cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Program Magister Ilmu Sosial Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Sosiologi" : 36 Documents clear
PERUBAHAN POLA KEPEMIMPINAN PESANTREN DARUL HIDAYAH KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Tukiman, Tukiman
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.125 KB)

Abstract

This thesis entitle : the Change of Pattern of Leadership Pesantren Darul Hidayah Subdistrict Rasau Jaya of Kubu Raya Regency". Pesantren, a traditional education institute typically Indonesia. This Research use the approach qualitative. because accurate problem represent the social symptom found on relation kyai, ustadz and santri from a lot of ethnical manner. Focus its solution is directional at relevant problem by respon is pesantren to modernism. Sosiologic-Anthropologic approach in very diffuse congeniality, specially model the Weberian, applied to analyse and interpret the existence, leadership, assess, and phenomenon pesantren and also various link of between religious factors, inclusive of opinion, the practice institute, social process and authority. Further solution in this thesis is aimed at by a question hit how pesantren take care of its autonomy, x'self identity, and spirit of his traditional when dealing with modern life influence, and also how pesantren anticipate the role sosial-budayanya in modern world context. Under consideration, this thesis pare about description of concerning leadership pesantren in contemporary context and its effort to make balance to the social change. In this case, its solution is relied on case of Change of Pattern of Leadership Pesantren Darul Hidayah Subdistrict Rasau Jaya of Kubu Raya Regency. Relevant Important Issue with the Change of Pattern of leadership pesantren in social transformation studied by: function pesantren as institute missionize, pesantren as " life school", pesantren as cultural custodian, pesantren as environment of spiritual and Sufism, and also social role of pesantren. Keyword: Leadership Kyai, pesantren, social role
INTERAKSI SOSIAL PENGHUNI LANJUT USIA DAN KELUARGA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA E/2081141008 - 2016, Herdi
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pola hubungan sosial keluarga dengan penghuni lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma, mengetahui pola hubungan pihak Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma dengan penghuni lanjut usia di Panti, dan mengetahui pola hubungan antara petugas Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma dengan  keluarga penghuni lanjut usia.  Lanjut usia yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma, sebagian berasal dari keluarga yang disebabkan karena beberapa faktor, yaitu adanya konflik keluarga, kesibukan bekerja, dan karena  fakor ekonomi. Respon positif  dari lanjut usia, keluarga, maupun petugas panti telah menunjukkan  perubahan yang cukup signifikan. Karena interaksi sosial telah menjembatani berbagai pihak, terutama dalam meningkatkan hubungan keluarga melalui komunikasi yang intensif. Adanya kemajuan dan perubahan yang terjadi, ditandai dengan telah meningkatnya kepedulian terhadap penghuni lanjut usia yang ada di panti. Perhatian dan kepedulian telah ditunjukan oleh keluarga, yaitu dengan meningkatnya frekuensi kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha, serta adanya keinginan keluarga  untuk membawa pulang penghuni lanjut usia. Terjadinya proses interaksi sosial, secara spesifik dapat  diketahui dengan adanya pola hubungan sosial keluarga dengan penghuni lanjut usia,  pola hubungan penghuni lanjut usia dengan petugas panti, dan pola hubungan sosial keluarga dengan petugas panti. Keberhasilan proses interaksi sosial, telah mewujudkan integrasi keluarga. Sehingga, keluarga berkomitmen akan mengambil dan menerima kembali orang tuanya/lanjut usia untuk  tinggal bersama. Pilihan yang  diambil oleh pihak  keluarga adalah dengan mendatangkan tenaga perawat untuk merawat lanjut usia di rumah (home care) secara profesional, sehingga tetap terjaga kesehatan, dan sekaligus untuk menjaga derajat harga diri keluarga dan orang tua
PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL EKS PEKERJA MIGRANT DI DESA SANGO KECAMATAN SANGGAU LEDO KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT E/2081141016 - 2016, Mila
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa terjadi perubahan gaya hidup eks pekerja migrant di Desa Sango dan bagaimana bentuk perubahan gaya hidup eks pekerja migrant sebelum dan sesudah bekerja di luar negeri. Pengaruh perbedaan lingkungan sosial dan kebudayaan yaitu: mobilitas Desa-Kota yang melintasi dua Negara juga adanya perubahan ekonomi yang memiliki signifikasi terhadap perubahan gaya hidup dikalangan eks pekerja migrant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan mendeskripsikan perubahan perilaku sosial eks pekerja migrant sesuai dengan realitas dilapangan, kemudian dianalisis dengan menggunakan teori gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ketahui bahwa bentuk perubahan gaya hidup eks pekerja migrant yakni: Perilaku ekonomi yang mengarah kepada kebutuhan konsumtif; selera makanan, cara berpakaian (fashion), handphone, dan kendaraan, selain itu perilaku ekonomi juga mengarah kepada kebutuhan yang produktif, yaitu seperti pembangunan perumahan, investasi tabungan, kepemilikan usaha mikro serta tabungan pendidikan anak. Perubahan perilaku budaya yang mengarah perilaku menyimpang;  dialek bahasa dalam berbicara, mode fashion yang menampakkan aurat, minuman keras, obat-obataan terlarang, merokok, mewarnai rambut, tindik hidung bahkan penyaluran sex bebas. Namun demikian, perilaku budaya positif juga mengarah kepada hal yang positif seperti; munculnya aspirasi kegiatan ekonomi usaha yang dijalankan oleh eks pekerja migrant yang merupakan suatu bentuk adopsi sistem nilai (pengetahuan) baru, pengalaman belajar serta berusaha mengembangkan melalui sosialisasi dengan beradaptasi dunia luar. Kemudian Perubahan perilaku religiusitas tercermin pada sikap keperibadian seseorang dalam menjalankan ajaran keagamaan yang tidak hanya terletak pada spritualitas individu, tetapi lebih menyerupai aktivitas beragama yang dilaksanakan secara konsisten (nyata) dalam kehidupan sehari-hari.
POLA PEMBINAAN TIM PELAKSANA USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM MEMBINA PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DI SD NEGERI SE KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA E/01212008 - 2016, Ester Minda Simbolon
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola Pembinaan Tim Pelaksana UKS Terhadap Perilaku Hidup Bersih Sehat di sekolah merupakan  suatu program yang  bertujuan   menjadikan para siswa tetap berperilaku Hidup bersih dan sehat. Sebagai suatu bentuk tindakan pembinaan perilaku, sudah tentu akan menghadapi banyak kendala dalam pelaksanaannya  diantaranya meliputi mekanisme organisasi UKS, pelaksanaan program kerja UKS, ketersediaan sarana prasarana UKS,  ketersediaan sumber dana kegiatan UKS dan termasuk juga kegiatan sosialisasi Tatanan Perilaku Hidup Bersih Sehat di Sekolah. Melalui  metode analisis kulitatif terhadap populasi  penelitian yakni semua Tim Pelaksana UKS yang terdiri dari guru, komite sekolah, siswa, serta puskesmas, teknik pengumpulan data dengan angket, observasi,  penelitian ini mendeskripsikan bahwa, pelaksanaan  UKS dalam PHBS di SD Negeri Sekecamatan Pontianak Tenggara masih kurang maksimal dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari indikator pendidikan dan penyuluhan yang kurang intensif  dan masih adanya lingkungan sekolah yang dinilai kurang sehat serta adanya ruang UKS yang kurang memenuhi syarat. Adapun faktor penghambat pelaksanaan UKS ini disebabkan kurangnya dukungan dari orang tua dan masyarakat terhadap kegiatan UKS dan tidak adanya ketersediaan dana dari orang tua murid dan masyarakat.   Saran yang dapat diberikan yakni perlu dilakukan monitoring secara rutin 1 kali dalam sebulan terhadap kegiatan UKS oleh penanggung jawab UKS, Puskesmas, dengan bekerja sama dengan tim Pelaksana  UKS.
KONFLIK KEPENTINGAN DALAM PROSES PEMILIHAN KEPALA DUSUN DI DESA PARIT RAJA KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS ( STUDI KASUS PEMILIHAN KEPALA DUSUN SEJANGKUNG TAHUN 2016 ) E/2082151009 - 2017, Nazarudin
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis konflik/ pertentangan antar warga di Dusun Sejangkung Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas terkait dengan pemilihan kepala Dusun.  Kondisi ini merupakan arena kontestasi politik demokrasi yang ditandai oleh mobilisasi berbagai sumber daya (modal) kekuasaan. Sumber daya kekuasaan  dalam  bentuk  sosial,  budaya,  sampai  sumber  daya  ekonomi  yang menjadi generator dinamika konflik atau pertentangan antar warga. Karena penyelesaian isu teknis seringkali disertai  oleh pengelolaan  mobilisasi  sumber daya  kekuasaan  oleh para calon kepala dusun dalam proses pengangkatannya.  Akibatnya  dinamika  konflik atau pertentangan  dalam  pemilihan   kepala  dusun  seringkali  meruncing   menjadi  konflik kekerasan dan anarkis. Dari hasil penelitian tentang konflik atau pertentangan  dalam pemilihan kepala Dusun Sejangkung tahun 2016 di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas, ada beberapa bentuk konflik warga  yang terjadi. Hal ini dikarenakan oleh  adanya  Kepentingan kelompok tertentu,  perebutan sumber daya, fanatisme yang berlebihan dari pendukung calon kepala dusun, juga adanya kepentingan yang begitu menggebu dari kandidat calon kepala dusun yang ingin berkuasa sehingga menghilangkan nilai-nilai substansi untuk apa sebenarnya menjadi  kepala dusun,  yang sesungguhnya bertujuan untuk membangun  desa.
RELASI MODAL SOSIAL DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT DAYAK SINTANG DI DESA ENSAID PANJANG, KECAMATAN KELAM PERMAI, KABUPATEN SINTANG E2082171001 - 2019, Edy Agustinus
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kondisi relasi modal sosial dalam pelestarian Tenun Ikat Dayak Sintang di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis kualitatif, pengumpulan data dari informan penelitian dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 29 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa, Tenun Ikat Dayak Sintang saat menghadapi beberapa tantangan didalam proses pelestariannya, diantaranya: kepemilikannya secara komunal berpotensi di klaim pihak lain apabila tidak dikelola dengan baik, daya saing yang rendah, proses regenerasi penenun kurang diperhatikan, dan kondisi bahan baku pewarna alami yang terbatas. Menyadari hal itu, diperlukan sokongan modal sosial yang diyakini mampu menjamin lestarinya tenun ikat tersebut. Melalui analisis kualitatif penelitian ini juga menunjukkan adanya bentuk-bentuk relasi modal sosial dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yakni: network (jaringan), norms, dan trust. Modal sosial jaringan mencakup jaringan sosial antar sesama pengrajin, pengrajin dengan masyarakat dan tokoh adat, pengrajin dengan pemerintah, pengrajin dengan NGO dan tokoh agama, pengrajin dengan koperasi, serta jaringan sosial pengrajin dengan konsumen. Norms sendiri mencakup norms yang berkaitan dengan aturan adat dalam memproduksi tenun ikat, norms yang berkenaan dengan upaya menjaga kualitas produk tenun ikat dan norms yang berlaku dalam relasi antara pengrajin dengan JMM. Sementara itu terjadinya turst atau rasa saling percaya dalam relasi antara aktor-aktor bersifat alamiah dan dikondisikan. Selanjutnya, kaitannya dengan peran modal sosial dalam pelestarian tenun Ikat Dayak Sintang dapat dimaknai telah berperan dalam mendorong aktor-aktor bertindak secara kolektif guna mencapai tujuan bersama yakni melestarikan tenun ikat Dayak Sintang.

Page 4 of 4 | Total Record : 36