cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Program Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Sosiologi" : 36 Documents clear
AKULTURASI BUDAYA ANTARA ETNIS MADURA DAN MELAYU DI DESA KUALA MANDOR A KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA E/2081151004 - 2017, Abdus Syakur
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses akulturasi budaya antara etnis Madura dan Melayu di Desa Kuala Mandor A, serta menganalisis faktor apa saja yang mendukung terjadinya akulturasi budaya antara etnis Madura dan Melayu di Desa Kuala Mandor A. Pertanyaan yang ingin peneliti jawab dalam penelitian ini adalah: (1) Bentuk-bentuk Akulturasi budaya antara etnis Madura dan Melayu di Desa Kuala Mandor A. (2) Proses aplikasi Akulturasi budaya antara etnis Madura dan Melayu di Desa Kuala Mandor A. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa, akulturasi budaya antara etnis Madura dan Melayu di Desa Kuala Mandor A berjalan dengan baik dan harmonis, hal ini didasarkan pada: (1) Kesadaran dan keterbukaan masyarakat setempat akan interaksi yang baik dari bahasa yang digunakan baik dari etnis Madura dan Melayu, sehingga ketika mereka berinteraksi dengan berbeda etnis sma-sama sling mencoba untuk memahami. (2) Keselarasan dalam melaksanaka aktifitas keagamaan, meskipun mempunyai kegiatan keagamaan yang berbeda, namun mereka juga membentuk kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. (3) Sikap kekerabatan yang sama-sama dirasaan oleh masyarakt Desa Kuala Mandor A khususnya etnis Madura dan Melayu. Hal ini dirasakan mana kala terjadi pernikahan silang atau diantara kedua etnis tersebut. (4) Integrasi antara etnis tersebut bisa kita lihat dari kegiatan-kegiatan sosial seperti gotong royong, acara tahunan dan lain-lain yang dilakukan secara bersama dan berkesinambingan sehingga membentuk hubungan yang sangat baik.
KONTROL SOSIAL TOKOH MASYARAKAT (USTAD) DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN PERILAKU REMAJA DI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KUBU RAYA Alias, Muhammad
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.458 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengambarkan kontrol sosial tokoh masyakat dalam mengendalikan kenakalan sosial remaja , dan untuk mengidentifikasi jenis kenakalan remaja serta mengetahui faktor penyebab kenakalan sosial remaja di Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya tahun 2012. Hasil penelitian penunjukkan jenis kenakalan remaja yang paling dominan dilakukan remaja adalah merokok, judi billiar dan pergaulan bebas. Dan penyebab kenakalan tersebut faktor diri sendiri, keluarga yang kurang harmonis, kurang komunikatif, kurang teladan dari kedua orang tua atau keluarga lainnya, tidak tegas dalam setiap penyimpangan dan faktor dari lingkungan pergaulan remaja serta Mass Media yang dapat di akses dimana saja. Keterlibatan ustaz dalam mengendalikan kenakalan tersebut dengan pendekatan preventif dengan memberikan penyuluhan, nasehat agama kepada remaja, warga baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pengajian yang diselenggarakan setiap seminggu sekali atau kesempatan lainnya. Dalam pendekatan refresif dengan menegur, memberikan sangsi pada pelaku tidak dilaksanakan. Dalam penelitian juga ditemukan pendekatan kuratif berupa melakukan pembinaan yang terlibat dalam kenakalan sosial tidak pernah dilakukan oleh para ustazd. Kata Kunci : kenakalan, kontrol Sosial
DAMPAK PENYELENGGARAAN PERLOMBAAN DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI KALIMANTAN BARAT (STUDI DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA) Yusuf, Ade M
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkapkan proses serta dampak penyelenggaraan Perlombaan Desa di Desa Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan perlombaan desa sudah berjalan dengan baik, namun kurang memberikan dampak terhadap pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Hal ini disebabkan antara lain waktu pembinaan yang singkat, materi pembinaan yang terlalu banyak atau sedikit tapi tidak tepat sasaran, sumber daya manusia yang relatif rendah serta tidak ada pembinaan yang berkelanjutan pasca perlombaan, baik oleh pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat untuk mengevaluasi hasil pembangunan 2 (dua) tahun terakhir dengan masyarakat sebagai penggeraknya.Masyarakat sendiri setelah usainya kegiatan tersebut mereka telah disibukkan dengan rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah Kabupaten, Provinsi Kalimantan Barat dan Kementerian Dalam Negeri dengan masyarakat untuk mencari solusi dan implementasi tentang pengelolaan penyelenggaraan perlombaan Desa yang professional dan pro rakyat. Kata Kunci : Dampak, Perlombaan Desa, Pemberdayaan Masyarakat.
PEMBANGUNAN SOSIAL MASYARAKAT PERBATASAN DI KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT Mufizar, Mufizar
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.921 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah Pembangunan Sosial Masyarakat Perbatasan Di Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Objek penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sajingan Besar yang merupakan satu Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia. Tujuan dari penelitian ini adalah. Pertama, penulis ingin mengidentifikasi dan mengambarkan proses- proses pembangunan sosial dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Kedua, Penulis ingin menganalisis dampak dari proses-proses pembangunan sosial daerah perbatasan yang terjadi setelah dibukanya lintas batas antara Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas dan Serawak (Malaysia timur). Ketiga ingin mengetahui dan mengungkapkan hambatan- hambatan yang terjadi dalam proses pembangunan sosial masyarakat perbatasan, hal yang paling mencolok dan sangat diperlukan pengembangannya segera adalah pengembangan di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan dan pengentasan kemiskinan terdapat kesan kuat bahwa wilayah perbatasan terkesan tertinggal di tiga bidang tersebut. Kata Kunci: Perbatasan, Pendidikan, Kesehatan dan Kemiskinan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KOPERASI CREDIT UNION (CU) Studi Pada CU. Khatulistiwa Bakti Pontianak Barombo, Ayub
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.313 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Credit Union selain itu juga untuk mengetahui bentuk-bentuk produk yang diberikan kepada para anggotanya. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Credit Union (CU) sebagai suatu lembaga masyarakat, dalam kegiatannya secara tidak langsung menerapkan proses pemberdayaan masyarakat karena koperasi CU mewadahi masyarakat dalam hal pengembangan ekonomi dan sosial. Pengurus CU. Khatulistiwa Bakti memiliki komitmen untuk mensejahterakan anggotanya dengan mengedepankan anggotanya selaku pelaku ekonominya. Selain itu pula dengan peningkatan kesejahteraan/pendapatan maka terjadi pula perubahan nilai kehidupan sosial di tengah masyarakat. Hal ini sebagai hasil kerja keras yang dilakukan oleh seseorang yang akan membuahkan keberhasilan. Keberhasilan ini berdampak pada perubahan-perubahan baik dalam diri pribadinya maupun terhadap lingkungan masyarakat. Kata Kunci : CU, Pemberdayaan Masyarakat, Perubahan.
PERUBAHAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL MASYARAKAT PELADANG BERPINDAH (Nilai-Nilai Budaya ‘’ Balale” Pada Masyarakat Dayak Kanayatn Dusun Pudak Desa Amawang Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah) E/2081141009 - 2016, Rositah
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun judul penelitian ini ‘’ Perubahan Nilai-Nilai Budaya Lokal Masyarakat Peladang Berpindah (Nilai-Nilai Budaya ‘’ Balale”  Pada Masyarakat  Dayak Kanayatn Dusun Pudak Desa Amawang Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah), perubahan yang dibahas dalam penelitian ini merupakan suatu perubahan budaya lokal secara khusus membahas nilai-nilai budaya balale baik nilai budaya lokal masa lalu maupun masa kini. Melihat perubahan nilai budaya serta melihat faktor-faktor perubahan. Adapun Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis nilai-nilai budaya lokal balale masa lalu dan masa kini serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai-nilai budaya balale pada masyarakat peladang berpindah Dayak Kanayatn dusun Pudak Desa Amawang. Penelitian ini mengunakan kualitatif. Subjek penelitian meliputi:Masyarakat Dayak Kanayatn, petani peladang berpindah, tokoh masyarakat, kepala adat dan kepala dusun dan pasirah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya perubahan nilai-nilai budaya lokal pada kegiatan balale masyarakat peladang berpindah ditinjau dari nilai budaya lokal kegiatan balale masa lalu dan kini baik ditinjau dari budaya upacara adat balale sampai kepada pola interaksi sosial, pola tingkah laku dan serta kerjasama yang sudah mulai memudar dan menghilang dari kehidupan masyarakat peladang berpindah.
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENJALANKAN FUNGSINYA DI DESA AMAWAKNG KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK E/2082131001, Witwilianus Brodus
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa hambatan-hambatan peranan Badan Perwakilan Desa (BPD) dalam menjalankan fungsinya di desa Amawakng kecamatan Sompak kabupaten Landak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan informan penelitian ini antara lain ketua dan anggota BPD, Kepala Dusun dan Kepala Desa di desa Amawakng kecamatan Sompak kabupaten Landak sebanyak 5 dari pengurus BPD, 1 orang Kepala Dusun, dan 1 orang Kepala Desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan BPD dalam menjalankan fungsinya diantaranya diketahui dalam membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa sudah terlaksana dengan baik, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa sudah dilaksanakan tetapi belum optimal dan fungsi melakukan pengawasan kinerja kepala desa sudah terlaksana dengan baik. Adapun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan tersebut adalah bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami tugas yang diemban oleh BPD, minimnya sarana dan prasarana, minimnya SDM yang dimiliki oleh BPD, dan dana operasional yang tidak mencukupi. Adapun usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, meningkatkan fasilitas yang kurang dengan menghemat sumber daya, dan perampingan kepengurusan.
PENGUATAN INSTITUSI LOKAL DALAM UPAYAMENJAGA KELESTARIAN HUTAN DI DESA TUNGGUL BOYOK KECAMATAN BONTI KABUPATEN SANGGAU E/01211011, Muhamad Idham
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Tunggul Boyok telah melaksanakan kegiatan pelestarian hutan dengan baik. Keberadaan kelompok tani ditengah masyarakat Desa Tunggul Boyok sangat membantu kemajuan dalam upaya pembangunan masyarakat yang lebih luas, karena dari kelompok tani ini akan didapat informasi dan innovasi yang memungkinkan masyarakat membangun dirinya sendiri.   Kelompok tani di Desa Tunggul Boyok telah melakukan kegiatan berbagai macam yang mengarah pada kelestarian hutan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mengikutsertakan masyarakat lainnya untuk berusaha menanam kembali bekas lading dengan macam – macam tanaman. Bebarapa factor penghambat dalam upaya pelestarian hutan di DesaTunggul Boyok antara lain :1) usaha masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari di luar sector kehutanan pada beberapa tempat/dusun belum dapat menunjang kebutuhan hidupnya, usaha pertanian dan perkebunan belum mencukupi, 2) dengan bertambahnya jumlah penduduk, berarti semakin besar kebutuhan hidup terutama dari hasil hutan dan lahan sehingga keadaan ini dapat mengancam potensi hutan yang ada, 3) rendahnya dukungan pemerintah kabupaten terhadap program pemberdayaan terhadap masyarakat melalui kegiatan kelompok tani di desa Tunggul Boyok serta kualitas sumber daya manusia di desa ini masih relative rendah.
PENGUATAN KELEMBAGAAN LOKAL PERIAU SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN MADU HUTAN (PENELITIAN PARTISIPATIF PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ASSOSIASI PERIAU DANAU SENTARUM KABUPATEN KAPUAS HULU) E/2082131005 - 2016, Herculana Ersinta
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan tropis sangat penting bagi manusia sebagai sistem pendukung kehidupan, namun saat ini mengalami degradasi sangat pesat akibat pola pengelolaan yang tidak partisipatif. Salah satu implikasi kerusakan hutan adalah menurunnya produksi madu hutan di Taman Nasional Danau Sentarum. Pemeliharaan hutan akan efektif apabila masyarakat sekitar hutan ikut berperan aktif mengelola dan menjaga hutan, memperoleh manfaat ekonomi dan ekologi langsung secara berkelanjutan. Potensi madu hutan Kapuas Hulu memiliki prospek yang sangat potensial dalam meningkatkan pendapatan masyarakat lokal serta sebagai modal pembangunan wilayah. Bagi kelompok periau Danau Sentarum, pengorganisasian merupakan kegiatan inti, sebagai wadah proses pengambilan keputusan masyarakat  secara berkelompok, terorganisasi dan bertanggungjawab. Empat hal penting dalam proses pengorganisasian Assosiasi Periau Danau Sentarum adalah 1) Standar Internal APDS, 2) Praktek panen madu lestari, 3) Sistem Pengawasan Internal dan 4) Good Governance. Pengorganisasian dan Pemberdayaan APDS berkembang baik dan pengelolaan madu hutan organik memperlihatkan hasil konkrit. Organisasi ini meletakkan dasar-dasar pembuatan standar mekanisme organisasi yang mengandalkan pengawasan internal. APDS mendapatkan Sertifikat Pangan Organik pertama untuk madu hutan dari BIOCert. Melalui pengelolaan madu hutan organis dan partisipatif, madu hutan organis terbaik dihasilkan, hutan rawa Danau Sentarum lebih terjaga, Insentif ekonomi diperoleh langsung oleh masyarakat, kesiapan masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak luar semakin berkembang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERKOTAAAN DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK E/01212025 - 2016, Syarif Mahmud
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.536 KB)

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk membuat masyarakat menjadi berdaya melalui upaya pembelajaran  mereka mampu untuk mengelola dan bertanggung jawab atas program pembangunan dalam komunitasnya.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pemberdayaan masyarakat pada kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kecamatan Pontianak Timut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pemungkinan pada program PNPM Mandiri Perkotaan Di Kecamatan Pontianak Timur, masyarakat mendapatkan pelatihan pengembangan masyarakat. Melalui penyokongan pada program PNPM, masyarakat mampu menilai lingkungan sosial ekonominya serta mampu mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu dilakukan perbaikan. Penyokongan pada program PNPM telah mewujudkan masyarakat yang mandiri berkelanjutan.Ditinjau dari aspek pengembangan  penguatan  masyarakat di Kecamatan Pontianak Timur bisa dikatakan telah memiliki kesadaran yang cukup baik terkait dengan pembangunan lingkungannya.  Pemberdayaan Masyarakat MelaluiPerlindungan pada Program PNPM Mandiri Perkotaan yang meliputi rangkaian kegiatan Rembug Kesiapan Masyarakat (RKM), penjaringan relawan, Pemetaan Swadaya (PS), pembangunan Badan Keswadayaaan  Masyarakat (BKM), dan penyusunan  PJM Pronangkis, maka secara politis masyarakat telah terlibat dan telah memiliki peran dalam pengelolaan pembangunan dalam komunitasnya.

Page 1 of 4 | Total Record : 36