cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
THE EFFECT OF GROWTH OPPORTUNITY, FINANCIAL LEVERAGE AND CAPITAL EXPENDITURE TO FIRM VALUE ON CASE STUDY OF AGRICULTURAL SECTOR COMPANIES IN INDONESIA STOCK EXCHANGE B42111013, Ismi Mandasari
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to analyze the effect of Growth Opportunity, Financial Leverage and Capital Expenditure to firm value in agricultural sector companies listed in the Indonesia Stock Exchange. The method used to determine the sample in this research is purposive sampling, sample based on specified criteria. The number of companies that exist in the agricultural sector is 17 companies, but only 14 companies appropriate the criteria. The result shows that Growth Opportunity, Financial Leverage and Capital Expenditure simultaneously do not have a significant effect to firm value. Because F test value is 0.202 which is greater than the significance level (α) of 0.05. Based on the calculation result of multiple regression analysis found that Growth Opportunity, Financial Leverage and Capital Expenditure does not significantly influence to firm value, with Growth Opportunity variable coefficients at 0.181, Financial Leverage variable coefficient at 0.421, and Capital Expenditure variable coefficient at 0.114. Keywords: Growth Opportunity, Financial Leverage, Capital Expenditure, firm value.
ANALISIS PERBEDAAN PENILAIAN AKTIVA TETAP ANTARA KECAMATAN PONTIANAK SELATAN DENGAN BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH KOTA PONTIANAK B51106119, YUDHA NOVIANSYAH
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul peneitian ini adalah Perbedaan Penilaian Aktiva Tetap Antara Kecamatan Pontianak Selatan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Pontianak. Undang-Undang mengenai otonomi daerah telah mendelegasikan berbagai wewenang yang semula diatur dan dan dikelola oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat melalui Departemen Dalam Negeri dan Departemen Keuangan telah mengeluarkan berbagai undang-undang dalam bentuk Peraturan Menteri, Keputusan Menteri dan lain-lain yang kemudian diadopsi menjadi Peraturan Daerah sebagai pedoman. Dalam mengaplikasikan peraturan-peraturan tersebut Pemerintahan Kota Pontianak menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya adalah adanya perbedaan penilaian aktiva tetap antara Kecamatan Pontianak Selatan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Pontianak sebagai SKPD yang salah satu tugasnya adalah mencatat dan menginventarisir total aktiva tetap yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pontianak. Penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini menjadi dua, yaitu pertama bagaimanakah metode dan dasar hukum serta prosedur yang digunakan oleh Kecamatan Pontianak Selatan maupun Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Pontianak dalam hal penilaian aktiva tetap, dan yang kedua adalah apakah dampak yang timbul dari perbedaan penilaian terhadap aktiva tetap oleh BPKKD Kota Pontianak terhadap laporan Keuangan Kecamatan Pontianak Selatan. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah metode kualitatif dan deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah dengan studi dokumentasi, wawancara dan observasi. Dari hasil analisis yang penulis laksanakan melalui Complience dan Substantive Test, penulis menarik kesimpulan bahwa baik Kecamatan Pontianak Selatan maupun Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Pontianak memiliki landasan hukum yang sama dalam hal penilaian aktiva tetap. Perbedaan yang timbul dikarenakan adanya perbedaan implementasi dan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh kedua SKPD tersebut. Akhirnya hal tersebut berdampak terhambatnya penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kota Pontianak selaku instansi induk dan tidak terdapat kejelasan mengenai angka total aktiva tetap yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pontianak.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi SAK EMKM pada UMKM di Kota Pontianak Nurdiny, Mutya B1031131008
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SAK EMKM pada UMKM di Pontianak. Faktor-faktor tersebut adalah latar belakang pendidikan, ukuran usaha, lama usaha berdiri, dan sosialisasi pemahaman SAK EMKM.  Objek penelitian adalah UMKM yang masih aktif dalam kegiatan usahanya, yang data sekundernya diperoleh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pontianak. Sampel penelitian ini sebanyak 50 responden UMKM, menggunakan metode acak sederhana. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, menggunakan model analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lama usaha berdiri dan sosialisasi pemahaman SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi SAK EMKM pada UMKM di Pontianak, sedangkan  latar belakang pendidikan dan ukuran usaha berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Penelitian ini memberikan saran/rekomendasi agar pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah di Pontianak dilakukan dengan memberikan pelatihan akuntansi untuk pengelolaan usaha mereka. Kata Kunci: UMKM, SAK EMKM,Latar belakang pendidikan, ukuran usaha, lama usaha berdiri, dan sosialisasi pemahaman SAK EMKM.    
PERSEPSI ATAS MANFAAT AKUNTANSI DAN PENGETAHUAN AKUNTANSI PELAKU UKM (USAHA KECIL DAN MENENGAH) TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI B51110075, SYAFARIAH
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontribusi pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) terhadap perekonomian Indonesia memang sangat besar. Bisnis UKM telah terbukti dapat menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Namun di sisi lain pelaku UKM masih banyak menghadapi masalah, salah satunya dalam mengelola keuangannya terutama terhadap penggunaan informasi akuntansi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui persepsi atas manfaat akuntansi dan pengetahuan akuntansi pelaku UKM, dan pengaruhnya terhadap penggunaan informasi akuntansi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan sampel sebanyak 32 UKM yang dipilih secara random. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UKM. Teknik analisis data dilakukan dengan pengujian melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas data, uji asumsi klasik (uji normalitas dan uji multikolinearitas) dan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi atas manfaat akuntansi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi. Sedangkan pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi. Secara simultan persepsi atas manfaat akuntansi dan pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan penggunaan informasi akuntansi bagi para pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di kota Pontianak sebagai pertimbangan dalam mengelola sebuah usaha. Kata Kunci: Persepsi atas Manfaat Akuntansi, Pengetahuan Akuntansi, Penggunaan Informasi Akuntansi
ANALISIS AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA CV. FIKRI UTAMA PONTIANAK B41108119, Marlini
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini pemerintah memusatkan pendanaan pada pendapatan negara yaitu pada sektor pajak. Guna membiayai kebutuhan untuk pembangunan dan kepentingan rutin negara yang semakin meningkat. Dalam hal ini pemerintah menitikberatkan pada pengefektifan pemungutan pajak. Maka perhitungan dan pembayaran yang benar dan jelas dari pihak-pihak yang kena pajak akan membantu pemerintah. Pajak adalah peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor publik berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapatkan imbalan yang secara langsung dapat ditunjukkan yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan yang dapat digunakan sebagai alat pendorong, penghambat atau untuk mencapai tujuan yang ada diluar bidang keuangan negara. Sedangkan Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan atas pertambahan nilai yang timbul pada setiap jalur produksi dan distribusi, sehingga pajak masuk ke kas negara berangsur-angsur lewat tiap jalur produksi dan distribusi dari barang tersebut. CV. Fikri Utama Pontianak merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, dimana dalam usahanya dikenakan PPN atas penyerahan barang/jasa tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya perusahaan membuat laporan keuangan yang digunakan sebagai dasar kinerja perusahaan baik untuk intern maupun ekstern perusahaan. Pendapatan proyek yang masih terdapat unsur PPN dan dianggap pendapatan bersih oleh perusahaan akan mempengaruhi laporan keuangan khususnya laporan laba rugi. Ini tentunya menimbulkan kebingungan pada penggunaan dan pembaca laporan keuangan. Dari hasil analisis dapat dilihat adanya kesalahan dalam penyajian PPN pada laporan keuangan, khususnya pada laporan laba rugi. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan prinsip dan teori akuntansi yang ada. Oleh karena itu, perusahaan seharusnya lebih memusatkan perhatian pada penyajian laporan keuangan agar tidak menimbulkan kebingungan pada pengguna dan pembaca laporan keuangan sehingga citra perusahaan akan terjaga baik.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI KONVEKSI PADA B41111062, Rica Purnama Sari Rica
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu meneliti apakah perhitungan harga pokok produksi sudah digunakan oleh UKM yang bergerak dibidang Konveksi dan bagaimana pengaruh perhitungan harga pokok produksi pada laba usaha Konveksi. Penelitian ini mengambil sample yaitu pada salah satu UKM di kota Pontianak yang bernama Konveksi Bintang. Teknik analisis yang digunakan yaitu metode full costing  dan metode variabel costing. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa konveksi Bintang belum menggunakan metode perhitungan HPP dikarenakan kurangnya pengetahuan dari pemilik konveksi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa perhitungan metode variabel costing menghasilkan laba usaha yang lebih tinggi daripada metode full costing. Hal ini disebabkan karena dalam perhitungan harga pokok produksi metode variabel costing tidak memasukkan biaya overhead tetap, sedangkan metode full costing memasukkan semua niaya overhead baik yang bersifat variabel maupun tetap dalam perhitungan harga pokok produksi. Laba usaha menggunakan metode variabel costing adalah sebesar Rp 2.223.000,00, sedangkan laba usaha yang menggunakan metode full costing adalah sebesar Rp 2.123.000,00. Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Konveksi BintangAbstractThe purpose of this study was to determine wheter smaal and medium enterprises have been using cost calsulation and how the influence of the production cost price calculation on business profits convection. This study took a sample on one of the small and medium enterprises named Konveksi Bintang. The analysis technique used was the method of full costing and variabel costing. Analysis result of data obtained indicated that Konveksi Bintang has not used method of calculation of COGS due to owner of company had lack of knowledge. The analysis also showed that the calculation of the variabel costing method produced a higher operating profit than the full costing method. This was because the production cost price calculation method of variabel costing did not include
ANALISIS PENERAPAN BASIS AKRUAL TERHADAP PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013 Febriady B41111051, Uray Wendy
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) which recognizes the accrual basis of revenue, expenses, assets, debt, and equity in the accrual-based financial reporting, as well as recognizing revenue, expenditure, and financing in the reporting of budget implementation on the basis set out in the budget / budget. The accrual-based SAP is expressed in the form of a PSAP and equipped with Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan (KKAP). Cash flow statement is a report that provides information about the cash receipts and disbursements through the central government cash/area during a certain period. This study aims to analyze the application of the accrual basis in accordance PP 71 of 2010 in particular PSAP 03 on the cash flow statement on Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Region West Kalimantan in 2013 fiscal year, as well as the constraints faced by the Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Region West Kalimantan. In the Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Region West Kalimantan fiscal year 2013 still uses the cash basis to the accrual application in the preparation of its financial statements, whereas for the application of the accrual basis will be applied to each Unit (SKPD) in fiscal year 2015. The results of this study demonstrate the suitability of the application of the accrual basis in the financial statements, especially the cash flow statement presented by Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Region West Kalimantan with PP 71 of 2010 in particular PSAP 03 on the cash flow statement, the constraints faced in its application, and the readiness of Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Region West Kalimantan in applying the accrual basis. Keywords: Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Cash flow statement, accrual basis, PP 71 of 2010 in particular PSAP 03 on the cash flow statement.
REAKSI INVESTOR TERHADAP PENGUMUMAN LABA PERUSAHAAN EMITEN” (STUDI KASUS INDEKS HARGA SAHAM LQ 45) B51110094, Charis Chrisandi
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas reaksi investor terhadap pengumuman laba sekitar periode peristiwa tanggal pengumuman laba . Tulisan ini membagi menjadi dua kategori , Pertama , pengumuman positif - produktif meliputi peningkatan earning per share ( EPS ) dan kedua , pengumuman negatif - produktif terdiri dari penurunan Earning Per Share ( EPS ) . Pemeriksaan konten dan hipotesis pasar yang efisien menggunakan Event Study . Kami mengusulkan satu hipotesis sebagai positif - pengumuman laba dan negatif - pengumuman laba berkorelasi dengan reaksi dari saham Harga di BEI. Variabel terikat adalah return saham dan variabel independen adalah return pasar . Sampel adalah 25 perusahaan dari indeks LQ 45 yang selalu konsisten masuk dalam periode penelitian yaitu tahun 2009 sampai dengan 2011. Tanggal pengumuman laba diambil dari Badan Pengawas Efek Indonesia ( Bapepam ) . Hasil uji statistik dengan standard error dari estimasi ( SEE ) digunakan untuk menguji signifikansi abnormal return selama periode peristiwa pengumuman laba . Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor merespon secara signifikan terhadap pengumuman laba positif d an negatif pada tanggal pengumuman . Dan juga , penghasilan pengumuman terlihat memberikan isi informasi ke pasar modal.   Kata kunci : studi peristiwa , reaksi harga saham , pasar yang efisien , positif - produktif pengumuman , pengumuman laba negatif , kabar baik dan kabar buruk
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBIAYAAN MITRA USAHA AKAD MURABAHAH PADA KSP BMT MUJAHIDIN B41111057, Syarifah Nurma Afhiani
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembiayaan akad murabahah untuk sektor Mitra Usaha pada KSP BMT Mujaahidin serta mengetahui bagaimana sistem pengendalian yang efektif pada KSP BMT Mujahidin dalam menghadapi hambatan-hambatan dalam proses pemberian pembiayaan mitra usaha. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan yang berkerja di KSP BMT Mujahidin pada bagian pembiayaan yang berhubungan dengan proses pemberian pembiayaan mitra usaha dengan menggunakan akad murabahah. Total sampel dari penelitian ini adalah 20 data compliance test dari calon nasabah yang mengajukan permohonan pembiayaan  dan 5 orang karyawan di bagian yang berhubungan dengan proses persetujuan pemberian pembiayaan mitra usaha. Bentuk penelitian yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang digunakan KSP BMT Mujahidin untuk proses pemberian pembiayaan mitra usaha sudah berjalan efektif dilihat dari hasil evaluasi struktur organisasi, flowchart, internal control questioner, dan compliance test, meskipun masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu dari pelaksana atau bagian pembiayaan karena kurang memperhatikan kelengkapan berkas dalam persyaratan pengajuan pembiayaan sehingga pembiayaan yang telah disalurkan terkadang tidak dapat tertagih kembali. Sehingga masih perlu pengevaluasian dan penyesuaian terhadap prosedur yang telah ditetapkan dalam penegasan untuk penerapan agunan atau jaminan dari nasabah serta lampiran legalitas usaha dari beberapa calon nasabah yang akan mengajukan pembiayaan mitra usaha. Kata kunci: Akad Murabahah, Efektifitas, Prosedur, Pengendalian Intern, Pembiayaan Mitra Usaha, Agunan
ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERBANKAN DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (PSAK NO. 31) pada PT. BANK KALBAR PONTIANAK (Kantor Pusat) HARIYADI B41106118, IGAR
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank merupakan perusahaan dalam bidang jasa karena produk yang ditawarkan hanya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat. PT. Bank Kalbar merupakan bank umum milik pemerintahan provinsi Kalimantan Barat yang didirikan sejak tahun 1964 dengan nama Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (BPD Kalbar. Dalam menyusun laporan keuangannya, sebuah bank harus memahami PSAK No. 31 mengenai Akuntansi Perbankan yang berkaitan juga dengan PSAK lainnya, agar laporan keuangan yang dihasilkan tidak menyimpang dari aturan yang ada. PSAK No. 31 memuat mengenai aturan-aturan yang harus ditaati oleh bank dalam menyusun laporan keuangannya dan juga hal-hal yang harus diungkapkan oleh suatu bank dalam laporan keuangannya, serta pos-pos apa saja yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan bank tersebut. Di dalam neraca dan laporan rugi laba yang disajikan oleh PT. Bank Kalbar, terdapat beberapa pos yang penyajiannya tidak sesuai dengan apa yang harus diungkapkan dan disajikan di dalam laporan keuangan menurut PSAK No. 31 dan juga Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI). Beberapa pos yang tidak dijalankan dalam kegiatan operasional PT. Bank Kalbar, yaitu antara lain : di dalam neraca PT. Bank Kalbar, pos-pos yang tidak dijalankan oleh PT. Bank Kalbar sesuai dengan PSAK No. 31 adalah efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, tagihan akseptasi, efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, kewajiban derivatif, dan kewajiban akseptasi. Sedangkan pada laporan laba rugi PT. Bank Kalbar, pos-pos yang tidak dijalankan oleh PT. Bank Kalbar sesuai dengan PSAK No. 31 adalah keuntungan atau kerugian penjualan efek, keuntungan atau kerugian investasi efek, dan keuntungan atau kerugian transaksi valuta asing. Dari permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul Analisis Penerapan Akuntansi Perbankan Dalam Penyajian Laporan Keuangan (PSAK No. 31) pada PT. Bank Kalbar Pontianak (Kantor Pusat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara penyajian dan pengungkapan dari setiap pos-pos di dalam neraca dan laporan laba rugi yang disajikan oleh PT. Bank Kalbar berdasarkan PSAK No. 31 dan PAPI. Penulis juga mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan pos-pos tersebut tidak dijalankan dalam kegiatan operasional PT. Bank Kalbar dan dampak yang terjadi karena tidak dijalankannya pos-pos tersebut. Pada akhir bab, penulis memberikan saran yang sekiranya dapat memberikan masukan pada PT. Bank Kalbar mengenai hal-hal apa saja yang harus disajikan dan diungkapkan dalam setiap item-item laporan keuangan sebuah bank berdasarkan PSAK No. 31 dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI).

Page 82 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue