cover
Contact Name
Karti Rahayu Kusumaningsih
Contact Email
wanatropika@instiperjogja.ac.id
Phone
+628164229573
Journal Mail Official
wanatropika@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan INSTIPER Gd. Jati Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Wana Tropika
ISSN : 20887019     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.55180
Core Subject : Agriculture, Social,
Wana Tropika first published in 2011 by Department of Forestry, Faculty of Forestry, Stiper Agricultural University. Jurnal Wana tropika, the official journal of the Indonesian Society for Forestry, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of forestry.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2018)" : 4 Documents clear
EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS ISOLAT SEBAGAI INOKULAN PEMBENTUK GAHARU Kusumaningsih, Karti Rahayu; Isnaeni, Rosiana
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman gaharu dari genus Aquilaria memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat menghasilkan resin beraroma harum yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari obat-obatan, pengharum ruaangan, minyak wangi, kosmetik, dan sebagainya. Untuk dapat menghasilkan resin gaharu maka tanaman harus terserang penyakit terlebih dahulu. Untuk memproduksi gaharu secara buatan maka perlu dilakukan penelitian tentang berbagai macam jenis isolat yang mampu menginfeksi tanaman gaharu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas beberapa jenis isolat sebagai inokulan pembentuk gaharu yang diukur berdasarkan kepadatan spora jamur yang dihasilkan pada masing-masing jenis isolat. Isolat yang digunakan berasal dari batang pisang, kayu sengon, kayu pinus, dan kayu gaharu yang terserang jamur. Parameter yang diamati adalah identifikasi jenis jamur dan kepadatan spora jamur (spora/ml) pada masing-masing jenis isolat. Hasil penelitian menujukkan bahwa jenis jamur yang terdapat pada isolat batang pisang adalah jamur Fusarium oxysporum, pada isolat kayu sengon adalah jamur Graphium sp., pada kayu pinus adalah jamur Curvularia sp., sedangkan pada isolat kayu gaharu adalah jamur Rhizopus oryzae. Jenis isolat tidak berpengaruh nyata terhadap kepadatan spora jamur, sehingga semua jenis isolat memungkinkan untuk digunakan sebagai inokulan pembentuk gaharu. Kata Kunci : Isolat, Inokulan, Kepadatan Spora Jamur
MODEL AGROFORESTRI UNTUK PENYANGGA EKOSISTEM DI LERENG SELATAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Suryanto, Priyono; Soemardi; Yuslinawari
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to determine the characteristics of the distribution pattern of vegetation, and landscape perimeter TN southern slopes of Mount Merapi.The results showed that land cover by vegetation is 59.25% of the overall patch of landscape. Model agroforestry being developed in the third patch regions of southern slopes TNGM dominated by “tegalan” and homegarden pattern. Identification of agroforestry landscape models currently on ecological density range called Ecological Density accupying to 336.38 m/Ha. SDI (Shannon Diversity Index) by spatial model is of 0.98. While the actual SDI conditions based on groundcheck has a mean value of 1.7. Scoring agroforestry model based of ecological functions and economic values obtained optimum value the model agroforestry are field and homegarden as agroforestry practices. Keywords: Agroforestry, Silviculture, and Landscape
SIFAT ANATOMI KAYU BAKAU (Rhizophora mucronata LAMK) Sushardi; Kodi, Hala
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove is one type of mangrove forest plants that has enormous potential and benefits. Almost all parts of mangrove plants can be used; the leaves are for medicine, the skin is for producing tanners and wood for charcoal, building materials and so on. To make more optimal use of mangrove wood, a close study of the properties of the wood is needed. Therefore, knowing the dimensions and value of mangrove fiber derivatives is a very important thing to do. This study aims to determine the dimensions and values of mangrove wood derivatives and their possible uses.The study used a completely randomized factorial design with Tukey's further tests. The factors used are the location of the trunk axial direction (base, middle and tip) and radial direction (near the heart and near the skin). The parameters observed included fiber length, fiber wall thickness, lumen diameter, fiber diameter and fiber dimension derivative values.The results showed that the average value of fiber length was 0.67 mm, fiber wall thickness was 4.25 µ, lumen diameter was 6.71 µ, fiber diameter was 13.83 µ. The average value of fiber dimension derivatives is; runkel number 1.29, muhlsteph number 77.23%, weaving power 10.46, sensitivity coefficient 0.31, and flexibility value 0.48. Based on the value of fiber quality and its derivative value, in general mangrove wood includes the quality of pulp and paper class III, where wood fibers are short to medium size, cell walls and medium lumens. Keywords: Dimensions and values of fiber derivatives, mangrove wood
POTENSI BAMBU DI DESA PURWOBINANGUN, KECAMATAN PAKEM, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Wahyudiono, Sugeng; Yaka, Usrywanto Maha Umbu
Jurnal Wana Tropika Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewah Yogyakarta memiliki beberapa wilayah dengan potensi bambu yang baik dan cukup besar. Kecamatan Pakem merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi,bambu yang cukup baik diwilayahKabupaten Sleman.Namun kurangnya informasi mengenai kelestarian jenis bambu dan potensi bambu di Kecamatan Pakem menyebabkan terjadinya hambatan dalam proses penyediaan bahan baku bamboo.Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai potensi bambu diKecamatan Pakem, khususnya di Desa Purwobinangun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel sejumlah 1.504 secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bambu yang ditemukan diwilayah penelitian adalah bamdu apus (Gigantochloa apus) dan bambu petung (Dendrocalamus asper Back). Jenis yang paling dominan adalah bambu apus, ini ditandai dengan banyaknya jumlah rumpun dan jumlah batang pada setiap rumpun yang dimiliki oleh bambu tersebut. Data yang diperoleh menunjukkan jumlah rumpun bambu di Desa Purwobinangun sebanyak 1.038 rumpun, yang terdiri dari 662 rumpun bambu apus dan 376 rumpun bambu petung, serta telah mencakup .rumpun besar, sedang, dan kecil. Jumlah batang bambu di desa Purwobinagun sebesar 34.381 batang bambu, yang terdiri dari bambu apus sebanyak 19.626 batang dan bambu petung sebanyak 14.755 batang. Dengan membandingkan antara potensi bambu yang ada dengan kebutuhan rata-rata per tahun yaitu potensi bambu sebesar 34.381 batang dan kebutuhan bambu 19.200 batang per tahun, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa bambu di Desa Purwobinangun dalam kondisi lestari dengan jenis bambu apus yang lebih mendominasi

Page 1 of 1 | Total Record : 4