat sekitar dapat benar-benar memanfaatkan potensi di sekitar Taman Nasional Gunung Palung bagi pemberdayaan dan sebagai wadah pengembangan kemandiriannya.
KEMISKINAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Suhari, Suhari
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat nelayan tradisional di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari 62 jiwa atau 37,1% penduduknya tergolong dalam kelompok masyarakat miskin. Kemiskinan nelayan tradisional di daerah ini memiliki tiga pola kemiskinan yaitu natural, kultural dan struktural. Dari pola tersebut, pola yang paling dominan adalah kemiskinan natural dan kemiskinan struktural berdasarkan indikator pola hidup, tempat tinggal, penghasilan dan sumber daya.
PERUBAHAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DAYAK PANGKODAN KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU (STUDI KASUS TENTANG PERUBAHAN SOSIAL TRADISI ADAT NOSUMINU) E/2081131004 - 2017, Martius. A
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah umum dalam penelitian ini adalah : Mengapa terjadi pergeseran ritual inti Nosuminu Podi dan ritual mibu podi wa jurong serta alat musik tradisional bergeser ke alat musik modern pada masyarakat Dayak Pangkodan  dalam tradisi adat Nosuminu di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau ?”.  Penelitian ini menghasilkan yaitu: Pergeseran inti dari pesta adat Nosuminu, yaitu mengambil minu podi wa muuh ( mengambil semangat padi di ladang),  dan mibu podi wa jurong sudah tidak ada lagi, karena hasil panen dan lahan ladang berpindah-pindah sudah sedikit. Kedua ritual diatas pada masa sekarang diganti dengan melakukan doa di gereja. Begitu juga pergeseran pemakaian alat musik tradisional (gong dan gendang) bergeser menjadi alat musik modern yaitu keyboard dan VCD, yang menyebabkan pelaksanaan hiburan yang gratis menjadi hiburan yang mencari keuntungan. Faktor-faktor yann menyebabkan pergeseran / perubahan sosial  sebagai berikut : faktor internal yaitu 1) Lahan untuk membuat ladang berpindah-pindah sudah sedikit  ; 2) Peran  ketua adat berkurang ; 3) Bentuk dan kondisi rumah dan faktor eksternal: 1) Kebijakan pemerintah tentang pemerintahan Desa; 2) Masuknya Pendidikan; 3) Masuknya agama. Solusinya adalah mencintai  dan melindungi  tradisi adat Nosuminu . Generasi penerus  harus mempelajari dan mengenal lebih dalam tradisi adat Nosuminu agar timbul didalam diri seseorang untuk menjaga tradisi adat Nosuminu dari pengaruh kebudayaan luar yang negatif. Upaya-upaya pemerintah daerah  antara lain mengoptimalisasi peran dan mendorong  sinergisitas antara Pemerintah, Provinsi dan Kabupaten/Kota, mendorong peran serta ormas / LSM bidang kebudayaan, lembaga adat, dan tokoh masyarakat serta mengoptimalisasi alokasi anggaran dan fasilitasi dalam melestarikan tradisi adat Nosuminu.

Page 2 of 4 | Total Record : 36