cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
IMPLEMENTASI SAK ETAP DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KOPERASI (STUDI KASUS PADA KOPERASI MITRA DUTA PONTIANAK UNTUK PERIODE TAHUN 2013) PURNAMA SUBARDI B41111136, HANI MEILITA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dibuatnya laporan keuangan koperasi oleh pengurus atau pengelola adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi pemakai utama dan pemakai lainnya. Adapun dalam penyajian laporan keuangan tersebut telah diatur ketentuanya oleh Ikatan Akuntan Indonesia dengan dikeluarkannya SAK ETAP pada bulan Mei 2009 dan berlaku secara efektif pada atau setelah 1 Januari 2011. Dengan adanya aturan penyajian laporan keuangan pada SAK ETAP ini diharapkan koperasi akan lebih mudah dalam mengimplementasikannya serta mampu menyajikan informasi yang handal dalam laporan keuangan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan laporan keuangan Koperasi Mitra Duta saat ini dengan penyajian berdasarkan aturan SAK ETAP serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan koperasi belum menerapkan SAK ETAP pada penyusunan laporan keuangannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bersifat deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan dan menggambarkan data berdasarkan temuan fakta yang didapat oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan Koperasi Mitra Duta hanya terdiri dari laporan laba rugi dan neraca, hal ini tentu belum sesuai dengan aturan penyusunan laporan keuangan yang diatur oleh SAK ETAP yakni yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan modal, laporan Arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan Koperasi Mitra Duta belum menerapkan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangannya adalah pertimbangan dari segi biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang didapatkan, terbatasnya staf yang ada pada koperasi, dan kurangnya sosialisasi dan pelatihan dari Ikatan Akuntan Indonesia dan Departemen Koperasi dan UKM dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK ETAP. Kata Kunci : Laporan Keuangan, Koperasi, SAK ETAP
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN KAS PADA SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN (STIK) MUHAMMADIYAH PONTIANAK B51109104, Fitrianti Rezeki
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cash is one of the assets that has an important role in an institution and institutional management in both the services and trading company. Cash is important as it is the most liquid assets. In an effort to protect the cash from theft and misuse, an agency must has a cash internal system control over acceptance to outlay process. STIK Muhamamadiyah Pontianak is a private services institute. In the implementation of operational activities always have cash transaction. Therefore, STIK Muhammadiyah requires a procedure of internal control of cash receipts and disbursements. By its systems and procedures can be seen the movement of entry and exit of cash and control of cash can take place properly.   This study aims to determine how the internal cash system control of STIK Muhammadiyah  Pontianak. The research method used descriptive analysis.   The results showed that the internal control system of cash receipts was effective, since most revenues of semester fee through banks, so that the recording could be controlled through newspaper accounts, and reduce the risk of errors reception. The system of internal control cash disbursements  also  quite effective even though there were some weaknesses because  elements of internal control in the institutions have not been fully carried out, among others, improve the effectiveness of the system of petty cash (petty cash), there were still large amounts paid cash for reasons of practicality, the procedure has been made but sometimes  often overlooked,  unimplemented punishment of a sense of tolerance. Authorization system has been well perceived because of the separation the functions that involved multiple parts in which the system of cash receipts and disbursements more accurate monitoring and small fraud.   Keywords: internal control system, cash.
ANALISIS HARGA POKOK PENJUALAN (COST OF GOOD SOLD) DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA UMKM KERIPIK PISANG FW KUBU RAYA B1031131017, KHAIRUNNISA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study is to determine the cost of sales of banana chips at UMKM Keripik Pisang FW Kubu Raya using full costing calculation, variable costing, and break even point analysis. The three calculations are as internal control for the company in controlling the company's management to run effectively and in order to maintain the company's survival.The method of analysis used in this research is descriptive qualitative research method that provides an overview of a state, phenomenon or phenomenon that occurs and the method of quantitative descriptive analysis is a decision-based analysis on the objective assessment based on the mathematical model created. The data studied is data about the costs that occur on the banana chips unit.The results of research showed that from the calculation of the cost of selling banana chips using full costing method and variable costing method when compared with cost of goods sold used by the company, full costing method gives bigger result for cost of goods sold per unit (kg) of chips Bananas, which is Rp 81,150.00. While the cost of sales per unit (kg) banana chips using variable costing method, that is Rp 63.150,00 and calculation by company is Rp 60.000,00. Then by using the break even point analysis, the location of BEP on the company based on the amount of goods produced by 18 units (kg) and based on the total selling price of its products amounted to Rp 1,090,909,091.The conclusion of the researcher suggesting that UMKM Keripik Pisang FW Kubu Raya should identify all the costs included in the manufacture of banana chips to fit the costs incurred during the production activities and the company can minimize the costs used in production activities in order to obtain customized price considerations at market prices. Keywords: Full Costing, Variable Costing, Break Even Point, Cost of Goods                    Sold, Price   ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui harga pokok penjualan keripik pisang pada UMKM Keripik Pisang FW Kubu Raya dengan menggunakan perhitungan full costing, variable costing, dan analisis break even point. Ketiga perhitungan tersebut adalah sebagai pengendalian internal bagi perusahaan dalam mengendalikan manajemen perusahaan agar berjalan dengan efektif dan demi menjaga kelangsungan hidup perusahaan.Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran mengenai suatu keadaan, gejala atau fenomena yang terjadi dan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang berdasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Data yang diteliti adalah data mengenai biaya yang terjadi pada unit keripik pisang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan harga pokok penjualan keripik pisang dengan menggunakan metode full costing dan metode variable costing apabila dibandingkan dengan harga pokok penjualan yang digunakan oleh perusahaan, maka metode full costing memberikan hasil yang lebih besar untuk harga pokok penjualan per unit (kg) keripik pisang, yaitu sebesar Rp 81.150,00. Sedangkan harga pokok penjualan per unit (kg) keripik pisang dengan menggunakan metode variable costing, yaitu sebesar Rp 63.150,00 dan perhitungan menurut perusahaan adalah sebesar Rp 60.000,00. Kemudian dengan menggunakan analisis break even point, letak titik impas pada perusahaan berdasarkan jumlah barang yang diproduksi sebesar 18 unit (kg) dan berdasarkan total harga penjualan produknya sebesar Rp 1.090.909,091.Dari kesimpulan yang ada peneliti memberikan saran agar UMKM Keripik Pisang FW Kubu Raya sebaiknya harus mengidentifikasikan semua biaya yang termasuk dalam pembuatan keripik pisang agar sesuai dengan biaya yang dikeluarkan selama kegiatan produksi dan perusahaan dapat meminimalisasikan biaya yang digunakan dalam kegiatan peroduksi agar diperoleh pertimbangan harga yang disesuaikan dengan harga pasar. Kata kunci : Full Costing, Variable Costing, Break Even Point, Harga Pokok                      Pejualan, Harga
SIMULASI PENERAPAN PP 71 TAHUN 2010 PADA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROPINSI KALIMANTAN BARAT B51111177, Nurita
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat . The primary objective of this study was to perform a simulation application of PP 71 Tahun 2010 on the presentation of financial statements regional Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat. This study used a descriptive method , ie a method that describes the object under study beforehand , collect data and make conclusions . Data collection techniques in this study that includes direct observation techniques , interviewing techniques , and library research techniques . The data analysis in this study using qualitative data. . Application of PP 71 Tahun 2010 will be fully implemented in 2015 , so it needs to be done to accelerate the understanding of simulation knowledge of the implementation of the Regional Financial Statements comprehensively how each of the reporting entity to adjust the accrual to the cash -based to one based on future accrual . The results of this study concluded that Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat is ready to carry out the application of PP 71 Tahun 2010 which will commence in 2014, to reach the target unqualified assessment.
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN dan KONDISI KEUANGAN terhadap PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN pada PERUSAHAAN MANUFAKTUR yang terdaftar di BURSA EFEK INDONESIA PRATIWI B51109033, PUTRI AJI
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit opinion of going concern is audit opinion that is produced by an auditor when a firm is indicated to have financial problem that brings about negative cash flow or failure to serve debt obligation. Determining factors of audit opinion of going concern include the size of the firm, the growth rate as well as the financial condition. The purpose of this research is to find empirical evidence of how the three factors; the size, the growth rate and the financial condition of the firm, affect the recipient of audit opinion of going concern. This research is concentrated on manufacturing firms that are listed on Bursa Efek Indonesia in the year 2009-2011, which sum up to 30 samples in total through purposive sampling method. Analysis regression logistic technic is used as the tool of data analysis. The result shows that the size, the growth rate and financial condition of the firm do not have significant effect on the recipient of audit opinion of going concern. Key word: audit opinion of going concern, size of the firm, growth rate and financial condition
ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PENYALURAN TAMBAHAN PENGHASILAN PADA KANTOR KECAMATAN PONTIANAK SELATAN KOTA PONTIANAK B41108015, RIZKY AL GHIFARY
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisis Sistem dan Prosedur Penyaluran Tambahan Penghasilan pada Kantor Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak. Tambahan penghasilan adalah termasuk belanja pegawai tidak langsung, yang termasuk sebagai tunjangan. Pengukuran pemberian tambahan penghasilan ini diberikan berdasarkan kinerja. Permasalahan penilitian ini adalah bagaimana sistem dan prosedur pembiayaan yang diterapkan oleh Kantor Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sistem penyaluran tambahan penghasilan yang diterapkan oleh Kantor Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak, juga dimaksudkan untuk mengetahui kendala kendala apa yang mempengaruhi pelaksanaan penyaluran tambahan penghasilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung, observasi langsung, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Alat analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis struktur organisasi, analisis internal control questioner, analisis flowchart dan analisis compliance test. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa struktur organisasi yang digunakan telah memadai, dari flowchart dapat diketahui bahwa mengenai prosedur pemberian tambahan sudah sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006. Menurut kuesioner kendala yang menyebabkan keterlambatan adalah dikarenakan oleh lambatnya usulan tambahan penghasilan yang dibuat oleh bendahara kecamatan yang seharusnya disampaikan lebih awal kepada bendahara kantor Walikota Pontianak, sedangkan menurut analisis compliance test tidak dicantumkannya nomor urut data dalam penyaluran tambahan penghasilan menyebabkan tidak sistematisnya penyaluran tambahan penghasilan tersebut diberikan. Besarnya tingkat keterlambatan pemberian tambahan penghasilan dapat menurunkan kinerja dari para pegawai, sehingga penyaluran tambahan penghasilan yang tepat waktu akan diperlukan untuk menjaga kinerja pegawai.Kata Kunci : Sistem dan Prosedur, Penyaluran Tambahan Penghasilan.
Analisis Pengaruh Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi ( BOPO ), Loan To deposit Ratio ( LDR ), Capital Adequacy Ratio ( CAR ) Terhadap Return On Asset ( ROA ) Bank Umum Di Indonesia ( Studi Pada Bank BPD, Periode 2005 – 2014) B51110065, Gigih Kartianda
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to examine the effect of variable Operating Expenses To Operating Income (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), and Capital Adequacy Ratio (CAR), of Profitability (ROA). This research used scoundary data period 2005:1 – 2014:12.  Data source from Indonesian Banking Statistics, published by Financial Services Authority. The analysis technique used is the multiple linier regression analysis and hypothesis test with a level of significance of 5%. The results of the research partially  states that the variable BOPO have a significant and correlation positive effect on profitability (ROA) of banks.  And variable LDR and CAR did not have a significant and LDR negative correlation on ROA; CAR positive correlation on ROA. The results of the research simultaneously  states that the BOPO, LDR, and CAR  jointly affect the profitability (ROA) of banks. While the results show that the correlation coefficient between profitability (ROA) of banks with BOPO, LDR, CAR (independent variables) of 12,3%. Keywords: Profitability (ROA) and  financial ratio BOPO, LDR, CAR
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENAGIHAN PIUTANG UNTUK USAHA PERDAGANGAN BAJU OLEH AL COLLECTION B51111099, Selli Juliani
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piutang dalam kegiatan perdagangan merupakan unsur yang penting bagi kelangsungan perusahaan. Ada kemungkinan dalam penjualan kredit terjadi piutang tidak tertagih apabila telah jauh melewati tanggal jatuh tempo yang menyebabkan kerugian pada perusahaan. Perusahaan harus berusaha untuk memperkecil kemungkinan tersebut dengan menetapkan sistem dan prosedur penjualan kredit dan penagihan piutang yang baik melalui sebuah sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi dibuat dan dijalankan agar proses penjualan akan melewati prosedur yang telah ditetapkan yang bertujuan untuk meminimalkan timbulnya piutang tidak tertagih. Penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penagihan Piutang untuk Usaha Perdagangan Baju oleh Al Collection”, yang merupakan jenis usaha grosir pakaian jadi untuk dewasa pria dan wanita. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari Al Collection yang kemudian diuraikan secara terperinci untuk mengetahui permasalahan peneltian dan mencari penyelesaiannya. Penulis menggunakan alat analisis flowchart, analisis organisasi dan analisis ICQ. Berdasarkan analisis ICQ diperoleh hasil sebesar 71,74% yang dikategorikan bahwa sistem dan prosedur yang sudah dijalankan oleh perusahaan yang diteliti sudah efektif. Namun masih ditemukan kekurangan seperti, kekurangan form untuk pemesanan dan penggandaan menjalankan tugas. Diharapkan dengan hasil penelitian dan saran yang diberikan dapat membantu perusahaan dalam memperbaiki sistem dan prosedurnya.     Kata kunci : sistem informasi akuntansi, penjualan kredit, penagihan piutang.
ANALISIS PENERAPAN KONSEP ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK PORSELEN DAN KACA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Putri B41111024, Yustina Heffy
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memaksimalkan kekayaan pemegang saham adalah tujuan dari perusahaan, untuk mencapai tujuan tersebut maka penting bagi perusahaan untuk mengetahui kinerja dari perusahaannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan pada masing-masing perusahaan keramik porselen dan kaca dengan pengukuran berbasis Economic Value Added (EVA) bila dibandingkan dengan perhitungan laba/rugi secara konvensional (dalam hal ini difokuskan pada ROE). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan keramik porselen dan kaca yang terdaftar di BEI yaitu PT Asahimas Flat Glass Tbk, PT Arwana Citramulia Tbk, PT Surya Toto Indonesia Tbk dan PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk periode 2011-2013. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari internet, literature, dan bacaan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada PT Asahimas Flat Glass Tbk, PT Arwana Citramulia Tbk, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk mempunyai EVA yang bernilai positif (EVA>0) dan cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan pada PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk dari tahun 2011 hingga tahun 2013 mempunyai EVA yang bernilai negatif (EVA<0). EVA yang bernilai positif dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan investor sedangkan EVA yang bernilai negatif tidak dapat memberikan nilai tambah. Kata kunci : kinerja keuangan, Economic Value Added, nilai tambah  
ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTING PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) B51112162, Dhieka Netriana
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas dan profitabilitas perusahaan terhadap pengungkapan Sustainability Reporting atau laporan berkelanjutan. Likuiditas diukur dari Current Ratio yang dihasilkan perusahaan, sedangkan profitabilitas diukur dengan Return On Equity perusahaan. Populasi dari penelitian ini adalah 16 perusahaan pada sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2012. Dengan metode purposive sampling diperoleh 8 perusahaan yang menjadi sample penelitian dengan sumber data berupa laporan keuangan perusahaan dan laporan berkelanjutan selama 3 tahun berturut-turut dengan melakukan pengolahan data uji asumsi klasik, pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability reporting namun tidak signifikan. Ditunjukkan dengan nilai signifikansi lebih tinggi dari tingkat signifikan, yaitu 33,9% pada likuiditas (CR) dan  33,4% pada profitabilitas (ROE) perusahaan. Dengan nilai koofisien determinasi sebesar 7%, Kata kunci: Sustainability Reporting, Likuiditas, Profitabilitas.

Page 85 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue