cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Program Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Sosiologi" : 36 Documents clear
Social Assimilation Of Tionghua Muallaf (Converted Muslim) Residing In West Pontianak County Baharuddin, Baharuddin
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.202 KB)

Abstract

This research aims at describing a social assimilation of Tionghua muallaf (converted Muslim) residing in West Pontianak County, Pontianak City of West Kalimantan. There are several important findings of this work with regards to the Tionghua muallaf including; Social Condition Group of Tionghoa Muallaf In West Pontianak District, Assimilate Process of Tionghoa Muallaf After Entering Islam, and Resistances Group of Tionghoa Muallaf. The social condition of the muallaf suggests that they convert to Islam due to several reasons including their new marital life, receiving hidayah (guidance) from Allah, having knowledge about Islam before converting to Islam, having seen the benefits and chances in their life such as satisfaction, peace, prosperity, patient, high respect to gifts from Allah and wanting to have a better life and clean heart in life.The convert process includes through religious clerics, the local offices of religious affair (Kantor Urusan Agama), extended parents and respected public figures; the assimilation process of the Tionghua muallaf shows that the Tionghua muallaf have not had better social relation with their Muslim neighbors, not been courageous enough to practice their Islam in public sphere, not done better assimilation within their new communities and not decided their direction of their new life with Islam; the discussion of constrain issues of the Tionghua muallaf indicate that they practice close relation within them, do not have jobs, do not have good motivations of life due to their lacks of hard work courage, they are low respect to their opportunities and self capabilities, selfish and less public care, good communication, less understanding of their new life, do not have enough time to study Islam due to the limitation of available teachers, practice Islam with instant hopes, think about economic benefits in all activities and are less involved in both formal and informal religious support institutions. Based on the above findings the work proposes some important recommendations including (1) it is important to encourage/develop a better relationship model; (2) it is also important to encourage/develop an Islamic and based-on-Quran-and-Hadist environment for the Tionghua muallaf; (3) if there is any problems and issues related to practicing Islam the muallaf should soon ask Islamic clerics and teachers; (4) it is important to give guidance and care to the muallaf having low courage to maximally practice their new religion; and (5) there should be a call to practice harmonic life within the Tionghua muallaf with better daily interaction, care and hospitality. Key words: assimilation, muallaf and Tionghua
KOHESI SOSIAL ETNIS MADURA DAN MELAYU DI KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH STUDI KASUS DI SUNGAI BAKAU BESAR DARAT E/2081151006 - 2017, Abdullah
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan Asimilasai Sosial Muallaf Tionghoa di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.Hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan seperti: 1. Kondisi Sosial Kelompok Muallaf Tionghoa Di Kecamatan Pontianak Barat, ada beberapa hal yang didapat seperti: masuk Islam karena menikah, mendapatkan hidayat dari Allah SWT, sudah mengenal dunia Islam sebelumnya, melihat manfaat serta perubahan dari kehidupan seperti rasa puas, kedamaian, kesejahteraan, kesabaran dan tingkat mensyukuri nikmat sangat tinggi, membawa barokah, ingin mendapatkan ketenangan jiwa dan kesucian hati dalam menenjalani kehidupan.Proses pengislaman para muallaf Tionghoa diantaranya: melalui pengurus agama (tokoh agama) setempat, melalui Kantor Urusan Agama (KUA), melalui perantaran orang tua angkat, melalui Tokoh masyarakat dan agama, 2. Proses Asimilasi Muallaf Tionghoa Setelah Masuk Islam diantaranya: hubungan belum berjalan baik dengan tetangga baru yang beragama Islam, belum sepenuhnya berani untuk melakukan pengamalan ajaran baru yaitu agama Islam, melakukan pembaruan kehidupan serta menentukan kehidupan yang baik dengan harapan selalu menjalankan ibadah serta bertingkah laku sesuai ajaran Islam, 3. Hambatan-Hambatan Kelompok Muallaf Tionghoa seperti: hubungan sesama tertutup, pengangguran yang banyak, motivasi serta semangat hidup lemah, karena kurang mau bekerja keras, kurang menghargai kualitas dan kemampuan diri, berorientasi pribadi diatas kepentingan umum, proses komunikasi terbagun baik, pengakuan terhadap keberadaannya dalam dunia baru belum sepenuhnya, kurangnya waktu belajar agama Islam, minimnya guru, beribadah masih mengharapkan hal nyata, mengedapan ekonomi dalam setiap hal dilakukan, keterlibatan oraganisasi pembinaan baik itu formal maupun nonformal masih sangat kurang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut: 1. Meningkatkan pola interaksi yang baik.2. Menciptkan lingkungan muallaf Tionghoa berjiwa Islam dengan selalu berpedoman kepada Al-qur’an dan Hadis.3. Kalau terjadi masalah dilingkungan serta dalam mengamalkan ajaran Islam yang merupakan pedoman baru dalam kehidupannya supaya cepat diselesaikan dengan bertanya kepada para Ustad.4. Memberikan arahan kepada mereka yang belum secara maksimal mengamalkan ajaran agama Islam.5. Membiasakan hidup yang harmonis dalam melakukan interkasi setiap hari dan saling tutur sapa, peduli dengan sesama serta bersifat sopan.
SOSIAL BUDAYA PERLADANGAN DAYAK KERABAT DI DESA TAPANG PERODAH KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Marthin, Martinus
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.448 KB)

Abstract

This research is background of the worries about tradition knowledge about fields of Dayak of Kerabat will destroyed of palm expansion in up stair of Sekadau (Sekadau Hulu) district. Researched by qualitative method of observation and interview was done for 3 months in Tapang Perodah Village. The problems would be answer in these case are; (1) The system of believe of Dayak Kerabat which based on fields effort. (2) The stages of fields of paddies stages of Dayak Kerabat done. The achievement was showing that Dayak Kerabat people believed, that in order to get fortune, healthy and saving in their life, was not only work hard but, hope that the God help them. In another words tradition religion in their life teaches them that all their activities was the God works, out of human abilities. In daily life of Dayak Kerabat is still believe that the Gods including aqriculture system. They believe that the Gods influences their activities and many other thing they do. In doing their agriculture there many special things that including Dayak Kerabat tradition. These are noticed as the condition of field of paddies ways, such as asking for permission to the leader looking for forest with follow the conditions requirements, such as the natures or the believing that the natures will give fortune or unlucky. The Kerabat people believe in this century the forest is unfertile including fields of paddies, different with the pass. This condition is because of human being activities. The peoples disobey the way to plant paddies. The stages to plant paddies for Dayak Kerabat as bellow: chopping off (nobas) cutting (nobang), fire (nucul) planting (nugal) drawing (merumput) and harvest (ngotum). After harvest followed by thankful had called gawai. This stages show us the oriented their fields of paddies make, that will not to increase up their income but to show that they care as the relationship between human being and their power God. Because this research is not too specific so we suggest to enlarge the research up next. Key word: social, cultural, paddies field, Dayak Kerabat
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI GURU HONOR PEREMPUAN STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 PONTIANAK E/01211023 - 2017, Ruswandi
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap kondisi sosial ekonomi guru honor perempuan yang bekerja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada kondisi sosial ekonomi guru honor perempuan yang bekerja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak.  Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa, kondisi sosial guru honor perempuan yang bekerja di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak pada umumnya berpendidikan cukup (S1), iInteraksi sosial guru honor perempuan berjalan baik yang tercermin dari keterlibatannya dalam kegiatan arisan, keorganisasian, kegiatan kerohanian, serta sifat tolong menolong dalam peristiwa perjalanan hidup manusia. Kekuatan mengikat norma sosial diinternalisasikan dalam berbagai macam aktivitas kehidupan guru honor perempuan yang harmonis. Kondisi ekonomi guru honor perempuan dapat dilihat dari pendapatan rumah tangga yang masih di bawah kebutuhan keuangan rumah tangga karena baru dapat memenuhi kebutuhan yang paling mendasar yaitu sandang, pangan dan papan. Adapun strategi yang dapat dilakukan oleh guru honor perempuan  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu dengan menghemat pengeluaran keluarga dengan cara menyisihkan sebagian pendapatan yang diperoleh, mencari pekerjaan sampingan lain.
PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PROGRAM PARENTING PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SRIKANDI SKB KOTA PONTIANAK E/2082151008 - 2017, Yusniardi
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui dan menganalisis partisipasi orang tua dalam mengikuti program parenting pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Srikandi Pontianak. Selain itu ingin mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk partisipasi yang dilakukan oleh orang tua peserta didik dalam mengikuti program parenting. Dan mengetahui faktor-faktor pendukung atau penghambat partisipasi orang tua dalam mengikuti program parenting di PAUD Srikandi Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang menjadi sumber data adalah: orang tua, guru dan ketua pengelola/kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif menurut Miles dan Hurberman.  Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa partisipasi orang tua dalam mengikuti program parenting yang diselenggarakan oleh PAUD Srikandi Pontianak sudah cukup tinggi. Orang tua sudah terlibat langsung dalam penyelenggaraan program, menyusun program dan jadwal kegiatan, kepanitiaan, pelaksanaan program parenting serta dalam mengevaluasi setiap program kegiatan. Forum komunikasi antar orang tua dan sekolah semacam komite sekolah sudah terbentuk. Orang tua juga dilibatkan dalam menentukan kebijakan sekolah, Bentuk partisipasi orang tua pada PAUD Srikandi tidak hanya sebatas kontribusi pada pembayaran iuran bulanan semata (dana), namun juga pada kontribusi pemikiran, tenaga dan sarana.
MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) DIKELURAHAN TANJUNG HILIR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR (SATU KAJIAN KRITIS SOSIAL EKONOMI TERHADAP SKALA PRIORITAS PEMBANGUNAN) E/2082151002 - 2017, Gita Kurniawan
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan wahana publik (?public event?) yang penting untuk membawa para pemangku kepentingan seperti  pemerintah, stakeholders dan masyrakat agar memahami isu-isu dan permasalahan pembangunan di wilayah pemukimannya, agar dapat mencapai kesepakatan atas prioritas pembangunan dan Konsensus untuk pemecahan berbagai masalah pembangunan. Musrenbang merupakan cara untuk  mensinkronisasikan dan merekonsiliasikan pendekatan ?top-down? dengan ?bottom-up?, pendekatan penilaian kebutuhan masyarakat (community need assessment) dengan penilaian yang bersifat teknis (technical assessment); resolusi konflik atas berbagai kepentingan pemerintah daerah, non government, stakeholders dan masyrakat pada lapisan yang paling bawah sekaligus untuk pembangunan daerah, antara kebutuhan program pembangunan dengan kemampuan dan kendala pendanaan, dan  mensinergikan berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia dan pendanaan pembangunan.  Musrenbang adalah hasil assesmen paling penting terhadap usulan program yang prioritas dari masyarakat karena apa yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Dijelaskan, mengacu pada aturan hukum yang berlaku, dalam hal ini UU No.25 Tahun 2004  tentang Strategi Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah maka partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan pembangunan sebagai bentuk dari proses demokrasi. Musrenbang sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyrakat maka perlu didalami peran dan partisipasi pemerintah dan masyrakat dalam proses  perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan.
ETOS KERJA MIGRAN WANITA JAWA SEBAGAI PEDAGANG JAMU KELILING DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT E/2081151002 - 2017, Nurul Huda
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang etos kerja migran wanita Jawa sebagai pedagang jamu keliling di Kecamatan Pontianak Barat.   Etos kerja yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu termasuk juga dalam kegiatan berdagang jamu yang dilakukan oleh pedagang jamu keliling di Kecamatan Pontianak Barat.   Hasil penuelitian mendeskripsikan bahwa, upaya wanita Jawa yang berprofesi sebagai pedagang jamu keliling untuk mempertahankan kelangsungan profesi sebagai pedagang jamu keliling di Kecamatan Pontianak Barat memiliki etos kerja yang tanpa mereka sadari telah dilakukan seperti kebiasaan pedagang yang selalu tersenyum walaupun digoda para laki-laki. Pada dasarnya para pedagang jamu keliling sadar dan memahami resiko dari profesi yang mereka lakukan. Adapun factor yang mempengaruhi etos kerja migran wanita jawa sebagai pedagang jamu keliling adalah terkait dengan sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja. Sikap ini terbentuk oleh sistem orientasi nilai-nilai budaya, yang sebagian bersumber dari agama atau sistem kepercayaan/paham teologi tradisional. Berdasarkan kondisi demikian diketahui bahwa, Etos Kerja yang rendah secara tidak langsung akan dipengaruhi oleh rendahnya kualitas nilai keagamaan dan orientasi nilai budaya yang konservatif, factor ini akan turut menambah kokohnya tingkat Etos Kerja yang rendah itu.
PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSA DIWILAYAH KERJA UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (UP4) PONTIANAK E/01212021 - 2017, Bumbunan Sitorus
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.494 KB)

Abstract

Peran dan motivasi PMO dan keluarga sangat penting untuk keberhasilan pengobatan penderita TB Paru. Peran Pengawas Makan Obat (PMO) adalah penting untuk melakukan pengawasan terhadap pasien dalam hal menelan obat, mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang dahak sesuai dengan jadwal yang ditentukan, memberikan dorongan terhadap pasien untuk berobat secara teratur hingga selesai, menasehati pasien agar tetap mau menelan obat secara teratur hingga selesai. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan peran PMO dan keluarga dalam pengobatan penderita TB paru di UP4 Pontianak tahun 2016 dan mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pengobatan penderita TB paru tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masih kurangnya motivasi keluarga dan PMO dengan latar belakang pendidikan yang kurang, kondisi lingkungan sekitar yang kumuh dan kondisi sosial ekonomi atau pendapatan yang minim atau prasejahtera akan melemahkan motivasi keluarga dan PMO terhadap kesembuhan dan keberhasilan pengobatan pasien penderita TB paru yang tergambar dari ketidak patuhan makan obat secara teratur sampai selesai program yang mengakibatkan kegagalan pengobatan karena pasien menjadi kebal terhadap pengobatan dan resikonya berakhir dengan kematian. Adapun faktor faktor yang sangat berperan dalam motivasi keluarga dan PMO adalah faktor latar belakang keluarga dan PMO seperti pendidikan, kondisi lingkungan tempat tinggal, dan kondisi sosial ekonomi yaitu pekerjaan dan tingkat pendapatan.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK REMAJA DI DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Maryati, Indang
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.628 KB)

Abstract

Tesis berjudul: Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, dengan mengangkat masalah adanya indikasi perilaku sosial anak remaja serta bagaimana pola asuh orang tua dalam mengatasi perilaku sosial anak remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif didukung dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi sebagai pengumpulan data, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian secara umum dapat dijelaskan perilaku sosial anak remaja berstatus pelajar di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya diantaranya bolos pada saat jam sekolah, datang terlambat, bermain game on line pada saat jam sekolah, dan setelah jam sekolah, merokok. Selanjutnya orang tua berusaha untuk mengatasinya menggunakan pola asuh yang domokratis. Adapun pola asuh yang digunakan berupa pola asuh yang demokratis. Melalui pola asuh yang demokratis ini membuat anak remaja menyadari dan memperbaiki kesalahannya, dengan tidak mengulangi perbuatannya. Pola asuh demokrastis yang diterapkan diantaranya memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan keinginannya sendiri, memberikan skala prioritas untuk pendidikan anak, dan melakukan komunikasi dengan baik. Pola asuh orang tua yang dilakukan selama ini dengan menggunakan pola asuh otoriter dianggap kurang efektif, karena anak remaja merasa diabaikan hak-haknya oleh orang tua. Selain pola asuh otoriter, pola asuh penelantar atau lepas kasih yang selama ini digunakan orang tua juga belum dianggap efektif, karena anak rema merasa diberikan batasan dalam menentukan pilihan mereka. Dari hasil penelitian, rekomendasi yang disampaikan adalah orang tua menyadari latar belakang perilaku sosial anak remaja karena pola asuh orang tua yang kurang tepat, serta berupaya mengatasi perilaku tersebut dengan pola asuh yang demokratis. Kata Kunci: Perilaku sosial anak remaja, pola asuh orang tua
PERGESERAN NILAI IDEAL RELIGI DAN SPIRITUALITAS MA’RIFAT TERHADAP PERILAKU PENGAMALNYA (Suatu Kajian Kritis Terhadap Pemahaman Ilmu Ma’rifat Dalam Realitas Kehidupan Masyarakat Di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak) E/01212012 - 2017, Badaruddin
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ma’rifatullah yang merupakan inti dari tasawwuf berbasis tauhid adalah hal pertama yang wajib diketahui setiap muslim berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, konsensus ulama tasawwuf, serta analogi otentik melaui bimbingan ulama terpercaya. Perjalanan panjang sejarah pergulatan konsep tasawwuf-ma’rifat khususnya di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak hingga saat ini telah memunculkan realitas pelbagai pergeseran, distorsi, bahkan deviasi terhadap nilai ideal religi dan spiritualitas ma’rifat, baik terhadap pengamal secara individual, maupun secara kelompok. Pada tahap berikutnya, telah terjadi pergeseran nilai ideal religi dan spiritualitas ma’rifat dan sistem sosial yang mapan hingga fenomena realitas keterbelakangan jiwa yang berdampak terhadap interaksi sosial pengamalnya dengan lingkungan sosialnya. Realitas tersebut terjadi disebabkan proses berpikir dan bertindak para pengamalnya dengan interaksi simbolis bermakna, kemampuan merefleksikan diri, dan kemampuan mengkontruksi serta merekontruksi hubungan sosial antara guru-murid, murid-murid, kondisi sosial sekitar, media seputarnya saling berinteraksi, lintas dimensi, saling menafsirkan dan menafsirulangkannya, stimulus-respon, imitatif-sugesti, obyektif-subyektif, integratif-disintegratif-reintegratif, konformitatif-deviatif, aksi-reaksi, overt-covert, melalui segala simbol, verbal-non verbal, subyek dan obyek, eksoteris-esoteris, fisik-abstrak, serta setiap peristiwa yang dialami menjadi pengelaman tersendiri selama proses bertasawwuf-ma’rifat. Meminimalisir dampak sosiologis negatif pergeseran tersebut, peran, kontrol serta upaya ekstra maksimal seorang Guru untuk menghadirkan nilai ideal tasawwuf-ma’rifat kepada para murid dan mereintegrasikan mereka yang telah terjebak ke masyarakatnya sangatlah diperlukan guna memperkokoh karakter religi-spiritualitas, perilaku sosial, serta hidup harmoni berdampingan dengan alam dan guna menjadi penyeimbang dalam mentranformasi tujuan menggapai ketenangan, kebahagiaan  dalam pencarian jati diri melalui Allah Yang Maha Sejati untuk kemudian ditularkan kepada sistem sosial sehingga berdampak positif terhadap perilaku sosial dalam masyarakat.

Page 3 of 4 | Total Record : 36