cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Desember" : 7 Documents clear
Pengaruh Strategi Pembelajaran Afektif Terhadap Karakter Mahasiswa Renta Leinvarben Sihombing; Urbanus Sukri
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.077 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.6

Abstract

Strategi pembelajaran adalah upaya yang direncanakan oleh pendidik membuat sebuah kondisi kegiatan belajar mengajar agar peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran afektif hadir untuk membentuk sikap yang positif dari peserta didik sehingga tercipta keseimbangan ranah kongnitif, psikomotorik dan afektif. Peranan pendidik sangat diperlukan tidak hanya dalam teori melainkan juga melalui strategi pembelajaran afektif (sikap dan perilaku) yang dapat diteladani oleh peserta didik secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  dengan analisis data SPSS versi 22 untuk mengungkap pentingnya strategi pembelajaran afektif bagi karakter mahasiswa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) berdasarkan uji korelasi hubungan, dihasilkan nilai koefisien sebesar 0,500 menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara variabel strategi pembelajaran afektif terhadap karakter mahasiswa. 2) Uji t menghasilkan thitung (6,382) > ttabel (2,013) dan nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel strategi pembelajaran afektif (X) berpengaruh yang signifikan terhadap variabel karakter mahasiswa (Y). Dengan demikian, penelitian ini membuktikan hipotesis bahwa strategi pembelajaran afektif memiliki pengaruh terhadap karakter mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia.
Ujian Integritas Berdasarkan Ayub Pasal 1 dan Signifikansinya Bagi Orang Percaya Evendy Tobing
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.363 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.9

Abstract

Apa itu integritas, dan kapankah seseorang dikatakan memiliki integritas dan bagaimana seseorang memiliki integritas, serta apakah buktinya seseorang memiliki integritas? Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali tidak memiliki jawaban di zaman postmodern saat ini dimana standar kebenaran yang menjadi tolok ukur seseorang memiliki integritas terlihat menjadi sangat samar di tengah-tengah mengemukanya nilai-nilai sekularitas. Kitab Ayub menjadi salah satu acuan untuk untuk menjelaskan nilai-nilai integritas dalam hidup orang percaya. Tulisan tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang integritas dan signifikansinya bagi orang percaya. Dalam penelitian ini, penulis mempergunakan studi eksegesis terhadap kita Ayub pasal 1 dan beberapa teks parallel, sehingga melalui penelitian ini diharapkan pembaca dapat memiliki integritas sebagai kekuatan untuk menghadapi berbagai ujian.
Pemimpin Yang Melayani Dalam Konteks Pastoral Pandir Manurung; Yuni Karlina Panjaitan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.744 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.10

Abstract

Seorang pemimpin dalam dunia pelayanan tidaklah mudah dan banyak sekali tantangan yang dihadapi. Secara khusus masalah karakter pemimpin dan yang dipimpin. Servant Leadership menjadi tuntutan yang mutlak diterapkan oleh para pemimpin, khususnya mereka yang melayani di bidang pelayanan pastoral. Kompleksnya persoalan yang dihadapi dalam pelayanan, membuat para gembala mengalami stres yang tinggi bahkan tidak sedikit yang pada akhirnya mengundurkan diri dari pelayanannya. Tujuan penelitian ini memberikan pemahaman yang penting karena pemimpin yang melayani menjadi sebuah jawaban bagi para pemimpin pastoral. Prinsip kepemimpinan yang ada di dalamnya selain menerapkan prinsip kehambaan, juga berpegang teguh pada prinsip Alkitab. Penekanan pemimpin adalah integritas hamba Tuhan yang merujuk pada prinsip kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus. Pelayanan dalam kepemimpinan tersebut, melihat jemaat sebagai jiwa bukan objek. Pelayanan yang digerakkan oleh belas kasihan kepada jiwa- jiwa membuat pemimpin pastoral akan lebih mementingkan orang lain daripada mempertahankan sikap egoisnya. Membayar harga untuk sebuah kepemimpinan yang melayani memang menjadi tuntutan, namun keadilan Allah membuat mereka tidak kehilangan upah dan kemuliaannya.
Musik Menurut Alkitab dan Implikasinya Dalam Ibadah Kristen Resa Junias; Niomey Selen S. Onibala; Sofia Margareta
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.812 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.12

Abstract

Musik gerejawi menjadi benar maknanya bila dipahami berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam firman Allah. Dengan memiliki pemahaman yang benar akan makna, tujuan, siapa, dan bagaimana serta kapan musik gerejawi itu dilakukan, maka penyembahan kita kepada Allah melalui musik dan nyanyian akan membangun iman dan memuliakan Allah. Musik dan nyanyian gerejawi mutlak didasari oleh kehendak Allah. Musik gerejawi bukan merupakan pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap gereja sebagai respon atas karya penebusan Allah dalam hidupnya. Musik dan nyanyian gerejawi bukan dalam rangka sebagai pengantar antar unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam sebuah susunan acara liturgi, dan bukan pula dalam rangka suatu aktivitas kegiatan bersama yang menyenangkan untuk menyanyikan lagu-lagu kesayangan. Perjumpaan dengan Allah melalui karya pemeliharaan-Nya pada setiap waktu, itulah yang menjadi motor yang menggerakkan musik dan nyanyian pujian kepada Allah.
Penerapan Karya Inkarnasi Kristus Dalam Gereja Multikultural Sebagai Etik Gereja di Indonesia Ayub Abner Martinus Mbuilima
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.084 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.13

Abstract

Gereja adalah tubuh Kristus yang telah ditebus oleh-Nya. Karya penebusan dikerjakan  dimulai dari inkarnasi Kristus. Inkarnasi Kristus tidak hanya memberikan kepastian keselamatan bagi yang percaya kepada-Nya. Akan tetapi prinsip-prinsip penerapan inkarnasi dapat menjadi teladan bagi gereja-Nya yang multikultural untuk menjaga kebersamaan agar menjadi berkat bagi dunia melalui kesaksian kehidupan dan pemberitaan  gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah  penelitian yang bersumber dari kepustakaan melalui  dokumen-dokumen yang berkaitan, buku-buku Tafsiran Alkitab  buku-buku teologi, artikel ataupun berita-berita yang terkait. Dalam karya inkarnasi Kristus terdapat beberapa prinsip yang perlu diterapkan dalam gereja yang multikultural yaitu prinsip pelayanan kasih, solidaritas, transformasi dan  soteriologis. Dengan adanya penerapan prinsip-prinsip ini dapat mencegah pertikaian gereja dan menjaga kebersamaan dan kerjasama untuk mewujudkan misi Tuhan di tengah dunia ini. Prinsip-prinsip yang terdapat dalam karya inkarnasi Kristus yang saya sebut dengan etik gereja di Indonesia.
Urgensi Konstruksi Generasi Penerus Bagi Gereja Hengki Irawan Setia Budi
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.182 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.14

Abstract

Gereja sebagai pencetak spiritualitas jemaat tidak hanya berfokus pada jemaat senior, melainkan untuk semua generasi. Kenyataannya, gereja seringkali abai untuk melakukan penjangkauan, pemberdayaan dan pemaksimalan generasi muda sebagai pilar gereja dimasa akan datang. Gereja masih menganggap bahwa generasi muda dipandang sebagai generasi yang tidak penting, generasi muda yang banyak masalah, memiliki tingkat spiritualitas yang rendah dan tidak bisa diberikan beban tanggung jawab yang lebih. Tujuan penelitian ini adalah mengajak gereja untuk mempersiapkan generasi penerus yang nantinya berguna sebagai penjangkau generasi dibawahnya menuju Kristus. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan penelitian pustaka, disertai pengamatan peneliti di lapangan saat melakukan seminar dengan subjek Next Generation. Diperoleh kesimpulan bahwa gereja banyak yang abai tentang hal ini. Peneliti mengusulkan segera melakukan konstruksi menjangkau generasi dengan cara “pemahaman” dan “penerimaan” terhadap generasi dan membuka wadah komunitas dan pemuridan yang sehat dan relevan guna membangun kedewasaan spiritualitas yang baik.
Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Society 5.0 Andrias Pujiono
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.492 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.15

Abstract

Era Society 5.0 telah terjadi integrasi antara dunia maya dan nyata.  Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah bagaimana pendidikan dilakukan, termasuk praktik Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dengan metode studi kepustakaan, penulis menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran sudah menjadi kebutuhan. Profesionalitas guru PAK di era ini ditentukan dengan penguasaan kompetensi Abad 21. Guru PAK yang profesional memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif dan literasi digital. Salah satu tolok ukur, guru profesional di era 5.0  mampu memanfaatkan berbagai teknologi dalam meningkatkan kualitas proses maupun hasil belajar peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7